Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Education And Rapid Response To Choking In Adults: Enhancing Community Awareness And Skills Sohilait, Hana Priscilla Frudence; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c0axgr30

Abstract

Choking is a medical emergency caused by an obstruction of the airway due to food, liquids, or foreign objects, which can lead to serious complications such as hypoxia, brain damage, and even death. Elderly particularly those with swallowing disorders resulting from degenerative diseases, are at high risk of choking. The objective of this choking management training program is to raise awareness, provide education, and equip the community with first aid skills to reduce the risk of injury and death caused by choking. The benefits include increased public knowledge, improved preparedness among healthcare workers, and the strengthened role of educational institutions in first aid training. The implementation methods included analysis, interactive health education, choking response training, mentoring, and pre- and post-intervention evaluations. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills in managing choking incidents in adults. This intervention proved to be effective in a community setting and is considered replicable as a strategy to improve community capabilities in handling choking emergencies. The community service outcomes revealed that before the intervention, 43.3% of participants had only moderate knowledge of choking management, and some had poor understanding. After the intervention, there was a marked improvement, with 66.7% of participants demonstrating good skills, and none remaining in the poor category. This intervention is recommended for integration into Puskesmas (community health center) and elderly Posyandu (integrated health posts) programs.
Kolaborasi Interprofesi dalam Peningkatan Kapasitas Lansia dan Keluarga untuk Pencegahan Stroke melalui Edukasi dan Manajemen Koping Sehat Ismoyowati, Tri Wahyuni; Rahardjo, Wylianty; Suharso, Eddy; Nando, Aryaprana; Kang , Hari Iskandar
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/s0c75d19

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok lansia. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, obesitas, dan stres kronis dapat dikendalikan melalui intervensi promotif dan preventif berbasis komunitas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas lansia dan keluarganya dalam pencegahan stroke melalui kolaborasi interprofesi antara dosen keperawatan dan kedokteran. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Tambelang, Kabupaten Bekasi, melibatkan 30 lansia berisiko stroke dan 30 anggota keluarga. Pendekatan kolaboratif dilakukan melalui empat tahap kegiatan: skrining kesehatan medis oleh tim dokter, edukasi perilaku hidup sehat oleh dosen keperawatan, pelatihan manajemen stres, dan pendampingan keluarga dalam pengawasan faktor risiko. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post test terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan stroke. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (p = 0,001) serta perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat sebesar 62%. Lansia melaporkan peningkatan kemampuan koping dan penurunan keluhan stres setelah mengikuti pelatihan. Kolaborasi dosen keperawatan dan kedokteran terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan, deteksi dini, dan kemandirian lansia dalam pencegahan stroke. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan interprofesi dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, serta memperkuat peran akademisi kesehatan dalam pengendalian penyakit tidak menular berbasis komunitas.
Analisis Korelasi Tingkat Depresi dan Self-care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Juwita, Lita; Lestiana, Mirawati; Kadang, Yulta; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2162

Abstract

Gagal ginjal kronis menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian,di abad ke-21. Sebagian penderita GGK tidak mampu menjalani kegiatan kesehariannya, termasuk bekerja, sehingga berdampak negatif terhadap aspek mental, fisik, sosial, serta kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara tingkat depresi dan kemampuan self-care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di RSSM Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional, dengan desain cross sectional study. penarikan sampel dengan teknik purposive sampling dengan 73 sampel. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner BDI II, Self Care Management, KDQOL SFᵗᵐ-36 yang sudah valid - reliabel dan dianalisis menggunakan uji gamma. Penelitian menunjukkan dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000; r = -0,972, self care management p value = 0,000; r = 0,958 terdapat keterkaitan antara tingkat depresi dan kemampuan self-care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di RSSM Cibinong. Hubungan tingkat depresi dan kualitas hidup menunjukkan korelasi kuat ke arah negatif, artinya semakin tinggi depresi yang dialami pasien, maka semakin menurun kualitas hidupnya. Sebaliknya, self-care management memiliki korelasi kuat ke arah positif terhadap kualitas hidup, sehingga semakin baik pengelolaan perawatan diri pasien, semakin meningkat kualitas hidup yang di rasakan.
How to Interpret Categorical Data in Health Research? Nugroho, Heru Santoso Wahito; Polnok, Sanglar; Acob, Joel Rey Ugsang; Mamun, Abdullah Al; Hapsari, Rafif Naufi Waskitha; Aji, Rozan Asyrofi Rakyan Risang; Bahtiar, Bahtiar; Budiono, Arief; Handoyo, Handoyo; Koesmantoro, Hery; Sunarto, Sunarto; Rahayu, Teta Puji; Melati, Nimsi; Intening, Retno Vivi; Suparji, Suparji; Surtinah, N.; Ismoyowati, Tri Wahyuni; Auta, Tanko Titus
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 6, No 8 (2023): August
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha60805

