p-Index From 2021 - 2026
6.367
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi P2M STKIP Siliwangi Journal of Governance Jurnal Manajemen Indonesia Jurnal Organisasi Dan Manajemen Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Journal of Secretary and Business Administration Tourism Scientific Journal Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi SIASAT Journal Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Ilomata International Journal of Social Science Berdikari : Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara Jurnal DIALEKTIKA : Jurnal Ilmu Sosial Empowerment Journal Indonesian Governance Journal (Kajian Politik-Pemerintahan) Jurnal Keperawatan Duta Medika Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Medicine And Health Sciences (Medisci) Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Bilingua Indonesian Governance Journal : Kajian Politik-Pemerintahan Lasalle Health Journal Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Sekretaris & Administrasi Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Manajemen Program Terhadap Kinerja Pendamping Sosial di Kabupaten Garut Elsa Dewiyana; Novie Susanti Suseno; Mulyaningsih Mulyaningsih
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 3 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 12
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i3.29414

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi pengaruh pelaksanaan kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) dan manajemen program terhadap kinerja pendamping sosial di Kabupaten Garut. Dengan latar belakang pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mencapai tujuan organisasi dan implementasi PKH sebagai upaya Kementerian Sosial untuk mengatasi kemiskinan, penelitian ini mengidentifikasi potensi kesenjangan dalam kualifikasi dan kinerja pendamping sosial PKH. Melalui survei yang melibatkan 83 responden pendamping sosial di Kabupaten Garut, hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan PKH berada dalam kategori "Baik", sementara manajemen programnya berada dalam kategori "Cukup". Temuan ini menegaskan bahwa ada pengaruh signifikan dari kebijakan dan manajemen program PKH terhadap kinerja pendamping sosial.
Model Kolaborasi Karakteristik Budaya Organisasi Sharing Dalam Perilaku Birokrat Di Masa Pandemi (Studi Kasus Desa-Desa Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung) Mulyaningsih; Ieke Sartika Iriany
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 21 No. 2 (2023): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/dialektika.v21i2.150

Abstract

Abstract The COVID-19pandemic has spawned many types of policies to implement; (WFH), implementation of social distancing, and, physical distancing, (PSBB), Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM), PPKM, and even Area Closure. The increase in cases is less controlled and the handling is not optimal due to unresponsiveness, lack of sense of crisis, slow government response, weak bureaucratic structure, not adaptive to health problems, coordination between stakeholders, central and regional governments, and citizens' indifference to health protocols. This study uses a combination of descriptive and quantitative data with SPSS 2003 from the survey results as many as 61 officers and residents randomly from 11 villages in Banjaran District, Bandung Regency. The results of the study present a collaborative model of sharing organizational culture characteristics in bureaucratic behavior from 17 factors with 31 indicators that can reduce the rate of positive cases of COVID -19 by 57.8% so that it is more optimal to increase the competitiveness, identity of officers through improving social media technology (IT) capabilities. ) with the millennial community through financial sharing so that cross-community togetherness grows. Role models for bureaucrats in serving the people in general, this research can be carried out more broadly nationally, in Asia and even the world. The identity of the apparatus through increasing the ability of social media technology (IT) with the millennial community through financial sharing so that cross-community togetherness grows. Role models for bureaucrats in serving the people in general, this research can be carried out more broadly nationally, in Asia and even the world. The identity of the apparatus through increasing the ability of social media technology (IT) with the millennial community through financial sharing so that cross-community togetherness grows. Role models for bureaucrats in serving the people in general, this research can be carried out more broadly nationally, in Asia and even the world. Keywords: Pandemic, Collaboration Model, Sharing Organizational Culture, Bureaucratic Behavior, Role Model Abstrak Pandemi COVID-19melahirkan banyak jenis kebijakan untuk dijalankan; (WFH), penerapan social distancing, dan, physcial distancing, (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), PPKM berlevel bahkan Penutupan Wilayah. Peningkatan kasus kurang terkendali dan tidak optimalnya penanganan disebabkan ketidaktanggapan, kurang sense of crisis,lambannya respons pemerintah, lemahnya struktur birokrasi,tidak adaptif pada masalah kesehatan, koordinasi antar stakeholder, pemerintah pusat maupun daerah serta ketidakpedulian warga terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode (mixed methods) deskriftif dan data kuantittif dengan SPSS 2003 dari hasil survey sebanyak 61 responden aparat dan warga secara random dari 11 Desa se Kecamatan Banjaran Kabupataen Bandung. Hasil penelitian menyajikan sebuah model kolaborasi karakteristik budaya organisasi sharing dalam perilaku birokrat dari 17 faktor dengan 31 indikator dapat menurunkan tingkat kasus positif COVID -19 sebanyak 57,8% agar lebih optimal perlu meningkatkan daya saing, jati diri aparat melalui peningkatan kemampuan teknologi medsos (IT) dengan komunitas melinial melalui financial sharing sehingga tumbuh kebersamaan lintas komunitas. Role model bagi pelaku birokrat dalam melayani rakyat pada umumnya, penelitian ini dapat dilakukan lebih luas secara Nasional,Asia bahkan Dunia. Kata Kunci: Pandemi, Model Kolaborasi, Budaya Organisasi Sharing, Perilaku Birokrat, Role Model
Pengabdian KKN-Tematik di Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Mulyaningsih Mulyaningsih; Opid Opid; Putri Eliyani; Dea Rahma Wulan; Maya Sulistia Masrifa; Novi Silvia Nurroniah; Astrid Rahmayanti; Silmi Halimatussya; diah Ahmad; Regtria Cahaya Maulida; Siti Salma; Irma Nurul Fauziah; Nazilah Hidayah Mubarokah; Adinda Dwi Haniza; Arika Hafizhah Annabila
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpm.v2i3.3174

