Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERTUNJUKAN TARI PATTUDU TOMMUANE PADA SUKU MANDAR SEBAGAI PRESERVASI BUDAYA SULAWESI BARAT Heriyati Yatim; Syakhruni Syakhruni; Nurachmy Sahnir
JURNAL IMAJINASI Vol 7, No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v7i2.53707

Abstract

Pertunjukan Tari Pattudu Tommuane di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, bertujuan sebagai upaya untuk pendokumentasian, dan usaha untuk menemukan adanya bentuk pertunjukan tari Pattudu Tommuane merupakan  tari tradisi daerah Mandar Kabupaten Majene yang ditampilkan pada upacara penyambutan tamu dan upacara adat lainnya. Tari Pattudu Tommuane tumbuh dan berkembang menjadi satu tarian tontonan yang dipertunjukan kepada masyarakat disetiap acara, baik acara penyambutan maupun acara lainnya. Masalah penelitian dirumuskan: Bagaimana latar belakang keberadaan Tari Pattudu Tommuane dan bagaimana bentuk penyajiannya di Majene Sulawesi Barat. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data, studi Pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari pakar tari, budayawan dan sanggar tari. Hasil penelitian dapat disimpulkan bawa, tari Pattudu Tommuane  lahir pada waktu terjadi peperangan antara kerajaan Passokoran dan kerajaan Balanipa dan dinyatakan menang dalam peperangan, maka diadakanlah pertunjukan  tari ini untuk menyambut kemenangan dalam perang. Pada tahun 1980 an oleh almarhum Bapak Muh Asin telah mengembangkan tarian ini, baik dari segi gerak, pola lantai, kostum, jumlah penari maupun musik. Karakter yang dimiliki dalam tarian tersebut menggambarkan gerak gerak keperkasaan seperti perkelahian, menyerang dan saling beradu antara satu dan lainnya. Bentuk penyajian tari Pattudu Tommuane di Majene Sulawesi Barat mempunyai empat bentuk ragam gerak, yang dilakukan secara berulang-ulang dengan formasi berbaris sejajar, melingkar, berpasangan, diiringi oleh beberapa jenis alat musik yaitu gendang dan gong, busana yang digunakan celana tiga perempat, memakai baju rompi, menggunakan penutup kepala dan beberapa perhiasan kalung.
Pelatihan Tari dengan Metode BrainDance sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di SMP Negeri 3 Pattallassang Syakhruni, Syakhruni; Jalil, Jalil
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari merupakan ekspresi yang mengandung makna mendalam dari suatu budaya. Praktik tari di sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman-pengalaman kebudayaan. Kenyataan menggambarkan bahwa budaya lokal manapun seiring perkembangan waktu senantiasa mengalami perubahan bahkan pada akhirnya beberapa budaya lokal menjadi hilang. Salah satu bentuk pelatihan tari yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya lokal adalah melalui braindance. Braindance adalah upaya untuk menstimulus kesiapan peserta didik dalam proses tari kreatif atau metode kreatif. Atas dasar permasalahan tersebut maka dibuatlah sebuah program kegiatan masyarakat “Pelatihan Tari dengan Metode BrainDance sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal di SMP Negeri 3 Pattallassang” dengan tujuan menjadikan pelatihan tari sebagai media pelestarian budaya lokal sehingga mempengaruhi cara pandang mereka kepada diri sendiri terhadap warisan budaya.
PERANCANGAN MATERI AJAR AUDIO VISUAL TARI SONGKOK RECCA BAGI PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI (TARI) DI SMA NEGERI 1 BONE Artika, Putri; Sumiani, Sumiani; Syakhruni, Syakhruni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i4.66287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan materi ajar audio visual tari Songkok Recca yang dibutuhkan pada kegiatan ekstrakurikuler seni di SMA Negeri 1 Bone serta merancang materi ajar audio visual tari Songkok Recca yang valid pada kegiatan ekstrakurikuler seni di SMA Negeri 1 Bone, jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian R & D (Research & Development) atau penelitian dan pengembangan serta menghasilkan produk, metode kualitatif merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini dan deskriptif dikembangkan atas dasar kejadian yang diperoleh ketika kegiatan berlangsung di lapangan, analisis data dilakukan melalui pengumpulan data melalui beberapa narasumber di antaranya, koreografer tari Songkok Recca, siswa dan guru SMA Negeri 1 Bone yang dalam hal ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian perancangan materi ajar audio visual tari Songkok Recca melalui beberapa tahap: (1) Analisis kebutuhan guru dan siswa dalam pelatihan kegiatan ekstrakurikuler seni tari. (2) Mencari sumber data yang kredibel tentang tari Songkok Recca melalui koreografer tari Songkok Recca. (3) Merancang materi ajar audio visual tari Songkok Recca. Setelah peneliti menempuh tahap tahap tersebut kemudian peneliti merancang materi ajar audio visual tari Songkok Recca. Skema hasil rancangan materi ajar audio visual tari Songkok Recca, (1) pengantar pemateri dan gambaran umum tentang Songkok Recca, (2) pemaparan ragam-ragam tari Songkok Recca, (3) pemaparan busana, tata rias, dan property tari Songkok Recca, kemudian materi ajar audio visual tari Songkok Recca ini di validasi oleh beberapa validator yakni (1) Ahli pemaparan materi (2) Ahli media, setelah melalui tahap validasi peneliti menempuh tahap pengembangan dan penyempurnaan produk, hasil rancangan materi ajar audio visual tari Songkok recca, kemudian peneliti menguji keefektifan materi ajar pada anggota ekstrakurikuler seni (tari) di SMA Negeri 1 Bone, Melalui uji keektifan materi ajar audio visual tari Songkok Recca ini, materi ajar dirumuskan efektif di laksanakan pada proses belajar mengajar.         
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENIGKATKAN KEMAMPUAN MENARI TARI LUMONDO SISWA KELAS VIII 1 DI SMP NEGERI 2 MAPPIDECENG LUWU UTARA Sari, Puspita; Padalia, Andi; Syakhruni, Syakhruni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i1.73508

