This Author published in this journals
All Journal Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi P2M STKIP Siliwangi Journal of Governance Jurnal Manajemen Indonesia Jurnal Organisasi Dan Manajemen Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Journal of Secretary and Business Administration Tourism Scientific Journal Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi SIASAT Journal Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Ilomata International Journal of Social Science Berdikari : Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara Jurnal DIALEKTIKA : Jurnal Ilmu Sosial Empowerment Journal Indonesian Governance Journal (Kajian Politik-Pemerintahan) Jurnal Keperawatan Duta Medika Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Medicine And Health Sciences (Medisci) Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Bilingua Indonesian Governance Journal : Kajian Politik-Pemerintahan Lasalle Health Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Teknik Genggam Jari Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Nopiya Nur Hidayati; Mulyaningsih; Muhammad Natsir
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1790

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, terutama pada kelompok pra lansia. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah teknik genggam jari, yaitu metode relaksasi yang melibatkan stimulasi pada jari-jari tangan untuk membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis dan menurunkan respon stres. Tujuan: Mengetahui hasil perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah perepan teknik genggam jari pada penderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode deskriptif, melibatkan 2 responden. Hasil: Teknik genggam jari, peneliti menyatakan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan selama 5 hari berturur-turut di pagi dan sore hari selama 30 menit. Kesimpulan: Teknik genggam jari dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Application of Guided Imagery Therapy in Hypertension Patients at Kartini General Hospital Karanganyar Rahmawanti, Dinda; Mulyaningsih; Listyorini, Dewi
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 4 No. 2: August 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkmi.v4i2.498

Abstract

Background: Guided imagery therapy is a technique that uses an individual's imagination with the specific aim of achieving control and relaxation. Relaxation can have a direct effect on bodily functions. The effects of relaxation include reducing muscle tension, improving concentration, lowering respiratory rate and pulse, as well as decreasing blood pressure. Objective: To determine the effectiveness of Guided Imagery therapy in reducing blood pressure among hypertensive patients at Kartini General Hospital Karanganyar. Methods: This study employed a descriptive case study approach, involving two hypertensive patients at Kartini General Hospital Karanganyar who had high blood pressure. The therapy was administered once daily for 20 minutes over a period of one day. Results: After undergoing Guided Imagery therapy for one day (one session of 20 minutes conducted in the afternoon), both respondents showed a reduction in blood pressure. Conclusion: Guided Imagery therapy has proven effective in helping to lower blood pressure among hypertensive patients and can be recommended as a management strategy for reducing blood pressure in hospital settings and the broader community.
Penerapan Senam Ergonomik Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Anita Rahmawati; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1837

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis organ tubuh akibat proses penuaan maupun penyakit, salah satunya hipertensi. Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi akibat penurunan fungsi organ dan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan tekanan darah adalah senam ergonomik. Senam ergonomik efektif dan efisien dalam memelihata kesehatan tubuh dimana dapat mengendalikan posisi atau kelenturan sistem saraf dan aliran darah, memaksimalkan suplai darah ke otak, membuka sistem kecerdasan, membakar asam urat, kolestrol, gula darah dan kekebelan tubuh. Tujuan; untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode; Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan dua responden lansia, yang mengikuti senam ergonomik selama 15–20 menit, 3 kali dalam seminggu selama 1 minggu. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua responden dari kategori hipertensi sedang menjadi hipertensi ringan. Kesimpulan; senam ergonomik efektif membantu menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi jika dilakukan secara teratur.
Penerapan Senam Tera Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Anisa Yuniati; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1838

Abstract

Lansia lebih rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif dibanding dengan usia muda. Salah satunya yang sering timbul tanpa gejala adalah hipertensi. Angka kejadian hipertensi di Indonesia mencapai 36%. Riset Kesehatan Dasar Indonesia menunjukan prevalensi kejadian hipertensi di provinsi Jawa Tengah tahun 2023 sebanyak 8.554.672 orang atau sebesar 38,2% dari seluruh penduduk. Prevalensi hipertensi di Puskesmas Gambirsari tahun 2023 sebanyak 6.751 tertinggi di kota Surakarta, salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan pada penderita hipertensi lansia adalah senam tera. Tujuan: Mengetahui hasil perbandingan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan penerapan senam tera pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan pendekatan studi kasus dengan melakukan observasi tekanan darah pada 2 responden lansia , dilakukan 6x dalam 2 minggu selama 30 menit. Instrument yang digunakan Blood Pressure Monitor. Hasil : Adanya penurunan tekanan darah sebelum dilakukan penerapan senam tera pada Ny. Z kategori hipertensi grade 2 sedangkan Ny. S kategori hipertensi grade 1 dan setelah dilakukan penerapan senam tera tekanan darah Ny. Z dan Ny. S terdapat persamaan mengalami penurunan 1 grade. Kesimpulan : Penerapan senam tera dapat menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi pada kedua responden
Evaluasi Persiapan Pemerintah Daerah dalam Mengadopsi Smart City Studi Kasus Pemerintah Daerah Kota Pariaman, Kabupaten Balangan, Kota Yogyakarta, Kabupaten Blora, dan Kota Ternate Mulyaningsih; Widiastuti, Ika; Fauzi, Fahmi
Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia (JESI)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jesi.05.02.07

