Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Tindak Tutur Ekspresif Penderita Down Syndrome Latih (Studi Kasus Syarifah Di SLB Negeri 1 Alahan Panjang) Mulyani, Desri Mulyani; Dwinitia, Suci; Tiawati R, Refa Lina
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i2.530

Abstract

This study aims to describe the forms of expressive speech acts of people with Down syndrome. The type of research conducted in this research is qualitative. The method used in this research is descriptive analysis method. This research was conducted at SLB Negeri 1 Alahan Panjang, Lembah Gumanti sub-district, Solok Regency, West Sumatra Province. This research is focused on Syarifah's speech acts in SLB Negeri 1 Alahan Panjang. The main informant in this study is Syarifah because she is a patient with Down syndrome. The data collection technique uses the proficient method. The data validation technique uses triangulation. Data analysis techniques Data analysis using the Miles and Huberman (2014) model consists of data reduction, presentation of informal data, and drawing conclusions. The results of this study are five analyzes of expressive speech acts, including: 1) thanking, 2) congratulating, 3) forgiving, 4) blaming, and 5) praising.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Elemen Menulis Negosiasi Fase E SMA Negeri 9 Mandau Faradilla Suciani, Hamidah Faradilla Suciani; Suci Dwinitia; Upit Yulianti Dn
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i2.678

Abstract

This research aims to describe the effect of the Problem Based Learning Method on Learning to Write Negotiation Texts for Class X Students of SMA Negeri 9 Mandau. This type of research is quantitative research with experimental methods. The population of this study were 306 students of class X SMA Negeri 9 Mandau who were enrolled in the 2023/2024 academic year. The sample of this research is class X.2 students. The data in this study are the performance scores of the ability to write negotiating texts of class X students of SMA Negeri 9 Mandau before and after using the Problem Based Learning Method. The results of this study are based on data analysis, namely that there is a significant effect of using the Problem Based Learning method on the ability to write negotiating texts for class X students of SMA Negeri 9 Mandau because tcount>ttable on degrees of freedom (dk)=n1-1 and (α)=0.05 significant level of 95%.
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Pada Mahasiwa Myanmar Dalam BIPA Di Universitas Negeri Padang Mutiara, Putri; Pebriani, Yulia; Dwinitia, Suci
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i1.812

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penguasaan kosakata bahasa Indonesia mahasiswa Myanmar dalam BIPA di Universitas Negeri Padang. Tujuan penelitian ini ialah melndelskripsikan jelnis kata yang dikuasai mahasiswa Myanmar di univelrsitas nelgelri padang dalam pelmbellajaran BIPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini merupakan hasil dokumentasi video record pada wawancara dan proses pembelajaran BIPA. Data yang diperoleh pada penelitian ini ialah jenis kata yang digunakan mahasiswa Myanmar pada wawancara dan proses pembelajaran BIPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik simak bebas libat cakap serta teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 10 jelnis kata dalam wawancara dan prosels pelmbellajaran BIPA mahasiswa Myanmar yaitu kata kelrja, kata sifat, kata belnda, kata ganti, kata bilangan, kata keltelrangan, kata tanya, kata tunjuk, kata delpan, dan kata sambung. Kosakata bahasa Indonesia yang dikuasi mahasiswa Myanmar melalui proses pembelajaran bahasa disusun secara tematik dengan 6 pertemuan dengan tema/topik yang berbeda melnyelbabkan jelnis kata yang digunakan juga berbeda.
Hubungan Minat Baca Sastra Sastra Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Rakyat Siswa Kelas X SMA N 2 Gunung Talang Maida; Dwinitia, Suci; Sartika, Rina
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.185 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i1.166

