Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kunjungan 6 Kali (K6) Pada Usia Kehamilan Lebih Dari 36 Minggu Di Desa Gaya Baru 2 Kabupaten Lampung Tengah Winarsih; Suryaningsih
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/c5740n38

Abstract

Background: K6 coverage at Puskesmas Seputih Surabaya below the target of 65.47% and Gaya Baru 2 Village K6 38.33%. K6 coverage illustrates the low quality of services for pregnant women. Incomplete pregnancy examinations can cause pregnancy complications in mothers to go undetected, increasing maternal and neonatal morbidity and mortality rates during pregnancy, childbirth and postpartum. Factors that influence antenatal care visits in pregnant women include the characteristics of the pregnant women themselves.Purpose: to analyze the relationship between the characteristics of pregnant women with 6x visits (K6) at a gestational age of more than 36 weeks in Gaya Baru 2 Village, Central Lampung Regency.Method: The research design quantitative analytic with retrospective cohort design. The research sample totaling 89 pregnant women. The object was age, parity, education, occupation, and K6 visits using a cheklist sheet research instrument with a documentation study technique of pregnant women's registers. Results: data analysis obtained the results of most pregnant women with ages 20-35 years (64%), multiparous parity (49.4%), primary education level (64%), not working (58.4%) and K6 visits not according to standards (62.9%). The correlation between age and K6 visits (p value: 0.000), parity (p value: 0.793), maternal education (p value: 0.001), and work (p value: 0.216).Conclusion: the study showed that the characteristics of age and mother's education level were related while parity and mother's occupation were not related to K6 visits.Keywords: age, parity, education, occupation, and K6 visits
Case Report Pada Primigravida Trimester III dengan Letak Lintang dan Anemia Ringan di Wilayah Puskesmas Tongguh Sofia Sarira; Wayanti, Sri; Anisak, Siti; Suryaningsih
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v7i1.6832

Abstract

Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dengan angka kejadian yang cukup tinggi, termasuk di Jawa Timur (10,58%) dan Bangkalan (9,07%). Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin, terutama bila disertai kelainan posisi janin. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester III dengan janin posisi lintang dan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 33–34 minggu dengan kadar Hb 10,2 g/dL. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP, kemudian dilakukan asuhan kebidanan dalam tiga kali kunjungan. Hasil kunjungan pertama menunjukkan keluhan nyeri perut bawah dengan pemeriksaan janin posisi lintang dan Hb 10,2 g/dL. Pada kunjungan kedua, keluhan nyeri masih dirasakan dan disertai edema pada tungkai bawah. Kunjungan ketiga menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 11,3 g/dL meskipun nyeri semakin terasa. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi keteraturan konsumsi tablet Fe, anjuran pola makan bergizi, latihan posisi sujud untuk membantu perbaikan letak janin, serta anjuran posisi tidur yang nyaman. Disimpulkan bahwa pendampingan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kadar Hb dan mendukung kesehatan ibu serta janin, meskipun posisi lintang tetap memerlukan pemantauan intensif.
Case Report Pada Multigravida Trimester III Dengan Anemia Ringan Di Puskesmas Jaddih Kabupaten Bangkalan Akmalia, Nabila; Wayanti, Sri; Suryaningsih; Esyuananik
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v7i1.6871

