Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI GENETIK SAPI PERAH PEJANTAN NON SELECTED DAN SELECTED DI UPT PT DAN HMT BATU Cicik Sulistyo Winarni; Mudawamah Mudawamah; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.056 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di UPT PT dan HMT Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu untuk mengevaluasi mutu genetik melalui nilai Nilai Pemuliaan (NP) dan Most Probable Producing Ability (MPPA) antara sapi perah pejantan None Selected (NS) dan Selected (S) melalui produktivitas anak betina. Materi penelitian terdiri dari semen beku dari NS 6 ekor dan S 3 ekor, 86 ekor induk, 43 ekor anak betina (NS), dan 43 ekor anak betina (S). Metode penelitian adalah studi kasus dari data sapi perah periode 2014-2017.  Variabel yang diamati adalah berat lahir (BL), berat umur 1,5 tahun (BU1,5) dan lingkar dada umur 1,5 tahun (LDU1,5).  Estimasi  heritabilitas (h²) dan  ripitabilitas (r) dengan metode half sib, analisis data dengan uji t tidak berpasangan.  Hasil penelitian menunjukkan rataan semua sifat dari S berbeda nyata (P<0,01) dibandingkan dengan NS.  Nilai h² dan r berbagai sifat dari kelompok NS dan S adalah kategori rendah.  Kesimpulan adalah rataan semua sifat pada kelompok S lebih tinggi daripada kelompok NS tetapi memenuhi standar nasional bibit sapi perah. Nilai heritabilitas, ripitabilitas, NP dan MPPA semua sifat pada S lebih tinggi daripada NS. Evaluasi genetik pada S dan NS berdasarkan NP dan MPPA adalah berbeda untuk semua sifat kecuali pada BL.Kata kunci: heritabilitas, ripitabilitas, NP, MPPA The aim was to evaluate the genetic quality of None Selected dairy bulls (NS) and Selected (S)  based on daughter productivity through Breeding Value (BV) and Most Probable Producing Ability (MPPA). The research material consisted of frozen semen from NS 6 heads and S 3 heads, 86 cows, 43 daughters (NS), and 43 daughters (S). The research method was a case study of data from 2014-2017 dairy cattle. The observed variables were birth weight (BW), 1.5-year age weight (W1.5) and 1.5-year-old chest circumference (CC1.5). Estimation of heritability (h²) and repeatability (r) used the half-sib method.   Data analysis was unpaired t-test. The results showed the mean of all traits in S was significantly different (P <0.05) compared to NS. The h² and r values of various characteristics of the NS and S groups were in a low category. The conclusion was the average of all traits in the S group was higher than the NS group but met the national standards for dairy bull breeds. Heritability, repeatability, BV and MPPA values were higher in S than NS. Genetic evaluation of S and NS based on BV and MPPA was different rank for all traits except for BW. Key words: heritability, repeatability, BV, MPPA
PROFIL LEUKOSIT AYAM JANTAN WHITE LEGHORN PASCA PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis Muhammad Farid Rizal; Umi Kalsum; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.692 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan imunitas (leukosit, sel goblet dan ekspresi MMP-9)  ayam jantan white leghorn pasca pemberian probiotik Bacillus subtilis. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkal (RAL). Sampel yang digunakan adalah 24 ekor ayam jantan white leghorn yang dibagi menjadi 4 perlakuan yang terdiri sebagai berikut: P0 :  kontrol yang tidak diberikan perlakuan, P1: terdiri dari 6 ekor ayam jantan white leghorn yang diberikan probiotik Bacillus subtilis 2,5x106CFU/ hari/ekor, P2: terdiri dari 6 ekor ayam jantan white leghorn yang diberikan probiotik Bacillus subtilis 3,9x 107 CFU/ hari/ekor, P3: terdiri dari 6 ekor ayam jantan white leghorn yang diberikan probiotik Bacillus subtilis 5,3x108 CFU/ hari/ekor, variabel pada penelitian ini adalah : neutrofil, basofil, eusinofil, limfosit, monosit, sel goblet, ekspresi MMP-9 dan panjang vili usus. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan ditabulasi kemudian diolah menggunakan ANOVA dan dialanjutkan dengan uji Duncan’s untuk mengetahui kemaknaan dalam setiap kelompoknya. Hasil penelitian: Terdapat pengaruh (P<0,05) nilai neutrofil P0 : (45,5%±7,0), P1 (52,6%±2,6),P2 : (67,0%±5,2), P3 : (66,6%±3,1). Tidak terdapat pengaruh (P>0,05) nilai eusinofil P0: (3,3%±1,03), P1 : (0,5%±0,836), P2 : (1,0,0%±0,8), P3 : (0,8%±0,9)%. Tidak terdapat pengaruh  (P>0,05) nilai basofil P0: (1%±0,89), P1: (1%±0,89), P2: (1%±0,89), P3: (1,3%±1,0). Terdapat pengaruh  (P<0,05) nilai limfosit P0: (23,3%±3,9), P1 : (12,4%±2,2). P2 : (30,6%±3,0), P3 : (31,3%±4,5). Terdapat pengaruh (P<0,05) nilai monosit P0 : (12,5%±1,8), P1 : (12,4%±2,2), P2 : (18,5%±1,0), P3 : (24,5%±2,2). Semakin meningkatnya dosis probiotik Bacillus subtilis cenderung meningkatkan rerata jumlah neutrofil,limfosit dan monosit ayam jantan white leghorn. Semakin meningkatnya dosis probiotik Bacillus subtilis tidak mempengaruhi rerata eusinofil dan basofil yang relatif sama dengan kontrol.Kata Kunci: Bacillus subtilis,leukosit, white leghorn.
PERANAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN PERUSAHAAN PETERNAKAN DI PT LUMBUNG PANGAN DI KECAMATAN KARANGPLOSO Edy Ustomo; Inggit Kentjonowaty; Badat Muwakhid
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.996 KB)

Abstract

Program bina lingkungan untuk memberikan manfaat  dan rasa  tanggung jawab dengan membantu roda perekonomian, pendidikan, sosial dan budaya. Dengan demikian dapat mengurangi tensi kebencian masyarakat kepada perusahaan. Peranan program bina lingkungan  merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan, dengan  partisipasi dan peran serta masyarakat   saling membantu dan meringankan beban yang berbeda kepentingan. Perselisihan  perusahaan dan masyarakat suatu saat akan terjadi ini berawal dari munculnya kesenjangan  sosial yang tumbuh dan  dirasakan masyarakat.  Tokoh agama dan masyarakat  mempunyai peranan untuk mengurangi,meredam dan  menyelesaikan perselisihan yang ada dan mampu mempengaruhi, mencegah dan mengajak untuk menciptakan ketentraman perusahaan dan masyarakat. Kata kunci : Perusahaan peternakan, masyarakat, Bina Lingkungan, Organisasi
POTENSI PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN RINDI KABUPATEN SUMBA TIMUR Andreas Njuruma; Sumartono sumartono; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.859 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Potensi Pengembangan Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, variabel penelitian adalah letak geografis, sumber daya manusia, populasi sapi potong, ketersedian pakan. Hasil penelitian kecamatan rindi memiliki potensi letak geografis suhu rata-rata 22,5oC - 31,7oC, sumber daya manusia dengan tingkat pendidikan yang baik, sapi potong sebagai sektor unggulan, ketersediaan bahan kering mencapai 66,945 ton BK/tahun. Daya tampung ternak mencapai 20.165 ekor, potensi pengembangan 13.975 ekor, indeks daya dukung wilayah 8,9. Nilai Location Quotiont (LQ) = 1,51, sapi potong sebagai sektor unggulan yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.Kata Kunci: Sapi Potong, Potensi Wilayah, Pengembangan, Kecamatan Rindi.
