Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Gambaran Job Engagement pada Anggota Organisasi Artpsium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Charisma Septian Wiweka; Charaka Bintang Nararya; Robi Ilyasa; Jati Fatmawiyati
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p133-144

Abstract

An organization must have members who have good job engagement or work engagement in it so that they will carry out their work more actively and enthusiastically and are accompanied by positive thoughts. This research was conducted to find out the description of job engagement in the Artpsium organization so that it is hoped that it can become an evaluation and reference material to further advance the Artpsium organization itself. The method used in this study is a qualitative approach with a structured interview method so that researchers and participants can meet face-to-face in order to obtain more accurate data. The results of the study show that the job engagement of Artpsium administrators and members is influenced by several things including internal factors and external factors. Then, the higher the position held in the organization, the greater the job engagement, conversely, the lower the position or role, the smaller the job engagement. Another problem that exists is that several other parts of Artpsium, especially those that join other organizations and don't have an important role, tend to have low job engagement, both in their management and membership. AbstrakSuatu organisasi harus memiliki anggota yang mempunyai job engagement atau keterikatan kerja yang baik di dalamnya sehingga akan menjalani pekerjaannya dengan lebih giat dan antusias serta diiringi dengan pikiran yang positif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran job engagement yang ada di organisasi Artpsium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terstruktur agar peneliti dan partisipan dapat bertemu langsung secara tatap muka sehingga didapatkan data yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job engagement pengurus maupun anggota Artpsium dipengaruhi oleh beberapa hal meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Kemudian, semakin tinggi jabatan yang dimiliki dalam organisasi maka job engagement akan cenderung semakin besar, sebaliknya jika jabatan atau peran yang dimiliki semakin rendah maka job engagement-nya juga cenderung semakin kecil. Masalah lain yang ada adalah karena beberapa bagian Artpsium lain, khususnya yang mengikuti organisasi lain dan tidak memiliki peran penting, cenderung untuk memiliki job engagement yang rendah, baik dalam kepengurusan atau keanggotaannya.
HUBUNGAN KEPRIBADIAN BIG FIVE DENGAN PERILAKU BERKENDARA BERISIKO PENGENDARA MOTOR SISWA SMA Fatmawiyati, Jati; Al Farizi, Reza Hanif; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p291-297

Abstract

Abstract: This research aims to determine the role of personality on risky driving behavior of high school students. This study is important to do, because the attitude of the motorbike rider causes a lot of traffic accidents. Data collection using the risky driving behavior scale from Iversen (2004) which has been adapted into Indonesian by Alfazi (2018) consists of 24 items. All items are valid with a validity value of 0.309–0.778 and a reliability of 0.688. Personality instrument uses Extra-Short Big Five Iventory-2 by Soto and John (2017) which has been adapted by Tresnawaty and Izdihar (2020) which consists of 15 items. The validity shows a value of 0.318–0.47 with a reliability of 0.611. The sample is 119 students of SMAN 1 Ngunut Tulungagung, grades 10-12 who rode motorbikes and distributed questionnaires using google form. Data analysis using multiple regression, previously tested for normality, linearity, and heteroscedasticity. The results of hypothesis testing show that personality is a predictor of risky driving behavior. However, when viewed pertrait, only agreeableness and neuroticism significantly affect risky driving behavior. Meanwhile, openness to experience, conscientiousness and extraversion are not significant. Abstrak: Tujuan pelaksanaan penelitiaan ini yakni untuk mengetahui peran kepribadian terhadap perilaku berkendara yang beresiko siswa SMAN. Penelitian ini penting untuk dilakukan, karena sikap pengemudi motor mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. Pengambilan data menggunakan skala risk driving behavior dari Iversen (2004) yang telah diadaptasi kedalam bahhasa Indonesia oleh Alfazi (2018) terdiri dari 24 aitem. Semua aitem valid dengan nilai validitas 0.309–0.778 dan reliabilitas 0.688. Instrumen kepribadian menggunakan Extra-Short Big Five Iventory-2 oleh Soto dan John (2017) yang telah diadaptasi oleh Tresnawaty dan Izdihar (2020) yang terdiri dari 15 aitem. Uji validitas menunjukkan nilai 0.318–0.47 dengan reliabilitas sebasar 0.611. Sampel 119 siswa SMAN 1 Ngunut Tulungagung, kelas 10-12 yang mengendarai sepeda motor dan penyebaran kuesioner menggunakan google form. Analisis data menggunakan Spearman Brown, karena saat dilakukan uji normalitas data tidak normasl. Hasil uji hipotesis menunjukkan tingkat signifikansi dibawah 0.05 (0.04<0.05), maka ada hubungan positif antara perilaku berkendara beresiko dengan neuroticism dan agreeableness, sedangkan hubungan opennes to experience, conscientiousness dan extraversion dengan perilaku berkendara beresiko tidak signifikan
Implementasi Pendidikan Inklusif di PAUD Fatmawiyati, Jati; Permata, Resi Shaumia Ratu Eka
Flourishing Journal Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i82022p567-582

