Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Penyajian Lauk Hewani dan Nabati di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Mardiana, Mardiana; Telisa, Imelda; Ramadanti, Aisyah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i2.2260

Abstract

Latar Belakang : Salah satu pelayanan gizi yang diberikan di lingkungan rumah sakit dikenal dengan pelayanan gizi rawat inap. Bentuk utama dari pelayanan gizi rawat inap melibatkan pemberian makan kepada pasien yang menjalani perawatan medis. Tingkat kepuasan pasien terhadap aspek visual khususnya penyajian makanan, secara signifikan berhubungan dengan jumlah sisa makanan yang tidak dimakan oleh pasien. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap penyajian lauk hewani dan nabati di ruang rawat inap kelas III RSUD Palembang BARI. Metode : Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain cross-sectional, terdiri dari 35 sampel yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data yang dilakukan meliputi pemanfaatan data sisa makanan dan pemberian kuesioner untuk mendapatkan informasi mengenai rasa, tampilan, ketepatan waktu, dan variasi menu di RS BARI Palembang. Metodologi yang digunakan untuk analisis data melibatkan teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menemukan bahwa banyak pasien yang menyatakan puas terhadap pelayanan makanan sebanyak 85,7%. Selain itu, 77,1% responden menyukai lauk hewani dan 85,7% menyukai lauk nabati. 80% peserta menganggap lauk hewani beraroma, sedangkan 88,6% menyatakan lauk nabati beraroma. Lauk hewani dinikmati sebesar 77,1% dan lauk nabati sebesar 82,9%. 74,3% pasien menyukai warna lauk hewani, sedangkan 77,1% menyukai warna lauk nabati. Terakhir, 94,3% peserta menganggap lauk hewani dan nabati empuk. Besar porsi lauk hewani100% sesuai, sedangkan lauk nabati 85,7%. Ketepatan waktu penyajian 100% tepat, Menu bervariasi 100%. 25,7% lauk hewani dan 20% lauk nabati tersisa, Hasil uji statistic antara cita rasa dengan kepuasan pasien dengan uji Chi-Square didapatkan nilai p <0,05 atau (0,001), penampilan dengan kepuasan didapatkan nilai p <0,05 atau (0,006), sisa lauk hewani dengan kepuasan didapatkan nilai p <0,05 atau (0,000), sisa lauk nabati dengan kepuasan didapatkan nilai p <0,05 atau (0,003). Kesimpulan: Indikator cita rasa, penampilan makanan, ketepatan waktu penyajian, variasi menu sangat berhubungan terhadap kepuasan pasien dan kepuasan pasien terhadap penyajian makanan akan berpengaruh terhadap sisa makanan pasien.
Daya Terima Nugget Tempe, Ikan dan Havermout (Temfishmout) sebagai Snack Rendah Kolesterol Nazarena, Yunita -; Terati, Terati; Eliza, Eliza; Telisa, Imelda; Sriwiyanti, Sriwiyanti
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.1296

Abstract

Tempefishmout nuggets are nuggets made from tempeh, patin fish and oatmeal. The composition of the three main ingredients is rich in nutrients, high in fiber and low in cholesterol. Fish and tempeh are local foods that are easy to obtain and affordable. The purpose of this study was to determine the acceptability of tempefishmout nuggets. The type of research used was experimental research with a completely randomized non-factorial design. This research was conducted from April to November 2022 at the Food Technology Lab of Poltekkes Palembang. There are 5 Formulas used in this study, namely: F1 (80% tempeh: 15% catfish: 5% oatmeal flour), F2 (60% tempeh: 30% catfish: 10% oatmeal flour), F3 (50% tempeh: 35% catfish: 15% oatmeal flour), F4 (40% tempeh: 40% catfish: 20% oatmeal flour), F5 (20% tempeh: 60% catfish: 20% oatmeal flour) with three repetitions and using the deep frying method. The equipment used is a fryer, food scales, stoves and thermometers. The acceptance test was carried out by 30 semi-trained panelists. The results of the study showed that Formula F5, which was most preferred by panelists, had the highest scores for color (4.80 ± 0.03 b), aroma (4.60 ± 0.03 b), taste (4.52 ± 0.11c), and texture (4.32 ± 0.17 b).
Daya Terima Bakpia dengan Penambahan Tepung Pati Ganyong dan Tepung Ikan Lele Sebagai Snack Tinggi Energi Tinggi Protein untuk Remaja: Acceptability of Bakpia with the Addition of Ganyong Starch Flour and Catfish Flour as a High Energy High Protein Snack for Adolescent Nurhafifa, Gusti Madya; Telisa, Imelda; Muzakar, Muzakar
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.592

