Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Edukasi & Inovasi Cookies dari Bahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata) dan Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) guna Menurunkan Angka Stunting pada Balita Shofiyani, Rizka; Maghfirah, Aisyah Putti; Aningsih, Annisa Kusdi; Novianti, Adinda Putri; Puspitaningsih, Devi Ayu; Fitrianingsih, Sri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i3.443

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan yang disebabkan ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama dimulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Stunting juga dikaitkan dengan masalah kurang gizi yang disebabkan ketidaksesuaian pemberian makanan untuk kebutuhan gizi dan kurangnya asupan gizi yang terjadi sejak lama. Pengukuran stunting dapat diperhatikan melalui tinggi atau panjang badan, umur, dan asupan makanan. Oleh karena itu, kurang gizi dan stunting dikatakan dua masalah yang saling berhubungan dimana keduanya dapat menimbulkan gangguan terhadap perkembangan fisik anak secara irreversible. Metode yang kami lakukan antara lain: yang pertama melakukan penentuan lokasi kegiatan, kedua melakukan survei lokasi kegiatan, ketiga melakukan perizinan kepada pihak yang berwenang, keempat melakukan koordinasi kepada bidan dan kader posyandu, kelima pelaksanaan kegiatan. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan dengan metode ceramah, pemberian leaflet dan pembagian produk Cookies sehat. Ceramah dan pembagian leaflet ini berisikan tentang penjelasan definisi stunting, faktor penyebab stunting, dampak dari stunting, dan cara pencegahan stunting. Sasaran dari kegiatan ini ditujukan kepada ibu hamil dan balita dengan jumlah responden kurang kebih sebanyak 30 orang. Pemberian informasi ini mengenai kebutuhan zat gizi yang harus terpenuhi untuk ibu hamil dan juga balita dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak tidak mengalami stunting sejak dini. Kesimpulan: Untuk mengatasi masalah stunting, diusulkan inovasi cookies yang menggunakan bahan pangan lokal berupa labu kuning dan rumput laut. Labu kuning kaya akan beta karoten, vitamin B1, B2, kalsium, fosfor, besi, kalium, dan natrium, sementara rumput laut mengandung nutrisi lengkap dan asam lemak tak jenuh ganda. Cookies ini diharapkan dapat menjadi alternatif camilan yang disukai oleh masyarakat, terutama pada ibu hamil dan balita.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 3 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.325

Abstract

Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 3 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.326

Abstract

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 1 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.281

Abstract

Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 1 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.282

Abstract

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.299

Abstract

VARIASI GUAR GUM DAN KARBOPOL 940 SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP UJI SIFAT FISIK DAN KIMIA SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% BUAH SALAK (Salacca Zalacca) Sari, Dessy Erliani Mugita; Yudanti, Gendis Purno; Fitrianingsih, Sri; Hidayati, Rakhmi; Zahro, Dewi Fatimatuz
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.268

Abstract

Salak merupakan buah tropis yang kaya akan antioksidan dengan kandungan senyawa kimia meliputi senyawa alkaloid, polifenolat, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, sesquiterpen dan asam askorbat. Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam buah salak termasuk dalam aktivitas fotoprotektif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai zat tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang mengakibatkan kerusakan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan variasi gelling agent guar gum dan karbopol 940 terhadap sifat fisik dan kimia sediaan gel ekstrak etanol 96% buah salak Pondoh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksprerimental dengan membuat sediaan gel ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dan melakukan uji sifat fisik dan kimia meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, cycling test dan SPF. Penambahan ekstrak etanol buah salak dapat mempengaruhi sifat fisik yaitu menurunkan organoleptis, pH, meningkatkan daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Parameter sifat fisik variasi gelling agent formulasi gel ekstrak etanol buah salak semua memenuhi syarat sediaan gel yang baik kecuali pada uji daya sebar formulasi basis gel F2 dan F3 serta uji pH formulasi basis gel F1. Pada perbedaan sifat kimia yang memiliki aktivitas tabir surya hanya formulasi gel F5 karena mengandung ekstrak buah salak dan karbopol 940 yang mampu melindungi zat aktif lebih baik, sedangkan nilai SPF pada guar gum bukan aktivitas tabir surya melainkan senyawa auksokrom yang memiliki serapan pada spektrofotometer. Penyimpanan sediaan gel terhadap suhu yang berbeda ternyata mempengaruhi hasil yang diperoleh pada sifat fisik dan kimia. Ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dan terdapat perbedaan sifat fisik gel pada uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, sedangkan pada uji homogenitas dan daya lekat tidak terdapat perbedaan. Terdapat perbedaan sifat kimia pada sediaan gel ekstrak etanol buah salak yang mengandung variasi gelling agent.
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.300

