Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Pendapatan Petani Kentang Atlantik Melalui Kemitraan dengan PT. Indofood di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut Saptaji, Bagus; Febrianti, Tintin; Adinasa, Muhamad Nu'man
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41405

Abstract

Kecamatan Cigedug tercatat sebagai wilayah utama produksi tanaman kentang atlantik di Jawa Barat, terutama dalam lingkup Kabupaten Garut. Untuk memitigasi risiko fluktuasi harga yang sering terjadi dan mengurangi ketidakpastian, kemitraan antara kelompok tani Sebartani dengan PT Indofood telah terjalin. Melalui kemitraan ini, harga jual produk kentang atlantik dapat dijamin, sehingga petani dapat mengurangi risiko penurunan pendapatan. Selain itu, penggunaan bibit berkualitas dari PT Indofood juga dapat mengurangi risiko gagal panen dan investasi modal yang besar.  Petani non-mitra cenderung menghadapi tantangan yang lebih besar terkait fluktuasi harga jual, terutama saat memasuki musim panen yang berlimpah. Penggunaan bibit lokal oleh petani non-mitra dapat meningkatkan risiko penurunan hasil panen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pendapatan dan kelayakan usaha pertanian kentang atlantik bagi petani yang menjalin kemitraan dengan PT Indofood.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai usaha pertanian kentang atlantik dengan pola kemitraan. Analisis mencakup pengeluaran biaya usaha pertanian, termasuk biaya produksi, serta penerimaan dan pendapatan yang diperoleh.  Sampel penelitian diambil dengan pendekatan non probability sampling, dengan melibatkan semua kelompok tani Sebartani yang menjalin kemitraan dengan PT Indofood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi untuk satu musim tanam kentang atlantik pada luas lahan satu hektar adalah sebesar Rp. 105.871.657. Namun, pendapatan yang diterima mencapai Rp. 180.000.000, sehingga total keuntungan yang diperoleh petani mitra sebesar Rp. 74.128.343. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa usaha pertanian kentang atlantik bagi petani mitra layak untuk dijalankan, dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan petani non-mitra.
Strategi Pengembangan Pemasaran Gula Aren di Kabupaten Garut Azhari, Gishni Sahila; Febrianti, Tintin
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v5i2.1243

Abstract

Garut Regency has great potential in developing palm derivative products, especially palm sugar, as a regional superior commodity. However, marketing this product still faces various obstacles such as limited market access, lack of innovation in marketing strategies, and minimal use of technology. This research aims to identify and develop marketing development strategies for palm sugar products in Garut Regency using SWOT analysis. The research was conducted in three main palm sugar producing sub-districts, namely Bungbulang, Cisewu, and Pakenjeng, with data collection techniques through field surveys, interviews, and Focus Group Discussions (FGD) using descriptive methods and using purposive sampling techniques involving 30 respondents from palm sugar farmers and craftsmen. SWOT analysis identifies strengths, weaknesses, opportunities and threats related to sugar marketing. The results of the analysis produced 11 alternative development strategies with the main strategies supported by commodity stakeholders including plant rejuvenation, product diversification, technology training, strengthening modan and developing export markets. The implementation of this strategy is expected to expand market reach, increase farmers' income, and encourage Garut Regency palm sugar products to compete in national and international markets. This research emphasizes the importance of collaboration between farmers, craftsmen, government and the private sector for the desire and optimization of palm sugar marketing.
Identifikasi Peran dan Strategi Pengembangan Kelembagaan Pertanian Paguyuban Arum Gula diKecamatan Bungbulang Hakim, Lukmanul; Febrianti, Tintin
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v5i2.1229

Abstract

The weak institutional capacity is due to the participation of members and the lack of understanding of the institutional role in the countryside. This research aims to identify the existence, role and development strategy in the institution of the Arum Gula Association. This research was carried out using a descriptive quantitative method using primary data obtained through interviews with palm farmers and secondary data obtained from related agencies such as the Agriculture Office, the Plantation Office, the Central, Statistics Agency (BPS) and previous journals. The Arum Gula Association is a farmer institution that aims to increase the independence and empowerment of palm sugar farmers. With a bottom-up leadership system, the Arum Gula Association has succeeded in strengthening the participation of its members in social, economic and environmental aspects. The role of the Association includes the provision of capital tools, market guarantees, and training that improve the social, economic, and productivity of farmers.
Analisis Usahatani Jagung Pipilan Berdasarkan Status Penguasaan Lahan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Nur Intan Lestari; Wahid Erawan; Fitri Awaliyah; Tintin Febrianti
Paradigma Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v4i2.6792

