Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Tindak tutur meminta pada film pendek “Ruang Tunggu” Maharani, Tiara Eka; Yunita, Tria; Rahman, Zakyah Eka; Putri, Ananta Arabella Andhika; Amatullah, Atikah; Nugroho, Miftah
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.10856

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tindak tutur meminta yang terdapat dalam film pendek “Ruang Tunggu”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan tindak tutur meminta yang terdapat dalam film pendek “Ruang Tunggu”. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Data penelitian yang digunakan adalah dialog tokoh yang memuat tindak tutur meminta baik secara langsung maupun tidak langsung yang terdapat dalam Film Pendek “Ruang Tunggu”. Sumber data penelitian ini adalah film pendek "Ruang tunggu" yang rilis di kanal YouTube KAI (@keretaapikita) pada tanggal 9 April 2024. Metode penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa simak bebas libat cakap (SBLC). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya meliputi Teknik Hubung Banding Menyamakan (HBS) dan Teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Analisis data didasarkan pada teori tindak tutur meminta Searle & Vandervaken (1985), Yule (1996), dan Austin (1962). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa tindak tutur meminta dalam Film Pendek “Ruang Tunggu” terbagi menjadi dua yaitu tindak tutur meminta langsung dan tindak tutur meminta tidak langsung. Tindak tutur meminta yang paling dominan adalah tindak tutur meminta secara tidak langsung. Adapun dalam penelitian ini tindak tutur meminta secara tidak langsung paling banyak digunakan pada ekpresi perfomatif ekplisit dan persiapan pertanyaan.
Tindakan Pengancaman dan Penyelamatan Muka dalam Podcast ASIX Episode Anang dan Ghea: Kajian Pragmatik Bhrata, Pramudya Dhana; Amanda, Putri; Nugroho, Miftah
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 2 (2024): Kode: Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i2.59589

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tindakan pengancaman dan penyelamatan muka. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk/wujud strategi kesantunan khususnya yang mengacu pada tindakan pengancaman dan penyelamatan muka dalam podcast ASIX episode Anang&Ghea berdasarkan kajian pragmatik. Berkaitan dengan tujuan tersebut, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan dari penutur dan mitra tutur (Anang dan Ghea). Sumber data utama yang digunakan sebagai objek dari penelitian ini berupa podcast ASIX episode Anang dan Ghea. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, dan analisis konten. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan model interaktif (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak strategi kesantunan positif misalnya memberikan pujian/simpati, mengupayakan kesepakatan, memberi asumsi, dsb. Sedangkan temuan bentuk penggunaan strategi kesantunan negatif yang muncul pada ujaran bersikap pesimis, menggunakan bentuk pasif, nominalisasi.
TINDAK TUTUR MENGKRITIK DALAM KONTEN PODHUB “ULANG TAHUN VIDI ALDIANO” DI KANAL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER Yosani, Yosephine Marrietta Ardhya; Zihan, Ahmad Khawarizmy; Nugroho, Miftah
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak tutur mengkritik dalam video podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier, khususnya pada episode "Vidi Podhub Ulang Tahun!! Selamat Tinggal Good Image" yang diakses pada 20 April 2024. Data berupa ujaran mengkritik yang diujarkan oleh Deddy Corbuzier, Vidi, Enzy, Chandika, dan Nino RAN. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat dengan transkripsi ortografis. Analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan analisis isi. Penelitian menunjukkan adanya tiga pola sekuens tindak tutur mengkritik, yaitu pre-main-post, main-post, dan pre-main. Contoh sekuens pre-main-post ditunjukkan oleh Enzy yang mengkritik sifat glamor Vidi secara implisit dengan permintaan perubahan. Evaluasi negatif juga ditemukan, seperti kritik langsung Vidi terhadap jam dinding rolex, serta kritik Enzy dan Chandika terhadap kebiasaan buruk Vidi. Strategi mengkritik yang digunakan mencakup formula semantik permintaan perubahan dan penilaian negatif, baik secara implisit maupun eksplisit. Penelitian ini memberikan gambaran tentang variasi dan konteks penggunaan tindak tutur mengkritik dalam interaksi sehari-hari di media sosial, serta menunjukkan bagaimana kritik dapat disampaikan dengan berbagai strategi bahasa.
Tindak Tutur Direktif pada Film Ghost Writer (2019) Karya Bene Dion Rajagukguk Kristiyani, Marcella Wahyu; Yuliana, Arum; Fadillah, Dyah Nur; Latifah, Siti; Maharani, Winda Aprilia; Nugroho, Miftah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i1.49056