Abstract

FORMULASI DAN OPTIMASI HPMC GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (Medinilla Speciosa Blume) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sari, Dessy Erliani Mugita; Fitrianingsih, Sri; Hidayati, Rakhmi; Zulkarya, Luvita Gabriel; Sukarno, Sukarno
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.292

Abstract

Tangan merupakan media penularan berbagai penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur ketika melakukan aktivitas. Bakteri yang sering terdapat pada tangan diantaranya adalah Staphylococcus aureus, oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terhadap bakteri patogen dengan memanfaatkan tumbuhan yang terdapat senyawa aktif sebagai antibakteri. Daun parijoto merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa-senyawa sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada ekstrak daun parijoto sebagai gel pembersih tangan (hand sanitizer). Ekstrak daun parijoto dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pembuatan gel hand sanitizer ekstrak daun parijoto menggunakan basis gel HPMC. Gel diformulasikan menjadi tiga formulasi, variasi konsentrasi HPMC sebanyak 5%, 7,5% dan 10%. Uji yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat pada media Natrium Agar (NA). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditentukan dengan mengamati zona bening pada sekitar sumuran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada media NA. Kontrol positif basis+etanol dan kontrol negatif larutan DMSO. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS one way Anova dan kolerasi regresi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMC pada sediaan gel maka akan semakin tinggi daya lekat dan akan semakin rendah daya sebar dan aktivitas antibakteri pada masing-masing formula, variasi HPMC tidak berpengaruh pada organoleptis, homogenitas dan pH pada sediaan gel. Hasil uji antibakteri variasi HPMC 5%, 7,5% dan 10% secara berturut-turut sebesar 12,3 mm, 11,3 mm dan 10,1 mm serta kontrol positif sebesar 17 mm. Variasi konsentrasi HPMC mempengaruhi daya lekat, daya sebar dan aktivitas antibakteri akan tetapi tidak mempengaruhi organoleptis, homogenitas dan pH
Variations of Tween Surfactant and Propylene Glycol Cosurfactant in Topical Microemulsion Formulation on The Penetration of Ibuprofen Fitrianingsih, Sri; Widodo, Gunawan Pamudji; Marlina, Dian
FITOFARMAKA: JURNAL ILMIAH FARMASI Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v12i2.5785

Abstract

ABSTRACTIbuprofen is a derivative of propionic acid, a class of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Ibuprofen has side effects on the gastrointestinal tract. So that topical use can be a solution to reduce the side effects of oral use because of the release of topical drugs through the stratum corneum which makes it selective in certain places. The preparation chosen was a topical microemulsion because it is more thermodynamically stable and has no effect on the gastrointestinal tract. This study aims to determine the effect of the ratio of surfactant concentrations of various ratios of tween 20:tween 80 and cosurfactant propylene glycol to the penetration rate of ibuprofen across the membrane and to determine the physical characteristics of topical microemulsions. Selection of tween surfactant and propylene glycol cosurfactant because it has high physical stability. This research is an experimental study, namely by making four formulations with various ratios of surfactant and cosurfactant with a difference of 2.5% in each formulation of topical ibuprofen microemulsion with a concentration of 5% ibuprofen using variations of surfactant tween 20 and tween 80, cosurfactant propylene glycol with black cumin oil phase. Evaluation of the preparation by organoleptic test, pH test of the preparation, examination of the type of emulsion, particle size measurement, microemulsion release test in vitro using the Franz diffusion method. The results show that the concentration ratio of surfactant tween 20:tween 80 and cosurfactant propylene glycol can affect particle size, pH and penetration velocity (flux) in Franz diffusion. The results of the study showed that in F1 using surfactant tween 20:tween 80 with a concentration of 71.6% (6:4) had the smallest particle size of 11.5 nm and the largest flux value was 128.45 g.cm-2.H- 1. In conclusion, variations in surfactant and cosurfactant concentrations can affect the pH of the preparation, particle size, penetration speed (flux). The results obtained that the cumulative percent and penetration speed of all formulas had significant differences (p0.05).