Abstract

Transformasi menuju smart city menjadi prioritas strategis bagi pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik, efisiensi tata kelola, dan pembangunan berkelanjutan. Namun, kesiapan adopsi konsep ini sangat bervariasi antar wilayah, dipengaruhi oleh faktor kelembagaan, teknologi, sumber daya manusia, regulasi, dan pendanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesiapan Pemerintah Daerah Kota Pariaman, Kabupaten Balangan, Kota Yogyakarta, Kabupaten Blora, dan Kota Ternate dalam mengimplementasikan smart city secara menyeluruh. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal. Temuan menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur digital dan komitmen manajerial berada pada tingkat memadai, namun masih terdapat tantangan signifikan dalam hal penguatan kapasitas sumber daya manusia, keterpaduan regulasi, dan keberlanjutan pendanaan. Analisis tematik dan deskriptif mengungkap adanya ketimpangan antar dimensi kesiapan, serta pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung implementasi yang efektif. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan model evaluasi kesiapan daerah berbasis kerangka Technology Readiness Model (TRM), Giffinger’s Smart City Framework, dan Technology Acceptance Model (TAM), yang secara konseptual mampu menangkap kompleksitas kesiapan digital di tingkat lokal. Implikasi dari hasil penelitian ini mendorong perlunya penyusunan roadmap transformasi digital yang kontekstual, peningkatan kompetensi digital aparatur, serta reformasi kebijakan yang adaptif guna memastikan keberhasilan program smart city di daerah non-metropolitan.
Deskripsi Perilaku Birokrasi dalam Pelayanan Perizinan Usaha Mikro Widiastuti, Ika; Mulyaningsih; Sumarna, Eeng; Geohansa, Ahmad; Fauzi, Fahmi
Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia (JESI)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jesi.05.02.08

Abstract

Pelayanan publik merupakan cerminan langsung dari kualitas birokrasi, terutama dalam konteks pemerintah daerah yang menjadi ujung tombak interaksi dengan masyarakat, termasuk dalam hal perizinan usaha mikro. Namun, pelayanan birokrasi sering kali diwarnai dengan masalah prosedural, keterbatasan komunikasi, dan rendahnya responsivitas, yang pada akhirnya menghambat kemudahan berusaha di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam perilaku birokrasi dalam proses pelayanan perizinan usaha mikro, serta mengidentifikasi pola, hambatan, dan dinamika interaksi yang terjadi antara aparatur dan pelaku usaha. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan strategi pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku birokrasi ditandai oleh dominasi prosedur formal, rendahnya keterbukaan informasi, variasi sikap personal aparatur, serta adanya diskresi dalam pengambilan keputusan pelayanan. Hambatan struktural dan budaya organisasi turut memperkuat ketidakefisienan layanan, sementara persepsi pelaku usaha menunjukkan adanya pengalaman ambivalen terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan teori street-level bureaucracy dengan mengusulkan dimensi baru berbasis konteks sosial-kultural birokrasi lokal, serta memberikan implikasi praktis dalam merancang kebijakan pelayanan publik yang lebih adaptif, etis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat usaha mikro.
Deksripsi Pelayanan Administrasi Publik Berbasis Digital di Kecamatan Studi Kasus Kecamatan Cibinong Widiastuti, Ika; Mulyaningsih; Geohansa, Ahmad
Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia (JESI)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jesi.05.02.09

