Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Perspektif Muhammad Taqī Al-Falsafī; Tela’ah Kitab Al-Thifl Baina Al-Waratsah Wa Al-Tarbiyah Fariq, Wan Muhammad; Darwis, Muhajir; Sofiani, Ika Kurnia; Uminar, Ajeng Ninda
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2021): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajipaud.v4i1.8401

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran muhammad taqī al-falsafī (1908-1998) tentang peran orang tua dalam mendidik anak. Beliau merupakan pemikir asal Iran yang sezaman dengan Ayatullah al-Khomeini. Penelitian studi kepustakaan ini dimaksud untuk mengetahui peran orang tua dalam mendidik anak beserta relevansinya terhadap pola asuh orang tua pada era modern. Data primer penelitian ini adalah kitab Al-Thifl Baina Al-Waratsah wa Al-Tarbiyah yang merupakan karyanya. Sedangkan data skunder diambil dari buku-buku dan artikel-artikel yang berkaitan dengan pembahasan. Untuk mencapai tujuan di atas, penelitian ini menggunakan metode: induktif, deduktif, komperatif, dan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada lima peran orang tua dalam mendidik anak yang dapat dikutip dari kitab tersebut. Di antaranya: jangan mengingkari janji dengan anak; melatih anak untuk bersikap jujur; memuliakan kepribadian anak; menumbuhkan keimanan pada diri anak; dan tidak berlebihan dalam mencintai anak. Konsep pemikiran Muhammad Taqi al-Falsafi masih diterapkan oleh para orang tua dalam mendidik anak dan masih relevan dalam pendidikan anak saat ini.
Keutamaan Guru dalam Pendidikan Islam Surah Ali 'Imran Ayat 18; Kajian Tafsir Nawawi Lestari, Cahya Dwi; Fariq, Wan Muhammad; Darwis, Muhajir
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2024.12.1.97-124

