Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Edukasi Konsumsi Hijau dalam Peningkatan Perilaku Konsumen yang Ramah Lingkungan Sri Ayu Andayani; Suhaeni Suhaeni; Tintin Febrianti; Siti Syarah Maesyaroh; Hanni Hidayati Nafi’ah; Sri Umyati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5420

Abstract

Isu global warming saat ini nampaknya kian marak di masyarakat khususnya Masyarakat Garut dan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah efek dari pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih memilih produk yang ramah lingkungan walaupun kondisi ini masih jauh dari harapan karena masyarakat pada umumnya banyak yang belum mengenal dan memahami pentingnya konsumsi hijau. Edukasi terkait pentingnya konsumsi hijau untuk meningkatkan perilaku konsumen hijau yang ramah lingkungan merupakan tema kegiatan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan terhadap civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Garut, mengingat akademisi sebagai penghubung masyarakat Garut khususnya yang selama ini dianggap tinggi pencemaran akibat limbah industry kulit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait konsumsi hijau pada produk-produk hijau yang ramah lingkungan sehingga dapat membentuk perilaku ke arah konsumen hijau. Metode edukasi dan sosialisasi bahkan penyuluhan merupakan metode dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian menghasilkan peningkatan pengetahuan dan wawasan pentingnya konsumsi hijau dalam peningkatan kondisi ramah lingkungan sebagai pendukung situasi saat ini. Para peserta berperan secara aktif dan komunikatif walaupun di wilayah Garut belum begitu marak beredar produk-produk organic atau hijau sebagai pendukung membangun lingkungan hijau.
Analisis Usahatani Jagung Pipilan Berdasarkan Status Penguasaan Lahan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Nur Intan Lestari; Wahid Erawan; Fitri Awaliyah; Tintin Febrianti
Paradigma Agribisnis Vol 4, No 2 (2022): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v4i2.6792

Abstract

ABSTRAK Tanaman Jagung Pipilan merupakan komoditas tanaman pangan unggulan di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani jagung pipilan berdasarkan status penguasaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut pada bulan Oktober sampai November 2021. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan persentase pengambilan sampel 10% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh sampel petani pemilik 18 orang, dan petani penyakap 18 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menganalisis biaya produksi usahatani, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik sebesar Rp 19.210.239/Ha/Musim Tanam, sedangkan petani penyakap sebesar Rp. 11.145.867/Ha/Musim Tanam. Sistem bagi hasil usahatani jagung pipilan di daerah penelitian untuk petani penyakap adalah 50% dari hasil keseluruhan hasil produksi. Usahatani jagung pipilan yang dijalankan oleh petani pemilik dan petani penyakap layak untuk diusahakan dengan rata-rata nilai R/C rasio sebesar 1,6 untuk petani pemilik, dan nilai R/C rasio sebesar 1,3 untuk petani penyakap. Kata kunci: Analisis Usahatani, Jagung Pipilan, Status Penguasaan Lahan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN AKAR WANGI DI KABUPATEN GARUT Tintin Febrianti; Holis N. Anisa
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Garut merupakan penghasil minyak atsiri akar wangi dengan produksi tertinggi di dunia setelah Negara Haiti. Harga jualnya yang relatif tinggi tidak serta merta membuat petaninya memiliki kesejahteraan yang tinggi juga. Dalam perkembangannya dihadapkan pada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal usaha pengolahan minyak atsiri akar wangi di Kabupaten Garut. Hasil menunjukan bahwa faktor internal yang dapat mempengaruhi perkembangan UMKM Pulus Wangi berupa faktor kekuatan adalah sebagai berikut: a). Minyak akar wangi banyak diminati, sehingga permintaan selalu ada, b). Memiliki lahan sendiri untuk kebutuhan bahan baku, c). Memiliki email untuk mengakses informasi. Sedangkan faktor kelemahan terdiri dari: a). SDM dan skill pekerja yang masih kurang dan tidak mengacu pada SOP, b) Harga yang mengalami bentrok dengan konsumen, c). Pencatatan keuangan yang masih sederhana, d). Kontinuitas yang belum stabil, e). Pembukuan yang masih sederhana. Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi UMKM Pulus Wangi berupa peluang yang dapat dimanfaatkan diantaranya: a). adanya DAI sebagai fasilitator untuk usaha minyak atsiri, b). memiliki mesin boiler, c). Kebijakan pemerintah daerah yang menetapkan luar areal penanaman akar wangi dan lokasi penyulingan minyak. Serta terdapat ancaman bagi UMKM Pulus Wangi diantaranya: a). Harga yang tidak menentu, b) limbah yang belum tertangani sempurna, c). Industri lain yang menjadi pesaing.
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH DENGAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENYULUHAN PADA PROGRAM PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN BELIMBING MADU DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Ella Nurmawati; Riantin Hikmah Widi; Zulfikar Noormansyah; Tintin Febrianti
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh, efektivitas pelaksanaan penyuluhan serta menganalisis hubungan peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Penentuan sampel dari masing-masing desa digunakan metode proportional random sampling untuk mengumpulkan 64 petani belimbing madu.. Data dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Konkordans Kendal-W dan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 84,75 persen termasuk kategori sangat tinggi. Efektivitas pelaksanaan penyuluhan program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 83,33 persen termasuk kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang positif atau signifikan antara peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu di Kecamatan Langensari Kota Banjar
THE HOUSE MODELS SEBAGAI KERANGKA PERENCANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI HORTIKULTURA DI KABUPATEN GARUT Erlina Nur'aeni; Asep Nugraha; Karlina Listiya Resmi; Tintin Febrianti; Dadan Suryana
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2351

