Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Pencegahan Stroke dan Sosialisasi Aktivitas Fisik pada Anggota Prolanis di Puskesmas Banda Sakti, Lhokseumawe Maulina, Meutia; Yuziani, Yuziani; Sawitri, Harvina; Herlina, Nina
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13674

Abstract

Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang menjadi penyebab kecacatan utama dan penyebab kematian kedua di seluruh dunia. Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi antara lain hipertensi dan diabetes melitus. Hipertensi berperan dalam proses aterosklerosis yang berakibat pembentukan plak pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke. Hiperglikemia yang terjadi pada diabetes melitus juga dapat meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan hipertensi dan berakibat terjadinya stroke. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman faktor risiko stroke serta soasialisi aktivitas fisik terprogram. Pemerintah memiliki program dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit kronis yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Salah satu program yang dilaksanakan di puskesmas adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Secara umum anggota prolanis dengan riwayat penyakit kronis hipertensi dan diabetes melitus memiliki kegiatan rutin yang meliputi edukasi kesehatan dan pemantauan status kesehatan secara rutin untuk mengontrol faktor risiko stroke secara rutin. Kegiatan penyuluhan pencegahan stroke dan sosialisasi aktivitas fisikĀ  pada anggota prolanis dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini gejala dan faktor risiko stroke agar kasus stroke dapat dicegah.
Penyuluhan Kesiapan, Edukasi dan Pendampingan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa SDN 10 Lhokseumawe maulina, nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18214

Abstract

Cuci tangan merupakan satu hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan sebagai upaya pencegahan penularan infeksi/ penyakit. Seperti kita ketahui bersama, kuman penyakit ada dimana-mana, tidak hanya di benda/ tempat yang tampak kotor, namun juga di benda/ tempat yang kita lihat bersih. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan contoh kepada siswa tentang bagaimana penting cuci tangan yang benar dibawah air mengalir dan menggunakan sabun menurut standar WHO sebelum kegiatan sekolah dimulai dan menyediakaan sarana PHBS. Metode yang digunakan ialah melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi dan praktek tentang (PHBS) dengan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dan tahap evaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil yang didapatkan diantaranya sebagian besar siswa SDN 10 Kota Lhokseumawe mengetahui cara mencuci tangan, namun tidak secara benar hal ini dapat dilihat perbedaan dari hasil jumlah pertanyaan pretest dan post test pengetahuan PHBS. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini terdapat perbedaan antara pengetahuan responden penyuluhan PHBS tentang praktek cuci tangan sebelum penyuluhan dengan pengetahuan responden tentang punyuluhan PHBS tentang praktek cuci tangan setelah penyuluhan.
Hubungan Masa Kerja Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Cleaning Service Di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Erida, Bela Nurfitri; Sawitri, Harvina; Mellaratna, Wizar Putri
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational contact dermatitis is a skin condition caused by exposure to materials used at work. Cleaning service is a person who is in charge of maintaining cleanliness and providing cleaning services that have the potential to experience occupational contact dermatitis. The purpose of this study was to the relationship between years of service with the incidence of occupational contact dermatitis in the cleaning service workers at the cut meutia general hospital, north aceh. The research method used is observational analytic through a cross sectional approach. Sampling in this study used a consecutive sampling technique of 84 people who met the inclusion and exclusion criteria. The measuring instrument used is the NOSQ 2002-LONG questionnaire and the diagnosis is confirmed by the mathias criteria. Analysis of the data from this study used a statistical test in the form of a chi-square test. The results of this study found that most of the respondents were women and adults. Most of the cleaning services at the Cut Meutia Aceh Utara General Hospital have a working period of >2 years (79.8%). Cleaning service at the Cut Meutia General Hospital, North Aceh who experienced contact dermatitis due to work as many as 45 people (53.6%). The conclusion is that there is no significant relationship between years of service with the incidence of occupational contact dermatitis in the cleaning service workers at the cut meutia general hospital, north aceh. with a p value of 0.448 (p > 0.05).
Sekolah Bebas Asap Rokok: Edukasi dan Pembentukan Agen Anti-Rokok di Kalangan Siswa SDN 05 Muara Batu Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Rahayu, Mulyati Sri; Nadira, Cut Sidrah; Natasha, Cut Alia; Fitri, Dwi
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.25332

Abstract

Pendahuluan: Tembakau tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Menurut WHO, lebih dari 8 juta orang meninggal tiap tahun akibat penggunaan tembakau, termasuk 1,2 juta dari paparan asap rokok tidak langsung. Anak-anak sangat rentan, karena asap rokok dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, gangguan fungsi paru-paru, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Di Indonesia, meningkatnya konsumsi tembakau pada remaja menjadi masalah kesehatan serius. Tujuan: Meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar tentang bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Melalui aktivitas interaktif, BREATHE mendorong anak-anak agar menghindari paparan asap rokok. Metode: Melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi tentang bahaya merokok bagi tubuh dan akan mengevaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil dan pembahasan: Sebagian besar siswa SDN 05 Dewantara, Aceh Utara telah memahami bahaya merokok. Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan secara menyenangkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Melindungi paru-paru dari asap rokok merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat. Kesimpulan: Pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan aktivitas interaktif dan kampanye digital terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kata kunci: WHO, rokok, paru-paru, edukasi
Gambaran Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Cut Meutia Aceh Utara Nihaayah Elzan, Chika; Sawitri, Harvina; Surayya, Rahmi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3599

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic endocrine disease characterized by chronically elevated blood glucose levels. One of the management of diabetes mellitus is using insulin therapy. Insulin therapy aims to maintain blood sugar control targets. Therefore, it is important to maintain compliance in undergoing insulin therapy to avoid complications and get the desired therapy results. The purpose of this study was to describe the level of compliance with insulin therapy for type 2 diabetes mellitus patients at Cut Meutia Hospital, North Aceh. This research is an observational study with descriptive methods and a cross-sectional approach. Research sampling with purposive sampling with a total of 105 respondents. Data were obtained using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) questionnaire instrument. Based on the results of the study, 37.1% of respondents were the majority of early elderly (46-55 years), 51.4% of respondents were male, 28.6% of respondents had tertiary education, 46.7% of respondents did not work and 31.4% of the type of insulin used was insulin co-formulation. This study shows the level of compliance of type 2 DM patients in undergoing insulin therapy at Cut Meutia Hospital, North Aceh 42.9% with a high level of compliance, 44.8% with a moderate level of compliance and 12.4% with a low level of compliance. The reason for patient non-compliance in carrying out insulin therapy is mostly influenced by forgetting factors with a percentage of 56.2%. The conclusion of this study is the level of compliance of patients with type 2 diabetes mellitus at Cut Meutia Hospital, North Aceh in carrying out insulin therapy, the majority of respondents have a moderate level of compliance.