Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pendampingan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Meningkatkan Keterampilan Numerasi Siswa SD Ihsani, Baiq Yuliatin; H, Hilmiyatun; Darmurtika, Linda Ayu; A, Akhmad; Milandari, Baiq Desi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numeracy skills include skills in applying number concepts and basic mathematical symbols to solve everyday problems. Basic education emphasizes several aspects that students must master, including cognitive, motor and psychomotor aspects. One of the abilities in the cognitive aspect that students must master is the ability to count. Counting is a part related to managing numbers with a system that includes addition, subtraction, division and multiplication. In order for mathematical skills to develop well, teachers must create a fun learning atmosphere, such as using the Numeration pinwheel game. The Numeration Addition Pinwheel is an educational game that was developed by modifying a pinwheel game that can be rotated with numbers. This game aims to increase students' interest in learning numeracy at SDN 1 Danger, to make it easier for students to solve mathematical problems, this research will apply descriptive methods and use a qualitative approach. Data collection is carried out through observation and documentation. The results of this research are expected to improve students' understanding of the material and mathematical abilities. Thus, the educational game tool, the Numeration Addition Wheel, is expected to improve students' mathematical abilities and learning motivation.
PELATIHAN PENULISAN DIKSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SASTRA DI MA PLUS ASSOWAH AL-ISLAMIYAH GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Darmurtika, Linda Ayu; Mariyati, Yuni; Suyasa, I Made; Akhmad, Akhmad; Akbar, M Aris; Lamusiah, Siti; Ihsani, Baiq Yuliatin; Waluyan, Roby Mandalika; Rosada, Rosada
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32361

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan literasi sastra di kalangan peserta didik masih terbilang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain minimnya akses terhadap bahan bacaan sastra yang berkualitas, kurangnya pelatihan keterampilan menulis kreatif, serta belum optimalnya pendekatan pembelajaran sastra di kelas. Dalam konteks ini, pembelajaran sastra seringkali bersifat normatif dan tekstual, sehingga kurang menyentuh aspek apresiasi dan kreativitas yang dapat menggugah minat serta keterlibatan siswa secara aktif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan penulisan diksi sebagai upaya peningkatan literasi sastra di MA Plus Assowah Al-Islamiyah Gerung dengan melibatkan 40 orang sebagai peserta pelatihani. Kegiatan pengabdian terdiri dari lima tahap, yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik, presentasi dan diskusi, serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan interaktif. Kegiatan ini dinyatakan berhasil dengan indikator sebagai berikut: Aspek partisipasi: Peserta mengikuti kegiatan secara penuh dari awal hingga akhir. Aspek capaian pembelajaran: Berdasarkan penilaian terhadap hasil tugas menulis, sebagian besar peserta mampu menerapkan diksi konotatif dan denotatif dengan baik, serta menunjukkan peningkatan dalam variasi kosakata melalui penggunaan sinonim dan antonim. Aspek keberlanjutan: Pihak sekolah berkomitmen untuk memasukkan materi diksi ini dalam program ekstrakurikuler sastra dan meminta tindak lanjut berupa pendampingan literasi secara berkala. Aspek evaluatif: Refleksi peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pilihan kata dalam menulis sastra yang ekspresif dan bermakna. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap keterampilan menulis siswa, tetapi juga memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun budaya literasi sastra yang berkelanjutan.[A1] Kata kunci: Penulisan Diksi; Peningkatan Literasi Sastra; Lingkungan Sekolah. ABSTRACTThe development of literary literacy among students is still relatively low. This is due to several factors, including minimal access to quality literary reading materials, lack of creative writing skills training, and the suboptimal approach to literary learning in the classroom. In this context, literary learning is often normative and textual, so that it does not touch on aspects of appreciation and creativity that can arouse students' interest and active involvement. This community service aims to conduct diction writing training as an effort to improve literary literacy at MA Plus Assowah Al-Islamiyah Gerung by involving 40 people as training participants. The community service activity consists of five stages, namely preparation, delivery of materials, practice, presentation and discussion, and reflection. The activity was carried out through participatory and interactive methods. This activity was declared successful with the following indicators: Participation aspect: Participants participated in the activity fully from start to finish. Learning achievement aspect: Based on the assessment of the results of the writing assignment, most participants were able to apply connotative and denotative diction well, and showed an increase in vocabulary variation through the use of synonyms and antonyms. Sustainability aspect: The school is committed to including this diction material in the literature extracurricular program and requests follow-up in the form of regular literacy assistance. Evaluative aspect: Participant reflections show an increased awareness of the importance of word choice in writing expressive and meaningful literature. Overall, this community service activity not only has a positive impact on students' writing skills but also strengthens the partnership between higher education institutions and secondary schools in building a sustainable literary literacy culture.Keywords: Diction Writing; Increasing Literary Literacy; School Environment
Rimpu dan Identitas Perempuan Bima: Tinjauan Semiotik atas Nilai Kesopanan Darmurtika, Linda Ayu; Juriati, Aan; Nuranisah, Nuranisah; Fadila, Uswatun; Bujang, Ahmad; Alfatih, Muhammad Dimas
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis terhadap literatur yang membahas Rimpu sebagai representasi identitas perempuan Bima dengan pendekatan semiotik, khususnya dalam mengkaji nilai kesopanan yang terkandung dalam elemen visual busana tradisional tersebut. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur akademik yang terindeks di Scispace, Elicit, Google Scholar, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ), penelitian ini menelaah bagaimana bentuk fisik, fungsi sosial, serta makna simbolik Rimpu mencerminkan nilai-nilai kesopanan, kehormatan, dan identitas budaya perempuan Bima. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rimpu tidak hanya berfungsi sebagai penutup aurat sesuai dengan ajaran Islam, tetapi juga sebagai penanda visual status sosial dan simbol kontinuitas budaya. Bentuk, warna, dan motif Rimpu mengandung makna yang beragam, mencerminkan identitas sosial pemakai dan peranannya dalam masyarakat. Selain sebagai pakaian, Rimpu menjadi medium pewarisan nilai-nilai moral dan adat istiadat antar generasi, memperkuat solidaritas perempuan, dan mempertahankan identitas budaya di tengah arus perubahan sosial. Dengan demikian, Rimpu merepresentasikan konstruksi identitas perempuan Bima yang kaya akan nilai simbolik, religius, dan kultural.
Proses Nyelabar dalam Tradisi Merariq: Analisis Etnografi Komunikasi pada Masyarakat Sasak Darmurtika, Linda Ayu; Sari, Nila; Embunsari, Nur; Jannah, Uzlifatul; Nasiroh, Nasiroh
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.31790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses Nyelabar dalam tradisi Merariq masyarakat Sasak melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan fokus pada analisis etnografi komunikasi. Literatur yang digunakan berasal dari basis data terindeks Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses Nyelabar merupakan praktik komunikasi budaya yang kompleks, yang melibatkan komunikasi verbal dan nonverbal sebagai sarana membangun kesepahaman, menjaga keharmonisan, dan memperkuat identitas kultural antar keluarga calon mempelai. Tokoh-tokoh budaya seperti mediator, keluarga, serta tokoh adat dan agama memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan nilai-nilai lokal selama proses berlangsung. Namun demikian, muncul tantangan signifikan akibat perubahan sosial dan perbedaan pola komunikasi antar generasi, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya pergeseran dalam pemaknaan dan representasi komunikasi tradisional, yang berpotensi menyebabkan distorsi makna serta penurunan apresiasi terhadap nilai-nilai adat. Temuan ini mengungkap kesenjangan dalam studi-studi sebelumnya, yaitu minimnya kajian mendalam terkait dinamika komunikasi antar generasi dalam konteks Nyelabar. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan pengembangan riset lanjutan dengan topik "Transformasi Norma Komunikasi Tradisional dalam Proses Nyelabar: Studi Etnografi Komunikasi Antar Generasi di Masyarakat Sasak" guna merumuskan strategi pelestarian komunikasi tradisional yang adaptif terhadap perubahan zaman.
ANALISIS ARSITEKTUR UMA LENGGE SEBAGAI REPRESENTASI NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT SUKU MBOJO Darmurtika, Linda Ayu; Aulya, Rahma Nurul; Muliana, Baiq; Iprianto, Iprianto; Wijaya, Argil; Aulia, Muhammad Rizkikal
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32665