Abstract

Krisis moralitas banyak terjadi dikalangan pelajar. Salah satu indikator penyebabnya adalah lemahnya pegangan terhadap agama dan juga kegagalan dari dunia pendidikan terutama guru. Banyak guru yang lupa akan tanggung jawabnya bahkan tidak mengetahui akan keistimewaan derajat keutamaan seorang guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa keutamaan guru dalam pendidikan Islam surah Ali ‘Imran ayat 18; kajian tafsir Nawawi dan relevansinya dengan UU RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Adapun penelitian ini bersifat kepustakaan (Library Research) yaitu kajian pustaka yang mengambil data-data tertulis dari berbagai literatur yang terdapat di dalam perpustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan mencari informasi, menelaah buku, jurnal, atau lainnya yang berkaitan dengan skripsi ini. Kemudian di analisis menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis), hermeneutik objektif, dan metode maudhu’i. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga keutamaan yang terdapat dalam tafsir An-Nawawi pada surah Ali ‘Imran ayat 18 yaitu (1) Guru adalah orang yang paham dengan ilmu tauhid; (2) Ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT; (3) Dijamin oleh Allah tentang keadilannya. Adapun ketiga keutamaan tersebut memiliki relevansi dengan Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Islam dan Moderasi Beragama Darwis, Muhajir; Maisarah, Alya; Zulaiqah, Nur Alya; Washilah, Washilah; Amira, Nur; Rahmawati, Siti Intan; Julita, Tria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang islam dan moderasi agama, bagaimana moderasi agama dalam pandangan islam. Dan memahami tentang hubungan islam dan moderasi. Metode Penelitian yang digunakan adalah literatur review atau studi kepustakaan. Adapun Teknik mengumpulan data melalui jurnal, buku, dan sumber lainnya yang relevan dan terpecaya dan sesuai dengan topik pembahasan. Islam moderat adalah islam yang rahmatan lil’alamin yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam. Islam itu sendiri memiliki arti agama rahmatan, rahmataan bagi umatnya dan juga memberi keamanan bagi seluruh alam. Kata islam sendiri mengisyaratkan jalan tengah atau moderat (tawassuth). Moderasi adalah jalan tengah. Seperti halnya dalam sebuah diskusi yang dibentuk seorang moderator untuk mengatur susunan didalam kegiatan diskusi , sehingga tidak berat sebelah dan berpihak pada siapapun dan pendapat manapun. Moderasi beragama bearti cara beragama.
Islam dan Moderasi Beragama Darwis, Muhajir; Fitriani, Annisa; Alyana, Afrianti; Santika, Vera; Fazrina, Laysa; Nurlaili, Nurlaili; Rangga, Naufal Fajri; Setioso, Agus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan moderisasi dalam isalam. Modernisasi bukanlah sesuatu hal yang substansial untuk ditentang kalau masih mengacu pada ajaran Islam. Sebab Islam adalah agama universal yang tidak akan membelenggu manusia untuk bersikap maju, akan tetapi harus berpedoman kepada Islam. Dalam Islam yang tidak dibenarkan adalah Westernisasi, yaitu total way of life di mana faktor yang paling menonjol adalah sekularisme, sebab sekulraisme selalu berkaitan dengan ateisme dan sekularisme itulah sumber segala imoralitas. Inti dari modernisasi yang kemudian menjadi esensial dan sejalan dengan ajaran agama Islam adalah rasionalisasi yakni usaha untuk menundukkan segala tingkah laku kepada kalkulasi dan pertimbangan akal. Rasionalisasi pada selanjutnya akan mendorong ummat Islam untuk bisa bersikap kritis dan meninggalkan taqlid yang dikecam dalam Islam. Dengan demikian, pada dasarnya modernisasi bukanlah sebuah esensi yang bertentangan dengan ajaran dasar agama Islam.
Islam dan Moral Darwis, Muhajir; Saidah, Wirdati; Ningsih, Widia; Maryam, Siti; Amanda, Suci; Akbar, Fatih Hidayat; Nurhidayat, Rifky; Syawalludin, M.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan moral merupakan fondasi penting bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan Islam di era saat ini. Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, membutuhkan pendidikan moral yang kuat sebagai bagian dari pendidikan Islam yang efektif bagi generasi masa depan. Tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait dengan kekurangan dalam pendidikan moral, tetapi juga dengan kurangnya pendidikan Islam secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan fokus pada deskriptif-analitis. Hal ini memungkinkan penelitian untuk mengandalkan artikel, buku, jurnal, dan sumber berita lain yang relevan. Dalam menangani masalah pendidikan moral, penting untuk mempertimbangkan peningkatan akhlak dan moral yang berakar pada Al-Qur'an dan Hadis, sehingga generasi masa depan memiliki fondasi iman dan Islam yang kokoh.
Islam dan Kemanusiaan Darwis, Muhajir; Amin, Rohmat Fadilah; Malisi, Ageng; Yazri, Bintang Al Faroq; ‘Azim, Fauzul; Fauziah, Nur; Aulia, Natasya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas tentang permasalahan kemanusiaan dan bagaimana peran agama Islam terhadap kemanusiaan. Islam adalah agama yang di dalamnya berisi keindahan dari segala sisi, termasuk sisi kemanusiaan. Manusia merupakan makhluk sosial yang saling bergantung dan membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Kemanusiaan menempatkan manusia sebagai makhluk yang memiliki hak untuk dihormati, dihargai, dan dilindungi. Oleh sebab itu, kemanusiaan mengajarkan akan pentingnya sikap empati, solidaritas, keadilan, dan juga sikap toleransi antar sesama. Kemanusiaan juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan hidup manusia secara menyeluruh, terhadap permasalahan sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan, kekerasan, dan juga diskriminasi. Permasalahan yang melatarbelakangi penulisan jurnal ini mengacu pada penjajahan dan juga genosida yang dilakukan oleh bangsa Israel terhadap bangsa Palestina yang telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hak masyarakat Palestina sebagai manusia untuk hidup dengan sejahtera, aman tanpa ancaman maupun kekerasan. Metode yang di pakai dalam penulisan jurnal ini menggunakan metode studi kepustakaan. Yaitu metode yang mengandalkan pendekatan literatur baik berupa buku maupun jurnal.
Agama dan Kemanusiaan: Studi Literatur Perspektif Islam Darwis, Muhajir; Agustiawan, Riyan; Ramadhan, Wan Syahri; Pratama, Angga Dwi; Nisak, Rahmatun; Annisa, Nur; Santia, Murni; Helny, Selvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diambil dari buku buku-buku yang membahas tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran kontemporer. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, artikel jurnal, dan situs yang membahas terkait kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran kontemporer serta referensi yang mendukung dalam penelitian ini. Kemanusiaan dan kesejahteraan sosial merupakan konsep penting dalam pemikiran Islam. Dalam pemikiran Islam, kemanusiaan dan kesejahteraan sosial saling melengkapi dan saling mendukung. Penerapan pemikiran Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial memiliki dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, mengatasi ketimpangan sosial, menghormati hak asasi manusia, dan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan. Dalam konteks masa kini, pemikiran Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial memiliki implikasi dan relevansi yang signifikan dalam mencapai kesejahteraan sosial yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan menerapkan pemikiran ini dalam kehidupan sehari - hari, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang mencerminkan nilai - nilai Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
Hakikat Metode Pembelajaran dalam Filsafat Pendidikan Islam Mukhlas, Mukhlas; Darwis, Muhajir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat metode pembelajaran dalam filsafat pendidikan Islam, dengan fokus pada karakteristik metode pembelajaran serta tantangan kontemporer dalam pengembangan metode pendidikan islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang melibatkan pengumpulan dan analisis literatur terkait, termasuk buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran dalam pendidikan Islam harus mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta menanamkan nilai-nilai tauhid. Selain itu, pendekatan berbasis pengalaman dan inquiry learning terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan kontemporer, seperti perkembangan teknologi dan perubahan kurikulum, memerlukan adaptasi dalam metode pembelajaran agar tetap relevan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta mendorong lembaga pendidikan untuk menerapkan metode yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Pendidikan Islam Perspektif Thaha Husein dalam Kitab Mustaqbal Al-Tsaqafah Fi Misr Muhammad Fariq, Wan; Darwis, Muhajir; Nuramini, Aisyah
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2021): Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v6i1.5519