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA SAPI PERAH BERBASIS MANAJEMEN REPRODUKSI PADA KELOMPOK PETERNAK DI KABUPATEN MALANG Moch. Rifa&#039;i; Inggit Kentjonowaty; Umi Kalsum
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.183 KB)

Abstract

                    Mayoritas pengembangan ternak di Indonesia masih mengandalkan bisnis ternak rakyat. Untuk merangsang pengembangan bisnis ternak rakyat, perlu ada sentuhan dan dukungan dari pemerintah Indonesia dalam bentuk bimbingan teknis tentang peternakan dan bantuan dengan kuman ternak dan fasilitas ternak melalui kelompok-kelompok peternak. Masalah yang sering dihadapi dalam bisnis ternak rakyat antara lain; manajemen reproduksi yang rendah, manajemen pemeliharaan dan manajemen pemberian pakan yang belum kompatibel dengan teknologi peternakan, biaya pakan tinggi dan modal usaha kecil  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan sapi perah dalam hal manajemen reproduksi yaitu; Layanan per Konsepsi, Interval Hari Terbuka dan melahirkan melalui peternak kelompok di Kabupaten Malang. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang dan Ngajum. Metode penelitian adalah studi kasus dengan menyebarkan kuesioner. Materi penelitian ini adalah anggota kelompok penerima sapi perah di 5 kabupaten, yaitu masing-masing kelompok diambil 10 orang dan 10 ekor sapi perah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Manajemen Reproduksi; (Layanan per Konsepsi, Hari Terbuka dan Calving Interval). Analisis sifat kuantitatif ternak dan perkembangan reproduksi yang diperoleh kemudian dihitung rata-rata dan standar deviasi kelompok. Untuk mengetahui pengaruh kelompok dan periode laktasi terhadap kinerja reproduksi, analisis varians (ANOVA) digunakan dan analisis varians dilakukan dan dilanjutkan dengan uji LSD.Hasil yang diperoleh dengan nilai rata-rata pelayanan per konsepsi dalam laktasi pertama p eriod 2.56 dan pada periode laktasi kedua 2.1 dan pada periode laktasi ketiga 3.88. Periode laktasi memiliki efek yang sangat signifikan (P <0,01) pada layanan per konsepsi. Selanjutnya, nilai rata-rata Days Terbuka pada periode laktasi pertama adalah 118,42 hari dan pada periode laktasi kedua adalah 98 hari dan pada periode laktasi ketiga adalah 154,3 hari, menunjukkan bahwa periode laktasi memiliki efek yang sangat signifikan pada Days Open. Untuk variabel Calving Interval, nilai rata-rata pada periode laktasi pertama adalah 0 hari dan pada periode laktasi kedua 373 hari dan pada periode laktasi ketiga 434,2 hari. Periode laktasi memiliki efek yang sangat signifikan pada Calving Interval, sedangkan kelompok peternak tidak berpengaruh pada kinerja reproduksi. * Diikuti dengan tes LSD untuk mengetahui perbedaan antara periode laktasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok tidak mempengaruhi kinerja reproduksi tetapi periode laktasi mempengaruhi kinerja reproduksi dalam hal konsepsi layanan, hari buka dan interval melahirkan (2) semakin tinggi periode laktasi semakin tinggi nilai layanan per konsepsi. , hari buka dan interval melahirkan. Berdasarkan nilai dari 5 kelompok yang diteliti, paling banyakkelompok reproduksi yang efisien adalah kelompok 5. Penampilan reproduksi berhubungan dengan manajemen pemeliharaan dan manajemen reproduksi sehingga perlu untuk meningkatkan manajemen pernikahan, catatan, manajemen pakan dan pemberian makanan yang baik.pengembangan populasi sapi perah dalam kelompok pemulia.Kata Kunci : sapi perah, manajemen reproduksi, kelompok peternak.The majority of livestock development in Indonesia still relies on the people's livestock business. To stimulate the development of the people's livestock business, it is necessary to have a touch and support from the Indonesian government in the form of technical guidance on animal husbandry cultivation and  assistance with livestock  germs and  livestock facilities through breeders' groups. Problems  that  are  often  faced  in  the  people's  livestock  business  include; low  reproduction management, maintenance management and feeding management that are not yet compatible with animal husbandry technology, high feed costs and small business capital.The purpose of this study is to analyze the