Abstract

Uma Lengge merupakan salah satu warisan arsitektur tradisional masyarakat Suku Mbojo di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang sarat dengan nilai filosofi, fungsi sosial, dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Arsitektur Uma Lengge Sebagai Representasi Kearifan Lokal, struktur arsitektural, serta makna simbolik. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan, yaitu dari jurnal, buku, dan artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk atap yang mengerucut melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan dan leluhur. Kepercayaan masyarakat Mbojo terhadap peran arwah leluhur yang bersemayam di bagian atas rumah menunjukkan dimensi spiritual yang kuat, sedangkan proses pembangunan yang melibatkan seluruh masyarakat mencerminkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Uma Lengge dibangun menggunakan material alami seperti kayu, bambu, dan alang-alang, dengan struktur panggung dan atap berbentuk kerucut yang mencerminkan prinsip ekologi dan spiritualitas yang mencerminkan pemahaman masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Selain Fungsi utama sebagai tempat penyimpanan padi menjadikan Uma Lengge sebagai simbol ketahanan pangan dan kemakmuran, sekaligus menunjukkan nilai-nilai perencanaan hidup dan penghargaan terhadap hasil kerja keras. Dengan demikian, Uma Lengge dapat dipandang sebagai entitas budaya yang menyatukan fungsi praktis dan simbolik secara integral. Temuan ini memperkuat urgensi pelestarian rumah adat sebagai bagian dari sistem pengetahuan lokal yang mengandung nilai-nilai luhur yang masih relevan hingga kini.
Teori Cinta Sigmund Freud dalam Kumpulan Cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta Darmurtika, Linda Ayu; Mus, Akhmad H; Lamusiah, Siti; Bilal, Arpan Islami; Muhardini, Sintayana; Rezkillah, Inang Irma; Niswariyana, Ahyati Kurniamala
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.391