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi permasalahan yaitu keterampilan menulis cerita rakyat siswa masih rendah karena siswa kurang berminat dalam pembelajaran menulis terutama cerita rakyat karena bahasa yang digunakan tidak mudah untuk dipahami. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan minat baca sastra sastra siswa kelas X SMAN 2 Gunung Talang. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menulis cerita rakyat siswa kelas X SMAN 2 Gunung Talang. Ketiga, mendeskripsikan hubungan minat baca sastra sastra terhadap keterampilan menulis cerita rakyat siswa kelas X SMAN 2 Gunung Talang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X IPS 2 yang berjumlah 22 orang. Data penelitian ini adalah skor tes angket minat baca sastra sastra dan skor menulis cerita rakyat siswa kelas X SMAN 2 Gunung Talang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut. Pertama, minat baca sastra Sastra siswa kelas X SMAN 2 Gunung Talang diperoleh nilai rata-rata hitung 75,74 dengan kualifikasi lebih dari cukup (LdC). Kedua, Keterampilan menulis teks cerita rakyat siswa kelas X SMAN 2 Gunung Talang diperoleh nilai rata-rata 78,95 dengan kualifikasi baik (B). Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan antara minat baca sastra sastra dengan keterampilan menulis cerita rakyat siswa kelas X SMA N 2 Gunung Talang. Hal ini terlihat dari hasil pengujian yang membuktikan bahwa thitung> dari ttabel yaitu 2,32 1,72.
Efektivitas Model Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lunang Dewi Restiani; Indriani Nisja; Suci Dwinitia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.599 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i3.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model Team Assisted Individualization (TAI) terhadap keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lunang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Design dalam bentuk posttest-only control design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA1 dan XI MIA 2 yang masing-masing berjumlah 29 orang. Data dalam penelitian ini adalah skor hasil kerja siswa kelas XI SMAN 1 Lunang dalam menulis teks eksplanasi tanpa dan dengan menggunakan model Team Assisted Individualization (TAI). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lunang tanpa menggunakan model Team Assisted Individualization (TAI) memperoleh nilai rata-rata 57,66 dengan kualifikasi Cukup (C) pada rentangan 56-67% pada skala 10. Kedua, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lunang dengan menggunakan Team Assisted Individualization (TAI) memperoleh nilai rata-rata 61,68 dengan kualifikasi Cukup (C) pada rentangan 56-67% pada skala 10. Ketiga, terdapat efektivitas penggunaan model Team Assisted Individualization (TAI) terhadap keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lunang karena thitung>ttabel yaitu 2,59>1,67. Hal ini menunjukan bahwa model Team Assisted Individualization (TAI) dapat mempengaruhi siswa dalam menulis teks eksplanasi.
KONTEKS DALAM PERSPEKTIF THEO VAN LEEUWEN PADA SAAT DEBAT PUBLIK rahayu, zona rida; Pemata, Riyen; Dwinitia, Suci
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konteks komunikasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota sebagai komunikator menyampaikan maksud ujaran kepada masyarakat pemilihnya kepada masyarakat kota Solok, yaitu dapat terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solok tahun 2020-2024. Sebagai komunikator, pasangan calon tentunya menyampaikan maksud menggunakan konteks yang tepat, sehingga maksud ujaran dapat ditangkap dengan tepat juga. Untuk itu, pasangan calon memerlukan komunikasi yang efektif untuk mencapai tujuan dalam berdebat tersebut dengan melibatkan konteks komunikasi higt dan low contexs cuture. Dalam melakukan telaah ini, peneliti menggunakan analisis Wacana Kritis perspektif Theo van Leeuwen. Perspektif ini menjelaskan dalam menciptakan ujaran secara terstruktur, rasionalitas, serta ada muatan ideologi di dalamnya. Pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi komunikasi. Hasil penelitian ada konteks komunikasi yaitu higt dan Low  Context Cultureyang ekslusi dan Inklusi. Jika, sasaran mitra komunikasi adalah sesama pasangan calon, maka penutur menggunakan higt Context Culture. Hal ini dilakukan penutur untuk menghormati dan menghargai sesama pasangan calon. Sesuai dengan pepatah Minangkabau yaitu mangango sabalun mengecek ‘berpikir sebelum berbicara’. Artinya, seorang penutur dikehendaki dalam berbicara untuk hati-hati dalam mengujar apa yang akan disampaikan serta memilih dan memilah bahasa yang tepat digunakan dalam berkomunkasi. Low context culture adalah komunikator mengungkapan maksud ujaran secara langsung, sehingga mitra tutur dapat menangkap maksud ujaran secara langsung. Jika, sasaran mitra komunikasi pasangan calon ini adalah  masyarakat kota Solok, maka penutur menggunakan law Context Culture. Hal ini dilakukan agar mitra komunikasi dapat dengan mudah menangkap maksud ujaran.
Cultural Encounters in the BIPA Classroom: A Cross-Cultural Understanding of International students’ Perceptions of Indonesian Culture Tiawati, Refa Lina; Tatalia, Ricci Gemarni; Dwintia, Suci; Rahmad, Hari Adi; Nawi, Nuradlin Syafini; Kurnia, Maya Dewi
Jurnal Gramatika Vol 11, No 1 (2025): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2025.v11i1.9453