Abstract

Pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi. Pemberdayaan masyarakat adalah konsep pembanguan ekonomi yang merangkum nilai-nilai masyarakat untuk membangun paradigma baru dalam pembangunan yang bersifat people-centered, participatory, empowerment and sustainable. Tujuan dari peneltian ini untuk mengatahui model pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam klaster ekonomi berdasarkan komoditas pertanian pada komoditas hortikultura. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif, untuk mendukung pengambilan kesimpulan secara deduktif tersebut dilakukan dengan teknik studi literatur, Focus Group Discussion, survey dan pengumpulan serta analisis data sekunder yang terkait dengan penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terbentuknya model pemberdayaan masyarakat petani hortikultura dengan menggunakan the house model yang meliputi Bina usaha hulu pertanian, Bina usahatani, Bina usaha agroindustri perdesaan, Bina pasar dan pemasaran, Bina SDM dan kelembagaan, dan Bina lingkungan.
Analisis Model Bisnis Koperasi Eptilu Dengan Pendekatan Business Model Canvas Muhamad Ridwan; Fitri Awaliyah; Muhammad Nu'man Adinasa; Tintin Febrianti
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3288

Abstract

Koperasi Eptilu merupakan koperasi pertanian dengan kemitraan Closed Loop yang memproduksi produk hortikultura bersifat sustainable (berkelanjutan) dengan model bisnis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis Koperasi Eptilu saat ini, serta untuk memetakan dan mengevaluasi model bisnis Koperasi Eptilu ke dalam pendekatan Business Model Canvas. Penelitian ini merupakan studi kasus pada sebuah koperasi pertanian, dilakukan pada bulan Agustus 2023 yang berlokasi di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Objek penelitian ini meliputi pemilik, karyawan, maupun aktivitas yang terjadi di Koperasi Eptilu. Pengambilan data dilakukan secara Focus Group Discussion (FGD) dengan observasi secara langsung dan melakukan wawancara mendalam terhadap responden dengan panduan kuesioner. Penelitian ini difokuskan pada pemetaan model bisnis Koperasi Eptilu saat ini dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas, berisikan sembilan blok elemen utama dalam model bisnis yang mencakup Segmentasi Konsumen, Proporsi Nilai, Saluran Pemasaran, Hubungan Dengan Konsumen, Aliran Pendapatan, Sumber Daya Kunci, Kegiatan Kunci, Rekanan Kunci, dan Struktur Pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototype Business Model Canvas menggambarkan model bisnis Koperasi Eptilu saat ini.
Edukasi Konsumsi Hijau dalam Peningkatan Perilaku Konsumen yang Ramah Lingkungan Sri Ayu Andayani; Suhaeni Suhaeni; Tintin Febrianti; Siti Syarah Maesyaroh; Hanni Hidayati Nafi’ah; Sri Umyati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5420