Abstract

Kehamilan multigravida merujuk pada keadaan di mana seorang wanita telah mengalami lebih dari satu kali kehamilan, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko anemia akibat hemodilusi, di mana volume plasma bertambah lebih besar dibandingkan dengan jumlah sel darah merah.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa,  penatalaksanaan dan evaluasi  pada ibu hamil multigravida G3P2A0 usia kehamilan 29-30 minggu dengan anemia ringan. Metode ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan 3 kali melalui wawancara yang terstruktur, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Kunjungan pertama terdapat keluhan pusing saat bangun tidur dan tidak rutin mengkonsumsi tablet Fe dan MMS, hasil laboratorium menunjukkan kadar Hb 10,2 g/dl (anemia ringan). Asuhan yang diberikan edukasi anemia, pola makan bergizi, menjaga kebersihan vagina, dan edukasi tanda bahaya kehamilan. Kunjungan kedua, keluhan pusing sudah teratasi, terdapat keluhan nyeri pinggang dan sering berkemih. Asuhan yang diberikan menjelaskan penyebab dan cara mengatasi keluhan tersebut. Pada kunjungan ketiga sudah tidak ada keluhan, hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 12,8 g/dl. Ibu diharapkan dapat menjaga pola makan dan melanjutkan konsumsi MMS untuk mencegah anemia berulang. Setelah dilakukan tiga kali kunjungan anemia pada ibu sudah teratasi, kepatuhan konsumsi tablet Fe meningkat, serta pentingnya pemantauan rutin untuk menjaga kondisi kesehatan.
Analisis Penggunaan Media Sosial dalam Pemasaran dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) pada UMKM Kota Tarakan Ahmatang; Suryaningsih; Muhadir
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 20 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v20i3.1816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial dalam pemasaran dengan menggunakan model TAM pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non- probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang dibina oleh Rumah Kreatif BUMN kota Tarakan yang telah menggunakan media sosial sebagai alat dalam pemasarannya, dengan jumlah sampel 257 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan dan variabel persepsi manfaat penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial, sedangkan variabel sikap penggunaan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial
PROSES PEMBENTUKAN KONFORMITAS DALAM PENDAMPINGAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI KOTA TANJUNGPINANG Herdany, Venny; Arieta, Siti; Suryaningsih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conformity is the behavior or actions of individuals in adjusting the positive norms and values applied in society. One of the crimes committed by children is theft. Children involved in criminal activity basically lack self-control. Children in conflict with the law are children aged 12 to 18 years who are in conflict with the law. Children who are paroled are returned to their parents and reintegrated into society. The Tanjung Unggat area is one of the places where children who commit crimes live. Children who receive prison sentences and have received parole will be returned to their parents and return to the community. So that the return of children dealing with the law experiences readjustment to the environment. Robert K. Merton defines conformity as the adjustment of individuals in heeding to society, with conformity through normative, agreement, obedience, cohesiveness and informational means.This research uses a descriptive type qualitative approach. The results of the research on the process of obedience of children accustomed to doing 5-time prayers because when they are in prison if they do not pray they will get a witness through this pressure the child becomes obedient. Children also make agreements by obeying the rules of limiting night out. Through the process of choosing to.
Edukasi Pengetahuan “AMINA” (Antianemia) dengan Puding Kelor untuk Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil di Posyandu Anggrek, Desa Trimodadi, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara: Pengabdian Elsy Juni Andri Kariny; Nadya Dwita Fatma Sari; Apriliana Asih Ratna TD; Apriany Martania; Ayu Lailatul Sanda Dwi Arsita; Desi Ratna Sari; Dety Riyani; Devi Yulianti; Dina Dwi Kurniati; Eka Martini; Ernita Wahyuni; Ersa Maharani; Essy Martha S; Heni Partiwi; Melda Silpia; Neka Okta Farinca; Nita Widayanti; Novia Andriyani; Nova Sapitri; Nurul Hidayah; Ratu Maya Arsila; Reni Anggraeni; Rita Puspitasari; Septi Mulyantini; Septiana Restiyanti; Sevi Aryati; Siti Ifayati; Siti Sangadah; Siti Susanti; Stella Ferlinda; Suryaningsih; Suryi Wulandari; Yusnita Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4554

