Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Factors Associated With Acute Respiratory Infections Among Children Aged 6–10 In The Working Area of Putri Ayu in 2025 Alvin Maha Syagar; Fajrina Hidayati; Herwansyah Herwansyah; Oka Lesmana; Ashar Nuzulul Putra
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.510

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) remain a common health problem in the working area of Putri Ayu Public Health Center. Behavioral factors and household environmental conditions are suspected to contribute to the increased risk of ARI. To determine the factors associated with the incidence of ARI among children aged 6–10 years in the working area of Putri Ayu Public Health Center in 2025. This study used a cross-sectional design with sampling conducted among community members who met the inclusion criteria. Data were analyzed using the Chi-Square test and Prevalence Ratio (PR) calculations. The findings showed significant associations between handwashing with soap (p-value = 0,049), smoking habits (p-value = 0,000), occupancy density (p-value = 0,033), and household ventilation (p-value = 0,044) with ARI incidence. Meanwhile, temperature (p-value = 1,000), humidity (p-value = 0,625), and lighting (p-value = 0,400) showed no significant associations. Smoking habits had a PR of 6.696, indicating that children living with smoking family members have nearly seven times higher risk of developing ARI. Behavioral factors such as handwashing and smoking habits, as well as environmental factors such as ventilation and occupancy density, are associated with ARI incidence. Promotive and preventive efforts are needed, particularly reducing indoor smoking and improving household ventilation.
HUBUNGAN KOMPONEN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN PONDOK TINGGI Indira Harti; Herwansyah Herwansyah; Muldiasman Muldiasman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57471

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang memengaruhi pertumbuhan anak. Meskipun tingkat stunting di Kota Sungai Penuh tercatat yang terendah di Provinsi Jambi dengan angka 4,1%, Kecamatan Pondok Tinggi menunjukkan jumlah keluarga yang berisiko stunting paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen kesejahteraan keluarga seperti pendidikan ibu, pendapatan keluarga, akses sanitasi, sumber air bersih, dan pengetahuan ibu mengenai gizi dengan kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain lintas potong. Sebanyak 88 balita berusia antara 0 hingga 59 bulan dari Kecamatan Pondok Tinggi dijadikan responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik pengambilan acak sederhana. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Ditemukan prevalensi stunting sebesar 45,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan nilai (p = 0,027) dan (PR 2,087), akses sanitasi dengan nilai p 0,000 dan PR 3,291, sumber air bersih dengan nilai p 0,000 dan PR 5,000, serta pengetahuan ibu tentang gizi dengan nilai p 0,004 dan PR 2,644 terhadap kejadian stunting. Namun, pendidikan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p 0,717. Empat dari lima aspek kesejahteraan keluarga berkaitan dengan stunting. Akses terhadap sumber air bersih diidentifikasi sebagai faktor risiko paling tinggi.
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA INDIKATOR TIDAK MEROKOK tsaabitah zakhirah; Puspita Sari; Herwansyah Herwansyah; Hendra Dhermawan Sitanggang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57521

Abstract

Pada data SKI (2023) Prevalensi merokok pada penduduk umur 10-18 tahun di Provinsi Jambi berada pada angka 1,7 % pada frekuensi merokok setiap hari, 1,5% untuk frekuensi kadang-kadang merokok. Kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu penyebab angka kejadian merokok ini. Permasalahan ini menjadi alasan untuk meneliti determinan yang mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat pada indikator tidak merokok di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebesar 73 siswa dengan menggunakan analisis Chi-Square. Sebagian besar responden menyatakan bahwa indikator tidak merokok di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi yang tidak terlaksana, yaitu sebesar 84,9%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan indikator tidak merokok (p-value=0,596). Selain itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan indikator tidak merokok (p-value=0,338), fasilitas dengan indikator tidak merokok (p-value=1,000), peran guru dengan indikator tidak merokok (p-value=0,487), serta peran orang tua dengan indikator tidak merokok (p-value=1,000) di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, fasilitas, peran guru, dan peran orang tua dengan indikator tidak merokok pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi Tahun 2025
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN DIGITAL EYE STRAIN PADA PEGAWAI DI PERUMDA AIR MINUM TIRTA MAYANG KOTA JAMBI Nabilah Putri; David Kusmawan; Usi Lanita; Oka Lesmana; Herwansyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4746

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan komputer/laptop secara terus-menerus dapat memicu timbulnya penyakit akibat kerja apabila tidak memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Diantara masalah yang dapat muncul adalah Digital Eye Strain (DES). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan keluhan Digital Eye Strain pada pegawai di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desai cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 58 dengan teknik total sampling menggunakan wawancara dan kuesioner. Waktu penelitian Juni 2025 – Agustus 2025 di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi. Di analisis menggunakan metode uji chi-square dengan level signifikan pada 95% (p < 0,05). Variabel bebas adalah masa kerja, lama pemakaian komputer, penggunaan kacamata, istirahat mata, pencahayaan, sudut penglihatan, jarak penglihatan, dan penggunaan antiglare. Variabel terikat adalah keluhan Digital Eye Strain diukur dengan DES-Q. Hasil: Keluhan Digital Eye Strain sebesar 62,1%. Masa kerja  (> 5 Tahun) 56,9%, lama penggunaan komputer (> 4 jam) 86,2%, Penggunaan kacamata 50%, istirahat mata (Ya) 55,2%, Sudut Penglihatan (sejajar) 58,6%, Jarak penglihatan (> 50 cm) 60,3%, Penggunaan Anti-glare (Tidak) 79,3%, dan pencahayaan (buruk) 55,2%. Variabel yang berhubungan dengan keluhan Digital Eye Strain adalah Penggunaan Kacamata (p=0,030), Istirahat Mata (p=0,036), Sudut Penglihatan (p=0,024), dan Pencahayaan (p=0,024). Kesimpulan: Ada hubungan antara Penggunaan Kacamata, Istirahat mata, Sudut Penglihatan, dan Pencahayaan dengan keluhan Digital Eye Strain pada pegawai di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi.
Identifikasi faktor penyebab kejadian unsafe action dan unsafe condition pada pekerja lapangan Syalfi Intan Riyani; Budi Aswin; Herwansyah Herwansyah; Usi Lanita
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 7 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i7.3247

