Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH SISWA KELAS II SDN BALONGGABUS Erika Suci Ariyanti; Fakhrur Rozy; Muhammad Assegaf Baalwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5890

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan minimnya penguasaan operasi hitung dasar khususnya penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada murid kelas II SDN Balonggabus. Maka dari itu, riset ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana model Problem Based Learning (PBL) mampu memberikan dampak terhadap keterampilan berhitung siswa. Pendekatan yang digunakan yakni kuantitatif pra-eksperimen dengan skema One Group Pretest-Posttest Design. Melalui teknik total sampling (sampling jenuh), sebanyak 26 siswa kelas II dijadikan subjek penelitian. Data dikumpulkan mengandalkan instrumen tes tertulis yang telah diuji kelayakannya. Dari total 10 item soal yang dirancang, pengujian membuktikan 7 butir di antaranya valid dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha mencapai 0,803. Selanjutnya, pengolahan data menerapkan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil analisis menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Problem Based Learning terbukti memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan cacah siswa kelas II SDN Balonggabus.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS MEDIA TEKA-TEKI SILANG INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS V SD Annabillah Vanoni; Fakhrur Rozy; Arif Nur Hidayat
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14771

Abstract

Students’ learning outcomes in Pancasila Education at the elementary school level are still not optimal because learning tends to be teacher-centered and does not actively involve students in understanding the learning material. This condition causes students to tend to memorize the material without understanding and connecting it with everyday life. Therefore, learning is needed to improve learning outcomes through an active, meaningful, and enjoyable learning process. This study aimed to determine the effect of a deep learning approach based on interactive crossword puzzle media on the learning outcomes of Pancasila Education among fifth-grade elementary school students. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design, involving all 29 fifth-grade students at SDN Karang Tanjung Candi Sidoarjo as a saturated sample. Data were collected through a multiple-choice learning outcome test administered before (pretest) and after (posttest) the implementation of the deep learning approach assisted by interactive crossword puzzle media, then analyzed using validity, reliability, normality, and hypothesis tests. The results showed an increase in students' average scores from 61 on the pretest to 71 on the posttest. The hypothesis test results confirmed a significant difference in learning outcomes before and after treatment, so the research hypothesis was accepted. It can be concluded that the deep learning approach based on interactive crossword puzzle media is effective in improving learning outcomes as well as students' engagement, motivation, and critical thinking skills in fifth-grade Pancasila Education learning. ABSTRAK Hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa sekolah dasar masih belum optimal karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami materi. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung menghafal materi tanpa memahami dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar melalui proses yang aktif, bermakna, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran mendalam berbasis media teka-teki silang interaktif terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen desain one-group pretest-posttest, melibatkan seluruh siswa kelas V SDN Karang Tanjung Candi Sidoarjo yang berjumlah 29 siswa sebagai sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berbentuk soal pilihan ganda yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan pendekatan pembelajaran mendalam berbantuan media teka-teki silang interaktif, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 61 pada pretest menjadi 71 pada posttest. Hasil uji hipotesis membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan, sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam berbasis media teka-teki silang interaktif efektif meningkatkan hasil belajar sekaligus keterlibatan, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING TERHADAP PEMAHAHAMAN KONSEP TEKS NONFIKSI SISWA KELAS V SD Atika Mar-Atush Sholihah; Fakhrur Rozy; Hikmah Luqiyah Kartikasari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.14727

Abstract

The low level of elementary school students’ understanding of nonfiction texts is often associated with learning processes that provide limited opportunities for students to actively interpret and construct meaning from information. This study aimed to analyze the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model with a Deep Learning approach on fifth-grade students’ understanding of nonfiction texts at SD Ma’arif NU Ngaban. The study employed a quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest design involving 27 students. Data were collected through tests administered before (pretest) and after (posttest) the implementation of PBL integrated with the Deep Learning approach. The data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired-Samples t-test for hypothesis testing. The results showed an increase in the students’ mean scores from 70.07 on the pretest to 81.48 on the posttest. The Paired-Samples t-test produced a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. These findings demonstrate that the implementation of PBL with a Deep Learning approach significantly improved students’ understanding of nonfiction texts. Problem-solving activities encouraged students to actively engage with information, develop critical thinking skills, and connect learning materials with real-life contexts. Therefore, integrating PBL with a Deep Learning approach can serve as an alternative instructional strategy to support more active, meaningful, and contextual learning of nonfiction texts. ABSTRAK Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep teks nonfiksi sering disebabkan oleh proses pembelajaran yang kurang melibatkan keaktifan siswa dalam memaknai informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep Learning terhadap pemahaman konsep teks nonfiksii siswa kelas V SD Ma’arif NU Ngaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest, yang melibatkan 27 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan pembelajaran PBL dengan pendekatan Deep Learning. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired-Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari 70,07 pada pretest menjadi 81,48 pada posttest. Hasil Paired-Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan Deep Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman siswa terhadap teks nonfiksi. Pembelajaran melalui pemecahan masalah mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan menghubungkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, integrasi PBL dan Deep Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung pemahaman konsep teks nonfiksii secara lebih aktif, bermakna, dan kontekstual.