Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TINGKAT PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI DI KABUPATEN GARUT Rahmawati, Fitri; Febrianti, Tintin; Gumelar, Asep Permadi
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.10129

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of implementation of Integrated Crop Management (PTT) of rice in Garut Regency. The location of the study is in Samarang Village, Samarang District, Garut Regency which will be carried out from July to August 2023. This research method is a survey method, data collection using questionnaires and interviews structured using ordinal measuring scales. Sampling by purposive sampling, the number of samples used was 30 rice farmers. The results of this study found that the application of rice PTT in three subsystems, namely the subsystem of providing production facilities, the cultivation subsystem, and the post-harvest subsystem is categorized as medium, in the application of rice PTT, farmers do it still not according to the recommendations that have been given.Keywords: Application, Integrated Crop Management (PTT), Rice
Socio-Economic Factors Influencing the Adoption of Integrated Crop Management Technology in Rice For Sustainable Agribusiness Development Febrianti, Tintin; Rahmawati, Fitri; Mukhlis, Mukhlis; Suryana, Dadan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.8123

Abstract

Adoption of Integrated Crop Management technology of rice is considered to increase production and income, also expected to be environmentally friendly. The purpose of this study was to determine the level of application of IPM and analyze the influence of socio-economic factors of farmers on the adoption of IPM technology. This research method was a survey, data collection using structured interviews using a measuring scale that is ordinal. Sampling with simple random sampling technique, the samples number used as many as 30 rice farmers. The data analysis technique used multiple linear regression method using the SPSS. The results found that the level of adoption of rice PTT technology in three subsystems: subsystem of supplying production facilities, cultivation subsystem, and post-harvest subsystem categorized as moderate. In adopting PTT rice, farmers have not fully considered the recommendations required by PTT rice. Simultaneously, age, education, land area, and length of farming together have a positive and significant effect. But partially that age, and length of farming have a positive and significant effect on rice PTT, while education and land area used do not have a positive and significant effect on the application of rice PTT in Putera Sejahtera Farmer Group
Analisis Usahatani Jagung Pipilan Berdasarkan Status Penguasaan Lahan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Lestari, Nur Intan; Erawan, Wahid; Awaliyah, Fitri; Febrianti, Tintin
Paradigma Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v4i2.6792

Abstract

ABSTRAK Tanaman Jagung Pipilan merupakan komoditas tanaman pangan unggulan di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani jagung pipilan berdasarkan status penguasaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut pada bulan Oktober sampai November 2021. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan persentase pengambilan sampel 10% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh sampel petani pemilik 18 orang, dan petani penyakap 18 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menganalisis biaya produksi usahatani, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik sebesar Rp 19.210.239/Ha/Musim Tanam, sedangkan petani penyakap sebesar Rp. 11.145.867/Ha/Musim Tanam. Sistem bagi hasil usahatani jagung pipilan di daerah penelitian untuk petani penyakap adalah 50% dari hasil keseluruhan hasil produksi. Usahatani jagung pipilan yang dijalankan oleh petani pemilik dan petani penyakap layak untuk diusahakan dengan rata-rata nilai R/C rasio sebesar 1,6 untuk petani pemilik, dan nilai R/C rasio sebesar 1,3 untuk petani penyakap. Kata kunci: Analisis Usahatani, Jagung Pipilan, Status Penguasaan Lahan.
Analisis Model Bisnis Koperasi Eptilu Dengan Pendekatan Business Model Canvas Ridwan, Muhamad; Awaliyah, Fitri; Adinasa, Muhammad Nu'man; Febrianti, Tintin
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3288