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat di Desa Sirnabakti, Kecamatan Pamempek, Garut, adalah sebuah program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dalam berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup dan pengembangan desa. Penelitian ini merinci berbagai program KKN yang dilaksanakan di Desa Sirnabakti dalam bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam bidang kesehatan, program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) telah membantu mencegah dan mengatasi stunting pada balita melalui pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal seperti Nugget Daun Kelor, Puding Daun Kelor, dan Pisang. Program ini juga mencakup edukasi gizi dan kesehatan untuk perubahan perilaku yang lebih baik. Di bidang ekonomi, program pengelolaan ikan lele siap santap dan branding desa telah meningkatkan perekonomian desa melalui pemasaran produk lokal dan memberdayakan wanita nelayan. Bidang pendidikan terfokus pada pengajaran di sekolah-sekolah daerah, menciptakan ruang belajar tambahan, dan memberikan pelatihan bagi anak-anak dan remaja. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kegiatan pembersihan sampah, karnaval, serta peningkatan kesadaran kesehatan ibu dan anak. Kesimpulannya, program KKN ini telah memberikan dampak positif terhadap Desa Sirnabakti dan masyarakatnya. Saran untuk program ini meliputi terus memantau, mengevaluasi, dan memperluas program-program yang ada
Analisis Pelaksanaan Kebijakan Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Terhadap Kinerja Bisnis Dalam Mewujudkan Efektivitas Kelangsungan Usaha di Kabupaten Garut Sutiawan, Irwan; Mulyaningsih, Mulyaningsih
Jurnal Publik Vol. 12 No. 2 (2018): Jurnal Publik : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.471 KB) | DOI: 10.52434/jp.v12i2.4

Abstract

Tujuan penulisan penelitian ini yaitu membahas pengaruh pelaksanaan kebijakan pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap kinerja bisnis dalam mewujudkan efektivitas kelangsungan usaha di Kabupaten Garut. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanasi dengan pendekatan teknik evaluasi, teknik analisis yang digunakan dalam pembahasan dengan teknik analisis causal effectual yang mengkaji dan menganalis hubungan rasional sebab akibat antara pelaksanaan kebijakan pembinaan UMKM, kinerja bisnis dan efektivitas kelangsungan usaha. Fokus penelitian adalah pemilik UMKM yang tergabung dalam Asosiasi atau Himpunan UMKM di wilayah Kabupaten Garut menggunakan sampling proporsional dengan teknik Slovin diperoleh jumlah sampel atau responden sebanyak 96 orang. Hasil pembahasan menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan pembinaan UMKM berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kinerja bisnis dan efektivitas kelangsungan usaha. Kesimpulan penelitian ini bahwa efektivitas kelangsungan usaha dapat terwujud apabila kinerja bisnis dilaksanakan secara optimal yang didukung oleh pelaksanaan kebijakan pembinaan UMKM dengan baik dan berkelanjutan
Implementasi Kebijakan Penyidikan Tindak Pidana Umum Terhadap Manajemen Penyidikan Kasus Tindak Pidana Umum Dalam Mewujudkan Kinerja Penyidik Di Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Garut mulyaningsih, mulyaningsih; Kadarusman, Alit
Jurnal Publik Vol. 13 No. 2 (2019): Jurnal Publik : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.875 KB) | DOI: 10.52434/jp.v13i2.15

