Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 3 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.325

Abstract

Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 3 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.326

Abstract

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 1 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.281

Abstract

Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 1 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.282

Abstract

Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.299

Abstract

VARIASI GUAR GUM DAN KARBOPOL 940 SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP UJI SIFAT FISIK DAN KIMIA SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% BUAH SALAK (Salacca Zalacca) Sari, Dessy Erliani Mugita; Yudanti, Gendis Purno; Fitrianingsih, Sri; Hidayati, Rakhmi; Zahro, Dewi Fatimatuz
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.268

Abstract

Salak merupakan buah tropis yang kaya akan antioksidan dengan kandungan senyawa kimia meliputi senyawa alkaloid, polifenolat, flavonoid, tannin, kuinon, monoterpen, sesquiterpen dan asam askorbat. Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam buah salak termasuk dalam aktivitas fotoprotektif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai zat tabir surya yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang mengakibatkan kerusakan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan variasi gelling agent guar gum dan karbopol 940 terhadap sifat fisik dan kimia sediaan gel ekstrak etanol 96% buah salak Pondoh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksprerimental dengan membuat sediaan gel ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dan melakukan uji sifat fisik dan kimia meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, cycling test dan SPF. Penambahan ekstrak etanol buah salak dapat mempengaruhi sifat fisik yaitu menurunkan organoleptis, pH, meningkatkan daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Parameter sifat fisik variasi gelling agent formulasi gel ekstrak etanol buah salak semua memenuhi syarat sediaan gel yang baik kecuali pada uji daya sebar formulasi basis gel F2 dan F3 serta uji pH formulasi basis gel F1. Pada perbedaan sifat kimia yang memiliki aktivitas tabir surya hanya formulasi gel F5 karena mengandung ekstrak buah salak dan karbopol 940 yang mampu melindungi zat aktif lebih baik, sedangkan nilai SPF pada guar gum bukan aktivitas tabir surya melainkan senyawa auksokrom yang memiliki serapan pada spektrofotometer. Penyimpanan sediaan gel terhadap suhu yang berbeda ternyata mempengaruhi hasil yang diperoleh pada sifat fisik dan kimia. Ekstrak etanol 96% daging buah salak Pondoh dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dan terdapat perbedaan sifat fisik gel pada uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, sedangkan pada uji homogenitas dan daya lekat tidak terdapat perbedaan. Terdapat perbedaan sifat kimia pada sediaan gel ekstrak etanol buah salak yang mengandung variasi gelling agent.
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.300

Abstract

FORMULASI DAN OPTIMASI HPMC GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (Medinilla Speciosa Blume) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sari, Dessy Erliani Mugita; Fitrianingsih, Sri; Hidayati, Rakhmi; Zulkarya, Luvita Gabriel; Sukarno, Sukarno
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.292

Abstract

Tangan merupakan media penularan berbagai penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur ketika melakukan aktivitas. Bakteri yang sering terdapat pada tangan diantaranya adalah Staphylococcus aureus, oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terhadap bakteri patogen dengan memanfaatkan tumbuhan yang terdapat senyawa aktif sebagai antibakteri. Daun parijoto merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa-senyawa sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada ekstrak daun parijoto sebagai gel pembersih tangan (hand sanitizer). Ekstrak daun parijoto dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pembuatan gel hand sanitizer ekstrak daun parijoto menggunakan basis gel HPMC. Gel diformulasikan menjadi tiga formulasi, variasi konsentrasi HPMC sebanyak 5%, 7,5% dan 10%. Uji yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat pada media Natrium Agar (NA). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditentukan dengan mengamati zona bening pada sekitar sumuran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada media NA. Kontrol positif basis+etanol dan kontrol negatif larutan DMSO. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS one way Anova dan kolerasi regresi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMC pada sediaan gel maka akan semakin tinggi daya lekat dan akan semakin rendah daya sebar dan aktivitas antibakteri pada masing-masing formula, variasi HPMC tidak berpengaruh pada organoleptis, homogenitas dan pH pada sediaan gel. Hasil uji antibakteri variasi HPMC 5%, 7,5% dan 10% secara berturut-turut sebesar 12,3 mm, 11,3 mm dan 10,1 mm serta kontrol positif sebesar 17 mm. Variasi konsentrasi HPMC mempengaruhi daya lekat, daya sebar dan aktivitas antibakteri akan tetapi tidak mempengaruhi organoleptis, homogenitas dan pH
Variations of Tween Surfactant and Propylene Glycol Cosurfactant in Topical Microemulsion Formulation on The Penetration of Ibuprofen Fitrianingsih, Sri; Widodo, Gunawan Pamudji; Marlina, Dian
FITOFARMAKA: JURNAL ILMIAH FARMASI Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v12i2.5785