Abstract

Chronic Energy Deficiency is a condition of nutritional problems that occurs due to an imbalance in energy and protein intake over a long period of time. Teenagers need good nutritional intake to meet their needs. Unfulfilled nutritional intake will cause nutritional problems. Efforts to provide adolescents with nutritious food can be done by providing distractions that are high in energy and high in protein. To find out the formulation, acceptability and analysis of macro nutrients (carbohydrates and protein). This research method is an experiment with a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with organoleptic tests on 30 untrained panelists. Furthermore, a nutritional content test was carried out using proximate analysis. The energy content of bakpia canna starch flour and catfish flour per is 391.06 Kcal, protein 9.21%, fat 17.02%, carbohydrates 50.26% in 100 g bakpia. Based on the Kruskal wallis test, there was a significant influence between the acceptability of bakpia with canna starch flour and catfish flour on taste and aftertaste. The results of the research show that bakpia canna starch flour and catfish flour can be used as an alternative high-energy, high-protein snack.   ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis merupakan suatu kondisi masalah gizi yang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan asupan energi dan protein dalam jangka waktu yang lama. Remaja membutuhkan asupan gizi yang baik untuk memenuhi kebutuhannya. Asupan gizi yang tidak terpenuhi akan menyebabkan masalah gizi Upaya pemenuhan makanan bergizi pada remaja dapat dilakukan dengan pemberian selingan yang tinggi energi dan tinggi protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi bakpia, daya terima serta analisis zat gizi makro (Karbohidrat dan protein). Metode penelitian ini adalah eskperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan uji organoleptik pada panelis tidak terlatih sebanyak 30 orang. Penentuan nilai gizi menggunakan analisis proksimat. Formula bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele yang terpilih adalah F1 (70:30). Kandungan energi bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele per 100 gram yaitu 391,06 Kkal, protein 9,21 %, lemak 17,02 %, karbohidrat 50,26 %.. Berdasarkan uji Kruskal wallis terdapat pengaruh yang signifikan antara daya terima bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele dengan Rasa dan Aftertaste. Hasil penelitian menunjukkan bakpia tepung pati ganyong dan tepung ikan lele ini bisa digunakan sebagai alternatif selingan tinggi energi tinggi protein.  
Perbedaan Perubahan Berat Badan Anak Gizi Kurang pada Siswa Sekolah Dasar yang Mendapatkan Clarhiz Cookies dengan Original Cookies Juliantri, Marcella; Siregar, Afriyana; Sartono, Sartono; Telisa, Imelda; Hartati, Yuli
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9003

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang merupakan salah satu penyakit tidak menular. Keadaan gizi kurang pada anak dapat dilihat jika nilai z-score yang diperoleh adalah -3 s/d -2 SD. Keadaan gizi kurang pada anak-anak akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab itu, anak gizi kurang memiliki keterbatasan untuk belajar dan bekerja serta bersikap dibanding dengan anak normal. Prevalensi wasting pada anak usia 5-12 tahun berdasarkan Indeks IMT/U di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 10,8 % terdiri dari 4,4 % sangat kurus dan 6,4 % kurus.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan berat badan anak gizi kurang pada siswa sekolah dasar yang mendapatkan clarhiz cookies dengan original cookies.Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan desain penelitian pretest posttest with two group. Sampel berjumah 60 anak gizi kurang yang dibagi dua kelompok yaitu perlakuan yang mendapatkan clarhiz cookies dan kelompok pembanding yang mendapatkan original cookies dengan menggunakan metode proporsional strarified quota sampling.Hasil : Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok perlakuan 0,62 kg (p-value =0,000) dan kelompok pembanding 0,18 kg (p-value =0,000). Sedangkan hasil independent sample t-test adalah p-value =0,000.Kesimpulan : ada perbedaan pemberian clarhiz cookies dengan original cookies terhadap perubahan berat badan anak gizi kurang pada siswa sekolah dasar.
Kader AntiAnemia (Kaderanemia) Solusi Mencegah Anemia pada Remaja Putri Putus Sekolah Hartati, Yuli; Siregar, Afriyana; Friantini, Tri; Podojoyo, Podojoyo; Salasa Nilawati, Nurul; Telisa, Imelda
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i2.813

