p-Index From 2021 - 2026
10.015
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Syiar Hukum: Jurnal Ilmu Hukum Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Law and Justice Jurnal Hukum Acara Perdata ADHAPER Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Istiqro' Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat JCRS (Journal of Community Research and Service) Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Jurnal Hukum Acara Perdata Indonesian Journal of Islamic Economics Research Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Indonesian Journal of Social Science Research Al-Muamalat : Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Iqtisaduna Islamic Banking : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Riset Ekonomi Syariah Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Bandung Conference Series : Sharia Economic Law Bandung Conference Series : Syariah Banking Jurnal Riset Perbankan Syariah Sewagati Fastabiq: Jurnal Studi Islam Jurnal Rekognisi Ekonomi Islam (JREI)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Fikih Muamalah terhadap Penjaminan Pengembalian Modal Kerja Sama Usaha Muhamad Rafi Maududi Islam; Panji Adam Agus Putra
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.173 KB) | DOI: 10.29313/jres.v1i2.392

Abstract

Abstract. The Z Uniform Store in Bandung City cooperates with investors in the school uniform sector, in the contract there is an agreement regarding the risks borne by the mudharib. This study aims to first determine the practice of guaranteeing, business cooperation capital, secondly to find out the fiqh muamalah on the practice of guaranteeing cooperation capital carried out by the Z Uniform Store, Bandung City. The research method used in this thesis is qualitative with a sociological juridical approach, while the type of data for this thesis is field research with data sources taken from the field in the form of interviews and written sources related to the discussion. Data collection techniques are observation, interviews, documentation and literature study. The results show that, firstly, the Uniform Store of Z promises to every investor that the risk is borne by the manager, where the capital will be fully returned to all capital along with the profits if there is a loss, secondly, based on the fiqh muamalah analysis of the practice of guaranteeing. including the mudharabah contract which is false. Based on the theory of tahawwul al-'aqd the contract turns into qordh, but the qordh contract remains invalid because of the division of profits and the merger between credit and buying and selling which is usury. Abstrak. Toko Seragam Z Kota Bandung melakukan kerja sama usaha dengan para investornya dibidang pakaian seragam sekolah, dalam akadnya terdapat perjanjian mengenai resiko ditanggung seluruhnya oleh mudharib. Penelitian ini bertujuan untuk, pertama mengetahui praktik penjaminan pengembalian modal kerja sama usaha, kedua untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap praktik penjaminan pengembalian modal kerja sama usaha yang dilakukan Toko Seragam Z Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, adapun jenis data skripsi ini adalah field research dengan sumber data yang diambil dari lapangan berupa wawancara dan sumber tertulis lain yang berkaitan dengan pembahasan. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertama Toko Seragam Z menjanjikan kepada setiap investor bahwa resiko ditanggung pengelola, dimana modal akan dikembalikan seutuhnya kepada pemilik modal beserta keuntungan meskipun pengelola mengalami kerugian, kedua berdasarkan analisis fikih muamalah terhadap praktik penjaminan pengembalian modal yang dilakukan Toko Seragam Z termasuk akad mudharabah yang bathil. Berdasarkan teori tahawwul al-‘aqd akad tersebut berubah menjadi qordh, namun akad qordh tersebut tetap bathil karena adanya pembagian keuntuangan dan penggabungan antara pinjaman dan jual beli yang merupakan riba.
Tinjauan Fikih Mamalah terhadap Implementasi Jual Beli Akad Istishna’ di Konveksi X Marjan Laraswati; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 1 No. 1 (2021): Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.087 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v1i1.10