Abstract

Anemia in pregnant women remains a public health problem with a high prevalence. WHO data from 2022 shows that 37% of pregnant women worldwide suffer from anemia, and in Indonesia the figure remains high. In Lampung Province, the prevalence of anemia in pregnant women reached 5.98%, while in Trimodadi Village, North Lampung, 10 out of 25 pregnant women experienced anemia. This condition poses risks to both the mother and the fetus, necessitating prevention through nutrition education and the use of local foods. This community service activity aims to increase pregnant women's knowledge about anemia and introduce moringa pudding as a nutritious local food innovation. The method used was a pretest-posttest on 30 pregnant women at the Anggrek Integrated Health Post (Posyandu) in Trimodadi Village, North Lampung, on October 21, 2025, with data collection through questionnaires, educational leaflets, and a demonstration of making moringa pudding. The results showed a significant increase in knowledge from an average of 50.53 to 78.10 (p-value = 0.000). Therefore, education accompanied by demonstrations is effective in increasing understanding and interest in consuming nutritious local foods and has the potential to be an anemia prevention intervention at the Posyandu level.
Implementation of E-Governance Through the Development of Information Technology-Based Employee Competencies at the Supreme Court Training and Leadership Center Saanih; Suryaningsih; Saprudin; Fansuri, Ifan Hamzah; Riyadi, Slamet; Rasyid, Abdul Rahman; Maulana, Ridwan; Mahendra, Dion
Journal of Political and Governance Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Catalist Indo Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64670/jpgs.v2i1.65

Abstract

Background This research analyzes the implementation of e-governance to accelerate digital transformation and build an adaptive training ecosystem at the Management and Leadership Training Center of the Supreme Court. Methods Utilizing a qualitative descriptive approach through literature study and institutional observation, the findings are mapped using four analytical frameworks: Governance, Network, Institutional, and Multi-Level. Results The study reveals that integrating systems such as SIMDIKLAT, a Learning Management System (LMS), e-assessment, and e-administration has significant potential to create an intelligent, integrated, and accountable training ecosystem. The success of this transformation heavily relies on three main pillars: intensive digital collaboration across units, the implementation of robust Standard Operating Procedures (SOPs), and seamless system interoperability. However, the implementation faces significant challenges, including uneven technological infrastructure, a digital literacy gap among staff and trainers, and complex issues related to data security and a not-yet fully adaptive work culture. Conclusions The implications of these findings are exploratory, necessitating further empirical validation and testing to measure the specific impact of each framework on training performance and effectiveness. Practically, this research recommends strategic actions, such as strengthening and equalizing technology infrastructure, aligning curricula with digital competency needs, utilizing learning analytics data for decision-making, and building strategic partnerships with various stakeholders. The originality of this study lies in its contribution of a multidimensional analytical framework specifically designed to orchestrate e-governance transformation within government training institutions—a topic still relatively rarely discussed in a holistic and integrated manner in the existing literature.
STUDI KASUS PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II DENGAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH MERAH: CASE STUDY ON PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II WITH CHRONIC ENERGY LACK (CED) IN THE WORKING AREA OF THE TANAH MERAH HEALTH CENTER Didi Holida, Didi Holida; Suryaningsih; Rodiyatun
Fetus : Journal of Midwifery Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/fejom.v1i2.41