Abstract

Digitalisasi pelayanan publik telah menjadi salah satu pilar utama dalam agenda reformasi birokrasi di Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Namun, implementasi layanan administrasi digital di tingkat kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat menghadapi berbagai tantangan teknis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelayanan administrasi publik berbasis digital yang diterapkan di Kecamatan Cibinong, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya, serta menganalisis persepsi masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem digital telah mencakup beberapa jenis layanan utama dan mempercepat proses birokrasi, efektivitasnya masih dibatasi oleh rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur, serta ketergantungan petugas pada mekanisme manual saat terjadi gangguan teknis. Respons masyarakat bervariasi, dengan sebagian besar warga usia produktif menunjukkan penerimaan yang positif, sedangkan kelompok rentan seperti lansia mengalami hambatan signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur mengenai implementasi e-Government di tingkat lokal dengan menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat dalam merancang layanan digital. Temuan ini juga merekomendasikan peningkatan kapasitas digital masyarakat dan perbaikan koordinasi lintas sektor sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan pelayanan publik berbasis teknologi informasi di tingkat kecamatan.
Penerapan Terapi Bicara AIUEO Dalam Peningkatan Kemampuan Bicara Pada Pasien Stroke Di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Alif Muhammad Suhada; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1880

Abstract

Stroke merupakan gangguan neurologis yang dapat menyebabkan afasia atau gangguan berbicara akibat kerusakan pada pusat bahasa di otak. Salah satu pendekatan non-farmakologis untuk mengatasi gangguan bicara pada pasien stroke adalah dengan penerapan terapi vokal AIUEO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh terapi bicara AIUEO terhadap peningkatan kemampuan berbicara pada pasien stroke. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua responden yang mengalami stroke non hemoragik dan gangguan bicara. Terapi dilakukan selama 7 hari, dua kali sehari masing-masing selama 4–5 menit. Pengukuran kemampuan bicara dilakukan menggunakan instrumen FAST sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor FAST pada Tn. S dari 15 menjadi 19 dan pada Ny. S dari 17 menjadi 21, yang menunjukkan adanya peningkatan kategori kemampuan vokal dari “perlu perhatian khusus” menjadi “cukup baik”. Kesimpulannya, terapi AIUEO efektif dalam meningkatkan kemampuan bicara pasien stroke, dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan yang sederhana namun bermakna.
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Oktavia Putri Fadila; Mulyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1886

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Di Indonesia jumlah lansia penderita hipertensi sebanyak 34, 1 %. Data terbaru lansia penderita hipertensi di Jawa Tengah sebesar 72,0%. Salah satu gejala awal yang dirasakan yaitu jantung terasa berdebar serta sakit kepala. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perbandingan perkembangan tekanan darah sebelum dan sesudah penerapan teknik relaksasi napas dalam. Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap 2 responden yang dilakukan selama 2 hari. Hasil : Penerapan Teknik relaksasi napas dalam pada kedua responden didapatkan hasil perbandingan perkembangan sebelum dan sesudah terapi pada Ny.S dengan sistolik 21 mmHg dan diastolic 16 mmHg sedangkan pada Ny.G terjadi penurunan tekanan sistolik 26 mmHg dan diastolic 10 mmHg. Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Teknik relaksasi napas dalam dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic pada kedua responden.
Analisa Pengetahuan Dan Peran Kader Dalam Pencegahan Hipertensi Di Desa Sidorejo wahyuni, wahyuni; Mulyaningsih; Dewi Noor Ratri, Erika; Puteri Santika, Aprilia
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 23 No. 2 (2025): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v23i2.357

Abstract

Background: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than or equal to 140 mmHg and diastolic of more than or equal to 90 mmHg. The impact of continuous high blood pressure conditions where it can cause a person's heart to work harder, so that it can cause damage to blood vessels, heart, kidneys, brain, and eyes. Therefore, hypertension must receive attention from all levels of society because it requires comprehensive and integrated long-term management efforts. Based on the identification of knowledge and the role of cadres, they do not yet know about preventing hypertension. This is because cadres have never received education/counseling about hypertension. Purpose of the study: to analyze the knowledge and role of cadres in preventing hypertension in Sidorejo Village Research method: The type of research used in this study is quantitative descriptive with a cross-sectional method approach to identify hypertension control. In this study, all populations were used as samples so that the number of samples was 30 cadres who met the inclusion criteria. The variables in this study were the knowledge and role of posyandu cadres. Results: There is a relationship between the role of Posyandu cadres and the prevention of hypertension with a Chi square result value of 0.007 and a relationship between the knowledge of Posyandu cadres and the prevention of hypertension obtained with a Chi square test result of 0.019.