Abstract

In a film, dialogues between characters often contain directive speech acts that aim to influence the interlocutor. The film Ghost Writer (2019) contains various forms of directive speech acts. This study aims to describe and analyze the forms and functions of directive speech acts in the film Ghost Writer (2019). This study was conducted using a descriptive qualitative research method. Data collection was carried out using method seen above with the involved tan-free conversation technique and the note-taking technique. In this study, techniques pilah match with decisive element (PUP) was chosen to analyze the data. The results of the study indicate that there are nine forms of directive speech acts in the film Ghost Writer (2019), namely ordering, warning, urging, prohibiting, requesting, inviting, suggesting, asking, and advising. This study proves that the use of directive speech acts displays communication between characters related to the context that underlies it. Abstrak Dalam suatu film, dialog antar tokoh sering mengandung tindak tutur direktif yang bertujuan untuk mempengaruhi lawan tutur. Film Ghost Writer (2019) memiliki berbagai bentuk tindak tutur direktif di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, serta menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur direktif dalam film Ghost Writer (2019). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pada pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Dalam penelitian ini, teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dipilih untuk menganalisis data. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat sembilan bentuk tindak tutur direktif dalam film Ghost Writer (2019), yaitu menyuruh, memperingatkan, mendesak, melarang, meminta, mengajak, menyarankan, bertanya, dan menasihati. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan tindak tutur direktif menampilkan komunikasi antar tokoh berkaitan dengan konteks yang melatarbelakanginya.
Dunia Arab Saudi dan Islam dalam pandangan orang Indonesia: Narasi pekerja migran dalam novel Pelukis Gurun Pasir (2018) karya Fuad Abdurahman Susanto, Dwi; Nugroho, Miftah; Wati, Rianna
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 49, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The world of Saudi Arabia in the diaspora experiences of Fuad Abdurahman is written in a novel entitled Pelukis Gurun Pasir (2018). The problems discussed in this study are: (1) the position of subject or author in the narrative structure of the text, (2) the author's relationship with the country of origin, and (3) the voices that appear within the migrant subject in dealing with Saudi Arabian tradition. The theory used is diaspora poetics, which emphasizes the concept of language expression as part of the subject's identity. The object of the research is Pelukis Gurun Pasir (2018) and the author's response to traditions in Saudi Arabia. The data include the narrative structure of the novel’s text, the ideas in the text, the author's biography, and diaspora discourse or social situations. The results show that the image of Saudi Arabian society tends to be evaluated negatively by emphasizing on the chaotic sexuality description of Arabic men, making Saudi Arabia a masculine country. In addition, the author finds tolerant Islamic values in Indonesia, which causes his longing to return to Indonesia. Dunia Arab Saudi dalam pengalaman diaspora Fuad Abdurahman dituliskan dalam Pelukis Gurun Pasir (2018). Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) posisi subjek atau pengarang dalam tata naratif teks (2) hubungan pengarang dengan negeri asal, dan (3) suara-suara yang muncul dalam diri subjek migran dalam menghadapi tradisi Arab Saudi. Teori yang digunakan adalah puitika diaspora yang menekan pada konsep ekpresi bahasa sebagai bagian dari identitas subjek. Objek kajian penelitian adalah novel Pelukis Gurun Pasir (2018) dan tanggapan pengarang terhadap tradisi di Arab Saudi. Data yang digunakan adalah tata naratif teks novel, gagasan yang muncul dalam teks, riwayat pengarang, dan wacana diaspora atau situasi sosial. Hasil penelitian ini adalah bahwa citra masyarakat Arab Saudi cenderung dinilai secara negatif dengan menekankan pada deskripsi seksualitas yang kacau dari laki-laki Arab sehingga Arab Saudi adalah negeri maskulin. Selain itu, pengarang justru menemukan nilai-nilai keislaman yang toleran berada di Indonesia sehingga pengarang merindukan pulang ke Indonesia.
Penguasaan Afiks Pada Anak Usia 5 Tahun Yuliana, Arum; Astuti, Hanis Tri; Ayu, Nabila Naura; Rijandra, Rifqi Fawwaz; Wahyuningtyas, Wahyuningtyas; Nugroho, Miftah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.19288

Abstract

Usia lima tahun, anak mengalami periode keemasan yang berkaitan dengan kemampuan mereka untuk memperoleh bahasa sehingga sangat penting untuk mengetahui bentuk-bentuk kata yang mereka kuasai, terutama dalam proses pembentukan kata khususnya afiksasi. Tujuan penelitian ini, yakni untuk mendeskripsikan afiks yang dikuasai anak umur lima tahun serta kaitannya dalam sudut pandang psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode simak libat cakap dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Proses analisis data dilakukan melalui metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi yang paling banyak dikuasai oleh Bella adalah sufiks, sedangkan yang paling sedikit dikuasai adalah konfiks. Afiksasi yang dikuasai oleh Bella tersebut berupa afiksasi dalam bahasa nonformal. Penguasaan tersebut dipengaruhi adanya faktor lingkungan sosial dan penggunaan percakapan sehari-hari.