p-Index From 2021 - 2026
10.015
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Syiar Hukum: Jurnal Ilmu Hukum Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Law and Justice Jurnal Hukum Acara Perdata ADHAPER Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Istiqro' Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat JCRS (Journal of Community Research and Service) Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Jurnal Hukum Acara Perdata Indonesian Journal of Islamic Economics Research Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Indonesian Journal of Social Science Research Al-Muamalat : Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Iqtisaduna Islamic Banking : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Riset Ekonomi Syariah Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Bandung Conference Series : Sharia Economic Law Bandung Conference Series : Syariah Banking Jurnal Riset Perbankan Syariah Sewagati Fastabiq: Jurnal Studi Islam Jurnal Rekognisi Ekonomi Islam (JREI)
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Akad Ijarah terhadap Denda Biaya Keterlambatan Praktik Sewa Menyewa Rental Mobil Siti Karomah Nuraeni; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.853 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2671

Abstract

Abstract. Late fines that appear at an additional 10% of the rental price if it exceeds the time limit, it is subject to a fine. This late penalty in the purpose of Islamic law includes usury or not, it is necessary to do research. This study aims to determine the practice of renting a late fee penalty and reviewing the ijarah contract on the rental system regarding late fee penalties at Graha Bastian car rental. The research method uses an empirical approach with qualitative methods. Based on research conducted in data collection, namely by means of observation, interviews, and documentation. Based on the research results obtained as follows: first, the practice of leasing at Graha Bastian provides additional terms and conditions in the collective agreement, namely additional fees or fines, so that when there is a delay in returning the car, a fine will be imposed according to the agreement in the written contract when making a transaction. Second, there are additional conditions in the form of late fees for tenants who default. in the review of the ijarah contract that this late penalty is not included in the accounts payable so that the imposition of fines based on syartul jaza'i in fiqh terms is allowed for the purpose of education so that there is discipline in the time of returning goods and there is a commission to cover losses to the rental owner due to negligence on the part of the lessee. The late penalty does not include usury because it is not initiated by accounts payable. Abstrak. Denda keterlambatan yang muncul pada biaya tambahan 10% dari harga sewa jika melebihi batas waktu maka dikenakan denda. Denda keterlambatan ini dalam tujuan hukum islam termasuk riba atau tidak maka perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik sewa menyewa denda biaya keterlambatan, tinjauan akad ijarah terhadap sistem sewa menyewa mengenai denda biaya keterlambatan di graha bastian rental mobil. Metode penelitian menggunakan pendeketan empiris dengan metode kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: pertama, praktek sewa-menyewa di Graha Bastian memberikan tambahan syarat ketentuan pada kesepakatan bersama yaitu biaya tambahan atau denda, sehingga ketika terjadi keterlambatan pengembalian mobil akan dikenakan denda sesuai kesepakatan pada kontrak tertulis ketika melakukan transaksi. Kedua, adanya ketentuan syarat tambahan berupa denda keterlambatan bagi pihak penyewa yang melakukan wanprestasi dalam tinjauan akad ijarah bahwasannya denda keterlambataan ini tidak termasuk kedalam hutang piutang sehingga pengenaan denda dalam syartul jaza’i dalam istilah fikih itu diperbolehkan yang bertujuan untuk edukasi agar disiplinnya waktu dalam pengembalian barang dan adanya komisi untuk menutupi kerugian kepada pemilik sewa akibat kelalain dari pihak penyewa.
Tinjauan Akad Salam terhadap Praktik Jual Beli Makanan Online melalui Sistem Pre Order Aprillia Ratih Pawestri Samapta; Panji Adam Agus Putra; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.417 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2672