Abstract

ABSTRAK Masalah asupan nutrisi pada ibu hamil yang paling sering terjadi adalah Kurang Energi Kronik (KEK) dimana ukuran lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm. Prevelensi ibu hamil KEK di Puskesmas Tanah Merah pada bulan Januari 2024 sebanyak 4 dari 226 orang ibu hamil. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penyebab, dampak, dan penatalaksanaan pada Primigravida trimester 2 dengan KEK di puskesmas Tanah Merah. Metode dalam studi kasus ini menggunakan rancangan multiple case design menggunakan dua responden yaitu primigravida trimester 2 dengan LILA < 23,5 cm. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dokumentasi buku KIA, kohort, dan rekam medis. Hasil studi kasus ini bahwa faktor penyebab KEK pada R1 adalah asupan makanan, sedangkan pada R2meliputi asupan makanan, dan pendapatan. Dampak pada kedua responden yang dialami meliputi anemia, berat badan tidak bertambah secara normal, dan TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan. Penatalaksanaan yang didapatkan R2 yaitu melaksanakan ANC rutin, mengkonsumsi folamil genio dan folavit, serta mendapatkan PMT dalam bentuk susu sedangkan untuk R1 tidak melakukan anc rutin, tidak mengkonsumsi tablet fe dan tidak mendapatkan PMT dalam bentuk apapun. Sehingga diperlukan pendidikan kesehatan tentang faktor penyebab KEK. Selain itu, asuhan secara komprehensif dilakukan untuk mengurangi dampak yang akan terjadi dan dilakukannya penatalaksanaan antara lain ANC rutin, mengkonsumsi tablet fe dan perbaikan pola nutrisi pada ibu hamil dengan KEK. Serta perlu adanya pemerataan PMT setiap desa. Kata Kunci: Primigravida, KEK, Faktor Penyebab, Dampak, Penatalaksanaan
One Decade of Social Forestry Research in Indonesia (2015–2025): A Bibliometric Analysis Suryaningsih; Susiyanti Meilina; Berian Hariadi; Rianda Prima Putri
Jurnal Administrasi Publik dan Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2026): SIMBOL : Jurnal Administrasi Publik dan Pemerintahan
Publisher : LPPM STISIP IMAM BONJOL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55850/simbol.v5i1.388

Abstract

Social forestry in Indonesia has gained increasing scholarly attention as a governance approach for reconciling forest conservation with community rights, livelihood improvement, and sustainable rural development. This study maps the evolution of Indonesian social forestry research and examines how a national priority program aligns with scholarly trends through a bibliometric approach. Using a PRISMA-informed workflow, we identified and screened records and analyzed 176 Scopus-indexed journal articles (2015–2025) with Bibliometrix/Biblioshiny and VOSviewer. We assessed annual scientific production, leading contributors (authors, institutions, and countries), collaboration structures, and thematic development via co-occurrence networks, three-field plots, and thematic mapping. Results show strong publication growth, accelerating in the late 2010s and peaking in the early 2020s. Knowledge production is highly concentrated in Indonesia (402 country contributions; 75.14%), with selective international engagement from Australia, Japan, the United States, and the United Kingdom. Core contributors include Maryudi A (16) and Sahide MAK (14), while leading affiliations cluster in Indonesian universities, particularly IPB University, Universitas Gadjah Mada, and Hasanuddin University. The thematic core centers on Indonesia–social forestry–forest management and community forestry, supported by strands on agroforestry, sustainability, governance, policy implementation, and livelihoods. Collaboration is substantial (mean 4.74 co-authors/document; 33.52% international co-authorship). Key gaps include limited integration of politico-bureaucratic and Indigenous dimensions, weak conceptual bridging from place-based land-use studies, and underdeveloped links to climate–carbon and commodity-livelihood agendas. Limitations include Scopus-only coverage.
EFFECTIVENESS OF THE DPRD RECESS PROGRAM IN ABSORBING PUBLIC ASPIRATIONS Suryaningsih; Maruapey, Muhammad Husein; Hernawan, Deny
Administratie: Jurnal Administrasi Publik Vol. 7 No. 2 (2025): Administratie: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3997/ajap.v7i2.21481