Abstract

ABSTRACTIbuprofen is a derivative of propionic acid, a class of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Ibuprofen has side effects on the gastrointestinal tract. So that topical use can be a solution to reduce the side effects of oral use because of the release of topical drugs through the stratum corneum which makes it selective in certain places. The preparation chosen was a topical microemulsion because it is more thermodynamically stable and has no effect on the gastrointestinal tract. This study aims to determine the effect of the ratio of surfactant concentrations of various ratios of tween 20:tween 80 and cosurfactant propylene glycol to the penetration rate of ibuprofen across the membrane and to determine the physical characteristics of topical microemulsions. Selection of tween surfactant and propylene glycol cosurfactant because it has high physical stability. This research is an experimental study, namely by making four formulations with various ratios of surfactant and cosurfactant with a difference of 2.5% in each formulation of topical ibuprofen microemulsion with a concentration of 5% ibuprofen using variations of surfactant tween 20 and tween 80, cosurfactant propylene glycol with black cumin oil phase. Evaluation of the preparation by organoleptic test, pH test of the preparation, examination of the type of emulsion, particle size measurement, microemulsion release test in vitro using the Franz diffusion method. The results show that the concentration ratio of surfactant tween 20:tween 80 and cosurfactant propylene glycol can affect particle size, pH and penetration velocity (flux) in Franz diffusion. The results of the study showed that in F1 using surfactant tween 20:tween 80 with a concentration of 71.6% (6:4) had the smallest particle size of 11.5 nm and the largest flux value was 128.45 g.cm-2.H- 1. In conclusion, variations in surfactant and cosurfactant concentrations can affect the pH of the preparation, particle size, penetration speed (flux). The results obtained that the cumulative percent and penetration speed of all formulas had significant differences (p0.05).
STABILITAS PIGMEN WARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI MUDA (Tectona grandis L., f.) DAN BUNGA MAWAR (Rosa hybrida Hort) PADA SEDIAAN LIP BALM Sari, Dessy Erliani Mugita; Rizqia, Nisfi Aulia; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.370

Abstract

Kulit sering mengalami kekeringan akibat paparan sinar matahari. Salah satu bagian yang sering mengalami kekeringan adalah bibir. Oleh sebab itu, diperlukan sediaan yang dapat menjaga kelembapan bibir. Lip balm dengan bahan alami mengutamakan kesehatan kulit bibir tanpa efek samping dimana bahan alam yang bisa berfungsi sebagai antioksidan maupun pemberi warna (pigmen). Mawar merupakan tanaman yang mempunyai senyawa glikosida, antosianin, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik ini memiliki antioksidan dan di dalam flavonoid mawar terdapat zat pewarna antosianin. Tanaman jati memiliki kandungan beberapa zat pewarna alami seperti antosianin, pheophitin, karotenoid dan klorofil. Pigmen warna dari alam bisa dipertahankan dengan penambahan senyawa kopigmen, dimana senyawa tersebut akan meningkatkan stabilitas warna antosianin dengan reaksi kopimentasi. Kopigmen yang dapat digunakan untuk penstabil ikatan antar pigmen antosianin daun jati muda dan bunga mawar adalah Rosmarinic acid. Penelitian ini bertujuan menstabilkan zat warna alami dari ekstrak daun jati muda dan bunga mawar dengan penambahan kopigmen (Rosmarinic acid). Metode : Pengeringan dilakukan dengan oven suhu 40°C. Ekstraksi menggunakan metode maserasi. Daun jati muda yang dikombinasikan dengan bunga mawar diformulasikan dalam bentuk sediaan lipbalm dengan variasi perbedaan konsentrasi rosmarinic acid dalam berbagai perbandingan. Sediaan lip balm dievaluasi sifat fisik uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji titik lebur, dan uji stabilitas. Uji kuantitatif antosianin menggunakan metode pH differensial. Hasil : Peningkatan konsentrasi rosmarinic acid  hanya mempengaruhi sifat fisik menurunkan nilai pH. Rosmarinic acid  tidak juga dapat menstabilkan warna dalam jangka waktu yang lama dikarenakan reaksi kopigmentasi dipengaruhi oleh suhu.