Abstract

Abstract. The buying and selling practice carried out by the Mentailab online shop is a pre-order sale or in Islam using a Mentailab greeting sale and purchase contract, there is no agreement regarding the exact delivery time of the goods so there is no detailed clarity regarding the date and time of the delivery of the food products. It was feared that there would be jahalah, therefore research was carried out regarding the validity in terms of muamalah. This study aims to determine the concept of the salam contract according to muamalah fiqh, to know the practice of buying and selling food online through the pre-order system, to know the review of the salam contract to the practice of buying and selling food online through the pre-order system at the Mentailab online shop. The method used in this study is a qualitative method, the data sources used are primary data are interviews and secondary data used are journals, articles, and writings related to this research. The research approach used is the empirical juridical method or can be called field research. The results of this study are not appropriate because the concept contains an element of jahalah, the practice is not appropriate at the time of submission, and the review of the salam contract is not appropriate according to muamalah fiqh because there is an element of gharar which has implications for the cancellation of the contract, this is based on the opinion of the majority of scholars. Abstrak. Praktek jual beli yang dilakukan oleh online shop Mentailab merupakan jual beli pre-order atau didalam islam menggunakan akad jual beli salam Mentailab tidak terdapat perjanjian mengenai waktu penyerahan barangnya secara pasti sehingga tidak ada kejelasan secara rinci mengenai tanggal, dan waktu pada penyerahan produk makanannya. Dikhawatirkan adanya jahalah oleh karena itu dilakukan penelitian terkait keabsahan yang ditinjau dari muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep akad salam menurut fikih muamalah, mengetahui praktik jual beli makanan online melalui sistem pre order, mengetahui tinjauan akad salam terhadap praktik jual beli makanan online melalui sistem pre order pada online shop mentailab. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, sumber data yang dipakai yaitu data primer adalah wawancara dan data sekunder yang digunakan yaitu jurnal, artikel, dan tulisan yang terkait dengan penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu metode yuridis empiris atau bisa disebut dengan penelitian lapangan. Hasil dari penelitian ini konsep tidak sesuai karena mengandung unsur jahalah, praktiknya tidak sesuai diwaktu penyerahannya, dan tinjauan akad salam tidak sesuai menurut fikih muamalah karena adanya unsur gharar yang berimplikasi pada batalnya akad, hal ini berdasarkan pendapat dari kalangan jumhur Ulama.
Tinjauan Khiyar dalam Perspektif Fikih Muamalah dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap Praktik Jual Beli secara Online di Toko X Shopee Fauzia Rizqika Subrata; Amrullah Hayatudin; Panji Adam Agus Putra
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.336 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2698

Abstract

Abstract. Store X is one of the stores in Shopee e-commerce that sells a variety of health masks. In the practice of selling, Store X seldom to respond customers’ complaints. In Muamalah Fiqh, there is a theory named Khiyar, which means a right owned by the consumer to continue or cancel buying and selling. This research aims to know the practice of online buying and selling are done by Store X in Shopee, to know the review of Khiyar to the practice of buying and selling done by Store X in Shopee, and to know the review of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection towards the practice of Store X’s buying and selling in Shopee. The method used in this research was the qualitative method with an empirical law approach. The result of this research was the practice of Store X’s online buying and selling has appropriate to the steps done at Shopee e-commerce; however, several consumers were harmed because the goods were unsuitable or had defects in the goods. The review of Khiyar Muamalah Fiqh towards Store X’s practice did not carry out due to the absence of consumers' rights. The practice of Store X was the opposite with Law Number 8 of 1999 since the business owner of Store X did not give compensation to the consumers and did not give the goods following the agreement and the defects found in the goods. Abstrak. Toko X adalah salah satu toko di e-commerce shopee yang menjual berbagai macam masker kesehatan. Dalam praktik jual belinya toko X jarang merespon atas keluhan konsumen. Dalam Fikih Muamalah ada satu teori yaitu Khiyar, yaitu hak yang dimiliki pembeli untuk melanjutkan atau membatalkan jual beli. Tujuan penelitian untuk mengetahui praktik jual beli secara online yang dilakukan oleh Toko X di Shopee, mengetahui tinjauan khiyar terhadap praktik jual beli dilakukan oleh Toko X di Shopee, mengetahui tinjauan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen terhadap praktik jual beli Toko X di Shopee. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum empiris. Hasil dari penelitian ini adalah praktik jual beli toko X telah sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan pada e-commerce shopee, namun ada beberapa konsumen yang dirugikan akibat barangnya tidak sesuai atau cacat. Tinjauan Khiyar Fikih Muamalah pada praktik toko X tidak terlaksana, karena tidak adanya hak-hak konsumen. Praktik jual beli toko X bertolak belakang dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 karena pelaku usaha toko X tidak memberikan kompensasi terhadap konsumen, dan tidak memberi barang yang sesuai dengan perjanjian dan ditemukan cacat pada barang.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Sewa Menyewa Kios di Pasar Lembahsari Kabupaten Cianjur Selly Eriska; Panji Adam Agus Putra; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.866 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2706

