Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Utilization of Traditional Hide and Seek Learning Media to Enhance English Learning Outcomes for Elementary School Students in Tana Toraja Gasong, Dina; Milka, Milka; Tandiseru, Selvi Rajuaty
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 5 No. 3 (2024): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v5i3.697

Abstract

This research aims to describe the effectiveness of utilizing the traditional hide and seek learning media to improve English learning outcomes for fourth-grade students at SDN 117 Rorre, North Makale District, Tana Toraja Regency. This research is a qualitative descriptive study with data collection through interviews, questionnaires, and direct field observations. The data analysis process involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The population of this research includes fourth-grade students at SDN 117 Rorre, teachers, and the school principal. Hide and seek is a traditional game played by a minimum of two people. However, in this study, the traditional hide and seek game is modified into a learning model that can be used during the teaching and learning process. This study examines the improvement of English language skills among students in the topic of numbers. The research design is a classroom action research (CAR) that cycles through planning, implementation, observation, and reflection. Data collected includes children's activities and learning outcomes related to the traditional hide and seek learning model. Data is obtained through observation and tests. The results indicate a significant improvement in both teacher and fourth-grade student activities in SDN 117 Rorre in English using the traditional hide and seek model. Improvement is evident in both cycles I and II, with qualifications rated as fair in cycle I and improved in cycle II. This research concludes that utilizing traditional hide and seek learning media can enhance the learning outcomes of fourth-grade students at SDN 117 Rorre.
Efektivitas Penerapan I-Personal Dalam Meningkatkan Disiplin Kehadiran PNS Pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Indriani, Nuning; Milka, Milka
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.442-448

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: efektivitas penerapan i-Personal untuk meningkatkan disiplin kehadiran PNS di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur; Faktor pendukung dan penghambat efektivitas; dan upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, serta teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan i-Personal efektif untuk meningkatkan disiplin kehadiran PNS karena telah memenuhi 3 kriteria efektivitas menurut Sharma yaitu:  mampu menghasilkan perubahan disiplin menjadi 95 %, 93 %, dan 97 % pada bulan Nopember 2023 sampai Januari 2024 dibandingkan saat perekaman secara manual hanya mencapai 75 %; PNS mampu menyesuaikan diri dengan i-Personal dan perubahan budaya disiplin; dan tidak ada ketegangan atau konflik dalam organisasi. Faktor pendukung efektifitas i-Personal antara lain: mudah, aman, akurat, berkeadilan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Faktor dari upaya pemenuhan disiplin yaitu: sosialisasi peraturan; pengawasan, kompensasi, teguran, pembinaan, ketegasan sanksi, perhatian dan keteladanan pimpinan; aturan pasti, komitmen dan motivasi PNS. Sedangkan faktor penghambat adalah: masalah i-Personal, PNS gagal merekam kehadiran; internet lambat, PNS tidak dapat mengirim data kehadiran segera. Untuk mengatasi kendala tersebut, PNS membuat surat keterangan yang diketahui oleh pimpinan dan selanjutnya operator mengunggahnya pada e-Presensi. Ketika internet melambat, PNS dapat mengirim data kehadiran kemudian.
Relokasi dan Tata Kelola Pasar Rengasdengklok Kabupaten Karawang Melalui Kolaborasi Triplehelix Handayani, Nida; Purbaningrum, Dini Gandini; Milka, Milka
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol. 9 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v9i3.12785

Abstract

Tata kelola pasar Rengasdengklok megalami berbagai permasalahan seperti penumpukan sampah yang tidak beraturan, kemacetan, serta tidak tertatanya para pedangang karena didominasi oleh pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang berinisiasi melakukan relokasi untuk menata ulang pasar Rengasdengklok, namun proses relokasi mengalami berbagai penolakan pedagang terutama PKL. Penolakan para pedagang dengan alasan harga kios yang ditawarkan pihak ketiga kurang sesuai atau terlalu tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kolaborasi antara Pemerintah Daerah, swasta dan para pedagang dalam tata kelola pasar dengan menggambarkan peran masing-masing. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa sarana prasarana yang disediakan di pasar baru belum siap dalam memenuhi kebutuhan para pedagang, serta harga kios yang ditetapkan terlalu tinggi. Kehadiran PKL yang tidak mengikuti ketentuan sewa juga dirasakan menjadi ketidakadilan bagi warga Ikatan Para Pedagang Rengasdengklok (IPPR). Peran sektor privat yaitu PT VIM menjadi dominan dalam pengelolaan pasar, sehingga para pedagang perlu mengeluarkan biaya lebih untuk memperoleh pelayanan agar kenyamanan pasar tetap di perhatikan PT VIM. Kesimpulan bahwa peran Pemda setelah dilakukan relokasi dialihkan kepada sektor privat, sehingga koordinasi pengelolaan pasar dilakukan antara IPPR dengan PT VIM.
Optimization of Sarambu Waterfall as an Educational and Ecotourism Destination Based on Local Wisdom: Optimalisasi Air Terjun Sarambu sebagai Destinasi Edukatif dan Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal Tulak, Topanus; Kabanga', Theresyam; Hendrik; Tangkearung, Sefrin Siang; Tulak, Harmelia; Milka, Milka
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i2.23981