development of dairy cattle in terms of  reproduction management namely; Service per Conception, Days Open and Calving Interval through breeders' groups in Malang Regency. The location of the study was conducted in the sub-districts of Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang and Ngajum. The research method is a case study by distributing questionnaires. This research material is a member of a group of dairy cattle recipients in 5 districts, namely each group is taken 10 people and 10 dairy cows. The variables observed in this study were Reproductive Management; (Service per Conception, Days Open and Calving Interval). Analysis of the quantitative nature of livestock and reproductive development obtained was then calculated on average and the standard deviation of the group. To find out the effect of groups and lactation periods on reproductive performance, an analysis of variance (ANOVA) was used and analysis of variance was performed and continued with LSD test.The results obtained by the average value of sevice per conception in the first lactation p eriod 2.56 and in the second lactation period 2.1 and in the third lactation period 3.88. The lactation period had a very significant effect (P <0.01) on service per conception. Furthermore, the average value of Days Open in the first lactation period was 118.42 days and in the second lactation period was 98 days and in the third lactation period was 154.3 days, showing that the lactation period had a very significant effect on Days Open. For the Calving Interval variable, the average value in the first lactation period is 0 days and in the second lactation period 373 days and in the third lactation period 434.2 days. The lactation period has a very significant effect on the Calving Interval, while the breeder group has no effect on reproductive performance. * Followed by LSD test to find out the differences between lactation periods. The conclusions of this study indicate that the group does not affect reproductive performance but the lactation period influences reproductive performance in terms of service p er conception, days open and calving interval (2) the higher the lactation period the higher the value of service per conception, days open and calving interval. By value from the 5 groups studied, the most efficient group of reproduction is group 5. Appearance of reproduction is related to maintenance management and reproduction management so that it is necessary to improve the management of marriages, records, feed management and good feeding development of the dairy cow population in the breeders group.Keywords: dairy cows, reproduction management, breeder groups.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP KUALITAS YOGHURT DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI PATI IKAT SILANG Supiyah Puteri Ramdhani; Inggit Kentjonowaty; Mudawamah Mudawamah
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.299 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama pemeraman terhadap kualitas yoghurt dengan berbagai konsentrasi sari pati ikat silang. Materi penelitian adalah susu segar, starter, pati sagu modifikasi. Peralatan yang digunakan panci pasteurisasi, spatula, termometer, timbangan digital, gelas ukur, kertas label, toples pemeraman, beaker glass. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di berikan yaitu : P0=  Tanpa penambahan pati sagu modifikasi ikat silang, P2=  Penambahan pati sagu modifikasi ikat silang sebanyak 2 %, P4= 4 %. Dengan lama pemeraman yang di berikan yaitu : L12= Lama pemeraman 12 jam, L24= 24 jam, L36= 36 jam. Data di analisis dengan analisis SPSS dan di lanjut dengan Uji LSD untuk yang berpengaruh.               Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama pemeraman tidak mempengaruhi P>0,05 viskositas, sineresis, kadar keasaman, total BAL. Penambahan sari pati ikat silang mempengaruhi P<0,05 viskositas, sineresis, kadar keasaman dan juga total BAL. Terdapat interaksi P<0,05 antara penambahan pati dan lama pemeraman pada viskositas, sineresis, dan juga total BAL. Perlakuan terbaik yaitu P4L36 dengan penambahan pati 4% dan lama pemeraman 36 jam.               