Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi dan Pemberdayaan Petani Pala untuk Mendeteksi Dini Serangan Penyakit Jamur Akar Putih di Aceh Selatan Vina Maulidia; Agustinur Agustinur; Chairudin Chairudin; Irvan Subandar; Siti Aminah; Mita Setyowati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1614

Abstract

Penyakit jamur akar putih (Rigidoporus microporus) merupakan salah satu ancaman utama bagi tanaman pala (Myristica fragrans) di Aceh Selatan yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem perakaran dan mengakibatkan kematian tanaman jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan program edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani pala di Aceh Selatan tentang deteksi dini penyakit jamur akar putih. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 agenda yaitu: Survei lahan tanaman pala yang bergejala penyakit, Edukasi dan praktek pengamatan serangan JAP, dan Pemberdayaan petani mengenai teknik pengendalian JAP pada pala. Program ini melibatkan petani pala, dan penyuluh. Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik pencegahan dan pengelolaan tanah yang dapat mengurangi risiko penyebaran jamur, serta penggunaan pestisida yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terdapat 5 titik lokasi pengamatan yaitu tiga lahan pala di Kecamatan Pasie Raja, Desa Ie Mirah dan dua lahan pala di Kecamatan Tapak Tuan Desa Lhok Bengkuang. Kegiatan ini telah menerapkan Kombinasi metode pelaksanaan edukasi dengan praktek langsung, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan petani terhadap gejala penyakit jamur akar putih, mempercepat penanganan serangan, dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan, sehingga akan berkontribusi pada peningkatan produksi pala, dan kesejahteraan petani di Aceh Selatan. Selain itu dapat menjadi model bagi daerah lain dalam pemberdayaan petani untuk menghadapi ancaman penyakit tanaman.
Implementasi Pelatihan Diagnosa Penyakit Nilam untuk Meningkatkan Produktivitas Petani di Kecamatan Arongan, Aceh Barat: Implementasi Pelatihan Diagnosa Penyakit Nilam untuk Meningkatkan Produktivitas Petani di Kecamatan Arongan, Aceh Barat Vina Maulidia; Faizal Faizal; Cut Eriana; Safrizal Safrizal; Maulidil Fajri; Irvan Subandar; Agustinur Agustinur; Siti Aminah; Afrizal Afrizal
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2768

Abstract

Program pelatihan untuk mendiagnosis penyakit pada tanaman nilam diselenggarakan sebagai tanggapan atas masih rendahnya kemampuan petani dalam mengenali berbagai penyakit yang sering menyerang tanaman tersebut dan pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen di Kecamatan Arongan, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan petani dalam mengamati tanda-tanda penyakit dan menerapkan teknik pengendalian yang tepat di lahan mereka. Proses pelaksanaan mencakup kegiatan penyuluhan, observasi langsung di lapangan, serta diskusi kelompok agar peserta dapat memahami setiap langkah secara aplikatif dalam pengendalian penyakit, peserta atau petani nilam berjumlah 25 orang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengenali penyakit utama pada tanaman nilam seperti serangan budok, layu bakteri, dan busuk akar, serta memahami cara pengendaliannya. Petani juga melaporkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi gejala awal penyakit dan adanya perbaikan kondisi tanaman setelah menerapkan teknik yang dipelajari. Kegiatan ini memberikan manfaat konkret berupa peningkatan kemampuan diagnostik petani dan penguatan peran kelompok tani dalam menjaga kesehatan tanaman terutama setelah kunnjungan kebun. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengendalian penyakit tanaman dan memberikan dampak positif bagi praktik budidaya nilam di Kecamatan Arongan, Kabupaten Aceh Barat.