Abstract

Abastrac. In X convection, buying and selling orders for an item uses the concept of an istishna contract. Istishna' contract is a sale-purchase contract on an order for the manufacture of goods with certain criteria and conditions agreed upon between the consumer (buyer/mustashni') and the producer (maker/shani'). The existence of istishna' conditions that are not fulfilled in the sale and purchase transaction of ordering goods. In ordering goods, the specifications of the goods needed are not explained and the khiyar rights owned by consumers are ignored by the convection party. The author's purpose in this study is first to find out the sale and purchase transaction of istishna' contract in the X convection, secondly to find out the review of muamalah fiqh on the istishna' contract in the X convection. The research approach is using sociological juridical, the type of data using field research, data sources using primary and secondary data, data collection through observation, interviews, and documentation. The results in the first study are the occurrence of conditions that are not met as a result consumers are not satisfied with the results of the goods that have been produced and the khiyar rights owned by consumers are ignored by the convection party, the second is a review of Islamic law on the practice of buying and selling istishna contracts in convection Prees Collection's Terms in the istishna' contract there are still things that have not been fulfilled by the convection owner, the condition is that the goods that are the object of istishna' must be clear both in quantity and quality. The occurrence of discrepancies is included in the category of fasid contracts. Abstrak. Pada konveksi X jual-beli pesanan suatu barang menggunakan konsep akad istishna’. Akad istishna’ merupakan akad jual-beli pada pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara konsumen (pembeli/mustashni’) dengan produsen (pembuat/shani’). Adanya syarat istishna’ yang tidak terpenuhi dalam transaksi jual-beli pemesanan barang. Pada pemesanan barang tidak dijelasakan spesifikasi barang yang dibutuhkan dan hak khiyar yang dimliki konsumen diabaikan oleh pihak konveksi. Tujuan penulis dalam penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui transaksi jual beli akad istishna’ dikonveksi Press Collection, kedua untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap akad istishna’ dikonveksi X. Pendekatan penelitian ini penulis menggunakan yuridis sosiologis, jenis data menggunakan field research, sumber data mengggunakan data primer dan data skunder, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian yang pertama faktor terjadinya syarat yang tidak terpenuhi akibatnya kosumen tidak merasa puas dengan hasil barang yang telah diproduksi dan hak khiyar yang dimiliki oleh konsumen diabaikan oleh pihak konveksi,kedua tinjauan hukum islam terhadap praktik jual-beli akad istishna’ dikonveksi Prees Collection’s Syarat dalam akad istishna’ masih ada yang belum terpenuhi oleh pemilik konveksi, syarat tersebut barang yang menjadi objek istishna’ harus jelas baik kuantitas maupun kualitas.Terjadinnya ketidak sesuaian termasuk kepada katagori akad yang fasid.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penggunaan Sedotan Plastik di Coffee Shop Haliya Azka Imadi; Panji Adam Agus Putra; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 1 No. 1 (2021): Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.269 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v1i1.11

Abstract

Abstract. All forms of muamalah activities are permissible until evidence shows the prohibition on bringing benefit to humankind and/or rejecting anything destructive. However, in practice, there are still many who ignore the benefits of doing business. Such as buying and selling drinks using plastic straws at the Kopi X coffee shop, where sellers ignore the impact of using plastic straws on drinks. Therefore, this study aims to determine the review of Islamic law regarding plastic straws at the X Coffee Shop, Bandung. Field studies with a sociological juridical approach were used to collect data for this research. In addition, observations, interviews, documentation, and literature studies were also conducted to strengthen the research data. Meanwhile, this research uses data reduction, data presentation, and conclusion to analyze research data. This study concludes that the use of plastic straws in drinks at the X Coffee Shop is dangerous because it contains chemicals that are not good for the body. Therefore, this is against Islamic law because the harm from using plastic straws outweighs the benefits. Abstrak. Segala bentuk kegiatan bermuamalah bersifat boleh sampai ada bukti yang menunjukkan larangannya dengan alasan membawa kemaslahatan bagi umat manusia dan atau menolak segala sesuatu yang merusak. Namun praktiknya, masih banyak yang mengabaikan kemaslahatan dalam berbisnis. Seperti halnya kasus jual beli minuman menggunakan sedotan plastik di kedai kopi Kopi X Bandung, dimana penjual mengabaikan dampak penggunaan sedotan plastik pada minuman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan syariat Islam tentang penggunaan sedotan plastik di Kedai Kopi X Coffee Bandung. Studi lapangan dengan pendekatan yuridis sosiologis digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini. Selain itu, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan juga dilakukan untuk memperkuat data penelitian. Sedangkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan untuk menganalisa data penelitian. Penelitian ini menarik simpulan bahwa penggunaan sedotan plastik pada minuman di Coffee Shop Kopi X merupakan hal yang berbahaya karena mengandung zat kimia yang tidak baik bagi tubuh. Oleh karena itu, hal ini bertentangan dengan hukum Islam, karena bahaya dari penggunaan sedotan plastik lebih besar daripada manfaatnya.
Analisis Fikih Muamalah terhadap Sistem Pembayaran Penyewaan Kamar Kos Sebelum Jatuh Tempo Syalsya Elsa Fadillah; Ramdan Fawzi; Panji Adam Agus Putra
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.157 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.223