Abstract

Remaja putri rentan terhadap terjadinya anemia. Anemia pada remaja putri akan memberikan dampak pada generasi berikutnya, seperti pendarahan saat kehamilan dan kemungkinan melahirkan anak dengan risiko stunting lebih besar dibandingan dengan yang tidak anemia. Selama ini pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan di sekolah-sekolah dengan pemberian tablet tambah darah. Bagi remaja putri putus sekolah hal ini tidak bisa dilakukan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk kader antianemia yang berasal dari remaja putri putus sekolah. Metoda yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan. Remaja putri putus sekolah ini telah dilatih selama 2 hari tetang anemia, penyebab, dampak dan cara mencegah anemia. Kader yang dilatih sebanyak 10 orang dan setelah pelatihan ada peningkatan pengetahuan remaja putri putus sekolah.
Penentuan Umur Simpan Produk Flakes Tilor ( Tepung Hati Ayam dan Tepung Daun Kelor) Widasari, Dyah Esti; Hartati, Yuli; Nazarena, Yunita; Telisa, Imelda; Sihite, Nathasa Weisdania
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i2.609

Abstract

Salah satu hal yang penting untuk menjadi petunjuk apakah suatu produk masih aman dikonsumsi adalah umur simpan. Penentuan umur simpan dilakukan agar konsumen mendapatkan produk pangan yang memiliki mutu terbaik. Penentuan umur simpan dapat dilakukan dengan metode Extended Storage Studies. Tujuan dilakukannya penelitian pendugaan umur simpan dengan menggunakan metode ESS adalah untuk menentukan umur simpan produk dengan cara melakukan pengamatan ulang untuk memperoleh umur simpan yang lebih akurat. Penelitian ini dilakukan bulan Februari-April 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat eksperimen atau percobaan (experiment research). Dalam penelitian ini perlakuan yang diberikan adalah penentuan umur simpan selama 3 bulan yang diletakkan di suhu ruang 30oc dalam keadaan tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flakes terpilih yaitu flakes FIII (50 gram tepung hati ayam dan 5 gram tepung daun kelor). Hasil uji kadar air menyatakan bahwa uji kadar air flakes tilor melebihi batas maksimum yang dianjurkan sesuai dengan SNI-01-4270-1996. Hasil uji angka lempeng total (ALT) menunjukkan bahwa flakes tilor yang diuji masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh SNI 2009. Hasil uji bilangan peroksida pada flakes tilor menunjukkan hasil bahwa flakes tilor dengan formula III yang diuji masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh SNI 2015. Penentuan umur simpan flakes tilor yang telah dilakukan penyimpanan selama 3 bulan dan belum melebihi batas syarat yang telah ditentukan oleh SNI 2009 dan SNI 2015, sehingga flakes tilor ini masih layak dan bisa dikonsumsi sampai jangka waktu 3 bulan.
Formulasi Minuman Serbuk Tinggi Energi, Tinggi Protein Berbahan Dasar Tepung Ikan Lele Hartati, Yuli; Telisa, Imelda; Eka Purnamasari, Sintya; Salasa Nilawati, Nurul
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i2.632

Abstract

Latar Belakang : Kurang energi kronis adalah suatu kondisi keadaan dimana remaja putri mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama atau menahun. Pemberian makanan tambahan penting diberikan dengan tujuan memulihkan keadaan gizi dan kesehatan. Produk pangan instan yang mudah untuk disajikan atau dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat salah satunya seperti minuman serbuk instan. Tujuan : Diketahui daya terima, kandungan gizi makro formula minuman serbuk instan berbahan tepung labu kuning, tepung ikan lele dan tepung kacang merah. Metode : Metode eksperimen murni dengan percobaan pengolahan makanan formula minuman serbuk, dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang diujikan kepada 50 panelis untuk uji organoleptic. Didapatkan formula terpilih yang kemudian dianalisis kandungan zat gizinya dengan Uji Proksimat. Hasil : Hasil uji daya terima minuman serbuk didapatkan bahwa produk F2 memiliki nilai terbaik dengan nilai pada masing-masing indikator sebagai berikut kategori warna =3,96, aroma =3,78, tekstur =3,76, aftertaste =3,66, dan keseluruhan formula =3,76. Kandungan gizi berdasarkan hasil analisis proksimat pada F2 per 100 g sampel yaitu energi 389,13 kkal, protein 22 %, lemak 7.85%, dan karbohidrat 57.62% Kesimpulan : Formula minuman serbuk instan menjadi alternatif makanan tambahan untuk remaja putri yang menderita kurang energi kronis.
PENGARUH PEMBERIAN COOKIES MOLEBA (TEPUNG MOCAF, TEPUNG IKAN LELE, DAN BAYAM MERAH ) UNTUK MENINGKATKAN KADAR HAEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI SMK UTAMA BAKTI PALEMBANG Yudanti, Kartika; Telisa, Imelda; Terati, Terati
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 1 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.1.12684