Kesimpulan Lama pemeraman tidak memberikan pengaruh terhadap kualitas yoghurt, sedangkan penambahan sari pati ikat silang memberikan pengaruh terhadap viskositas, sineresis. Untuk mengetahui lebih dalam tentang BAL dengan penambahan sari pati disarankan penelitian lebih lanjut tentang kemampuan bakteri asam laktat dalam menggunakan sari pati ikat silang dengan lama fermentasi yang optimum pada suhu ruang dan suhu refrigator.Kata kunci : Yoghurt, Sari pati ikat silang, Viskositas, Sineresis This study aims to analyze the effect of ripening duration on the quality of yogurt with various concentrations of cross-linked starch extract. Research material is fresh milk, starter, modified sago starch. Equipment used for pasteurization pans, spatulas, thermometers, digital scales, measuring cups, label paper, curing jars, beaker glass. The research method was an experiment using a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 3 treatments and 3 replications. The treatments given were: P0 = without the addition of crosslinked modified sago starch, P2 = addition of crosslinked modified sago starch as much as 2%, P4 = 4%. With a long curing given, namely: L12 = curing duration 12 hours, L24 = 24 hours, L36 = 36 hours. Data were analyzed by SPSS analysis and followed by LSD test for influential people.The results showed that duration of ripening did not affect P> 0.05 viscosity, syneresis, acidity, total LAB. The addition of crosslinked starch extract affected P <0.05 viscosity, syneresis, acidity and also total LAB. There was an interaction of P <0.05 between starch addition and ripening duration on viscosity, syneresis, and also total LAB. The best treatment is P4L36 with the addition of 4% starch and ripening duration of 36 hours.Conclusion The duration of ripening did not influence the quality of yogurt, while the addition of cross-tied starch extract gave an effect on viscosity, syneresis. To find out more about LAB with the addition of starch extract it is recommended further research on the ability of lactic acid bacteria to use cross-linked starch extract with optimum fermentation time at room temperature and refrigator temperature.Keywords: Yogurt, Cross-linked Starch, Viscosity, Sineresis
Edukasi Pemeliharaan Kambing BoerPE Berkonsep Green Economy melalui Implementasi Smart Kandang di Kelompok Tani Dian Santosa Sleman Yogyakarta Inggit Kentjonowaty; Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah; Oktavia Rahayu Puspitarini; Nurul Humaidah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v7i3.4087

Abstract

Pasca pandemi Covid-19 saat ini, memaksa masyarakat berfikir kreatif dan inovatif dalam berbagai hal terutama pada segi usaha dan profesi. Salah satunya bidang peternakan kambing crossbreed BoerPE, yaitu hasil inseminasi buatan antara kambing jantan BoerPE dengan indukan PE. Peningkatan produktivitas kambing BoerPEPE tentunya perlu didukung dengan adanya teknologi tepat guna sederhana bagi peternak dalam proses pemeliharaannya. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Dian Santosa, DIY dalam aspek pemeliharaan ternak kambing BoePE yang lebih praktis, higenis dan produktif melalui pemanfaatan teknologi smart kandang kambing yang secara sederhana agar peternak mudah menerapkannya agar terciptanya lingkungan kandang yang higenis dan berdampak pada peningkatan produktivitas kambing BoerPEPE. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Penyuluhan, merekonstruksi kandang konvensional menjadi smart kandang dan Pelatihan berjenjang mendaur ulang limbah padat dan cair menjadi bioaktivator dan kohe. Hasil kegiatan ini adalah peternak menyambut baik adanya teknologi sederhana berupa smart kandang kambing. Hal ini dibuktikan dengan tingkat pemahaman peternak tentang konsep pemeliharaan dengan smart kandang, terciptanya ekosistem pemeliharaan yang lebih higenis dan bau limbah yang minim karena smart kandang dilengkapi dengan alat pemisah limbah sehingga limbah terkoleksi secara teratur dan cepat tanpa terkontaminasi oleh tanah. Peternak memiliki keterampilan dalam pembuatan bioaktivator dari limbah cair (urine) untuk digunakan sebagai penambah unsur hara tanah dan kesuburan tanaman serta terampil dalam pembuatan kohe (kotoran hewan) dan bioaktivator.