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan 1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana penerapan model kooperatif STAD tari lumondo untuk meningkatkan kemampuan menari siswa kelas VIII 1 di SMP Negeri 2 Mappedeceng luwu utara. 2) untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana tingkat keberhasilan siswa teradap pembelajaran tari lumondo melalui penerapan model kooperatif STAD. Permasalahan penelitian ini adalah kurangnya apresiasi siswa terhadap menari yaitu siswa tidak memahami wiraga dalam menari, siswa tidak memahami wirama dalam menari dan siswa tidak memahami wirasa dalam menari. Pada pra siklus nilai rata-rata siswa sebesar 39 semakin menunjukan adanya permasalahan. Sehingga Penerapan model kooperatif STAD menjadi wadah dalam meningkatkan kemampuan menari. Pada penerapan penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: a) perencanaan, b) pelaksanaan tindakan, c) observasi, dan d) refleksi. Peneliti menerapkan model kooperatif STAD dalam menyusun materi praktek menari, penerapan model kooperatif STAD ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan siswa dalam memahmi wiraga dalam menari, wirama dalam menari, dan wirasa dalam menari. Meningkatnya kemampuan menari siswa kelas VIII 1 di SMP Negeri 2 Mappedeceng dapat dilihat dari hasil perolehan nilai tes kinerja menari yang diperoleh dari hasil penerapan model kooperatif STAD pada saat sebelum dilakukan penerapan model kooperatif STAD pada pembelajaran menari tari lumondo yaitu hasil prasiklus 39, sedangkan nilai setelah diterapkan model kooperatif STAD pada siklus I yaitu 56,7 dan nilai yang diperoleh dari siklus II yaitu 86,9. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model kooperatif STAD tari lumondo untuk meningkatkan kemampuan menari siswa kelas VIII 1 di SMP Negeri 2 Mappedecng luwu utara dinyatakan berhasil
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI UPT SMP NEGERI 1 TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Setiawan, Henra; Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.71534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang materi ajar yang mendukung pembelajaran seni budaya, khususnya Tari Pattennung, bagi siswa di UPT SMPN 1 Tellu Limpoe. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari empat tahap utama: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (disseminate). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap perancangan (design) yang kemudian divalidasi sebelum diterapkan dalam pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A di UPT SMPN 1 Tellu Limpoe, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan bahan ajar mengenai tari tradisional setempat menjadi kendala dalam pembelajaran seni tari, sehingga siswa lebih banyak mempelajari tari tradisional dari daerah lain di Indonesia. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap Tari Pattennung sebagai bagian dari warisan budaya lokal Kabupaten Sidenreng Rappang. Selain itu, keterbatasan referensi juga menyulitkan guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih mendalam mengenai tari daerah setempat. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar yang membantu siswa memahami Tari Pattennung secara lebih komprehensif serta mendukung guru dalam menyampaikan materi secara lebih sistematis dan efektif.
Model UNIE-C sebagai Kerangka Pedagogi Inovatif dalam Pendidikan Tari: dari Teknik ke Kesadaran Budaya Syakhruni, Syakhruni; Salawati, Bau; Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Prusdianto, Prusdianto
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78491

