Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KLASIFIKASI KESEGARAN IKAN LEMURU BERDASARKAN CITRA MATA MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK Deco, Vigit Tri; Nilogiri, Agung; A'yun, Qurrota
IPTEQ Vol 3, No 1 (2021): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v3i1.9159

Abstract

Ikan merupakan sumber protein yang kaya bagi tubuh manusia, ikan juga merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang sangat digemari masyarakat. Ikan juga memiliki nilai gizi tinggi, namun ikan sangatlah mudah kehilangan kualitas kesegarannya. Kesegaran ikan adalah parameter yang sangat penting dalam menentukan sebuah kualitas sebuah ikan, salah satu ciri dari menurunnya kesegaran ikan adalah dapat dilihat dari mata ikan itu sendiri, namun untuk membedakan kesegaran itu sendiri menurut mat ajika dilihat dengan sekilas maka akan sulit untuk mengetahuinya. Maka dari itu dibutuhkanlah teknologi yang dapat mengidentifikasi kesegran ikan lemuru berdasarkan citra mata. Convolutional Neural Network (CNN) merupakan salah satau pengembangan dari algoritma multilayer percepton (MLP) yang membu mengidentifikasi sebuah gambar ataupun suara. Pada penelitian ini arsitektur CNN yang digunakan adalah VGG-16 dengan 1920 data citra mata ikan lemuru. VGG-16 memiliki 13 convolution layer dan 5 pooling layer. VGG-16 ini memiliki dua layer fully connected layer yang memiliki 4096 neuron pada setiap layer. pada layer yang terakhir terdapat pengklasifikasian dua kelas yang menggunakan aktifasi softmax. Akurasi yang didapat pada penelitian ini adalah akurasi 98,4%, sensitivitas  98,5%, dan spesifisitas 98,5%. Kesimpulannya adalah algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang telah dibangun relatif mampu mengidentifikasi kesegaran ikan berdasarkan citra mata dan tingkat efektivitas model mengidentifikasi kesegaran ikan berdasarkan citra mata kurang baik.
Manajemen Kurikulum PAI Dalam Mendefinisikan Karakter Peserta Didik Unggul di MA KHA. Wahid Hasyim Bangil AZZAHRAH, FATHIMAH; A'yun, Qurrota
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengelolaan kurikulum di Madrasah Aliyah (MA) Wahid Hasyim Bangil adalah untuk mengembangkan karakter unggul siswi berbasis pondok pesantren. Misi MA Wahid Hasyim Bangil, sebuah organisasi pendidikan Islam, adalah menciptakan siswa dengan karakteristik unggul secara spiritual, moral, dan akademik dengan mengintegrasikan kurikulum Islam tradisional dengan tradisi semi-salaf saat ini. Pada artikel ini, kita akan membahas strategi dan taktik yang digunakan untuk mengelola kurikulum agar mencapai tujuan yang dinyatakan.Pondok Pesantren adalah bagian dari pendidikan nasional yang berdiri jauh sebelum kemerdekaan dan bahkan mungkin menjadi sekolah dengan ciri khas, kemurnian, dan kebangsaan. Ada beberapa pesantren, seperti lembaga pendidikan Islam, yang sangat penting bagi perkembangan Islam di seluruh dunia. Mereka juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia. Pesantren bertujuan menanamkan nilai-nilai moral pada pemimpin bangsa dan ulama. Karena itu, pesantren disebut sebagai kekuatan untuk pengembangan masyarakat dan transformasi pengetahuan. Untuk mencapai tujuan pesantren sebagai agen transformasi pengetahuan, perlu dikembangkan kitab-kitab baik klasik maupun modern.Mengeksplorasi peranan manajemen kurikulum dalam menciptakan karakter unggul peserta didik di MA WAHA Bangil dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan kurikulum yang memadukan aspek keislaman berbasis kitab kuning dari pondok WAHA dengan keunggulan akademis di sekolah MA. Sebuah penelitian memberi petunjuk bahwa manajemen kurikulum yang terintegrasi secara holistik bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter unggul para peserta didik, yang melibatkan dimensi keilmuan dan spiritualitas.
Petualangan Si Anak Sehat dalam Permainan Junk Food and Real Food sebagai Inovasi Edukasi Gizi untuk Anak Rahmawati, Pebriani; Rosmiati, Rosmiati; Agustina, Nur Latifah; Iktimalannisa, Nurma; Sahara, Nurvi Warda; Pertiwi, Priceski Cahya; Purwaningrum, Okania Sri; Andianti, Putri Wihatma; Zuroidah, Putri; Anggraini, Pipin Nur; A'yun, Qurrota
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1513