Abstract

ABSTRAK Tanaman Jagung Pipilan merupakan komoditas tanaman pangan unggulan di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani jagung pipilan berdasarkan status penguasaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut pada bulan Oktober sampai November 2021. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan persentase pengambilan sampel 10% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh sampel petani pemilik 18 orang, dan petani penyakap 18 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menganalisis biaya produksi usahatani, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik sebesar Rp 19.210.239/Ha/Musim Tanam, sedangkan petani penyakap sebesar Rp. 11.145.867/Ha/Musim Tanam. Sistem bagi hasil usahatani jagung pipilan di daerah penelitian untuk petani penyakap adalah 50% dari hasil keseluruhan hasil produksi. Usahatani jagung pipilan yang dijalankan oleh petani pemilik dan petani penyakap layak untuk diusahakan dengan rata-rata nilai R/C rasio sebesar 1,6 untuk petani pemilik, dan nilai R/C rasio sebesar 1,3 untuk petani penyakap. Kata kunci: Analisis Usahatani, Jagung Pipilan, Status Penguasaan Lahan.
Pengaruh Agroinput Terhadap Kinerja Agribisnis Mangga Di Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Fitri Awaliyah; Rahman Syakur; Tintin Febrianti; Bobby R Saefudin; Dina Dwirayani
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 2 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i2.9026

Abstract

Agribusiness subsystem is very important in agribusiness performance, one of which is agroinput. Agroinput is one of the success factors for mango agribusiness performance. This study aims to determine whether there is an influence between agro-input on the performance of mango agribusiness in Sedong District, Cirebon Regency. The method used in this research is descriptive quantitative. The number of samples in this study were 50 samples. The data analysis technique used in this study is to use a simple linear regression with the help of SPSS 23.0 for windows. The results showed that agro-input had an influence of 41.1% on agribusiness performance. The influence of agro-input is in the factors that provide agricultural production facilities such as the provision of land, inputs, wages and capital which increase income or contribute to agribusiness performance as a support for mango agricultural production facilities from the start of production.Keywords: Agroinput, Agribusiness Performance and Mango Farmers.
Efisiensi Pemasaran Alpukat Sindangreret di Desa Sindangreret Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut Hambali, Iqbal; Adinasa, Muhamad Nu’man; Febrianti, Tintin; Suryana, Dadan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pemasaran buah alpukat jenis Sindangreret di Desa Sindangreret, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 22 petani alpukat dan pengusaha pertanian. Penelitian dilakukan dari Maret hingga Juni 2023. Data menunjukkan bahwa petani alpukat Sindangreret memiliki tiga alternatif saluran pemasaran: melalui pedagang pengepul, pedagang besar, dan pedagang pengecer di pasar modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran III (petani langsung ke pengecer modern) memberikan keuntungan tertinggi dengan Farmer’s Share sebesar 70%. Marjin pemasaran tertinggi juga terdapat pada saluran III, yakni sebesar Rp7.500/kg. Analisis efisiensi pemasaran mengungkapkan bahwa saluran pemasaran III adalah yang paling efisien dengan biaya pemasaran sebesar Rp419/kg dan tingkat efisiensi 1,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemasaran melalui saluran ini lebih menguntungkan bagi petani dibandingkan dengan saluran lainnya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa saluran pemasaran yang melibatkan pengecer modern memberikan keuntungan dan efisiensi tertinggi bagi petani alpukat Sindangreret di Kabupaten Garut.
Kontribusi agribisnis manggis terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang Putri S Kamila; Wahid Erawan; Fitri Awaliyah; Tintin Febrianti; Muhammad Nu’man Adinasa
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i1.13933

