Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Aceh Anthropological Journal

Tradisi Upacara Peutren Aneuk pada Masyarakat Aceh Barat: Proses, Makna dan Nilai Reva Riana; Iromi Ilham; Teuku Kemal Fasya; Rizki Yunanda
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i1.10984

Abstract

This article aims to discuss how the process of carrying out the peutren aneuk ritual (getting off the ground ceremony) in the people of West Aceh and analyze the meaning and values contained in this traditional ceremony. This discussion is important as an effort to transmit knowledge and educational facilities to the younger generation so that local ritual traditions and local wisdom can be maintained and continue to be passed down. The research method used is qualitative with three data collection techniques, namely participatory observation, interviews and document study. The process of data analysis includes the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the tradition of the peutren aneuk ceremony in the people of West Aceh is carried out as a form of respect and gratitude to Allah SWT for the birth of a baby. The peutren aneuk ritual tradition is carried out when the baby is 7 to 44 days old. The process of the peutren aneuk ritual ceremony includes peusijuk, peucicap, turning chicken hearts, cuko 'ok, splitting a coconut, peugideung tanoh, bringing it to the mosque, silat (if you have a vow), reciting the Koran, samadiah, and reciting the barzanji. While the meaning and value of the whole process of carrying out the ceremony can be interpreted from three symbolic dimensions, namely speech, behavior, and the objects used. For example, speech symbols are present in the form of narrative poems that contain good advice and prayers.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana proses pelaksanaan ritual peutren aneuk (upacara turun tanah) pada masyarakat Aceh Barat serta menganalisis makna dan nilai yang terkandung dalam upacara adat tersebut. Pembahasan ini penting dilakukan sebagai salah satu upaya transmisi pengetahuan dan sarana edukasi kepada generasi muda agar tradisi ritual dan kearifan lokal setempat dapat terjaga dan terus diwariskan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi partisipatif, wawancara dan studi dokumen. Proses analisis data mencakup tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi upacara ritual peutren aneuk dalam masyarakat Aceh Barat dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Tradisi upacara ritual peutren aneuk dilakukan dalam rentan waktu bayi berumur 7 sampai 44 hari. Proses upacara ritual peutren aneuk meliputi peusijuk, peucicap, membolak-balik hati ayam, cuko ’ok, membelah kelapa, peugideng tanoh, membawa ke masjid, silat (jika memiliki nazar), mengaji, samadiah, dan membaca berzanji. Sementara makna dan nilai dari segenap proses pelaksanaan upacara dapat ditafsirkan dari tiga dimensi simbolik, yaitu ucapan, perilaku, dan benda-benda yang digunakan. Misalnya, simbol ucapan hadir dalam bentuk penuturan syair-syair yang berisi nasehat dan doa kebaikan.
Analisis Penyebab Tingginya Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Aceh Utara Sukmawati, Cut; Murniati, Murniati; Yunanda, Rizki; Sakdiah, Sakdiah; Safrina, Safrina
Aceh Anthropological Journal Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v7i2.11597

Abstract

The issue of drug abuse and illicit trafficking is increasing every year. North Aceh District of Aceh Province is one of the districts with a high number of drug abuse cases, as in 2018 there were 124 cases of drug abuse and in 2019 there were 96 cases. This article describes the reality of the causes of high drug abuse cases in North Aceh District. The study was conducted in North Aceh District, Aceh, Indonesia, using qualitative methods in the research process. Observation, interviews and document utilization were used to collect data on the causes of high drug abuse in North Aceh district. The data collected was then classified, arranged in patterns, organized, interpreted, given meaning and concluded. This study found that there are different views, from the North Aceh local government, which is still not fully committed to the implementation of P4GN facilitation so that there is still high drug abuse, from the BNNK and North Aceh Police. The causes of the high number of cases of drug abuse and illicit trafficking in North Aceh Regency are lack of public awareness, non-existent rehabilitation facilities, the number of drug entry points into North Aceh, the existence of individual factors that cannot say NO to drugs. The influence of environmental factors (family, school and socialization), and the absence of local regulations and P4GN Action Plans.Abstrak: Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika setiap tahunnya semakin mengalami peningkatan. Kabupaten Aceh Utara  Provinsi Aceh merupakan salah satu Kabupaten dengan tingginya jumlah kasus penyalahgunaan narkotika, seperti halnya tahun 2018 ada 124 kasus penyalahgunaan narkoba dan pada tahun 2019 ada 96 kasus. Artikel ini mendeskripsikan realitas penyebab tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Aceh Utara. Studi yang dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Indonesia ini menggunakan metode kualitatif dalam proses penelitiannya. Observasi, wawancara (interview) dan pemanfaatan dokumen digunakan untuk mengumpulkan  data  tentang penyebab masih tingginya penyalahgunaan narkotika di kabupaten Aceh Utara. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian diklasifikasikan, disusun dalam pola-pola, diorganisasikan, ditafsirkan, diberi makna dan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan pandangan, dari Pemda Aceh Utara masih belum berkomitmen penuh untuk implementasi Fasilitasi P4GN sehingga masih tingginya penyalahgunaan narkoba, dari pihak BNNK dan Polres Aceh Utara. Penyebab masih tingginya kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Aceh Utara yaitu kurangnya kesadaran masyarakat, fasilitasi rehabilitasi yang belum ada, banyaknya jalur masuk narkoba ke Aceh Utara, Adanya faktor individu yang tidak bisa berkata TIDAK pada narkoba. Adanya pengaruh faktor lingkungan (keluarga, sekolah dan pergaulan), dan belum adanya Peraturan daerah dan Rencana Aksi P4GN.