Abstract

Permasalahan gizi pada anak-anak sekolah, khususnya di daerah perkotaan seperti Kota Surabaya, banyak disebabkan oleh konsumsi junk food yang berlebihan. Hal ini dipicu oleh kurangnya edukasi gizi serta gaya hidup masyarakat yang cenderung praktis. Konsumsi makanan cepat saji yang rendah nutrisi dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan upaya edukasi yang menarik dan kreatif. Salah satu upaya yang diterapkan dalam program ini adalah melalui permainan edukatif Junk Food and Real Food yang dirancang untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya pola makan sehat dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Sasaran Program ini adalah anak-anak TPA Hidayatul Qur’an di Kota Surabaya. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024. Prosedur pelaksanaan Program meliputi beberapa tahap, yaitu melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi masalah, melakukan wawancara dengan guru TPQ untuk memperoleh informasi pendukung, menentukan solusi berdasarkan hasil pengamatan, melakukan sosialisasi program kepada mitra, serta menerapkan permainan edukatif sebagai bentuk implementasi solusi. Instrumen yang digunakan dalam Program ini adalah lembar observasi untuk mencatat keterlibatan dan respons anak-anak selama Program. Tujuan Program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anak-anak sekolah dasar mengenai perbedaan antara junk food dan real food serta membiasakan mereka untuk memilih makanan sehat. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa anak-anak mampu memahami materi dengan baik dan menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, yaitu dengan lebih memilih mengonsumsi makanan bergizi.
Improving Arabic Literacy with ChatGPT and Gamification: A Case Study at Alif Laam Miim Islamic School Asikin, Ahmad Shofiyyul Mubarok; Hanifah, Umi; Baihaqi, Abdullah; Rifia, Riza; A'yun, Qurrota
Insyirah: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/insyirah.v8i2.13689

Abstract

In the digital era, Arabic language education faces challenges in remaining relevant and engaging for digital-native learners. One promising solution is the integration of technologies such as ChatGPT and gamification into the learning process. This study investigates the effectiveness of these tools in improving Qira'ah (reading) and Kitabah (writing) skills among eighth-grade students at Islamic Secondary School Alif Laam Miim Surabaya. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative and qualitative techniques. The study involved 30 students selected from a population of 60. Data collection methods included classroom observation, teacher and student interviews, and performance-based tests in reading and writing. Students completed tasks involving writing and reading simple sentences on the theme of “sports,” focusing on correct structure, pronunciation, and intonation. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including paired sample t-tests. The results revealed a significant improvement in student performance, reading scores increased from 55.5 to 84.1 and writing from 53.5 to 83.4 (p < 0.001). ChatGPT contributed to improved grammatical accuracy and vocabulary development, while gamified platforms like Quizizz and Kahoot! enhanced student motivation and engagement. This study concludes that the integration of ChatGPT and gamification offers a practical, modern approach to Arabic instruction. It aligns with learners’ digital tendencies and encourages active, autonomous language use, suggesting a valuable model for 21st-century school education.
Muslim Work Ethic Amid Hustle Culture: An Analysis Values and Spirituality in Campus Da'wah Organization Annisa, Fadhila Najah; Nurjannah, Nabilah; A'yun, Qurrota; Rufaidah; Irobbi, Syauqi Liqo; Mardhiah, Izzatul
Jurnal Kajian Manajemen Dakwah Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Manajemen Dakwah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jkmd.v7i2.15583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana etos kerja muslim dalam lembaga dakwah kampus (LDK) di tengah hustle culture dilihat dari faktor nilai dan spiritualitas mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi mahasiswa LDK di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa LDK di UNJ mampu menerapkan etos kerja islami dengan baik sebagai seorang muslim. Disamping itu terdapat Nilai-nilai Islami yang dipegang teguh oleh mahasiswa LDK. Adapun spiritualitas menjadi tombak utama yang diperhatikan melalui ritual ibadah guna menjaga niat agar yang dilakukan tidak hanya untuk dunia namun berorientasi pada akhirat.
PSIKOEDUKASI “STARTING WITH YOURSELF” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEPEMIMPINAN DIRI DAN KINERJA OPTIMAL A'yun, Qurrota; Raja Oloan Tumanggor; P. Tommy Y. S. Suyasa
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Program aimed to enhance the understanding and skills of employees at PT MTI in applying self-leadership as an effort to achieve optimal performance within a dynamic work environment. The program was implemented through a psychoeducational webinar entitled “Starting with Yourself,” which was attended by 110 employees from various divisions and job levels, demonstrating a high level of participation. The psychoeducational content covered fundamental leadership concepts, behavior-focused strategies, natural reward strategies, and constructive thought strategies. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in participants’ understanding. The results indicated a significant increase in employees’ knowledge after joining the webinar, as reflected in their enhanced ability to comprehend, integrate, and apply self-leadership concepts compared to their initial understanding prior to the program. Active engagement in ice-breaking activities, discussions, and question-and-answer sessions further contributed to the effectiveness of the learning process. These findings suggest that psychoeducation is an effective method for strengthening employees’ self-regulation capacities and readiness to meet the demands of work in the telecommunication industry. This program is expected to serve as a foundation for the development of subsequent leadership-based training initiatives aimed at continuously improving the quality of human resources.
Efektivitas Layanan Konseling Sebaya untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Penerimaan Diri Santri Putri Korban Bullying A'yun, Qurrota; Fadilah, Risydah; Hardjo, Suryani
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13807