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah membahas tentang pengaruh Implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum dalam mewujudkan kinerja penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Garut. Metoda analisis yang digunakan dalam pembahasan topik utama menggunakan model analisis causal efektual dengan meninjau hubungan rasional yang menganalisa hubungan sebab akibat antara pengaruh Implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum dalam mewujudkan kinerja penyidik di satuan Reskrim Polres Garut. Lokasi penelitian adalah, satuan reserse dan kriminal Polres Garut dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel intervening dan variabel dependen. Implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum dalam mewujudkan kinerja penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Garut, implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum. implementasi kebijakan penyidikan tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyidik dan variabel manajemen penyidikan kasus tindak pidana umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penyidik di satuan reserse dan kriminal Polres Garut. Artikel ini berkesimpulan bahwa untuk mewujudkan kinerja penyidik secara optimal dapat dilakukan dengan meningkatkan implementasi kebijakan dan manajemen penyidikan
KARAKTERISTIK REMAJA DENGAN KONSEP DIRI POSITIF DI SURAKARTA : CHARACTERISTICS OF ADOLESCENTS WITH POSITIVE SELF-CONCEPT IN SURAKARTA Mulyaningsih; Wahyuni; Erika Dewi Noorratri; Sukardi Sugeng Rahmad
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.610

Abstract

Pendahuluan. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini juga merupakan masa pembentukan konsep diri. namun, pada masa ini juga merupakan masa yang rentan terjadi krisis identitas. Remaja perlu mempersiapkan diri agar dapat membentuk konsep diri yang baik, karena ketidaksiapan remaja dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan emosional dan sosial mereka, sehingga dapat mengganggu proses pembentukan konsep diri. Sehingga penting untuk menyediakan dukungan yang tepat, termasuk pendekatan yang menghargai perasaan mereka, memberikan informasi yang akurat tentang perubahan yang terjadi, dan membantu mereka mengembangkan keterampilan pengelolaan stres dan resiliensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik dan konsep diri remaja Metode. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Jumlah responden dalan penelitian ini sebanyak 365 remaja. Dalam penelitian ini, pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengkaji data karakteristik dan konsep diri. Karakteristik yang dikaji dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin, usia, dan indeks massa tubuh (IMT). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 53,15% responden berusia 19 tahun, 90% perempuan, dan 183 remaja memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal. Dalam penelitian ini juga didapatkan 55% remaja memiliki konsep diri positif. Kesimpulan. Remaja mayoritas berusia 19 tahun dengan jenis kelamin perempuan, memiliki IMT normal dan konsep diri yang positif.
IMPLEMENTASI MODEL PBL BERBASIS PAPAN SPIN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA FASE C SDN REJOSARI 01 SEMARANG Mulyaningsih; Patonah, Siti; Devega, Lidya Septia
PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 6 No 1 (2024): PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education
Publisher : Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jp.v6i1.736