Abstract

Abstrak. Studi ini menyelidiki efektivitas model UNIE-C (Understand, Need, Interaction, Expression - Creativity) sebagai kerangka kerja holistik untuk meningkatkan pembelajaran tari di pendidikan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana model ini meningkatkan kinerja teknis, kreativitas, dan apresiasi estetika siswa sambil menumbuhkan pemahaman budaya dan interaksi sosial. Desain metode campuran kuasi-eksperimental diterapkan, menggabungkan ukuran pretes-postes kuantitatif dengan observasi kualitatif, jurnal reflektif, dan wawancara. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kemahiran teknis, kemampuan ekspresif, dan kepekaan estetika di antara siswa yang belajar di bawah kerangka kerja UNIE-C dibandingkan dengan mereka yang diajarkan melalui metode tradisional. Analisis kuantitatif menunjukkan ukuran efek yang besar untuk peningkatan kinerja dan apresiasi, sementara data kualitatif menyoroti keterlibatan yang lebih dalam, kolaborasi, dan pembelajaran reflektif. Integrasi pembelajaran yang diwujudkan dan eksperiensial dalam struktur UNIE-C selaras dengan tren pedagogis global yang menekankan kreativitas, empati, dan keberlanjutan budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa model UNIE-C secara efektif menjembatani ranah teknis, emosional, dan budaya, memposisikan pendidikan tari sebagai media transformatif bagi perkembangan holistik. Implikasinya melampaui pembelajaran di kelas, hingga perancangan kurikulum, pelatihan guru, dan pendidikan budaya berbasis masyarakat. Penelitian di masa mendatang perlu mengeksplorasi skalabilitas model ini di berbagai konteks pendidikan dan integrasinya dengan kerangka kerja digital dan interdisipliner Kata Kunci: Pendidikan tari; keberlanjutan budaya; model UNIE-C; kreativitas; pembelajaran holistik
PKM Pelatihan Tari Patennung Pada Anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kec. Mangarabombang, Kabupaten Takalar Linda, Johar; Syakhruni, Syakhruni; Faisal, Faisal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, dalam melestarikan dan mengajarkan Tari Patennung sebagai salah satu warisan budaya lokal Sulawesi Selatan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menguasai teknik gerak, iringan, serta makna Tari Patennung sehingga pembelajaran seni tari di sekolah cenderung didominasi oleh tari modern dan kreasi. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan teknis yang mencakup praktik gerak dasar, pemahaman iringan musik, kostum, serta penyusunan modul pembelajaran Tari Patennung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menarikan Tari Patennung, tersusunnya modul pelatihan yang dapat dijadikan acuan pembelajaran, serta adanya pementasan mini sebagai wujud implementasi hasil pelatihan. Dengan demikian, PKM ini tidak hanya meningkatkan kapasitas guru tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya daerah di Kabupaten Takalar. Kata kunci: Tari Patennung, Guru, KKG, Pelestarian Budaya
Pelatihan Tari Batara bagi Siswa di SMP Negeri 3 kabupaten Takalar Sulawesi selatan Syahrir, Nurlina; Nurwahidah, Nurwahidah; Syakhruni, Syakhruni; Salawati, Bau
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan Tari Batara sebagai salah satu warisan budaya Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berupa pelatihan Tari Batara bagi siswa di SMP Negeri 2 Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal, serta mengembangkan kemampuan mereka dalam menari Tari Batara. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode demonstrasi dan praktik langsung. Hasil yang diharapkan adalah siswa dapat menguasai gerakan Tari Batara dan menjadi duta pelestari budaya lokal di sekolah dan masyarakat.Kata kunci: Tari Batara, Pelatihan, Pelestarian Budaya, Siswa SMP
Workshop Pelatihan Tari bagi Guru Taman Kanak Kanak untuk Meningkatkan Keterampilan dalam Menari di Kabupaten Takalar Yatim, Heriyati; Syakhruni, Syakhruni; Linda, Johar
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Taman kanak kanak dalam mengajarkan seni tari kepada anak usia dini, sebab tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak-anak, serta merupakan sebuah wujud keterlaksanaan tranfer ilmu pengetahuan tehnik membuat karya tari terhadap guru TK, dimana Pelatihan tari bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, dan ketercapaian tujuan pembelajaran dapat terolah dengan baik, Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah pelatihan langsung terhadap guru taman Kanak kanak yang ada di Kabupaten Gowa, dengan melalui tahapan pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, penerapan tehnologi, pendampingan dan evaluasi dan berkelanjutan program. Hasilnya menunjukan bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas anak, yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan, diberi kemerdekaan dengan mengembangkan daya imajinasi anak sehingga dapat menciptakan atau menyajikan karya tarinya dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki termasuk menumbuhkan pribadi kreatif, mandiri dan inovatif sesuai tingkat usia maupun perkembangannya. Workshop ini menyoroti peran pentingnya kompetensi guru taman kanak kanak dalam mengajarkan tari pada anak usia dini, Respons positif yang diterima dari peserta guru guru taman kanak kanak, adalah menunjukkan potensi dalam mempertunjukan karya tari sedehana yang telah diciptakan.Kata kunci: Kompetensi, Seni Tari, Kreativitas.