Abstract

Abstract. Ijarah is defined as a contract process between the parties, one of wich is the provider of goods/service (Mu’jir) and the other parties as beneficiaries of the goods and services (Mu’jir). The purpose of this study, firstly to find out the practice of renting a kios in the Lembahsari market, Cianjur Regency, secondly to find out the fikih muamalah revies of the practice of renting a kio in the Lembahsari market, Cianjur Regency. Qualitative research methods, with an empirical legal research approach. The research data uses primary and secondary data sources. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The analysis technique uses qualitative dscriptive data. The results of this study indicate firstly that the kios owner asks for rental agreement is unilaterally canceled and the kios rental status is transferred to someone else. As well as the absence of clear written evidence related to the kios rental contract, secondly, when viewed according to fikih muamalah, there is a lack of clarity in gharar regarding the agreed payment time but in reality the owners practice in the field is in default. Abstrak. Ijarah diarikan sebagai suatu proses akad antara para pihak, yang salah satunya adalah penyedia barang/jasa (Mu’jir) dan para pihak lain sebagai penerima manfaat barang dan jasa (Musta’jir). Tujuan penelitian ini, pertama untuk mengetahui praktik sewa menyewa kios di pasar Lembahsari Kabupaten Cianjur, kedua mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap praktik sewa menyewa kios di pasar Lembahsari Kabupaten Cianjur. Metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian hukum empiris. Data penelitian menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan pertama bahwa pemilik kios meminta pembayaran sewa lebih awal dari tanggal yang disepakati. Jika penyewa tidak bisa membayar maka perjanjian sewa menyewa dibatalkan secara sepihak dan status penyewaan kios dialihkan kepada orang lain. Serta tidak adanya bukti tertulis yang jelas terkait kontrak sewa menyewa kios, kedua bila ditinjau menurut fikih muamlah adanya ketidakjelasan pada gharar terhadap waktu pembayaran yang disepakati namun kenyataannya praktik dilapangan pemilik melakukan wanprestasi.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Penerapan Akad Ijarah pada Jasa Wedding Organizer Great Wedding Planner Kota Bandung Aditya Nugraha; Sandi Rizki Febriadi; Panji Adam Agus Putra
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 1 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.62 KB) | DOI: 10.29313/bcssb.v1i1.2489

Abstract

Abstract. The use of advances in business transactions in the service sector creates problems. This is also experienced by Great Wedding Planner Bandung City as WO who is engaged in organizing services for walimah or wedding events where the client cancels the walimah event and demands the Great Wedding Planner to return the down payment. Based on the background of these problesm, the purpose of this study are First, to determine the implementation of the ijarah contract using the dosing system in the Great Wedding Planner Bandung City. Second, to find out the muamalah fiqh review of the implementation of the ijarah contract using the pension system on Great Wedding Planner Bandung City. The research method used is juridical-empirical, namely field research that examines the legal provisions and normative rules that apply and what happens in reality in society. The results of the study show that the implementation of the ijarah contract using the advance system in the Bandung City Great Wedding Planner does not have a definite percentage of the amount of down payment that must be paid by the client and the implementation of the ijarah contract using the advance system on the Bandung City Great Wedding Planner is in accordance with the provisions of muamalah fiqh. The provisions of the Muamalah Fiqh and the use of advances in the ijarah contract are legal because they are included in the iijarah maushufah fii dzimah contract which is justified in the jurisprudence study. Abstrak. Penggunaan uang muka dalam transaksi bisnis pada sektor jasa menimbulkan adanya permasalahan. Hal ini pun dialami Great Wedding Planner Kota Bandung selaku WO yang bergerak di bidang jasa organizer penyelenggaraan acara walimah atau pernikahan dimana pihak klien membatalkan jasa acara walimah dan menuntut pihak Great Wedding Planner untuk mengembalikan uang panjar tersebut. berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adlah Pertama, untuk mengetahui pelaksanaan akad ijarah yang menggunakan sistem panjar pada Great Wedding Planner Kota Bandung dan Kedua, untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap pelaksanaan akad ijarah yang menggunakan sistem panjar pada Great Wedding Planner Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris, yaitu penelitian lapangan yang mengkaji ketentuan hukum dan aturan normatif yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataannya dalam masyarakat. Hasil penelitian menujukkan bahwa pelaksanaan akad ijarah yang menggunakan sistem panjar pada Great Wedding Planner Kota Bandung tidak memiliki persentase secara pasti besarnya uang muka yang harus dibayarkan pihak klien dan pelaksanaan akad ijarah yang menggunakan sistem panjar pada Great Wedding Planner Kota Bandung sudah sesuai dengan ketentuan fikih muamalah ketentuan Fikih Muamalah dan penggunaan uang muka dalam akad ijarah tersebut sah dilakukan karena termasuk akad iijarah maushufah fii dzimah yang dibenarkan dalam kajian fikih mumalah.
Syar’u Man Qablanâ and It’s Implementation in Sharia Economic Law (Mu’âmalah Mâliyyah) Panji Adam Agus Putra
JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v9i1.7690