Abstract

Abstract. Muamalah activities have become one of human habits. One of the muamalah interactions is renting. Ijarah leases, can be said to be valid depending on the fulfillment of the pillars and terms of the transaction, which can be seen from the elements of the contract in the relationship between Ijab and Kabul. Ijarah contract is a form of exchange whose object is in the form of benefits accompanied by certain rewards. Sigat in the implementation of the Ijarah contract renting a boarding room on Jl. Jalaprang Bandung can be done in writing, verbally, actions and gestures. In this study, those who rented a boarding house on Jalan Jalaprang there were several that were not in accordance with the pillars and conditions of Ijarah. For example, the boarding house owned by Mrs. Linda and Mr. Agam who collects the payment system before it is due, this makes the tenants feel disadvantaged. This study aims to 1) determine the payment system for renting a boarding house on Jalan Jalaprang 2) find out the fiqh muamalah analysis of the payment system for renting a boarding house on Jalan Jalaprang. The approach in this study is a sociological juridical approach and uses field research data types. Data collection techniques used by means of observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis used in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the research on the boarding house owned by Mrs. Linda and Mr. Agam, the payment is not valid, because in fiqh muamalah prohibits renting a boarding house if there is an element of ambiguity or commonly called gharar, and there are parties who feel aggrieved. Abstrak. Kegiatan muamalah sudah menjadi salah satu dari kebiasaan manusia. Salah satu yang menjadi interaksi muamalah yaitu sewa menyewa. Ijarah sewa menyewa, dapat dikatakan sah tergantung dari terpenuhinya rukun dan syarat transaksi, yang dapat dilihat dari unsur akad dalam pertalian antara ijab dan kabul. Akad Ijarah adalah bentuk pertukaran yang objeknya berupa manfaat yang disertai imbalan tertentu. Sigat dalam pelaksaan yang dilakukan akad Ijarah sewa menyewa kamar kos di Jl. Jalaprang Bandung dapat dilakukan dengan tulisan, lisan, perbuatan dan isyarat. Dalam penelitian ini yang sewa menyewa yang lakukan tempat kos di Jalan Jalaprang ada beberapa yang tidak sesuai dengan rukun dan syarat Ijarah. Seperti contohnya kosan milik Bu Linda dan Pak Agam yang melakukan penagihan sistem pembayaran sebelum jatuh tempo, hal ini menjadikan penyewa merasa dirugikan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui sistem pembayaran dalam sewa menyewa yang dilakukan pada kos di Jalan Jalaprang 2) mengetahui analisis fikih muamalah sistem pembayaran penyewaan kamar kos di Jalan Jalaprang. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan yuridis sosiologis dan menggunakan jenis data penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data digunakan dengan cara observasi , wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian kosan milik Bu Linda dan Pak Agam dalam pembayaran itu tidak sah, karena dalam fikih muamalah melarang sewa-menyewa kamar kos apabila terdapat unsur ketidakjelasan atau biasa disebut gharar, serta adanya pihak yang merasa dirugikan.
Tinjauan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 Pasal 44 tentang Angkutan Umum dan Prinsip Keadilan dalam Islam terhadap Sistem Pembayaran Satu Tarif Dhanisa Leryan; Udin Saripudin; Panji Adam
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.019 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.337