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is Indonesia's leading tropical horticultural commodity with increasing market demand. West Java, particularly Tasikmalaya Regency, is known as a major production centre. In Tasikmalaya, especially in Pusparahayu Village is a mangosteen producing area with the majority of the harvest for export. This underlines the great opportunity for mangosteen agribusiness to improve farmers' welfare. However, the seasonal nature of the harvest raises questions about the stability of farmers' income to build permanent assets. This phenomenon indicates that the complex management strategy of mangosteen agribusiness beyond harvest needs to be studied in depth. Previous research tends to focus on farm income, without highlighting the important role of post-harvest activities by farmers. This study analysis the socioeconomic characteristics of mangosteen farmers and the contribution of mangosteen agribusiness to farmers' household income in Pusparahayu Village. A descriptive quantitative approach was used through a survey of 30 respondent farmers, selected based on a minimum of 10 years of mangosteen farming experience. Primary data were collected via interviews and observations; secondary data from literature review. Data analysis included calculation of production costs, revenue, profit, and household income from various sources (on-farm, off-farm, non-farm). Results showed that the majority of farmers were over 44 years old (56.67%) with primary school education, mangosteen farming experience averaged 10-20 years. Mangosteen agribusiness contributes dominantly, reaching 97.9% of farmers' total household income, consisting of 33.48% farming and 64.42% post-harvest. Side jobs such as self-employment, trading, or farm labour also support income outside the harvest season.
Pengaruh Agroinput Terhadap Kinerja Agribisnis Mangga Di Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Fitri Awaliyah; Rahman Syakur; Tintin Febrianti; Bobby R Saefudin; Dina Dwirayani
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 2 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i2.9026

Abstract

Agribusiness subsystem is very important in agribusiness performance, one of which is agroinput. Agroinput is one of the success factors for mango agribusiness performance. This study aims to determine whether there is an influence between agro-input on the performance of mango agribusiness in Sedong District, Cirebon Regency. The method used in this research is descriptive quantitative. The number of samples in this study were 50 samples. The data analysis technique used in this study is to use a simple linear regression with the help of SPSS 23.0 for windows. The results showed that agro-input had an influence of 41.1% on agribusiness performance. The influence of agro-input is in the factors that provide agricultural production facilities such as the provision of land, inputs, wages and capital which increase income or contribute to agribusiness performance as a support for mango agricultural production facilities from the start of production.Keywords: Agroinput, Agribusiness Performance and Mango Farmers.
Peran Koperasi Dalam Pengembangan Agribisnis Sapi Perah Di Kabupaten Garut Febrianti, Tintin; Sopi Indri Yanti; Fitri Awaliyah; Muhamad Nu’man Adinasa
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 1 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i1.42739

Abstract

Koperasi memainkan peranan krusial dalam memajukan usaha peternakan sapi perah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para peternak. Penelitian ini berfokus pada analisis kontribusi Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS) dalam berbagai aspek, meliputi penampungan susu, penyediaan pakan, simpan pinjam, pelayanan kesehatan hewan, dan penyuluhan. Studi ini dilaksanakan di KPGS dengan melibatkan 43 peternak sebagai responden. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPGS berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi perah melalui penyediaan fasilitas dan layanan yang mendukung. Penilaian responden terhadap peran koperasi dalam berbagai aspek berada dalam kategori efektif hingga sangat efektif. Aspek pelayanan kesehatan hewan dan penyuluhan mendapatkan skor tertinggi, masing-masing dengan persentase 82,10% dan 81,98%.
Analisis SWOT Pengembangan Agroforestri di Kabupaten Garut Febrianti, Tintin; Adinasa, Muhamad Nu’man; Gumelar, Asep Permadi
Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP) Vol. 3 No. 1 (2025): Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/bcd4yb96

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis SWOT komprehensif terhadap pengembangan agroforestri di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal, yang memengaruhi keberlanjutan dan perluasan praktik agroforestri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data utama dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, diskusi kelompok terfokus, dan analisis data sekunder dari laporan pemerintah yang relevan. Temuan kunci menunjukkan kekuatan signifikan seperti pengetahuan ekologi lokal dan partisipasi masyarakat, di samping kelemahan seperti keterbatasan akses modal dan informasi pasar. Peluang yang teridentifikasi seperti kebijakan pemerintah yang mendukung dan peningkatan permintaan produk berkelanjutan, sementara dampak perubahan iklim dan fluktuasi harga menimbulkan ancaman yang patut diperhatikan. Analisis ini berpuncak pada perumusan rekomendasi strategis yang dirancang untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang, mengatasi kelemahan, dan menetralkan ancaman, sehingga mendorong sistem agroforestri yang lebih kuat dan berkelanjutan di Garut.