Abstract

Isu global warming saat ini nampaknya kian marak di masyarakat khususnya Masyarakat Garut dan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah efek dari pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih memilih produk yang ramah lingkungan walaupun kondisi ini masih jauh dari harapan karena masyarakat pada umumnya banyak yang belum mengenal dan memahami pentingnya konsumsi hijau. Edukasi terkait pentingnya konsumsi hijau untuk meningkatkan perilaku konsumen hijau yang ramah lingkungan merupakan tema kegiatan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan terhadap civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Garut, mengingat akademisi sebagai penghubung masyarakat Garut khususnya yang selama ini dianggap tinggi pencemaran akibat limbah industry kulit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait konsumsi hijau pada produk-produk hijau yang ramah lingkungan sehingga dapat membentuk perilaku ke arah konsumen hijau. Metode edukasi dan sosialisasi bahkan penyuluhan merupakan metode dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian menghasilkan peningkatan pengetahuan dan wawasan pentingnya konsumsi hijau dalam peningkatan kondisi ramah lingkungan sebagai pendukung situasi saat ini. Para peserta berperan secara aktif dan komunikatif walaupun di wilayah Garut belum begitu marak beredar produk-produk organic atau hijau sebagai pendukung membangun lingkungan hijau.
Pengaruh Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Fasilitas, dan Electronic Word of Mouth Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan di Agrowisata Eptilu Miranda, Miranda; Awaliyah, Fitri; Adinasa, Muhamad Nu’man; Febrianti, Tintin
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): Juni, 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v20i2.34800

Abstract

This study aims to determine the influence of tourist attraction, accessibility, facilities, and electronic word of mouth on the decision to visit Eptilu Agrotourism in the Garut Regency. The sampling method uses non-probability sampling with the technique used accidental sampling. The study sample was visitors to Eptilu Agrotourism as many as 50 respondents. Data collection using primary data in questionnaires distributed to visitors and secondary data obtained from literature studies in books, theses, journals, and the internet. The analysis method used is multiple linear regression analysis with SPSS 23 software. The analysis results show that tourist attractions, facilities, and electronic word of mouth influence visiting decisions. Accessibility does not influence visiting decisions.
Identifikasi dan Analisis Spasial Perubahan Penggunaan Lahan Tahun 2013 dan 2023 pada Kerucut Vulkanik Gunungapi Guntur Swardana, Ardli; Fatimah, Rahmi; Febrianti, Tintin; Maesaroh, Syti Sarah; Aqil, Ibnu; Sutrisno, Tri
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 1 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i1.3369

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan fenomena yang terjadi di berbagai tempat atas dorongan desakan peningkatan permintaan kebutuhan lahan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan penggunaan lahan  pada tahun 2013 dan 2023 pada Kerucut Vulkani Gunungapi Guntur. Penelitian dilaksanakan di Kerucut Vulkanik Gunungapi Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut pada Juni – Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan analisis spasial secara tumpang susun antara data penggunaan lahan tahun 2013 dan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan, namun tidak terjadi perubahan jenis dan jumlah penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan terbesar terjadi pada penggunaan lahan tanah terbuka menjadi semak/belukar sebesar 631,86 ha.
Pemanfaatan Limbah Bawang Merah dengan Alat Pengeringan Fluidized Bed Dryer Pada IKM Berkah Jaya Kabupaten Garut Febrianti, Tintin; Fizriani, Atia; Fathia Alisha Fauzia; Tsani Awalia Agustin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.11376

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah tanaman hortikultura yang penting dalam kelompok sayuran rempah dan mengandung berbagai senyawa bioaktif. IKM Bawang Goreng Berkah Jaya di Desa Tenjonagara, Garut, menghadapi permasalahan pada tingginya limbah hasil pengolahan bawang merah berupa daun bawang. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan pelatihan dengan tema Teknologi Pengeringan dan Potensi Bisnis Simplisia Kering. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi IKM Berkah Jaya dalam pemanfaatan daun bawang merah dengan menerapkan teknologi alat pengering Fluidized Bed Dryer. Pelatihan dilakukan dengan metode presentasi dan praktik penggunaan alat pengering. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai teknologi pengeringan dari 20% sebelum pelatihan menjadi 63.1% setelah pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta, serta menawarkan solusi efektif untuk pengolahan limbah dan peningkatan produk.