Abstract

In health research, many categorical variables are found that must be analyzed using descriptive statistical methods, then interpreted. Currently, there are still many health researchers who interpret categorical variable data in the health sector in the same way as social research in general, namely focusing on the categories with the largest proportions. In fact, for health research, researchers should focus on the expression of unexpected categories. Therefore, this should be a concern for the health research community, especially in the campus environment as the first place for students and health researchers to study and apply various types of health research. This is an urgency, so that the quality of health research can be immediately improved, especially in terms of data interpretation. It was concluded that there were many errors in interpreting categorical variable data in the health sector, so this had to be anticipated from the time of education on campus. Keywords: health research; categorical variables; data interpretation; unexpected category
THE Efektivitas Edukasi Diet DASH Terhadap Perilaku Diet Pasien Diabetes Melitus Ismoyowati, Tri Wahyuni; Fadli, Muhamad Arief; Sianipar, Lido
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.371

Abstract

Perilaku makan memiliki peran penting dalam menentukan status gizi penderita diabetes melitus tipe 2. Salah satu strategi dalam pengelolaan diabetes melitus adalah melalui edukasi, yang bertujuan untuk mendorong perubahan positif dalam kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan, jumlah konsumsi, serta frekuensi makan pada penderita diabetes melitus tipe 2 di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 52 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan setelah diberikan edukasi terkait modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan (p-value = 0,001 < 0,05), jumlah konsumsi makanan (p-value = 0,000 < 0,05), serta frekuensi makan (p-value = 0,001 < 0,05) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Kesimpulannya, edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH berpengaruh terhadap perubahan perilaku makan penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah tersebut.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku SADARI sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara pada Remaja Putri Arum Ayomi Ningtias; Sulistya Hartono Putri; Asih Swarsih; Retno Anggraeni Puspita Sari; Aprilina Sartika; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.402

Abstract

Breast cancer is a malignant neoplasm of the breast tissue and remains one of the leading health problems among women worldwide. Early detection can be performed through Breast Self-Examination (BSE), which is considered simple, cost-effective, and non-invasive. However, the level of knowledge and practice of BSE among adolescent girls remains low. This study aims to analyze the factors associated with BSE behavior among female students at SMA Nurul Yaqin, Bekasi Regency. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed, involving 35 students from grades X–XII selected through total sampling. A structured questionnaire was used to measure knowledge, attitudes, information exposure, family support, and healthcare provider support. The results showed that knowledge (p = 0.003; OR = 13.500), attitude (p = 0.005; OR = 8.250), information exposure (p = 0.027; OR = 6.476), family support (p = 0.008; OR = 10.286), and healthcare provider support (p = 0.046) were significantly associated with BSE behavior, whereas age was not significant (p = 0.565; OR = 2.923). These findings highlight the need to strengthen school- and family-based health education through structured interventions that enhance health literacy, motivation, and social support to encourage consistent early detection practices.
Efektivitas Terapi Ice Cube terhadap Penurunan Berat Badan Interdialitik Pasien Hemodialisis Astutik, Ani; Irmawati, Silvia; Elizabeth, Beatrix; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.331

Abstract

Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan peningkatan berat badan antar sesi hemodialisis akibat penumpukan cairan karena ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan. Salah satu strategi sederhana untuk menekan rasa haus adalah terapi ice cube. Mengetahui pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan IDWG pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest–posttest pada 33 pasien hemodialisis, menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan berupa mengulum es batu berukuran 5 ml sebanyak 10 kubus per hari selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 41–50 tahun (36,4%) dan berjenis kelamin perempuan (54,5%). Sebelum terapi, 63,6% responden memiliki IDWG ≥3%, dan setelah terapi menurun menjadi 36,7%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ice cube terhadap penurunan IDWG. Terapi ice cube efektif menurunkan IDWG dengan membantu mengurangi rasa haus dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Terapi ini dapat dijadikan intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan cairan pasien hemodialisis. Terapi ice cube mengurangi IDWG dengan menghilangkan rasa haus (non-osmotik) dan meningkatkan kepatuhan restriksi cairan (karena membasahi mukosa dengan volume cairan minimal). Peningkatan kepatuhan ini langsung menurunkan akumulasi cairan interdialitik (IDWG).
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM PENANGANAN GANGGUAN PSIKOSOSOSIAL PASIEN KANKER MAMAE:  A LITERATURE REVIEW Wahyuni Ismoyowati, Tri; Lido Sianipar; Muhamad Arief Fadli
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/fswrtj50

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global. Pasien kanker sering menghadapi berbagai tantangan, termasuk gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam menangani permasalahan psikosisial pada pasien kanker, salah satunya kanker mamae. Studi ini dilakukan dengan pendekatan systematic review menggunakan beberapa database, seperti ProQuest dan ScienceDirect. Analisis artikel dilakukan dengan menerapkan metode PRISMA. Hasil Dari hasil penelaahan, terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria dan menggunakan metode Randomized Controlled Trial. Temuan menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif, baik dalam bentuk standar maupun yang disesuaikan, terbukti efektif dalam membantu pasien kanker Mamae mengatasi gangguan psikososial, termasuk depresi, stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Selain itu, kombinasi terapi ini dengan pendekatan lain, seperti hipnoterapi dan pemanfaatan teknologi, memiliki potensi yang menjanjikan untuk intervensi psikososial. Tenaga kesehatan terutama perawat disarankan untuk mengintegrasikan Cognitive Behavior Therapy sebagai bagian dari perawatan komprehensif bagi pasien kanker yang mengalami gangguan psikososial.
Terapi Rendam Kaki Air Hangat Campuran Garam dan Kencur untuk Menurunkan Tekanan Darah Sistolik Lansia dengan Hipertensi Khoerunnisa, Elma; Sais, Dava Dio Muhammad; Kadang, Yulta; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16421