Abstract

Abstract. The one-fare system is a system that crawls the payment system by not counting with the distance, but by generalizing the inter-fare. The one-fare system is contrary to The Minister of Transportation Regulation No. 32 of 2016 Article 44 on public transportation, and ignores the Principle of justice in Islam. Research objectives to understand the one-tariff system against the principles of Islamic justice and the reality of society related to the one-tariff system in Purwakarta. The research method used is field research with descriptive qualitative research types and samples in this study interviewing people who use public transportation services both far, and, close. And interview public transport drivers who are in rural and urban areas. The data source used is primary data and secondary data. The data collection techniques used are interviews, direct observations and dokumnetation. The result of his research is a system of the one tariff chosen by the Purwakarta Government is still not good in terms of religion in terms of Islamic justice principles and Indonesian government regulations. Abstrak. Sistem satu tarif tersebut adalah sistem yang merangkakan sistem pembayaran dengan tidak berperhitungan dengan jaraknya, akan tetapi dengan menyamaratakan ongkos antar. Sistem satu tarif tersebut bertolak belakang dengan Peraturan Mentri Perhubungan No 32 Tahun 2016 Pasal 44 tentang angkutan umum, dan melalaikan Prinsip keadilan dalam Islam. Tujuan Penelitian untuk memahami sistem satu tarif terhadap prinsip keadilan Islam dan realita Masyarakat terkait sistem satu tarif di Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif dan sampel dalam penelitian ini mewawancarai Masyarakat yang menggunakan jasa angkutan umum baik yang jauh, maupun, dekat. Dan mewawancarai supir angkutan umum yang berada di perdesaan maupun perkotaan. Sumber data yang dugunakan merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung dan dokumnetasi. Hasil penelitian nya adalah sistem satu tarif yang di pilih oleh Kepemerintahan Purwakarta masih kurang baik dalam segi agama di tinjau dari Prinsip keadilan Islam maupun Aturan pemerintah Indonesia.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Pembiayaan Akad Qardh di Bank Wakaf Mikro Barokah Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi Firda Meilani Wijayanti; Panji Adam Agus Putra; Redi Hadiyanto
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.466 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.360

Abstract

Abstract. In qardh financing, Islamic banks/financial institutions are prohibited from taking advantage of qardh financing, because the qardh contract in sharia is a tabarru contract which is not for profit but is intended as a social contract that functions to help out. One of them is in qardh financing at the Barokah Micro Waqf Bank of the Al-Masthuriyah Islamic Boarding School which adds costs for mentoring services/officer wages when paying principal installments. The purpose of this study was first to find out the implementation of qardh contract financing in micro-enterprises at the Barokah Micro Waqf Bank, Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi and secondly to find out the review of muamalah fiqh on qardh contract financing at the Barokah Micro Waqf Bank of Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi. The research method used in this study is a descriptive qualitative approach. This type of research uses field data with primary data sources and secondary data with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is the data reduction stage, data presentation, and data verification. The results showed that the implementation of qardh contract financing at the Barokah Micro Waqf Bank Al-Masthuriyah Islamic Boarding School did not immediately get financing, but before that prospective customers had to go through several stages. Based on muamalah fiqh, lending and borrowing transactions carried out by the Micro Waqf Bank of Barokah Pesantren Al-Masthuriyah to its customers contain elements of usury and are not in accordance with the qardh contract. Abstrak. Dalam pembiayaan qardh pihak bank/lembaga keuangan syariah dilarang mengambil keuntungan dari pembiayaan qardh, karena akad qardh dalam syariah itu termasuk akad tabarru’ yang bukan untuk profit tapi diperuntukan sebagai akad sosial yang berfungsi untuk tolong menolong. Salah satunya dalam pembiayaan qardh di lembaga Bank Wakaf Mikro Barokah Pesantren Al-Masthuriyah yang melakukan penambahan biaya untuk jasa pendampingan/upah petugas ketika membayar angsuran pokok. Tujuan penelitian ini pertama untuk mengetahui pelaksanaan pembiayaan akad qardh pada usaha mikro di Bank Wakaf Mikro Barokah Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi dan kedua untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap pembiayaan akad qardh di Bank Wakaf Mikro Barokah Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan data lapangan dengan sumber data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan pembiayaan akad qardh di Bank Wakaf Mikro Barokah Pesantren Al-Masthuriyah tidak langsung mendapatkan pembiayaan, akan tetapi sebelumnya calon nasabah harus melalui beberapa tahapan. Berdasarkan fikih muamalah, transaksi pinjam meminjam yang dilakukan oleh Bank Wakaf Mikro Barokah Pesantren Al-Masthuriyah kepada nasabahnya mengandung unsur riba dan tidak sesuai dengan akad qardh.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli Pala Borongan di Pesantren Hidayatullah Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat Dede Rifaldy Ambar; Panji Adam; Shindu Irwansyah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.016 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.721