Abstract

The recess activities of members of the Regional People's Representative Council (DPRD) are an official and strategic agenda designed to bridge communication between the legislative branch and the public. The goal is to ensure that public aspirations, needs, and issues are effectively absorbed and become the basis for policy. This study aims to analyze the effectiveness of recess in absorbing aspirations by focusing on three key indicators: the level of public participation, the alignment of aspirations with real needs, and the realization of follow-up on the aspirations expressed. This study uses a descriptive qualitative method to obtain an in-depth and comprehensive picture. Data collection was conducted through in-depth interviews and field observations. The collected data were analyzed thematically to identify patterns, key issues, and relevant conclusions. Research informants were selected purposively to represent a variety of perspectives, including council members who directly implemented the recess, council personal assistants who documented and facilitated the process, community leaders who served as representatives and liaisons at the community level, and the general public who directly participated in the recess activities. The research results show that recess does provide ample space for public participation, particularly in conveying aspirations regarding social assistance and infrastructure development. However, its effectiveness still faces significant obstacles. The main obstacles include unequal regional distribution, where not all areas receive equal attention; limited socialization of activities, leaving many people unaware of the recess schedule; and often slow or unclear follow-up. The novelty of this research lies in its analysis, which not only identifies the problems but also links the effectiveness of recess to three key interconnected factors: public participation, multi-channel communication, and a monitoring system. This research emphasizes that the success of recess depends not only on face-to-face meetings but also on how aspirations are systematically followed up. Based on these findings, the research recommends the need for data-driven evaluation to ensure a more equitable and transparent process and to improve equity in the distribution of benefits resulting from community aspirations.
Co-Authors Abdyah Fayza Lainunnabila Adi Suroso Ahmatang Ahmatang Ainil Mardiah Akmalia, Nabila Alfarizi Anis Nurlaili Anisak, Siti Ansari Apriany Martania Apriliana Asih Ratna TD Apriliyani , Neng Virly Assayuti, Muhammad Jalaludin Awaludin, Dipa Teruna Ayu Lailatul Sanda Dwi Arsita Baleuma Sakailoat, Georgerius Berian Hariadi Christina Astutiningsih Deasy Irawati Desi Fitriyana, Desi Desi Ratna Sari Dety Riyani Devi Yulianti Didi Holida, Didi Holida Dina Dwi Kurniati Efi Yuliati Yovi Eka Martini Elsy Juni Andri Kariny Emmy Solina Ernita Wahyuni Ersa Maharani Essy Martha S Esyuananik Euis Salbiah Fansuri, Ifan Hamzah Ferawati Usman Free Dirga Dwatra Ginung Pratidina Gotfridus Goris Seran Handrina, Emi hatta, djuanda Heni Partiwi Herdany, Venny Hernawan, Deny IMROATUL AZIZAH Irawati HM Iswan Kasman Ediputrai Laia, Heri Wansyah Lailatul Fadillah Kamal Mahendra, Dion Masniah, Andi Melda Silpia Muhadir Muhammad Arif Zuhri Muhammad Husein Maruapey Muhammad Zulfikar Murtasih mustofa haris Nadya Dwita Fatma Sari Nasruddin Nasruddin Neka Okta Farinca Nita Widayanti Nova Sapitri Novia Andriyani Nurmalina Nursia Nurul Hidayah NURUL HIDAYAT Nurwahidah Octavia Putri Salsabilla Oktaviani Osananda, Gerry Satria Piriani Purnamasari, Irma R. Oetje Subagdja Rahmawaty, Ratih Ramdani, Faisal Tri Rasyid, Abdul Rahman Ratu Maya Arsila Reni Anggraeni Rianda prima putri Ridwan Maulana, Ridwan Rismara, Nabila Aprilia RITA PUSPITASARI Rita Rahmawati Rodiyatun Saanih Saprudin Sayed Mahdi Selselviana, Ella Septi Mulyantini Septiana Restiyanti Setiawan, Rusdy Sevi Aryati Siti Arieta Siti Ifayati Siti Nur Alifya Kasmiryani Ar Siti Sangadah Siti Susanti Slamet Riyadi Sofia Sarira Solly Aryza Sri Wayanti, Sri Stella Ferlinda Suciati, Indrati Sri Suryaningsih Suryaningsih Suryi Wulandari susiyanti meilina Teguh Setiandika Igiasi Tinuk Dwi Cahyani Ummi Chulsum Vivi Sylvia Purborini Wahyudin, Cecep WINARSIH Yusnita Handayani Zanetha