Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Interpreting Module Development for Consecutive and Simultaneous Interpreting: A Needs Analysis Putu Ayu Prabawati Sudana; Made Aryawan Adijaya; Rima Andriani Sari; Ni Putu Astiti Pratiwi; Putu Adi Krisna Juniarta
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8547

Abstract

The article discusses a needs analysis for developing a digital interpreting module, with an emphasis on consecutive and simultaneous interpreting in higher education. This study employed a qualitative survey design in which questionnaires and semi-structured interviews were used to collect data from six professional interpreters. Key competencies, existing learning gaps, and digital learning needs were identified using descriptive and thematic analyses. The findings show that interpreting practice is commonly used in educational and tourism settings, such as workshops and field trips, where contextualized learning resources are required. The most crucial skill was the understanding of the tone, intent, and accents. Then, it was followed by stress management and cultural awareness. Another interesting aspect discussed in the article is the increasing use of web-based interpreting tools like Zoom, with minimal use of AI and LMS simulations. Abstrak Artikel ini membahas analisis kebutuhan untuk mengembangkan modul penerjemahan digital, dengan penekanan pada penerjemahan konsekutif dan simultan di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain survei kualitatif, di mana kuesioner dan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data dari enam juru bahasa profesional. Kompetensi kunci, kesenjangan pembelajaran yang ada, dan kebutuhan pembelajaran digital diidentifikasi melalui analisis deskriptif dan tematik. Temuan menunjukkan bahwa praktik penjurubahasaan umumnya digunakan dalam lingkungan pendidikan dan pariwisata, seperti lokakarya dan kunjungan lapangan, di mana sumber belajar yang kontekstual diperlukan. Keterampilan yang paling penting adalah pemahaman terhadap nada, niat, dan aksen. Selanjutnya, diikuti oleh manajemen stres dan kesadaran budaya. Aspek menarik lainnya yang dibahas dalam artikel ini adalah penggunaan yang semakin meningkat dari alat interpretasi berbasis web seperti Zoom, dengan penggunaan minimal AI dan simulasi LMS.
The Implementation of Role-Play Method on Students Speaking Skills In The Food and Beverage Service Major of The Hospitality Department at SMK Negeri 1 Singaraja Firstia Pratidina Intan; Dewa Putu Ramendra; Ni Putu Astiti Pratiwi
Arus Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v6i2.3202

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan aktivitas role-play dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa pada program keahlian Food and Beverage Service di SMK Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara siswa yang diajar menggunakan role-play metode konvensional, serta untuk mengetahui effect size dari metodde role-play terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design yang melibatkan 66 siswa kelas XI Perhotelan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data diperoleh melalui tes keterampilan berbicara. Data keterampilan berbicara dianalisis menggunakan SPSS 25, kemudian dilanjutkan dengan analysis effect size menggunakan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berbicara antar kedua kelompok, dengan nilai rata-rata kelompok eksperimen (87,80) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (77,19). Hasil analisis effect size menghasilkan nilai sebesar 1,64 yang termasuk dalam kategori large effect. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berbicara antara kedua kelompok, sedangkan hasil analisis effect size menunjukkan bahwa metode role-play memberikan pengaruh yang besar terhadap keterampilan berbicara siswa.
Co-Authors ., Ketut Hari Rameswara ., Ni Luh Tresnia Widyantari ., Putu Ayu Masita Maheswari ., Putu Ayu Masita Maheswari ., Putu Nita Handayani Ariastini, Ida Ayu Ketut Aripuspita, Luh Mega Ayu, Ni Kadek Nia Ivana Cahyadi, Putu Sebastian Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dzul Rachman, Dzul Febrin, Sabrina Firstia Pratidina Intan Gede Bagus Kresnantara Gita Swari, Sarasvati Hadi Saputra, I Nyoman Pasek Hery Santosa Hitasthana, Made Satya I Gede Budasi I Gede Krisna Meialldy Putra I Gede Putu Dharma Dewangga Putra I Gusti Ayu Agung Bintang Permatasari I Ketut Gading I Ketut Trika Adi Ana I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Indra Kusuma I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Sastra Oka Paramartha I Wayan Suarnajaya I.G.A. Lokita Purnamika Utami IDA AYU MADE ISTRI UTAMI . Indrayani, I Gusti Ayu Diah Jayani, Ni Wayan Septia Kadek Lelyana Rastari Kadek Shinta Fridayanti Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Lisna Kristiyanti Kusumadewi, Luh Kade Diana Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Artini Luh Putu Rastiti Puspita Dewi Made Aryawan Adijaya Made Hery Santosa Made Satya Hitasthana Maharani, Ni Wayan Linda Muhammad Handi Gunawan Nariyati, Ni Putu Linda Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Luh Dian Puspa Dewi Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Luh Ruska Antarika Ni Made Kristin Natalia Ni Made Ratminingsih Ni Putu Wiraningsih Ni Wayan Surya Mahayanti Nurwijayanti Oktariani, Ni Luh Tu Padmadewi . Pradnyawati, Kadek Rikha Prayoga, Kadek Agus Pujayanthi, Putu Putri, Ni Putu Werdhi Putu Adi Krisna Juniarta Putu Ayu Prabawati Sudana Putu Kerti Nitiasih Putu Ngurah Wage Myartawan Rameswara, Ketut Hari Raninta Candra Dewi Rima Andriani Sari Sabrina Febrin Surya Putra, Ida Bagus Yoga Buana Widiasih, Putu Sri