Abstract

Abstract. The buying and selling of nutmeg between the Hidaytullah Islamic Boarding School Board and the dealer in Fakfak Regency is carried out on a wholesale basis. In this case, the pesantren sells nutmeg to the dealer who is still not ready to harvest which is still on the tree so that the suspended nutmeg changes in terms of weight and quality. Based on the discussion in the background of the problem above, the purpose of this study is to find out the practice of buying and selling nutmeg by Santri Cultivators of nutmeg at the Hidayatullah Islamic Boarding School, Fakfak Regency, and to find out the fiqh muamalah analysis of the practice of buying and selling nutmeg at the Hidayatullah Islamic Boarding School, Fakfak Regency. The research method used in the preparation of this research is to use a descriptive analytical method. The results showed that first, the sale and purchase of nutmeg at the Hidaytullah Fakfak Islamic Boarding School was done in cash, where the dealer paid cash to the pesantren, but the collection of nutmeg was suspended for a certain period. Second, from the madhiyah aspect, the sale and purchase is legal according to muamalah fiqh because the pillars and conditions of buying and selling have generally been met, but from the adabiyah aspect the buying and selling practice contains elements of dzalim actions where the Islamic boarding school is burdened with caring for the nutmeg that is still on the tree that has become property of dealer. Keywords: Buying and Selling, Nutmeg, Wholesale, and Muamalah Fiqh.Abstrak. Jual beli pala antara Pengurus Pesantren Hidaytullah dengan bandar di Kabupaten Fakfak dilakukan secara borongan. Dalam hal ini, pihak pesantren menjual pala kepada bandar yang masih masih ada pada pohonnya sehingga pala yang masih memungkinkan mengalami perubahan kualitas buah dan berat bersihnya. Berdasarkan pembahasan dalam latar belakang masalah di atas, maka tujuan penelitian adalahuntuk mengetahui praktek jual-beli pala yang dilakukan Santri Penggarap pala di Pesantren Hidayatullah Kabupaten Fakfak, dan untuk mengetahui analisis fikih muamalah terhadap praktek jual-beli pala yang dilakukan di Pesantren Hidayatullah Kabupaten Fakfak. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, pelaksanaan jual beli pala di Pesantren Hidaytullah Fakfak dilakukan secara tunai, dimana pihak bandar membayar tunai kepada pihak pesantren, namun pengambilan buah pala ditangguhkan pada masa tertentu. Kedua dari aspek madhiyah jual beli tersebut sudah sah menurut fikih muamalah karena rukun dan syarat jual beli secara umum telah terpenuhi, namun dari aspek adabiyah praktek jual beli tersebut mengandung unsur tindakan dzalim dimana pihak Pesantren terbebani perawatan pala yang masih ada pada pohon yang sudah menjadi milik bandar.Kata Kunci: Jual Beli, Pala, Borongan, dan Fikih Muamalah.
Tinjauan Akad Rahn terhadap Marhun Berupa Arisan pada Praktik Gadai di Desa Buanamekar Wulan; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.735 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2496

Abstract

Abstract. Pawn is an agreement to deliver goods as collateral for debt. Pawn guarantees in the form of goods that are in accordance with the pillars and conditions in the rahn contract. However, in reality the practice of pawning carried out in Buanamekar Village, the guarantee used is in the form of arisan, not goods. This study aims to determine the practice of pawning with a marhun in the form of arisan and a review of the rahn contract on the practice of pawning with a marhun in the form of arisan in the village of Buanamekar. The research method used in this study is qualitative with an empirical juridical approach. The research data were obtained through observation, quota sampling, literature study interviews and documentation. Then analyzed based on Rahn’s contract theory The results showed that first, the practice of pawning carried out in Buanamekar Village was motivated by rahin who needed money to meet daily needs, so rahin went to murtahin to borrow money by making the arisan as marhun. Second, This practice is categorized as a false pawning practice because it does not meet one of the requirements in the rahn regarding marhun. The practice of pawning with marhun in the form of arisan is not allowed because the practice is not in accordance with the views of the majority of scholars that what should become marhun in rahn is goods. Abstrak. Gadai merupakan perjanjian penyerahan barang sebagai jaminan utang. Jaminan gadai berupa barang yang sesuai dengan rukun dan syarat dalam akad rahn. Namun, pada kenyataannya praktik gadai yang dilakukan di Desa Buanamekar jaminan yang digunakan berupa arisan bukan barang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik gadai dengan marhun berupa arisan dan tinjauan akad rahn terhadap praktik gadai dengan marhun berupa arisan di desa Buanamekar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris data penelitian didapatkan melalui observasi, quota sampling, wawancara studi literatur dan dokumentasi. kemudian dianalisis berdasarkan teori akad rahn. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, praktik gadai yang dilakukan di Desa Buanamekar dilatarbelakangi oleh rahin yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga rahin mendatangi murtahin untuk meminjam uang dengan menjadikan arisan sebagai marhun. Praktik ini dikategorikan pada praktik gadai yang bahil karena tidak memenuhi salah satu syarat dalam rahn mengenai marhun. Kedua, praktik gadai dengan marhun berupa arisan ini tidak diperbolehkan karena praktik tidak sesuai dengan pandangan dari jumhur ulama bahwa seharusnya yang menjadi marhun dalam rahn adalah barang.
Analisis Pendapat A. Hassan tentang Hukum Pengambilan Upah Mengajar Al-Qur’an Trisya Aprianti; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.234 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2644