Abstract

The terms of the earlier people's sharia or called syar’u man qablanâ are one of the legal arguments in Islam that have been debated by scholars related to their validity. Therefore, it is necessary to conduct related research on the concept of syar’u man qablanâ and its implementation in the field of mu’âmalah mâliyyah. This research uses a normative juridical approach. The sources of this study are primary and secondary sources. This research is descriptive and classified as qualitative research. The results showed that the implementation of the sharia of the previous people in the field of mu’âmalah mâliyyah was the Ju’âlah contract, the Ijârah contract, the Dhamân Mâ Tafsadahu al-Dawwâb al-Mursalah, the kafâlah bi al-wajh (bi al-nafs) contract and the qismah muhaya’ah   contract. Syarat-syariat umat terdahulu atau disebut dengan syar’u man qablanâ merupakan salah satu dalil hukum dalam Islam yang menjadi perdebatan para ulama terkait dengan keabsahannya. Oleh karena itu, perlu dialkukan penelitian terkait mengenai konsep mengenai syar’u man qablanâ dan implementasinya dalam bidang mu’âmalah mâliyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber penelitian ini adalah sumber primer dan sekunder. Penelitian ini bersifat deskriptif dan tergolong penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa impelementasi syariat umat terdahulu dalam bidang mu’âmalah mâliyyah adalah akad Ju’âlah,akad Ijârah, Dhamân Mâ Tafsadahu al-Dawwâb al-Mursalah, akad kafâlah bi al-wajh (bi al-nafs) dan akad qismah muhaya’ah 
PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE: SUATU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Elisa Siti Widyastuti; Tiya Rissa Kamila; Panji Adam Agus Saputra
Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2022): Milkiyah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, August 2022
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/milkiyah.v1i2.208

