Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STRUKTUR KALIMAT LIMITATIF DALAM NOVEL LAYANGAN PUTUS KARYA MOMMY ASF Desli Dangkeng; Simon Ruruk; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i1.1936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kalimat limitative dalam novel layangan putus karya Mommy Asf. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data bersumber dari novel layangan putus karya Mommy Asf. Pengunmpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Hal ini dimaksudkan agar data yang dihasilkan lebih akurat dan berorganisasi dengan baik, karena yang diamati adalah novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kalimat limitative dalam novel layangan putus karya Mommy Asf adalah sebagai berikut : (1)Struktur S + P(Subjek +Predikat)(2)Struktur S + P + K (Subjek +Predikat + Keterangan) (3) Struktur S+P+O (Subjek+ Predikat+Objek ) (4) Struktur S+P+O +K (Subjek +Predikat +Objek+Keterangan) (5) Struktur S+ P+O+K +K(Subjek + Predikat + Objek + Keterangan + Keterangan) dan (6) Struktur S+P+K+K (Subjek+Predikat+Keterangan+Keterangan).
PENGGUNAAN BAHASA KOLOKIAL DALAM PERCAKAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UKI TORAJA Amalia Pasongli; Rita Tanduk; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v2i2.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendreskripsikan Penggunaan Bahasa Kolokial yang terdapat dalam Percakapan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UKI Toraja. Manfaat dalam penelitian ini yaitu (1) Menambah wawasan tentang teori sosiolinguistik khususnya membedakan variasi-variasi bahasa. Secara teori penelitian ini dapat memberikan acuan penelitian terhadap penggunaan variasi bahasa kolokial dalam percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UKI Toraja; (2) Dapat memberikan pengetahuan bagi penulis sendiri tentang penggunaan bahasa kolokial dalam Percakapan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UKI Toraja; (3) Sebagai acuan peneliti untuk membedakan penggunaan variasi bahasa kolokial dalam percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan  Bahasa dan Sastra  Indonesia UKI Toraja; dan (4) Untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam  berkomunikasi dengan orang lain. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan (1) teknik observasi, yaitu pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu kondisi, situasi dan proses atau perilaku; (2) teknik rekam, yaitu teknik merekam data saat berkomunikasi berlangsung di lapangan; dan (3) teknik catat, yaitu mencatat tuturan-tuturan tentang bahasa kolokial yang digunakan dalam perckapan mahasiswa Program Studi Pendidikan  Bahasa dan Sastra  Indonesia UKI Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa kolokial dalam percakapan mahasiswa Program Studi Pendidikan  Bahasa dan Sastra  Indonesia UKI Toraja berupa istilah bahasa seperti kata kata gays, baper, bro, kuker, kak, cin, mager, nggak, woles, bss, ktrr, iyo toda’ jamber, teken, patnerku, pak, buk, sist, dek, dan say.
INFERIORITAS DAN SIKAP MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TERHADAP BAHASA TORAJA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Ina Karudidi; Milka
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan inferioritas dan sikap mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia terhadap bahasa Toraja.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi (mix method).Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2019 di UKI Toraja. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 mahasiswa, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dikembangkan dengan model skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu: (1) data reducation (reduksi data), (2) data display (penyajian data) (3) conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) inferioritas berbahasa Toraja mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UKI Toraja cukup tinggi.Munculnya inferioritas berbahasa di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh pandangan mahasiswa itu sendiri terhadap bahasa Toraja yang negatif. (2) Sikap berbahasa mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UKI Toraja terhadap bahasa Toraja dapat digolongkan negatif.Hal ini dapat dilihat dari hilangnya kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa dan kesadaran adanya norma bahasa itu sendiri.
Pemberdayaan Masyarakat Lembang Rantedada Melalui Pembinaan Sastra Lisan Berbasis Budaya Lokal Milka; Berthin Simega; Dina Gasong; Rita Tanduk; Herman Kandari; Theresyam Kabanga; Perdy Karuru; Elvira Pasila; Sallolo Suluh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8934

Abstract

Bahasa daerah dapat menjadi bukti adanya peradaban dan budaya yang diwariskan kepada generasi muda baik secara lisan maupun tertulis. Salah satu langkah strategis dalam melestarikan Bahasa daerah yaitu melalui pendokumentasian. Cerita rakyat (ulelean Toraya) yang terdapat di Masyarakat Toraja khususnya di Lembang (desa) Rantedada sudah jarang diperdengarkan kepada anak-anak usia sekolah. Guru TK dan guru Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) juga belum terampil dalam mendongengkan kisah-kisah dari cerita rakyat Toraja (ulelean Toraya). Permasalahan yang dihadapi mitra dapat diselesaikan melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul Pemberdayaan Masyarakat Lembang Rantedada melalui Pembinaan Sastra Lisan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini melalui penyuluhan kepada orangtua dan pelatihan bagi siswa dan guru TK serta SMGT. Penyuluhan dan pelatihan sangat penting dilakukan sebagai Langkah awal dalam pelaksanaan PKM ini untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya berkontribusi dalam pelestarian Bahasa Toraja
The Phatic Category in Toraja Dialect Kendek on Buying and Selling Transactions in Ge'tengan Market Milka, Milka; Simega, Berthin; Mangera, Elisabet
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2023): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v5i2.728