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of peer counseling services in improving self-confidence and self-acceptance among female students who are victims of bullying in Islamic boarding schools. This research applied a one-group pretest-posttest pre-experimental design with 15 participants selected using purposive sampling. The intervention consisted of six consecutive sessions of peer counseling. Research instruments included a validated self-confidence scale and a self-acceptance scale. The data analysis using paired sample t-test showed significant increases in both self-confidence (p = 0.017) and self-acceptance (p = 0.002) after the peer counseling intervention. The findings indicate that peer counseling is an effective intervention to enhance the psychological well-being of bullied female students in Islamic boarding schools.
A Meta-Analysis Study: The Relationship between Servant Leadership and Organizational Citizenship Behavior Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera; A'yun, Qurrota; Tumanggor, Raja Oloan
Journal of Leadership in Organizations Vol 8, No 1 (2026): Journal of Leadership in Organizations
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jlo.112215

Abstract

Introduction/Main Objectives: This study examined therelationship between servant leadership and organizational citizenshipbehavior using a meta-analytic approach. The topic is essentialbecause servant leadership emphasizes ethical conduct, empathy, andindividual development contributing to organizationaleffectiveness. Background Problems: Previous studies havereported inconsistent findings regarding the influence of servantleadership on organizational citizenship behavior across various culturaland organizational contexts. This study examined the centralquestion: To what extent is the relationship between servant leadershipand organizational citizenship behavior consistent and significant withinAsian organizational contexts? Novelty: This research synthesized 22quantitative studies conducted across Asia, published from 2015 to2024, making it the first regional meta-analysis to systematicallyexplore the servant leadership and organizational citizenship behaviorrelationship. Prior research has been fragmented and dominated byWestern perspectives, limiting comprehensive insights intocollectivist Asian cultures. Research Methods: A meta-analysis wasconducted using data from 6,023 participants. Statistical procedures,including effect size calculation (r̂), Fisher’s Z transformation,heterogeneity testing, and publication bias assessment, wereconducted using JAMOVI version 2.6.26. Finding/Results: Theresults indicate a significant and positive correlation betweenservant leadership and organizational citizenship behavior (r̂ = 0.359,95% CI [0.274, 0.443]), demonstrating that a higher level of servantleadership is associated with stronger extra-role behaviors amongemployees. No evidence of publication bias was identified.Conclusion: Servant leadership plays a critical role in fostering extrarolebehaviors among employees in Asian organizations. Thesefindings underscore the importance of cultivating servantleadership practices to enhance collaboration, empathy, andsustainable organizational performance.