Abstract

A trade activity through internet media is called electronic commerce (e-commerce).  Consumers who transact through the internet tend to cause losses caused by business actors.  The e-commerce transaction process starts from promotional and marketing issues to selling, payment and contract making issues.  The purpose of this study is to examine the law of protection for consumers in e-commerce transactions according to the Islamic view. The research method used in this study is a qualitative method with the data collection technique used is a literature study, namely a literature study with data sources from several book references and internet media related to the specific problems of this study. The results of this study show that business transactions through e-commerce are a new alternative in doing business in today's era.  The transaction process through e-commerce according to Islam is declared valid if aspects of consumer protection can be guaranteed and proven in accordance with the rules that have been determined by the syara' and as long as they are not prohibited by sharia or contrary to the postulates. REFERENCES Abdullah, J. (2015). Analisis Asas Konsesualisme Di Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Iqtishaida, 281-304. Azizah. (2019). LEGALITAS TANDA TANGAN ELEKTRONIK PEJABAT DALAM RANGKA MENDUKUNG E-GOVERNMENT. Retrieved from Mahkamah Agung Republik Indonesia: https://www.mahkamahagung.go.id/id/artikel/3737/legalitas-tanda-tangan-elektronik-pejabat-dalam-rangka-mendukung-e-government Azwar, T. P. (2014). MENGENAL PERJANJIAN DAN KONTRAK. Retrieved from Agam: https://www.agamkab.go.id/Agamkab/detailkarya/533/mengenal-perjanjian-dan-kontrak.html Chintya, A. (2020). Keabsahan Pembuktian Elektronik dalam Persidangan Perdata di Pengadilan Agama. Retrieved from https://pa-kotabumi.go.id/hubungi-kami/artikel-makalah/1037-keabsahan-pembuktian-elektronik-dalam-persidangan-perdata-di-pengadilan-agama.html Kastanoli. (2022). Surat An Nisa Ayat 59: Latin, Arti, Makna tentang Perintah Taat kepada Allah dan Ulil Amri. Retrieved from iNews: https://www.inews.id/lifestyle/muslim/surat-an-nisa-ayat-59-latin-arti-makna Online, T. H. (2022). Asas Perlindungan Konsumen dan Tujuan Perlindungannya. Retrieved from Hukum Online.Com : https://www.hukumonline.com/berita/a/asas-perlindungan-konsumen-dan-tujuannya-lt623bc8fd4931f Pratama, B. (2017). MENGENAL KONTRAK ELEKTRONIK, CLICK-WRAP AGREEMENT DAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK. Retrieved from Bussiner University Bussiner Law: https://business-law.binus.ac.id/2017/03/31/mengenal-kontrak-elektronik-click-wrap-agreement-dan-tanda-tangan-elektronik/ R, F. A. (2022). Pengertian Khiyar, Etika Transaksi Jual Beli yang Diatur dalam Islam. Retrieved from Parenting Islam1: https://www.orami.co.id/magazine/khiyar RI, D. (2012). UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Retrieved from Referensi HAM : https://referensi.elsam.or.id/2015/02/uu-nomor-11-tahun-2008-tentang-informasi-dan-transaksi-elektronik/ Rie. (2014). E-Commerce. Retrieved from Bppitk: https://bpptik.kominfo.go.id/2014/12/19/645/e-commerce/ Tunardy, W. T. (2012). Jenis-Jenis Perjanjian. Retrieved from Jurnal Hukum: https://www.jurnalhukum.com/jenis-jenis-perjanjian/ Umum, P. (2020). Mengenal Maqashid Syariah, Pengertian dan Bentuk-Bentuknya. Retrieved from Ponpes Al-Hasanah Bengkulu: https://ponpes.alhasanah.sch.id/pengetahuan/mengenal-maqashid-syariah-pengertian-dan-bentuk-bentuknya/  
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Praktik Jual Beli Foto di Area Pintu Masuk Kebun Binatang Kota Bandung Najmi Nurfauzi Ihsani; Panji Adam Agus Putra; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5212

Abstract

Abstract. The principles of Islamic business ethics emphasize the moral aspect or ethical values (ethics) that must be carried out by humans in carrying out economic activities or muamalah transactions. This is done to avoid losses experienced by one of the parties in the transaction as happened in the practice of buying and selling photos of tourists at the entrance area of the Bandung City Zoo, because the shooting activity was carried out without any request of the tourists themselves. Based on these problems, the purpose of the research is to analyze the practice of buying and selling photos between photographers and tourists in the Bandung City Zoo area and to find out an overview of the principles of Islamic business ethics towards buying and selling photos and photographer services in the Bandung City Zoo tourist area. The research method used is qualitative with an empirical juridical approach.This type a research uses field data, uses primary data sources in the form of interviews and secondary in the form of literature both in the form of books and journals with the data analysis technique used is descriptive analysis in the form descriptions of the practice of buying and selling photos in the Bandung City Zoo area in terms of Ethical Principles Islamic business. The results showed that the practice of buying and selling photos between photographers and tourists in the Bandung City Zoo area contained elements of coercion on the part of photographers to tourists, and the practice of buying and selling photos in the Bandung City Zoo Tourism Area was not in accordance with ethical values. Islamic business, especially from the aspect of the principle of Antaradhin. Abstrak. Prinsip-prinsip etika bisnis Islam menekankan kepada aspek moral atau nilai-nilai etiks (etika) yang harus dijalankan oleh manusia dalam melakukan aktivitas ekonomi atau transaksi muamalah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang dialami oleh salah satu pihak dalam bertransaksi seperti yang terjadi pada praktik jual beli foto wistawan di Kebun Binatang Kota Bandung, karena kegiatan pemotretan tersebut dilakukan tanpa adanya permintaan dari para wisatawan itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui praktik jual beli foto antara pihak fotografer dengan para wisatawan di area Kebun Binatang Kota Bandung dan untuk mengetahui tinjauan prinsip-prinsip etika bisnis Islam terhadap jual beli foto di area wisata Kebun Binatang Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Jenis penelitian menggunakan data lapangan, dengan menggunakan sumber data primer berupa wawancara dan sekunder berupa literatur baik dalam bentuk buku dan jurnal dengan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis berupa uraian praktik jual beli foto di area Kebun Binatang Kota Bandung ditinjau dari Prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik jual beli foto antara pihak fotografer dengan para wisatawan di area Kebun Binatang Kota Bandung mengandung unsur pemaksaan dari pihak fotografer kepada para wisatawan, dan praktik jual beli foto di Area Wisata Kebun Binatang Kota Bandung ini belum sesuai dengan Prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam terutama dari aspek prinsip antaradhin.
Analisis Fikih Muamalah dan Asas Pacta Sunt Servenda terhadap Praktik Jasa Penitipan Mobil Rifqi Permana; Panji Adam Agus Putra; Yandi Maryandi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5302