Abstract

Abstract. Ijarah contract for religious services regarding wages for teaching the Qur'an there are differences opinion among scholars. The purpose of this study is first, to find out the implementation of wage fixing in Madrasah Riyadus Shalihin. Second, to find out the views of A. Hassan and his legal istinbath method on the law of taking the wages of teaching the Qur'an. and third, to find out the relevance of A. Hassan's opinion on the implementation of the wages for teaching the Qur'an at Madrasah Riyadus Shalihih. Qualitative research methods, with a normative juridical research approach. The data sources used are primary and secondary data sources with data collection techniques in the form of literature studies, interviews, and documentation. The data analysis technique is descriptive qualitative. The results of the study found that Madrasah Riyadus Shalihin set a salary for teaching the Qur'an Rp.25,000/month, A. Hassan have a certain view that it was permissible to take the wages of teaching the Qur'an this is based on his argument in determining the law to take the wages of teaching the Qur'an which comes from the Qur'an, hadith, and his own ijtihad, the practice at Madrasah Riyadus Salihin is more relevant to the opinion of A. Hassan with the consideration that Nowadays, it is clear that if there is no wage/ujrah, the possibility of knowledge of the Qur'an, other religious sciences or other religious services will disappear because there will be no more teachers willing to teach. Abstrak. Akad ijarah jasa keagamaan mengenai upah mengajar Al-Qur’an terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui pelaksanaan penetapan upah di Madrasah Riyadus Shalihin, kedua, untuk mengetahui pandangan A. Hassan serta metode istinbath hukumnya terhadap hukum pengambilan upah mengajar Al-Qur’an. Dan ketiga untuk mengetahui relevansi pendapat A. Hassan terhadap pelaksanaan upah mengajar Al-Qur’an di Madrasah Riyadus Shalihih. Metode Penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan pola berfikir deduktif. Hasil penelitian ditemukan bahwa Madrasah Riyadus Shalihin menetapkan upah mengajar Al-Qur’an Rp.25.000/bulan, A. Hassan berpandangan akan bolehnya mengambil upah mengajar Al-Qur’an hal ini didasarkan pada argumentasi beliau dalam menentukan hukum mengambil upah mengajar Al-Qur’an yaitu berasal dari Al-Qur’an, hadis, dan ijtihad beliau sendiri, praktik yang ada di Madrasah Riyadus Shalihin lebih relevan dengan pendapat A. Hassan dengan pertimbangan bahwa zaman sekarang sudah jelas jika tidak adanya upah/ujrah kemungkinan ilmu Al-Qur’an, ilmu-ilmu agama lain atau jasa-jasa keagamaan lainnya akan sirna karena tidak akan ada lagi guru-guru yang mau mengajar.
Analisis Maslahah Mursalah Menurut Imam Al-Ghazali terhadap Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan Nadiya Ratna Pura; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.826 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2655