Abstract

Abstract: PAUD education is held to provide opportunities for children with special needs to obtain learning on a par with normal children. PAUD education also helps children with special needs to be able to develop their potential as much as possible. This study aims to determine the implementation of inclusive education in PAUD ACR in terms of the principles of implementing PAUD inclusive education established by the Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. This research uses a qualitative approach. The results showed that the implementation of PAUD ACR was in accordance with the principles of PAUD education including those contained in the Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif from the Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. The principles of providing education at PAUD ACR are quite consistent with the principles of curriculum development, learning principles, infrastructure, learning evaluation, procedures for admitting students with special needs, human resources, the ratio of students with special needs in study groups, parental involvement, and evaluating the implementation of inclusive PAUD. Abstrak: Pendidikan inklusif pada lembaga PAUD diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pembelajaran yang setara dengan anak reguler lainnya serta memungkinkan anak untuk dapat menyalurkan potensi yang dimilikinya sedini mungkin. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan inklusif di PAUD ACR ditinjau dari prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan PAUD inklusif yang ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara serta didukung dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis dengan cara reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini antara lain kepala sekolah PAUD ACR, Guru Penanggung Jawab Kelas, serta wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan PAUD ACR telah cukup sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan PAUD inklusif yang tertuang dalam Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Prinsip yang cukup sesuai mulai dari penyusunan kurikulum, prinsip pembelajaran, sarana prasarana evaluasi pembelajaran, prosedur penerimaan siswa ABK, sumber daya manusia, rasio siswa ABK dalam rombongan belajar, keterlibatan orangtua, serta evaluasi penyelenggaraan PAUD Inklusif.
Siap Merencanakan Karier melalui Pelatihan Perencanaan Karier pada Siswa Kelas XI MAN Sidoarjo Setyoningtias, Khasdyah dwi dewi; Fatmawiyati, Jati; Rahmi, Yaumul; Mahardiana, Lina; Nugraha, Arya Yudha; Panulung, Danang Alifian Gandang
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p325-332

Abstract

A key issue in Madrasah Aliyah (MA) and other Islamic religious schools is the lack of focus on career planning in learning activities. Therefore, this study focuses on illustrating how career planning training, especially related to the selection of further study majors, makes students more aware of the careers they will pursue. Career planning is a form of student readiness in planning their future lives after graduation. The focus of this study is to determine the impact of career planning training on students' understanding of careers and college major planning. Using experimental quantitative methods, comparing the results of pre- and post-tests using career planning instruments, followed by 108 students. The study found that there was a difference of 3.54 (significance 0.00 <0.05), meaning that this career planning training was able to provide changes in students' understanding of career plans, with 73 students in the group who slowly understood the concept of career planning in their future lives. It is hoped that this study will provide an overview that schools, students, and related parties can provide regular career training programs so that students are better prepared in planning their careers. AbstrakPermasalahan pada sekolah berbasis agama Islam, salah satunya pada tingkatan Madrasah Aliyah (MA) adalah perencanaan karier yang belum menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Perencanaan karier menjadi langkah awal untuk memberikan gambaran karier dan pemilihan jurusan perkuliahan nantinya. Maka penelitian ini berfokus untuk menggambarkan bahwa dengan pelatihan perencanaan karier khususnya berkaitan dengan pemilihan jurusan studi lanjut menjadikan siswa lebih paham terhadap karier yang akan dijalaninya. Perencanaan karier merupakan bentuk dari kesiapan siswa dalam merencanakan kehidupan selanjutnya ketika telah lulus. Fokus penelitian ini mengetahui dampak pelatihan perencanaan karier siswa terhadap pemahaman karier dan perencanaan jurusan perkuliahan. Menggunakan kuantitatif eksperimental membandingkan hasil sebelum dan sesudah tes menggunakan instrumen perencanaan karier yang diikuti oleh 108 siswa. Temuan penelitian bahwa terdapat perbedaan 3,54 (signifikansi 0,00 < 0,05), artinya pelatihan perencanaan karier ini mampu memberikan perubahan pemahaman rencana karier pada siswa, dengan 73 siswa berada pada kelompok yang perlahan memahami konsep perencanaan karier dalam kehidupan yang akan datang. Besar harapan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa sekolah, siswa maupun pihak terkait untuk memberikan program pelatihan karier secara berkala agar siswa lebih siap dalam merencanakan kariernya.