Abstract

Abstract. The Gumarang Padepokan Panglipur car storage service has several terms and agreements before leaving the car at this place. This study aims to, firstly find out the practice of car care services, secondly analyze the of fiqh mumamalat and the principle of pacta sunt servanda towards the practice of car care services at Gumarang Padepokan Panglipur Bandung City. The research method used in this research is qualitative with an empirical juridical approach, as for the type of data This research is field research with data sources taken from the field in the form of interviews and other written sources related to the discussion. Data collection techniques are observation, interviews, documentation and literature study. The results of the study show that the first practice of car care services in Gumarang Padepokan Panglipur, Bandung City, the contract used is an ijarah contract, but there are several terms and agreements, secondly, based on the analysis of fiqh mumamalat and the pacta sunt servanda principle that the ijarah contract in this matter is valid and the contract ends when Kang Sugeng decides to stop leaving his car, but the manager commits a default because he has violated the pacta sunt servanda principle by not fulfilling the agreed agreement. Abstrak. Jasa Penitipan mobil Gumarang Padepokan Panglipur memiliki beberaapa syarat dan perjanjian sebelum menitipkan mobil di tempat ini. Penelitian ini bertujuan untuk, pertama mengetahui praktik jasa penitipan mobil, kedua menganalisis fikih mumamalah dan asas pacta sunt servanda terhadap praktik jasa penitipan mobil di Gumarang Padepokan Panglipur Kota Bandung.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, adapun jenis data penelitian ini field research dengan sumber data yang diambil dari lapangan berupa wawancara dan sumber tertulis lain yang berkaitan dengan pembahasan. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan pertama praktik jasa penitipan mobil di Gumarang Padepokan Panglipur Kota Bandung akad yang digunakan adalah akad ijarah, namun ada beberapa syarat dan perjanjian, kedua berdasarkan analisis fikih mumamalah dan asas pacta sunt servanda bahwa akad ijarah dalam masalah ini adalah sah dan berakhir akad tersebut ketika Kang Sugeng memutuskan unutk berhenti menitipkan mobilnya, tetapi pihak pengelola melakukan wanprestasi karena telah melanggar asas pacta sunt servanda dengan tidak memenuhi perjanjian yang sudah disepakati.
Analisis Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Syariah Unisba terhadap Penggunaan Shopeepaylater ditinjau dari Etika Konsumsi dalam Islam Firda Nurfadilah; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5337