Abstract

Background: Workplace accidents remain a major concern in the energy sector. Unsafe acts and conditions are the leading cause of accidents, with over 85% of incidents related to unsafe behavior. PT. PLN Indonesia Power's Payo Selincah Jambi Power Plant Unit, with 144 workers, recorded 99 workplace accidents in 2019–2021.Purpose: To identify factors underlying unsafe acts and unsafe conditions among field workers.Method: Qualitative research using a case study approach. Six informants were purposively selected: the unit manager, the OHS team leader, the head of operations, the head of maintenance, and two field workers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed thematically.Results: Two main themes were identified: human behavioral factors, low PPE compliance due to unfamiliarity and discomfort, "cat and mouse" behavior toward supervisors, and neglect of procedures during emergencies. Environmental factors are generally well managed through routine housekeeping, waste management, and annual PPE replacement, but outdoor work in extreme weather conditions remains risky. Conclusion: The main challenge lies in the genuine internalization of a safety culture. It is recommended to review the ergonomics of personal protective equipment (PPE), strengthen the reward-punishment system, implement emergency simulation training, and formalize safe work practices across all units. Keywords: Field Workers; Occupational Safety And Health; Power Plants; Unsafe Action; Unsafe Condition.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Keselamatan Kerja : Kajian Fenomenologi pada Petugas Pemadam Kebakaran di Kota Jambi Tahun 2024 Silvania Silvania; Herwansyah Herwansyah; Ismi Nurwaqiah Ibnu; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7126

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is crucial for creating safe and healthy working environments. Firefighters face significant risks in their line of duty. This research aims to identify the factors influencing work safety behavior among firefighters in Jambi City. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. Data was collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. Research informants included firefighters with various roles and levels, encompassing field officers, OSH personnel, and the division head. The research examines the influence of human factors (knowledge), work environment factors (personal protective equipment/PPE, training, the role of OSH, and reward systems), and OSH indicators on work safety behavior. The findings indicate that the OSH knowledge of firefighters in Jambi City is considered adequate, with alignment between established OSH standards and the officers' perceptions. PPE is acknowledged as important, but budgetary constraints affect the availability of more specific PPE. OSH training is deemed essential for enhancing officers' knowledge and awareness. The role of OSH within the organization is seen as important for creating a safe work environment, although there are expectations for improved understanding and implementation of OSH in the field. The reward system is perceived as inconsistent. OSH indicators, such as regulations and SOPs, are considered effective guidelines for task execution. Work safety behavior among firefighters in Jambi City is influenced by a complex interplay of human factors, work environment factors, and the OSH system. Adequate OSH knowledge and effective implementation of OSH indicators form a critical foundation. However, improvements in areas such as PPE provision, consistency of the reward system, and enhanced understanding and comprehensive implementation of OSH are necessary to strengthen the safety culture and reduce the risk of workplace accidents.
Co-Authors . Asparian, . Adila Solida Adinda Juwita Sari Akhbar, M Taheri Alvin Maha Syagar Anabela, Aisha Andika Sulistiawan Andy Amimr Andy Amir Arafat, Yasir Arnild Augina Mekarisce Ashar Nuzulul Putra Asparian Asparian Asparian Asparian Asparian Asparian Asparian Ayu Oktoviani Azhari, Muhammad Rifky Budi Aswin Daniel Happy Putra Darmawan, Tuhfah Fitria David Kusmawan Dilla Oktaviani Dwi Noerjoedianto Dwi Noerjoendianto Evy Wisudariani Fajar Lestari Fajrina Hidayati Guspianto Guspianto Halim, Raden Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hubaybah, Hubaybah Indira Harti Ismi Nurwaqiah Ibnu Kasyani, Kasyani Kiki Ayu Apriani Kristina, Putri Cicilia Kulsum, Nyimas Umi Kunlanant Senkham La Ode Reskiaddin Lukman, Muhammad Nasril M. Ridwan Maliah, Maliah Mariska, Marshanda Rachma Marta Butar Butar Martawinarti, RTS Netisa Marwiyah, Syarifatul Meinarisa, Meinarisa Muhammad Rifqi Azhary Muldiasman, Muldiasman Nabilah Putri Nadya, Embun Nofriza Rahmayani Nurhusna Nurutami Nasution Oka Lesmana Oka Lesmana Oktoviani, Ayu Osvinarti Permatasari, Nadia Dwi Picia Efranita Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Putra, Andika Aldi Putri Irwanti Sari Putri, Fitria Eka Riana Rosa Rini, Willia Novita Eka Riska Amalya Nasution RTS.Gita Putri Enindra Rusli, Ris'an Rusli, Risan Silvania Silvania Silvia Mawarti Perdana Sri Astuti Siregar Suandi Suandi Sukendro Sukendro Susy Mardianti Syahfira, Azzahra Syalfi Intan Riyani Toharuddin, Toharuddin Toharudin, Toharudin tsaabitah zakhirah Usi Lanita Usi Lanita Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Willia Novita Eka Rini Willia Novita Eka Rini Willia Novita Eka Rini Willia Novita Eka Rini Yosi Oktarina