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the use of norm spin board props has improved the learning outcomes of Pancasila Education VC students of SDN Rejosari 01 Semarang. This study used a two-cycle classroom action approach: implementation, planning, observation, and evaluation. This study involved 28 VC class students of SDN Rejosari 01, consisting of 12 boys and 16 girls. The data collection methods are formative tests and non-formative tests, and the research tools are formative test sheets and observation sheets. The data were analyzed with two approaches: quantitative analysis determines the cognitive learning outcomes of individuals; and qualitative analysis evaluates student activities and teacher proficiency. The independent variable of this study is the learning of Pancasila Education with the help of norm spin board props, and the dependent variable is the improvement of learning outcomes of VC class students of SDN Rejosari 01 about the norm material in my life. The implementation of actions is carried out 2 cycles. Learning outcomes from cycle I, 17 students who have not finished with a completeness percentage score of 54.28% and cycle II where 25 students complete a completeness percentage score of 80.35%. Cycle I student activities, 9 students incomplete scores percentage 25% category less (K) and cycle II 25 students percentage value 80.35% good category (B). Teacher skills cycle I value 59 categories less (K) and cycle II value 86 categories good (B).
Eid homecoming "Mudik" tradition as a conventional pattern in the global era IEKE SARTIKA IRIANY; ROSTIENA PASCIANA; ABDULLAH RAMDHANI; MULYANINGSIH
Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Volume 4, Issue 3, June 2019
Publisher : Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aim: This research aims to provide a detailed account of Muslim behavior according to Mudik norms. This is done to learn more about Mudik, the local wisdom that plays an important role in maintaining social harmony, by extracting precise data from its natural habitat.Method: This study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and written records. Purposive sampling was used in this study, and 27 participants from the Garut Bus Terminal and Garut Train Station were selected randomly as interviewees. Reduction, presentation, analysis, and interpretation were all used to parse and draw conclusions from the data.Findings: The findings demonstrate that Mudik, as indigenous knowledge, is still practiced for the same reason it was originally developed: to promote social cohesion and unity in the modern, interconnected world. According to in-depth interviews, most participants enjoyed the well-planned celebration of Eid. It turns out that the only place in the world where Muslims "over" celebrate Eid al-Fitr is Indonesia, where the holiday is associated with the end of a month-long fasting period that begins on the first day of the Islamic lunar calendar month of Shawwal.Implications/Novel Contribution: Insights into the complexities of the Mudik phenomenon can be gained from various disciplines, including sociology, religion, and economics, making this discussion all the more vital. In light of these findings, the recommendations made for future research into the positive economic effects of Eid homecoming are intriguing.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Di Desa Citengah Kec. Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Setiadi, Ade; Mulyaningsih, Mulyaningsih; Ulumudin, Aceng
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol. 7 No. 1 (2025): Ministrate
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v7i1.44414

Abstract

This study aims to analyze the role of inclusive and participatory leadership in increasing community engagement in village development. Using a qualitative descriptive approach, this research examines the leadership style of village heads in Citengah Village and its impact on public participation. Data collection was conducted through interviews, observations, and document analysis, which were then processed using qualitative data reduction, presentation, and verification techniques. The findings indicate that community participation in decision-making and development implementation remains low due to ineffective government communication, limited public awareness, and bureaucratic constraints. The passive role of the community has resulted in weak ownership of development programs, reducing their effectiveness and sustainability. The research highlights that village heads who apply adaptive and participatory leadership can create a more conducive environment for active community involvement. Open dialogue, collaboration with the Village Consultative Body (BPD), and inclusive policy-making processes enhance transparency and accountability in village governance. Additionally, technology-based communication strategies, such as social media platforms and digital community forums, improve public access to information and allow broader participation. Strengthening digital literacy and community education on development policies also plays a crucial role in fostering awareness and engagement. This study concludes that enhancing the leadership capacity of village heads in communication, transparency, and digital integration is essential for building more democratic and participatory governance. Implementing these strategies is expected to lead to more effective, inclusive, and sustainable village development that aligns with the needs and aspirations of the community.
MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI SEKOLAH MELALUI PELATIHAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB) Mulyaningsih; Eska Dwi Prajayanti
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1814

Abstract

Bencana adalah suatu fenomena yang mengancam kualitas hidup masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, dan faktor manusia. Ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan efek psikologis. Sekolah berada di lokasi yang rawan bencana dan sering mengalami kerusakan. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada fasilitas publik penting ini karena kerusakan dapat berdampak pada siswa. Pendidikan kebencanaan sangat penting dilakukan dalam komunitas, terutama di sekolah. Sekolah adalah tempat di mana pendidikan kebencanaan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini dapat dicapai melalui sosialisasi, pelatihan, dan pengintegrasian materi pendidikan kebencanaan ke dalam mata pelajaran yang mungkin diintegrasikan. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bagi guru TK ABA Surakarta. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Mei 2024 yang diikuti 63 guru.  Hasil kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan guru dari nilai rata-rata 94,59 menjadi 96,79 sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana di sekolah