Abstract

Kumpulan cerpen Sebuah Pertanyaan untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma merupakan  objek kajian dalam penelitian ini. Latar belakang dianalisisnya kumpulan cerpen ini, karena tersirat pesan moral melalui perilaku tokoh wanita yang ingin bebas melakukan perselingkuhan. Dalam kumpulan cerpen terdapat empat belas cerpen yang menceritakan tokoh wanita dalam petualangan hidupnya. Namun, dalam penelitian ini akan dikaji empat cerpen yang penokohan tokoh wanitanya mengalami konflik kejiwaan yang disebabkan oleh permasalahan cinta. Teori yang digunakan yakni teori cinta eros Sigmund Freud yang merupakan bagian dari teori psikologi. Cinta eros yang berobjek seksual dengan mengidentifikasi tiga unsur, yakni cinta dari asalnya bersifat seksual, kasih yang eksklusif dan penafsiran yang berlebihan, dan cinta narsistik dan egoistik. Ketiga sifat cinta tersebut memengaruhi tingkah laku, pola pikir, dan kejiwaan tokoh wanita yang hanya menginginkan kenikmatan seksual dan selalu mempertanyakan makna cinta.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Sanisah, Siti; Mas'ad, Mas'ad; Rochayati, Nurin; Darmurtika, Linda Ayu; Kariana, Astagini Putri; Mahfuzah, Linna
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SASTRA BERANCANGAN KERANGKA KERJA VIRAL (VALID, INSTITUSIONAL, REFLEKTIF, AKTIF, DAN LITERER ) BERMUATAN KEARIFAN LOKAL SATUA SASAMBO DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA DI SMA Syakur, Ahmad Abdan; Darmurtika, Linda Ayu; Sutama, I Made; Wirahyuni, Kadek; Mas Dewantara, I Putu
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37333

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis naskah drama menuangkan kearifan lokal satua Sasambo dengan kerangka kerja Viral sehingga tidak ada miskonsepsi terhadap aktivitas menulis yang dianggap menjemukan di sekolah, penelitian ini juga dapat membantu peningkatan pemahaman guru terhadap unsur intrinsik drama, serta batasan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa.Selain itu, dapat membantu melestarikan kearifan lokal seperti sastra tua ( Satua ) Sasambo yang mulai terwujud oleh generasi muda, padahal memiliki nilai pendidikan karakter yang signifikan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menguraikan masalah mengenai bagaimana rancang bangun pengembangan bahan ajar menulis naskah drama dengan kerangka kerja VIRAL ( Valid, Institusional, Reflektif, Aktif, dan Literer ) menghasilkan kearifan lokal Satua Sasambo di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan ( Research and Development ) yang mengadaptasi Model 4-D ( Define, Design, Develop, Disseminate ) dari Thiagarajan.Lokasi penelitian akan dilakukan di salah satu sekolah jenjang SMA di Kota Mataram dengan subjek siswa yang mewakili suku Sasak, Samawa, dan Mbojo. Instrumen pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi, wawancara, dan tes pemahaman awal. Adapun hasil dari penelitian ini adalah rancang bangun bahan ajar berupa modul penulisan naskah drama yang mengintegrasikan situasi didaktis (aksi, reaksi, validasi, dan institusionalisasi) melalui kerangka kerja VIRAL.Implementasi kearifan lokal Sasambo dalam materi dan evaluasi untuk proses belajar ( Learning Obstacle ), meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta membangkitkan budaya pada siswa.Pengembangan ini memberikan kontribusi pada penyediaan media pembelajaran yang efektif, efektif, dan berkelanjutan dalam bahasa Indonesia.
Eksistensi Tradisi Kareku Kandei dalam Menjaga Warisan Budaya Mbojo Humairah, Ratin; Darmurtika, Linda Ayu; Hidayati, Nur; Dani, Muhamad; Buslin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37111

Abstract

Tradisi kareku kandei merupakan salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Mbojo (Bima, Nusa Tenggara Barat) yang dihapus dari aktivitas agraris menumbuk padi menggunakan lesung (kandei) dan alu. Tradisi ini awalnya berfungsi sebagai kegiatan kerja bersama perempuan Bima yang sarat makna sosial, spiritual, dan kebersamaan. Seiring perkembangan zaman dan modernisasi, fungsi asli kareku kandei mengalami pergeseran dari alat penumbuk padi menjadi seni pertunjukan yang lebih bersifat simbolik. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi, pergeseran makna, dan strategi pelestarian kareku kandei di tengah era globalisasi. Dengan pendekatan kualitatif dan telaah literatur, ditemukan bahwa tradisi ini masih memiliki nilai penting sebagai media pewarisan budaya dan pembentukan karakter masyarakat Mbojo, melalui tantangan seperti menurunnya minat generasi muda, kurangnya dokumentasi, serta dominasi budaya populer. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui revitalisasi fungsi budaya, integrasi dalam muatan pendidikan lokal, digitalisasi tradisi, dan pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, kareku kandei dapat terus bertahan sebagai identitas kultural dan simbol solidaritas masyarakat Mbojo di tengah arus globalisasi yang dinamis.