Abstract

Program optimalisasi Air Terjun Sarambu sebagai destinasi edukatif dan ekowisata telah berhasil mengintegrasikan aspek ekologis, rekreasi, dan kearifan lokal. Program ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal, penguatan identitas budaya masyarakat lokal, pelestarian lingkungan, dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat lokal. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian integral dari daya tarik wisata.
Mengenal Kehidupan Masyarakat Melalui Cerita Rakyat Toraja Elisabet Mangera; Anastasia Baan; Berthin Simega; Resnita Dewi; Milka Milka; Rita Tanduk; Daud Rodi Palimbong; Monika Mangera
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i2.11227

Abstract

Folklore is a form of cultural heritage that is full of the life values, traditions and worldview of a society. This research aims to examine the life values ​​contained in Toraja folklore and how these values ​​reflect the social and cultural life of the Toraja people. The method used in this research is qualitative analysis with an ethnographic approach, where folk stories are collected and analyzed through in-depth interpretation. The research results show that Toraja folklore depicts the values ​​of togetherness, mutual cooperation, respect for ancestors, as well as respect and fear of customary law and cosmological rules. These values ​​not only function as a guide to life, but also strengthen Toraja cultural identity amidst ongoing social changes. These findings provide deeper insight into how folklore can be a medium for understanding social structures, moral values, and the Torajan people's perspective on life.
PERBANDINGAN DIALEK DENDE’ DAN REMBON DALAM BAHASA TORAJA: PERSPEKTIF LINGUISTIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Milka Milka
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.4540

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan karakteristik fonologis dialek Dende’ dan Rembon dalam bahasa Toraja serta mengkaji implementasi hasil perbandingan tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode komparatif. Data penelitian berupa 25 bentuk kebahasaan yang diperoleh dari penggunaan dialek Dende’ dan Rembon. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, teknik simak dan catat, perekaman, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, membandingkan, dan menginterpretasikan variasi fonologis yang ditemukan pada kedua dialek. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah perbedaan fonologis yang meliputi perubahan fonem vokal, perubahan fonem konsonan, geminasi, penghilangan atau penyederhanaan bunyi, serta perbedaan pelafalan. Beberapa bentuk yang menunjukkan variasi tersebut antara lain pamuntu–pamuttu, mentengka–mettekka, mangka–makka, kampa–kappa, salimu’–selimu’, melambi’–malambi’, dan na’edo’–ne’do. Dialek Rembon cenderung menunjukkan penguatan konsonan melalui geminasi dan penyederhanaan bunyi pada bentuk tertentu, sedangkan dialek Dende’ cenderung mempertahankan bentuk fonologis yang lebih lengkap. Meskipun terdapat perbedaan bentuk dan pelafalan, variasi tersebut tidak menyebabkan perubahan makna leksikal sehingga kedua dialek tetap menunjukkan hubungan yang erat dalam sistem bahasa Toraja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa data perbandingan dialek dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama sebagai sumber pembelajaran variasi bahasa, fonologi, kosakata, keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Data tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dan aktivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal yang kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap dokumentasi variasi bahasa Toraja sekaligus menyediakan dasar pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan bahasa dan budaya lokal.
STRATEGI PERSUASIF MAJAS HIPERBOLA DALAM SLOGAN IKLAN MINUMAN PADA MEDIA SOSIAL (KAJIAN SEMIOTIKA) Milka Milka
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.2062

Abstract

Media sosial telah mengubah pola komunikasi periklanan dari penyampaian informasi produk menuju pembentukan pesan yang singkat, kreatif, emosional, dan persuasif. Salah satu strategi kebahasaan yang digunakan dalam slogan iklan adalah majas hiperbola, yaitu ungkapan yang melebih-lebihkan suatu keadaan untuk menegaskan keunggulan produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna, dan strategi persuasif majas hiperbola dalam slogan iklan minuman pada media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif semiotika. Data penelitian berjumlah sepuluh slogan iklan minuman, yaitu Teh Pucuk Harum, Teh Botol Sosro, Coca-Cola, Florida, Ultra Milk, Frestea, Red Bull. Data dianalisis berdasarkan bentuk ungkapan hiperbolis, makna denotatif, makna konotatif, serta fungsi persuasifnya dalam membangun citra produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiperbola digunakan untuk mengintensifkan makna rasa, kesegaran, manfaat, energi, kenikmatan, dan pengalaman konsumsi. Secara semiotik, ungkapan hiperbolis tidak dimaknai secara literal, tetapi dikonstruksi sebagai tanda yang menghubungkan produk dengan kualitas unggul, kesegaran maksimal, kebahagiaan, semangat, dan gaya hidup positif. Strategi tersebut menunjukkan bahwa hiperbola berfungsi sebagai perangkat retoris untuk menarik perhatian, memperkuat daya ingat terhadap merek, membangun citra positif, dan memengaruhi persepsi konsumen. Temuan penelitian juga memiliki implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam pengembangan literasi kritis peserta didik terhadap bahasa persuasif di media digital.