Abstract

Hypertension is a major health problem frequently experienced by the elderly, which can increase the risk of cardiovascular complications such as stroke and heart disease. The purpose of this study was to determine the effect of warm water foot soak therapy mixed with salt and galangal on blood pressure in elderly hypertensive patients. This study used a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 elderly patients with hypertension selected using a purposive sampling technique. The intervention was carried out by soaking the feet in warm water at a temperature of 38-40°C mixed with 15 grams of salt and 100 grams of galangal for 10-20 minutes every day for 7 days. Blood pressure measurements were taken before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. The results of this study showed a significant decrease in blood pressure after the intervention. The Wilcoxon test showed a p-value of <0.001, which means there was a difference in blood pressure between before and after the warm water foot soak therapy mixed with salt and galangal. Thus, there is a significant effect of warm water foot soak therapy mixed with salt and galangal on reducing blood pressure in elderly hypertensive patients. In conclusion, warm water foot soak therapy with a mixture of salt and galangal is an effective method for lowering blood pressure in elderly people with hypertension.Keywords: hypertension; elderly; warm water foot soak therapy; salt; galangal ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur terhadap tekanan darah lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 lansia dengan hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki menggunakan air hangat bersuhu 38-40°C yang dicampur dengan 15 gram garam dan 100 gram kencur selama 10-20 menit setiap hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sesudah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p <0,001, yang berarti terdapat perbedaan tekanan darah antara sebelum dan sesudah terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur. Dengan demikian, ada pengaruh signifikan dari terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Sebagai kesimpulan, terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur merupakan metode yang efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.Kata kunci: hipertensi; lansia; terapi rendam kaki air hangat; garam; kencur
Co-Authors Abdullah Al Mamun Acob, Joel Rey Ugsang Agnes Toding Layuk Agriffa, Ebner Agus, Henry Aji, Rozan Asyrofi Rakyan Risang Aprilina Sartika Aprilisa Putri Handayani Arief Budiono Arum Ayomi Ningtias Asih Swarsih Astutik, Ani AUTA, Tanko Titus Bahtiar Bahtiar Benne, Krista Bernadeta Kristanti Brilian Yudistira Nugraha Candra Trilukita Nugraha Ceacilia Nika Candra Kusuma Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya Dandi Sanjaya Desty Irlani Dewi Setia Rini Ediati Sasmito Eka Kristin Ellisabeth Elizabeth, Beatrix Ella Ardini Emiliana Binarti Emmelia Kristina Hutagaol Fadli, Muhamad Arief Fajar Ferdianto Feliks Hendrikjayanto Laoli Fransisca Winandari Fransisca Winandari Gian Lisuari Adityasiwi Handoyo Handoyo Hapsari, Rafif Naufi Waskitha Heru Santoso Wahito Nugroho I WAYAN SUDARTA Imelda Sri Desisi Teku Intening, Vivi Retno Irmawati, Silvia Istiarin, Ch. Hatri Jen Christin Banik Juwita, Lita Kadang, Yulta Kadang, Yulta Kang , Hari Iskandar Kartika Sulistyaningrum Khoerunnisa, Elma Koesmantoro, Hery Kristina Angwarmase La Ode Muhammad Anwar Lestiana, Mirawati Lido Sianipar Lolita Elensari Wahyuning Maria Raphelina Rosari Mega Agape Timisela Melati, Nimsi Mrabawani, Ineke Tulus Muhamad Arief Fadli Nando, Aryaprana Rahardjo, Wylianty Rahayu, Teta Puji Rahmawati Vita Kurniasari Rasydy, La Ode Akbar Ratna Puspita Adiyasa Restu Mahanani Retno Anggraeni Puspita Sari Rineke Anitya Oryza Sativa Rohmah, Hajar Nur Fathur Sais, Dava Dio Muhammad Salma Hilmy Rusydi Hashim Salomo, Sahat Tumpal Sanglar Polnok, Sanglar Sari, Kristiana Nilam Sartika, Aprilina Sianipar, Lido Silas Silas Siregar, Rohani Sohilait, Hana Priscilla Frudence Suharso, Eddy Sulistya Hartono Putri Sunarto Sunarto Sundari, Erlina Suparji Suparji Surtinah, N. Susanti, Neng Imas Theresia Rini Yuwanti Vicky Maranata Saputra Wicaksono, Ronald Andreas Wijane, Wayan Agus Ximenes, Joao Manuel Correia yanti, Puji Yenny Dwiutami