Abstract

Koperasi Eptilu merupakan koperasi pertanian dengan kemitraan Closed Loop yang memproduksi produk hortikultura bersifat sustainable (berkelanjutan) dengan model bisnis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis Koperasi Eptilu saat ini, serta untuk memetakan dan mengevaluasi model bisnis Koperasi Eptilu ke dalam pendekatan Business Model Canvas. Penelitian ini merupakan studi kasus pada sebuah koperasi pertanian, dilakukan pada bulan Agustus 2023 yang berlokasi di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Objek penelitian ini meliputi pemilik, karyawan, maupun aktivitas yang terjadi di Koperasi Eptilu. Pengambilan data dilakukan secara Focus Group Discussion (FGD) dengan observasi secara langsung dan melakukan wawancara mendalam terhadap responden dengan panduan kuesioner. Penelitian ini difokuskan pada pemetaan model bisnis Koperasi Eptilu saat ini dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas, berisikan sembilan blok elemen utama dalam model bisnis yang mencakup Segmentasi Konsumen, Proporsi Nilai, Saluran Pemasaran, Hubungan Dengan Konsumen, Aliran Pendapatan, Sumber Daya Kunci, Kegiatan Kunci, Rekanan Kunci, dan Struktur Pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototype Business Model Canvas menggambarkan model bisnis Koperasi Eptilu saat ini.
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH DENGAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENYULUHAN PADA PROGRAM PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN BELIMBING MADU DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Nurmawati, Ella; Widi, Riantin Hikmah; Noormansyah, Zulfikar; Febrianti, Tintin
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh, efektivitas pelaksanaan penyuluhan serta menganalisis hubungan peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Penentuan sampel dari masing-masing desa digunakan metode proportional random sampling untuk mengumpulkan 64 petani belimbing madu.. Data dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Konkordans Kendal-W dan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 84,75 persen termasuk kategori sangat tinggi. Efektivitas pelaksanaan penyuluhan program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 83,33 persen termasuk kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang positif atau signifikan antara peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu di Kecamatan Langensari Kota Banjar
BIOCHARKOP DARI LIMBAH KULIT KOPI: STUDI ANALISIS USAHA DAN PROSPEK EKONOMI UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI KABUPATEN GARUT Tridakusumah, Ahmad Choibar; Febrianti, Tintin; Sara, Dirga Sapta; Suryana, Dadan; Tursina, Marifah; Rahmawati, Fani; Imam, Muhammad Khaerul
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.68311