Abstract

Abstract. The current regulation regarding wages is regulated in Government Regulation No. 36 of 2021 concerning Wages, the principle of providing wages in Islam must be based on justice and feasibility by reviewing aspects of life that aim to achieve welfare both in the world and in the future in the Hereafter. The purpose of preparing this study is to find out the suitability of the concept of maslahah mursalah according to Imam Al-Ghazali to PP Number 36 of 2021 concerning Wages. This research uses a normative juridical approach, with the type of research, library research, the source of this research data is primary and secondary sources, The data collection technique uses literature methods as well as interviews. The result of this study is that PP No. 36 of 2021 concerning Wages is in accordance with the concept of maslahah mursalah according to Imam Al-Ghazali because one of the conditions for the hujjahnya maslahah mursalah according to Imam Al-Ghazali is the achievement of human dharuriyyah needs, PP No. 36 of 2021 has paid attention to the interests of religion, soul, reason, descendants, and property to achieve the welfare of workers/laborers, as in Article 43 which regulates wage protection for employees who do not enter work because of religious obligations Abstrak. Pengaturan mengenai pengupahan saat ini diatur dalam Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan, prinsip pemberian upah dalam Islam harus berdasar kepada keadilan dan kelayakan dengan meninjau aspek kehidupan yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan baik di dunia dan kelak di akhirat. Tujuan penyusunan penelitian ini yaitu agar mengetahui kesesuaian konsep maslahah mursalah menurut Imam Al-Ghazali terhadap PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan jenis penelitian, penelitian Pustaka, sumber data penelitian ini adalah sumber primer serta sekunder, Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode kepustakaan serta wawancara. Hasil penelitian ini ialah PP No 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan telah sesuai dengan konsep maslahah mursalah menurut Imam Al-Ghazali karena salah satu syarat hujjahnya maslahah mursalah menurut Imam Al-Ghazali ialah tercapainya kebutuhan dharuriyyah manusia, PP No 36 Tahun 2021 telah memperhatikan kepentingan agama, jiwa, akal, keturunan, serta harta untuk mencapai kesejahteraan para pekerja/buruh, seperti dalam Pasal 43 yang mengatur mengenai perlindungan upah atas pegawai yang tidak masuk bekerja karena menjalankan kewajiban beragama.
Co-Authors Aditya Nugraha Ahmad Faisal Akbar Aliya Putri Fitria Nuryanti Alma Hanifa Candra Yulia Amrulla Hayatudin Amrullah Hayatudin Anshori, Arif Rijal Aprillia Ratih Pawestri Samapta Asyila Putri Wibowo Atmima Tabi’inattien Al-ahya Cecep Kusmana Dani Durahman Dayu Mirwan Dede Rifaldy Ambar Dhanisa Leryan Diajeng Ayunda Candra Kirana Diana Wiyanti Dina Rahmania Dzulhijjah, Liza Elisa Siti Widyastuti Fadhilah, Salma Nurul Faisal Musyaffa Fattah, Athiyatul Fauzia Rizqika Subrata Fawzi, Ramdan Firda Meilani Wijayanti Firda Nurfadilah Geugeut Kinasih Wahyuni Haliya Azka Imadi Heru Pratikno Hery Widijanto Imam Mugi Indra Wijaya Intan Nur Apriliani Intan Nurapriliani Intan Nurrachmi Intan Rahmawati Iwan Permana Jajang Saepul Hamzah Khoerunnisa Amalia Kurniawan, Cecep Soleh Liza Dzulhijjah M Faiz Mufidi M Zidan Al Insyani Maman Surahman Maman Surahman Marjan Laraswati Maulida, Ira Siti Rohmah Melawati Miftah Farid Aziez Mohamad Dandi Maulana Muhamad Naufal Al Dzikri Muhamad Rafi Maududi Islam Muhammad Alfin Zayynur Rofiq Muhammad Farhan Bagja Naufal Muhammad Hatta Muhammad Noval Muhammad Risandi Lampah Nadiya Ratna Pura Nadya Salsabila Najmi Nurfauzi Ihsani Nanik Eprianti Neng Dewi Himayasari Neni Sri Imaniyati Noviyanti Ramdhani Nugraha, Ivan Nur Arifah, Siti Asiyah Nurbani Syifa Nurjanah Permana, Iwan Popon Srisusilawati Puteri Asyifa Octavia Apandy Putri Diah Ayu Lestari Ratna Januarita Redi Hadiyanto Redi Hadiyanto Reni Trimelawati Rifqi Permana Rois, Yovanka Graciela Rosyidah, Fairuz Syifa Salma Nurul Fadhilah Sandi Rizki Febriadi Selly Eriska Shindu Irwansyah Siregar, Ariani Siti Karomah Nuraeni Sri Imaniyari, Neni Sundari, Rini Irianti Syalsya Elsa Fadillah Syifa Dewi Fajriyani Tahany, Tahany Tiya Rissa Kamila Trimelawati, Reni Trisya Aprianti Udin Saripudin Utami, Ayu Tuty Wijayanti, Intan Manggala Wulan Yandi Maryandi Yayat Rahmat Hidayat Yoghi Arief Susanto Yuda Dharma Putra Yusup, Akhmad Zaini Abdul Malik