Abstract

This study explores how international students perceive Indonesian culture while participating in the Bahasa Indonesia for Foreign Speakers (BIPA) program at Padang State University. Framed within Cross-Cultural Understanding (CCU), the study investigates how students’ cultural backgrounds, prior experiences, and exposure to cultural content in language teaching shape their engagement and motivation. Using a descriptive qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation. The findings show that most students positively perceive Indonesian culture, particularly appreciating traditions, hospitality, and food. However, challenges arise with abstract cultural values, such as indirect communication, hierarchical relationships, and concepts of politeness, which sometimes contrast with students' native cultural norms. Students from Southeast Asian countries reported smoother cultural adjustment than those from Western countries. Furthermore, students favored experiential learning—such as field trips, cooking classes, and cultural performances—over theoretical cultural instruction. These insights reinforce the importance of integrating cultural content into language instruction but also highlight the need for culturally responsive pedagogy that considers learners’ diverse cultural frameworks. The study suggests incorporating CCU models (e.g., Byram's ICC Bennett's DMIS) to support intercultural reflection, identity development, and deeper engagement. Future research should explore the longitudinal impacts of cultural learning and implement structured tools to evaluate intercultural competence development.
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap Menceritakan Kembali Hikayat Pada Fase E SMA N 16 Padang Monika, Monika; Mana, Lira Hayu Afdetis; Dwinitia, Suci
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14747

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali hikayat peserta didik dengan menggunakan model Reciprocal Teaching fase E SMA N 16Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Design Pre Experimental. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Pre Experimental dalam bentuk Posttest Only Contol Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik Kelas X SMA Negeri 16 Padang.yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah Pengaruh Model Reciprocal Teaching, sedangkan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Menceritakan Kembali Hikayat fase E SMA N 16 Padang. data penelitian ini berjumlah dua yaitu: pertama skor dari hasil tes menceritakan kembali hikayat tanpa menggunakan model Reciprocal Teaching peserta didik fase E SMA N 16 Padang. Kedua skor dari hasil tes menceritakan kembali hikayat dengan menggunakan model Reciprocal Teaching peserta didik fase E SMA N 16 Padang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes menceritakan kembali hikayat tanpa dan dengan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching.Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan penggunaan model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan menceritakan kembali hikayat pada fase E SMA N 16 Padang. Jadi , thitung>ttabel yaitu 3,26>1,68 maka H1 diterima dan H0 ditolak.
MENANAMKAN BUDAYA LITERASI PADA ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA Putri, Mega; Halid, Elan; Wirasty B., Rini; Marta, Redo Andi; Rahayu, Zona Rida; Dwinitia, Suci; Zora, Fera
PUAN INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Puan Indonesia Vol 7 No 2 januari 2026
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v7i2.456

Abstract

Literacy is the ability of an individual to read, write, speak, and think critically. Literacy does not merely encompass the ability to read and write, but also includes understanding and utilizing information. Information obtained by an individual should not be accepted uncritically; rather, it must be analyzed in terms of its content and message. Cultivating this habit from an early age significantly influences a child’s development. In daily life, a culture of literacy is something that must be emphasized across all levels of society, including within the family environment. It is crucial to instill this literacy culture from childhood so that individuals grow into adults capable of critically analyzing every piece of information they receive. Jorong Lurah Nan Tigo is a region located in the Kenagarian Salayo, Solok Regency. This community actively engages women through the PKK Lurah Nan Tigo group. The women in this area come from diverse social and family backgrounds, ranging from housewives to working mothers. With such diversity, parenting patterns also vary, which in turn influences the way literacy culture is applied within families. Therefore, it is important to provide understanding to the women of the PKK Lurah Nan Tigo so that the surrounding community recognizes the significance of literacy culture and its application, beginning within the family, particularly by mothers. Mothers play a pivotal role in the family as motivators who can enhance the abilities and skills of their children.
TRADISI MANGAJI NAGARI KUNCIR KECAMATAN X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK: KAJIAN SEMIOTIKA Halid, Elan; Dwinitia, Suci; Yuniar, Lativa Raudhatul
IdeBahasa Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 2 Desember 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i2.346

Abstract

Semiotic studies examine the study of signs and meanings. The Minangkabau people are one of the largest ethnic groups in Indonesia originating from the West Sumatra region and several surrounding areas, and are known for their unique culture, customs, and social systems. One of the Nagari in West Sumatra is Nagari Kuncir which has a tradition of mangaji samalam, tigo hari, seven hari, fourteen hari, fifty hari, and one hundred hari. The purpose of this study is to describe the Mangaji Tradition of Nagari Kuncir, X Koto Diatas District, Solok Regency: Semiotic Study. This type of research is qualitative with descriptive methods. The data are in the form of pillows, clothes, mattresses, prayer beads, umbrellas, sandals carried out in the mangaji procession. This study involved three informants, namely people who know the ins and outs of the mangaji tradition, namely the Family, Datuak, and Bundo Kanduang. Data collection techniques are in the form of field observations, interviewing informants, recording, noting the process in the mangaji tradition, and documenting the process in the mangaji tradition. The data analysis techniques are: re-reading all the collected data, marking by coding the data, classifying the data according to the table format, interpreting and analyzing the collected data based on semiotic components in the form of signs, symbols, emblems, and drawing conclusions. From the research, 27 data were found. The most frequently found data is in the tradition of reading the one hundred days of semiotic symbol components, amounting to eleven data.