Abstract

Abstract. Consumptively or israf is opposite from consumption ethics in Islam. There are two factors in this research, called external factors and internal factors. External factors have an indicator that is social media, lifestyle, and social demand. Internal factor have an indicator that is allowance, financial literacy, and religiosity. The purpose of this research is first, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards external factors in the use of shopeepaylater. Second, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards internal factors in the use of shopeepaylater. Third, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Faculty of Sharia students towards the use of shopeepaylater in terms of consumption ethics in Islam. Using descriptive quantitative method of analysis with multiple linear regression analysis techniques. The data collected technique was use google form of a questionnaire. The results showed that external factors and internal factors had a moderate effect on the use of shopee paylater, it was known that the R Square value of 0.485 indicated that the proportion of the influence of external factor variables (X1) and internal factors (X2) on the use of shopee paylater (Y) was 48.5% and the remaining 51.5% is influenced by other variables not examined in this study.There are two indicators of external factors that are contrary to consumption ethics in Islam, namely lifestyle and social demands which are contradictory with the prohibition of tabdzir on the Qur'an and the principle of simplicity. Abstrak. Perilaku konsumtif atau israf bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam. Ada dua faktor pada penelitian ini, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal memiliki indikator media sosial, gaya hidup, dan tuntutan sosial. Sedangkan, faktor internal memiliki indikator uang saku, literasi keuangan, dan religiusitas. Tujuan penelitian ini adalah pertama, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap faktor eksternal pada penggunaan shopeepaylater. Kedua, menganlisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 pada penggunaan shopeepaylater. Ketiga, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap penggunaan shopeepaylater ditinjau dari etika konsumsi dalam Islam. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif analisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal dan faktor internal berpengaruh secara moderat terhadap penggunaan shopeepaylater, diketahui bahwa Nilai R Square sebesar 0,485 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel faktor eksternal (X1) dan faktor internal (X2) terhadap penggunaan shopeepaylater (Y) sebesar 48,5% dan sisanya sebesar 51,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ada dua indikator faktor eksternal yang bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam yaitu gaya hidup dan tuntutan sosial yang mana itu bertentangan dengan larangan tabdzir pada Al-Qur’an dan prinsip kesederhanaan. Indikator media sosial tidak bertentangan, dan semua indikator faktor internal tidak bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam.
Co-Authors Aditya Nugraha Ahmad Faisal Akbar Aliya Putri Fitria Nuryanti Alma Hanifa Candra Yulia Amrulla Hayatudin Amrullah Hayatudin Anshori, Arif Rijal Aprillia Ratih Pawestri Samapta Asyila Putri Wibowo Atmima Tabi’inattien Al-ahya Cecep Kusmana Dani Durahman Dayu Mirwan Dede Rifaldy Ambar Dhanisa Leryan Diajeng Ayunda Candra Kirana Diana Wiyanti Dina Rahmania Dzulhijjah, Liza Elisa Siti Widyastuti Fadhilah, Salma Nurul Faisal Musyaffa Fattah, Athiyatul Fauzia Rizqika Subrata Fawzi, Ramdan Firda Meilani Wijayanti Firda Nurfadilah Geugeut Kinasih Wahyuni Haliya Azka Imadi Heru Pratikno Hery Widijanto Imam Mugi Indra Wijaya Intan Nur Apriliani Intan Nurapriliani Intan Nurrachmi Intan Rahmawati Iwan Permana Jajang Saepul Hamzah Khoerunnisa Amalia Kurniawan, Cecep Soleh Liza Dzulhijjah M Faiz Mufidi M Zidan Al Insyani Maman Surahman Maman Surahman Marjan Laraswati Maulida, Ira Siti Rohmah Melawati Miftah Farid Aziez Mohamad Dandi Maulana Muhamad Naufal Al Dzikri Muhamad Rafi Maududi Islam Muhammad Alfin Zayynur Rofiq Muhammad Farhan Bagja Naufal Muhammad Hatta Muhammad Noval Muhammad Risandi Lampah Nadiya Ratna Pura Nadya Salsabila Najmi Nurfauzi Ihsani Nanik Eprianti Neng Dewi Himayasari Neni Sri Imaniyati Noviyanti Ramdhani Nugraha, Ivan Nur Arifah, Siti Asiyah Nurbani Syifa Nurjanah Permana, Iwan Popon Srisusilawati Puteri Asyifa Octavia Apandy Putri Diah Ayu Lestari Ratna Januarita Redi Hadiyanto Redi Hadiyanto Reni Trimelawati Rifqi Permana Rois, Yovanka Graciela Rosyidah, Fairuz Syifa Salma Nurul Fadhilah Sandi Rizki Febriadi Selly Eriska Shindu Irwansyah Siregar, Ariani Siti Karomah Nuraeni Sri Imaniyari, Neni Sundari, Rini Irianti Syalsya Elsa Fadillah Syifa Dewi Fajriyani Tahany, Tahany Tiya Rissa Kamila Trimelawati, Reni Trisya Aprianti Udin Saripudin Utami, Ayu Tuty Wijayanti, Intan Manggala Wulan Yandi Maryandi Yayat Rahmat Hidayat Yoghi Arief Susanto Yuda Dharma Putra Yusup, Akhmad Zaini Abdul Malik