Abstract

Adolescent anemia is a nutritional problem caused by iron deficiency in the blood, especially in adolescent girls. Moleba Cookies (mocaf flour, catfish, and spinach) are one of alternative snack for anemia sufferers. In 100 gr of Moleba Cookies contains 12.6% protein and 4.36 mg of iron which can meet the iron requirement of 29% per day. The purpose of this study was to determine whether Moleba cookies increase hemoglobin levels in adolescent girls suffering from anemia at SMK Utama Bakti Palembang. The research design used was a quasi-experiment, with a pre-test and post-test design with one group, and the research time was 7 days, with the provision of 100 gr of cookies for 2 snacks a day. The research sample consisted of 33 adolescent girls suffering from anemia at SMK Utama Bakti Palembang. The sample was selected using accidental sampling. Initial and final Hb level examinations were carried out by laboratory health workers using the Easy Touch GCHB tool. The results of data analysis using independent t-test showed an average difference in the increase in Hemoglobin levels before and after the intervention of 1.31 g/dL. The average Hemoglobin level before the intervention was 10.91 g/dL with a p-value <0.05 (0.000), the average Hemoglobin level after the intervention was 12.22 g/dL with a p-value <0.05 (0.000). The results of the statistical test (independent t-test) showed that there was an effect of giving Moleba cookies to increase Hemoglobin levels in female adolescents with Anemia at SMK Utama Bakti Palembang (p-value = 0.000).
Daya Terima Organoleptik dan Analisis Proksimat Smoothies “Banami” Berbasis Pisang Ambon dan Biji Rami Meivi Putri, Adinda; Hartati, Yuli; Siregar, Afriyana; Telisa, Imelda
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh pancreas tidak cukup menghasilkan insulin atau hormon yang mengatur gula darah atau glukosa. Salah satu jenis bahan makanan yang baik dikonsumsi penderita DM adalah yang mengandung tinggi serat, salah satunya adalah pisang ambon dan bji rami (flaxseed) yang dapat dijadikan sebagai selingan dan diolah menjadi minuman smoothies. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya terima dan analisis proksimat pada formula terpilih smotthies berbahan pisang ambon dan biji rami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil uji daya terima organoleptik pada formula terbaik adalah F2. Dengan analisis kandungan zat gizi smoothies terpilih menurut hasil analisis proksimat dan serat (dalam 100 gr) adalah energi 95,32 kkal, kadar protein 2,28 g, lemak 3,58 g, karbohidrat 13,48 g, dan serat pangan 5,15 g. Smoothies mengandung cukup serat sehingga dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan serat harian sebagai selingan.
Daya Terima dan Analisis Proksimat Mie Berbasis Ikan Salem, Tepung Tapioka, Tepung Wortel dan Daun Kelor Fadilah Syifa, Msy; Hartati, Yuli; Telisa, Imelda; Weisdania Sihite, Nathasa; Salasa Nilawati, Nurul
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie merupakan produk pangan yang dihasilkan dari bahan dasar tepung gandum atau terigu, dengan atau tanpa campuran bahan pangan lain serta zat aditif makanan, kemudian diproses menjadi adonan memanjang, diiris tipis, dan dapat dikonsumsi dalam keadaan basah maupun kering. Dalam upaya meningkatkan nilai gizi mie, diperlukan bahan alternatif dalam pembuatannya, seperti ikan salem, tepung wortel, serta daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan serta komposisi zat gizi pada formulasi terbaik mie yang berbahan dasar ikan salem, tepung tapioka, tepung wortel, dan daun kelor. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap nonfaktorial, di mana percobaan dilakukan pada kondisi homogen tanpa adanya faktor eksternal yang memengaruhi respons selain variabel yang diteliti. Berdasarkan uji daya terima, formulasi terbaik diperoleh pada formula 3 (120 gram ikan salem dan 100 gram tepung tapioka). Analisis proksimat terhadap formulasi mie terbaik menunjukkan komposisi gizi sebagai berikut: kadar abu 3,09%, kadar air 4,91%, energi 405,4 kkal, protein 22,3 gram, lemak 7,49 gram, dan karbohidrat 62,1 gram. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa mie berbahan ikan salem, tepung wortel, dan daun kelor berpotensi sebagai makanan selingan yang bergizi.