Abstract

This study aims to describe (1) the form of phatic categories of the Toraja language in the Mengkendek dialect, (2) to describe the functions of the phatic categories of the Mengkendek dialect in buying and selling transactions at the Ge'tengan market. This research uses a qualitative descriptive research type. The techniques used in data collection are note-taking and recording techniques. The data in this study are the utterances of the Toraja people. The data source in this study is the Toraja people who use the Mengkendek dialect in buying and selling transactions at the Ge'tengan market. The benefits of this research can be used as teaching material in local content subjects at the elementary school level and can be used as an alternative material in the use of Toraja language for the Toraja people. In this study using a hermeneutic approach. The hermeneutic approach is used to complete the data found in the field. The tool in this research is the researcher himself. Data analysis techniques were carried out by (1) transcribing the recorded and observed data, (2) identifying data in the form of phatic categories found in buying and selling transactions at the Ge'tengan market, (3) grouping recorded data based on phatic category forms, (4) violation of the form of phatic categories used by the Toraja people in carrying out buying and selling transactions at the Ge'tengan market, (5) conclusion. The results of the study include the form of phatic categories including (a) particles in the form of le, oh, (b) words in the form of iyo, mi, na, (c) phrases in the form of kurre sumanga, ta lendu' opa, maballo liu, lendu maballona, phatic function includes (a) starting communication between sellers and buyers (b) starting conversations between sellers and buyers, (c) stopping communication, and (d) arranging communication. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk kategori fatis bahasa Toraja dialek Mengkendek, (2) mendeskripsikan fungsi kategori fatis dialek Mengkendek dalam transaksi jual beli di pasar Ge’tengan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik catat dan rekaman. Data dalam penelitian ini berupa tuturan masyarakat Toraja. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Toraja yang menggunakan dialek Mengkendek dalam transaksi jual beli di pasar Ge’tengan. Manfaat penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam mata pelajaran muatan lokal di tingkat sekolah dasar dan dapat dijadikan sebagai bahan alternatif dalam penggunaan bahasa Toraja bagi masyarakat Toraja. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika. Pendekatan hermeneutika digunakan untuk menafsirkan data yang ditemukan di lapangan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan (1) mentranskripsi  data hasil rekaman  dan simakan, (2) mengidentifikasi data berupa kategori fatis yang ditemukan dalam transaksi jual-beli di pasar Ge’tengan, (3) mengelompokkan data hasil rekaman berdasarkan bentuk kategori fatis, (4) menafsirkan bentuk kategori fatis yang digunakan masyarakat Toraja dalam melaksanakan transaksi jual beli di pasar Ge’tengan,  (5) penyimpulan. Hasil penelitian  meliputi bentuk kategori phatic meliputi (a) partikel berupa le, oh,  (b) kata berupa iyo, mi, na, (c) frasa berupa kurre sumanga, ta lendu' opa, maballo liu, lendu maballona,  Fungsi fatis meliputi (a) memulai komunikasi antara penjual-pembeli (b) memulai pembicaraan antara penjual-pembeli, (c) menghentikan komunikasi, dan (d) merangkai komunikasi
Sustainable Career Development of The Senior High School Educators Milka, Milka
International Research-Based Education Journal Vol 1, No 5 (2019)
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um043v1i2p153-161

Abstract

This paper aimed to describe how educators explore their career to achieve the goals which have been set beforehand. It also attempted to provide a clear image of different career strategies which have been implemented by the educators at schools. This study used qualitative approach by employing the multi-case study design. Data was analyzed using the constant comparative method. The result indicated some differences were found at the stage of career exploration. Furthermore, at the stage of determination of career goals, the educators had been determined to commit to their organizational or professional growth.Keywords: career development, educators, career exploration, career goals, career strategies.
Integrasi Nilai Kristiani dan Literasi Digital Dalam Pendidikan Agama Kristen Paelongan, Jein; Lambertus, Serli; Milka, Milka; Tumonglo, Welsianti; Ta'dung, Rani
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 12 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i12.4618

