Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Relationship between Self-Management and Quality of Life in the Elderly with Hypertension in the Working Area of the Limboto Health Center Amelisa Pakaya; Nanang R. Paramata; Andi Mursyidah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10524

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-management and the quality of life of the elderly with hypertension in the working area of the Limboto Health Center. This research is included in quantitative research using a cross-sectional approach. Self-management of elderly people with hypertension in the Limboto Health Center Working Area is in the good category, namely as many as 43 respondents (65.2%), enough as many as 21 respondents (31.8%) and 2 respondents (3.0%) are in the poor category. The quality of life of elderly people with hypertension in the Limboto Health Center Working Area was in the good category as many as 24 respondents (36.4%), while as many as 20 respondents (30.3%), very good as many as 19 respondents (28.8%) and 3 respondents (4.5%) were in the bad category. There is a relationship between self-management and the quality of life of elderly people with hypertension in the Limboto Health Center Working Area. Significance value (p-value) = 0.000 (<0.05) which means that there is a significant relationship between self-management and the quality of life of the elderly with hypertension. The correlation coefficient value of 0.717 indicates the strength of the relationship with the direction of a positive relationship, which means that the increase in the respondents' self-management ability contributes to an improvement in quality of life.
Dampak Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Akses Dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo: The Impact of the National Health Insurance Policy on Access and Quality of Health Services at the Central City Community Health Center in Gorontalo City Siti Fatmawati R. Patamani; Irwan; Andi Mursyidah; Suardi; Ulfa Aulia
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10784

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak kebijakan JKN terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan kunci kepala puskesmas dan operator JKN, Informan biasa 3 orang yaitu kepala tata usaha, perawat dan petugas P-Care, dan informan penunjang 2 orang yaitu pasien JKN PBI dan Non-PBI. Hasil penelitian menunjukkan dampak kebijakan JKN terhadap akses pelayanan kesehatan berdampak positif ditinjau dari aspek keterjangkauan finansial, ketersediaan layanan, aksesibilitas fisik, kemudahan administrasi dan kesesuaian layanan dan dampak kebijakan JKN terhadap kualitas pelayanan kesehatan berdampak positif ditinjau dari aspek struktur, proses, dan outcome. Kebijakan JKN meningkatkan akses pelayanan kesehatan, namun peningkatan kualitas pelayanan belum optimal. Diperlukan penguatan sumber daya dan sistem pelayanan untuk meningkatkan mutu layanan.
Optimalisasi Kebijakan Program Trias UKS Melalui Edukasi P3K dalam Meningkatkan Respon Kegawatdaruratan pada Siswa di MTS Al-Khairat Kota Gorontalo Ayudhita Cahyani Daud; Muthmainnah Muthmainnah; Andi Mursyidah; Mesalina Sukardi Massa
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: June 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v5i1.39926

Abstract

Emergency situations can occur anytime and anywhere, including in school environments. Limited knowledge and skills among students in providing first aid may increase the risk of worsening victims' conditions before professional medical assistance is available. One strategy to improve students' emergency preparedness is through the optimization of the School Health Program (Trias UKS), particularly its health education component. This community service activity aimed to optimize the implementation of the Trias UKS Program through First Aid Education (P3K) to enhance emergency response capabilities among students at MTs Al-Khairaat Gorontalo City. The program employed lectures, discussions, demonstrations, and hands-on simulation practices supported by PowerPoint presentations, educational videos, leaflets, and first aid kits. The activity was conducted on May 13, 2026, involving 25 students as participants. The results showed that students were able to understand the basic concepts of first aid, identify simple emergency conditions, and perform first aid procedures for cases of fainting, wounds and bleeding, nosebleeds, and choking. Furthermore, participants demonstrated improved preparedness and self-confidence in providing initial responses to emergency situations. First aid education proved effective in supporting the optimization of the Trias UKS Program, particularly in the health education component, while also enhancing students’ emergency response capacities within the school setting.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Menjadi Cemilan Sehat Tinggi Serat Sebagai Solusi Zero Waste: Utilizing Banana Peel Waste to Make Healthy High Fiber Snacks as a Zero Waste Solution Tri Septian Maksum; Andi Mursyidah; Fitriani Rahmatismi Blongkod
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5818

Abstract

Limbah kulit pisang sering kali diabaikan atau dibuang dengan cara yang tidak ramah lingkungan. Melalui pendekatan zero waste, kulit pisang dijadikan cemilan sehat dan nikmat (puding dan kerupuk). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada masyarakat tentang pemanfaatan limbah kulit pisang melalui pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi produk cemilan sehat (puding dan kerupuk) tinggi serat sebagai solusi zero waste. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Popodu Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah pendekatan kontekstual dan partisipatif, dengan model penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, pelatihan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan sesuai target yang hendak dicapai. Evaluasi kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa nilai rata-rata saat pre-test adalah 55,75 dan meningkat menjadi 86,50 pada saat post-test. Nilai maksimal yang dihasilkan oleh peserta juga meningkat dari 65 menjadi 100. Sementara itu, pada kegiatan pelatihan, masyarakat sudah mampu dalam membuat/mengolah limbah kulit pisang menjadi cemilan sehat tinggi serat dan bernilai ekonomi tinggi (puding dan kerupuk).
Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Perubahan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di RSUD Toto Kabila: Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Perubahan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di RSUD Toto Kabila Nurul Fitrah Akadji; Nasrun Pakaya; Andi Mursyidah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8281

Abstract

Stroke merupkan penyebab utama kecacatan yang berdampak pada kelemahan otot dan gangguan mobilitas. Data menunjukkan prevalensi stroke terus meningkat di Indonesia, sehingga diperlukan rehabilitasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu interfensi non-farmakologis adalah Bridging exercise, yaitu latihan sederhana yang bertujuan untuk mempekuat otot sekitar panggul dan tulang belakang serta meningkatkan stabilitas tubuh pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-experimental dengan rancangan Two-group pre-test post-test control group design. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen Bridging Exercise dan variabel dependen perubahan kekuatan otot. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden (15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot adalah Manual Muscle Test (MMT) dan uji Wilcoxon untuk analisa data dengan hasil nilai p-value <0,05 yang artinya ada pengaruh antara Bridging exercise terhadap perubahan kekuatan otot pada pasien stroke di RSUD Toto Kabila. Kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan antara Bridging exercise terhadap perubahan kekuatan otot pada pasien stroke di RSUD Toto Kabila. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Instansi RSUD Toto Kabila dalam menerapkan intervensi ini sebagai bagian dari program rehabilitsi untuk mempercepat pemulihan fungsi motorik pasien stroke.