Abstract

Abstrak Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi biochar (BIOCHARKOP) merupakan salah satu strategi inovatif dalam pengembangan agribisnis kopi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha BIOCHARKOP serta prospek ekonominya dalam meningkatkan pendapatan petani kopi di Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekonomi dengan analisis biaya dan pendapatan, kelayakan usaha (R/C ratio dan B/C ratio), titik impas (Break Even Point), serta analisis dampak penggunaan BIOCHARKOP terhadap struktur biaya dan pendapatan usaha tani kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha BIOCHARKOP memiliki total biaya produksi sebesar Rp1.100.000 per siklus dengan total penerimaan Rp2.000.000, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp900.000. Nilai R/C ratio sebesar 1,82 dan B/C ratio sebesar 0,82 mengindikasikan bahwa usaha BIOCHARKOP layak dan menguntungkan secara ekonomi. Nilai BEP produksi sebesar 110 kg dan BEP harga sebesar Rp5.500/kg berada di bawah produksi dan harga aktual, yang menunjukkan tingkat keamanan usaha yang tinggi. Selain itu, penerapan BIOCHARKOP pada usaha tani kopi mampu menurunkan biaya pupuk sebesar Rp1.200.000 per musim tanam dan meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp1.200.000 atau 8,28%, tanpa meningkatkan biaya tenaga kerja maupun biaya produksi lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa BIOCHARKOP berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi biaya dan pendapatan petani kopi. Secara keseluruhan, BIOCHARKOP berpotensi menjadi model usaha berbasis ekonomi sirkuler yang layak dikembangkan untuk memperkuat keberlanjutan dan kesejahteraan petani kopi.Kata kunci: Biochar, Kopi Arabika, Cascara, Limbah Kopi, Pirolisis.AbstractThe use of coffee husk waste into biochar (BIOCHARKOP) is one of the innovative strategies in the development of sustainable coffee agribusiness. This study aims to analyze the feasibility of BIOCHARKOP's business and its economic prospects in increasing the income of coffee farmers in Garut Regency. The research method used is a quantitative economic approach with cost and income analysis, business feasibility (R/C ratio and B/C ratio), break-even point (Break Even Point), and analysis of the impact of the use of BIOCHARKOP on the cost structure and income of coffee farming businesses. The results of the study show that BIOCHARKOP's business has a total production cost of IDR 1,100,000 per cycle with a total revenue of IDR 2,000,000, resulting in a net income of IDR 900,000. The R/C ratio value of 1.82 and the B/C ratio of 0.82 indicate that BIOCHARKOP's business is feasible and economically profitable. The value of the production BEP of 110 kg and the BEP price of Rp5,500/kg is below the actual production and price, which shows a high level of business security. In addition, the application of BIOCHARKOP in coffee farming businesses is able to reduce fertilizer costs by IDR 1,200,000 per planting season and increase farmers' income by IDR 1,200,000 or 8.28%, without increasing labor costs or other production costs. These findings confirm that BIOCHARKOP contributes significantly to improving the cost efficiency and income of coffee farmers. Overall, BIOCHARKOP has the potential to become a circular economy-based business model that is worthy of being developed to strengthen the sustainability and welfare of coffee farmers.Keywords: Biochar, Arabica Coffee, Cascara, Coffee Waste, Pyrolysis.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAHU DI KAMPUNG NANGEWER DESA KERSAMENAK KECAMATAN TAROGONG KIDUL Faruq Istiwa; Febrianti, Tintin; Nu'man Adinasa, Muhamad
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi tahu pada skala usaha mikro, dengan objek pengelola pabrik tahu di Kp. Nagewer, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan tujuan menggambarkan karakteristik usaha secara faktual serta menganalisis biaya produksi dan profitabilitas usaha berdasarkan data numerik. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik pabrik tahu sebagai informan kunci dan observasi langsung terhadap proses produksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis biaya produksi digunakan untuk mengidentifikasi komponen biaya tetap dan biaya variabel, serta menilai tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya variabel merupakan komponen biaya terbesar, dengan bahan baku kedelai sebagai penyumbang utama sebesar Rp1.125.000. Pada periode analisis, total biaya tetap tercatat sebesar Rp22.564, sedangkan biaya variabel mencapai Rp1.725.000. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,8 dan Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 0,8 menunjukkan bahwa usaha tahu layak untuk dijalankan. Titik impas usaha tercapai pada produksi sebanyak 89 potong tahu per satu kali produksi, dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar Rp52.474.
Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Industri Pengolahan Minyak Daun Cengkeh di Kabupaten Garut Erawan, Wahid; Awaliyah, Fitri; Rusyana, Andi; Febrianti, Tintin
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21933

Abstract

Garut Regency is one of the clove-producing areas in West Java with a fairly large area and high production. The development of clove crops is not only focused on increasing the production of traditional commodities, but has shifted towards diversifying processed products such as essential oils that have economic value. This study aims to determine the costs, revenues, and income, as well as the added value of the clove leaf oil processing industry in Garut Regency. The study was conducted using a quantitative descriptive method with the object of study being the clove leaf oil processing business in Panyindangan Village, Cisompet District, Garut Regency. The results show that the production costs incurred by the company for the clove leaf oil processing business per year (96 production periods) amounted to IDR 135,711,200 with revenues of IDR 328,320,000, and the company's profit amounted to IDR 192,548,800. The added value from the clove leaf oil processing business per production process obtained a total output of 19 kg of clove leaf oil from 480 kg of clove leaf raw material input, with the production providing an added value of IDR 4,688 with a high added value ratio of 65.112%.