Abstract

Thaha Husein was a scholar who had been blind since childhood, but he made significant changes to the field of education in Egypt. His position as Minister of Education was used to make changes in education which had previously lost relevance to the times, slowed down human resource development, and extended foreign domination to the independence of the Egyptian state. Thaha Husein made education free, made changes to the curriculum, methods, and made education in Egypt more humanist and modern than before.
Islam dan Kebudayaan (Adat dan Kebudayaan Melayu Tidak Pernah Lepas Dari Agama Islam) Sumiyati, Sumiyati; Laili, Nurul; Fitri, Anissa; Ramadhani, Dewi Puspa; Salsabila, Marissa; Alfattah, M. Rizki; Darwis, Muhajir
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i06.1220

Abstract

Budaya Melayu tidak hanya merujuk pada kecintaan terhadap laut, tetapi juga mencerminkan inklusi berbagai unsur dari peradaban dunia, baik besar maupun kecil. Hal serupa terjadi pada Islam sebagai agama universal, yang juga menghargai keragaman dalam aliran, pemikiran, pemahaman, dan pandangan. Melayu dan Islam memiliki keterkaitan erat bisa diamati dari dua perspektif, yaitu cara berpikir dan perilaku. Dari segi pemikiran, kehadiran Islam di masyarakat Melayu telah mendorong perkembangan rasionalisme dan intelektualisme dengan mengatasi stagnasi dan kemunduran. Budaya Melayu, yang memiliki semangat toleransi yang kuat dan menghargai keragaman, termasuk perbedaan pendapat, aliran, dan pandangan, dianggap sebagai kebijaksanaan. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis islam dan kebudayaan yang dimana kebudayaan Melayu tidak pernah lepas dari agama islam. Hasil penelitian ini menunjukkan agama Islam berperan penting sebagai identitas kebudayaan Melayu dan memiliki ciri khas positif serta memiliki ketertarikan antara agama Islam dan kebudayaan Melayu.