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah pendidikan. Pendidikan Agama Kristen (PAK) dihadapkan pada tantangan untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal guna mencapai tujuan pembelajaran, namun tetap harus mampu menanamkan nilai-nilai kristiani kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model integrasi nilai Kristiani dan literasi digital dalam konteks pembelajaran PAK. Melalui penelitian kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen, penulis mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani yang esensial untuk diintegrasikan dalam pembelajaran PAK di era digital, merumuskan konsep literasi digital yang relevan dengan konteks pembelajaran PAK, mengembangkan model integrasi nilai Kristiani dan literasi digital yang efektif dalam pembelajaran PAK, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan model integrasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi yang efektif harus berpusat pada Kristus, mempertimbangkan konteks dan kebutuhan peserta didik, serta bersifat holistik. Implementasi model integrasi memerlukan kesiapan dan kompetensi guru, dukungan sekolah, pemanfaatan teknologi yang efektif, serta kemitraan dengan orang tua dan masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan pembelajaran PAK yang relevan dan transformatif di era digital.
Determinan Kepatuhan Masyarakat Dayak Mematuhi Budaya Ba’samsam dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Desa Pasti Jaya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Milka, Milka
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32880

Abstract

Budaya Ba’Samsam dilakukan untuk medukung program pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pencegahan Covid-19 yaitu untuk tetap di rumah. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana dalam pengambilan partisipan, peneliti memiliki kriteria tertentu. Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti untuk menentukan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan systematic random sampling. Pengertian systematic random sampling yaitu cara pengambilan sampel dimana sampel pertama akan ditentukan secara acak. Lokasi atau tempat penelitian pada penelitian ini adalah di Dusun Serukam Desa Pasti Jaya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Pengumpulan Data dengan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Teknik Analisa Data uji statistik Chi Square. Hasil Penelitian ditemukan Variabel tidak signifikasi berhubungan dengan kepatuhan masyarakat Dayak mematuhi budaya Ba’Samsam yaitu variabel jenis kelamin, usia dan pendidikan. Variabel yang ditemukan signifikan berhubungan dengan kepatuhan masyarakat Dayak mematuhi budaya Ba’Samsam yaitu variabel pendidikan, pengetahuan, kebijakan desa, perilaku perangkat desa, perilaku tokoh masyarakat. Variabel yang ditemukan tingkat signifikansi sangat kuat dengan hasil uji statistik p value < 0,05 dan nilai p value 0,000 memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat Dayak mematuhi budaya Ba’Samsam yaitu variabel kebijakan desa, perilaku perangkat desa, perilaku tokoh masyarakat.
Efektivitas Penerapan I-Personal Dalam Meningkatkan Disiplin Kehadiran PNS Pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Indriani, Nuning; Milka, Milka
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.442-448

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: efektivitas penerapan i-Personal untuk meningkatkan disiplin kehadiran PNS di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur; Faktor pendukung dan penghambat efektivitas; dan upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, serta teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan i-Personal efektif untuk meningkatkan disiplin kehadiran PNS karena telah memenuhi 3 kriteria efektivitas menurut Sharma yaitu:  mampu menghasilkan perubahan disiplin menjadi 95 %, 93 %, dan 97 % pada bulan Nopember 2023 sampai Januari 2024 dibandingkan saat perekaman secara manual hanya mencapai 75 %; PNS mampu menyesuaikan diri dengan i-Personal dan perubahan budaya disiplin; dan tidak ada ketegangan atau konflik dalam organisasi. Faktor pendukung efektifitas i-Personal antara lain: mudah, aman, akurat, berkeadilan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Faktor dari upaya pemenuhan disiplin yaitu: sosialisasi peraturan; pengawasan, kompensasi, teguran, pembinaan, ketegasan sanksi, perhatian dan keteladanan pimpinan; aturan pasti, komitmen dan motivasi PNS. Sedangkan faktor penghambat adalah: masalah i-Personal, PNS gagal merekam kehadiran; internet lambat, PNS tidak dapat mengirim data kehadiran segera. Untuk mengatasi kendala tersebut, PNS membuat surat keterangan yang diketahui oleh pimpinan dan selanjutnya operator mengunggahnya pada e-Presensi. Ketika internet melambat, PNS dapat mengirim data kehadiran kemudian.
Mengenal Kehidupan Masyarakat Melalui Cerita Rakyat Toraja Mangera, Elisabet; Baan, Anastasia; Simega, Berthin; Dewi, Resnita; Milka, Milka; Tanduk, Rita; Palimbong, Daud Rodi; Mangera, Monika
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i2.11227

Abstract

Folklore is a form of cultural heritage that is full of the life values, traditions and worldview of a society. This research aims to examine the life values ​​contained in Toraja folklore and how these values ​​reflect the social and cultural life of the Toraja people. The method used in this research is qualitative analysis with an ethnographic approach, where folk stories are collected and analyzed through in-depth interpretation. The research results show that Toraja folklore depicts the values ​​of togetherness, mutual cooperation, respect for ancestors, as well as respect and fear of customary law and cosmological rules. These values ​​not only function as a guide to life, but also strengthen Toraja cultural identity amidst ongoing social changes. These findings provide deeper insight into how folklore can be a medium for understanding social structures, moral values, and the Torajan people's perspective on life.