EFEK LEVEL PROTEIN KASAR DALAM COMPLETE FEED UNTUK PENGGEMUKAN KAMBING HIBRID BOERPE Usman Ali; Muhammad Abdul Adhim; Inggit Kentjonowaty
BUANA SAINS Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v22i3.4486

Abstract

This research aims to analyze the dose of crude protein in complete feed on feed intake, body weight gain (BWG), conversion, and feed efficiency in fattening BoerPE hybrid goats. The experimental method used a randomized design with three treatments and three groups. The treatment was 11% CP dose (T1), 13% CP dose (T2), and 15% CP dose (T3), and the BW group (Kg) G1 = 21.8; G2 = 28.4 and G3 = 31.7. Then the variance of data analysis and the Least Significant Difference Test (LSDT). The results showed that the dose of CP feed did not affect feed intake but was very significant for BWG, feed conversion, and feed efficiency. The BW group had a significant effect on feed intake and BWG, feed conversion, and feed efficiency. In the treatment, the average feed intake increased from 1.11 to 1.16 Kg/head/day; BWG increased from 96.55 to 132.22 g/head/day, feed conversion decreased from 11.52 to 8.77, and feed efficiency increased from 8.68 to 11.42; while, in the BW group, the average feed intake increased from 1109.17 to 1179.26; BWG increased by 107.77 to 123.68 g/head/day; feed conversion decreased from 10.42 to 9.66; feed efficiency increased from 9.72 to 10,49 (%). In conclusion, increasing the dose of crude protein in complete feed can increase body weight gain and feed efficiency, then the use of a 15% CP dose in optimal feed can increase BWG and feed efficiency.
EVALUASI KUALITAS PENERIMAAN SUSU SEGAR DI PT. INDOLAKTO PURWOSARI DARI BEBERAPA KUD SUSU Anang Setyawan; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis kualitas penerimaan susu segar di PT. Indolakto Purwosari dari beberapa KUD susu. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Materi kualitas susu segar dari KUD Cahaya Timur (jarak 4 km), KUD Setia Kawan (jarak 17 km), Margi Rahayu (jarak 31 km), KUD Sapi Jaya (jarak 95 km) ke PT. Indolakto yang diulang 5 kali. Peralatan yang digunakan: Milkoscan FT2, beaker glass, pengaduk, gelas ukur. Variabel yang diamati: Total Solid, Kadar Protein, Kadar Lemak. Hasil penelitian setelah  di analisis ragam berpengaruh sangat nyata (P<0,01), maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Adapun hasil penelitian dari KUD Cahaya Timur (jarak 4 km): Total Solid 11,40%, Protein 2,89%, Lemak 3,73%. KUD Setia Kawan (jarak 17 km):  Total Solid 12,23%, Protein 2,98%, Lemak 4,29%. KUD Margi Rahayu (jarak 31 km): Total Solid 11,90%, Protein 2,83%, Lemak 3,93%. KUD Sapi Jaya (jarak 95 km): Total Solid 12.00%, Protein 2,91%, Lemak 4.04%.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ke 4 (empat) KUD yang mengirim susu segar ke PT. Indolakto kualitas susu yang paling baik adalah dari KUD Setia Kawan dengan jarak 17 km, namun ke 4 KUD susu yang dikirim ke PT. Indolakto kualitasnya masih sesuai Standar Nasional Indonesia. Kata kunci : Susu segar,  KUD susu, jarak kirim, kualitas susu
PREVALENSI MASTITIS SUBKLINIS BERDASARKAN PADA ASPEK PETERNAK DAN KESEHATAN SAPI PFH DI DESA NGABAB PUJON KABUPATEN MALANG Abdul Wadud Wahab Hasbullah; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis prevalensi mastitis subklinis berdasarkan aspek peternak dan kesehatan sapi PFH di Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi penelitian adalah data hasil survey dan hasil pemeriksaan mastitis subklinis dengan Uji CMT. Metode penelitian adalah Survey. Variabel yang diamati profil peternak, pengetahuan mastitis, performan sapi, pencegahan mastitis, kesehatan sapi dan uji CMT. Data ditabulasikan dalam bentuk persentase dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : profil peternak pada umur peternak yaitu 20-40 tahun 40%, pendidikan peternak 68% lulusan SD, berjenis kelamin laki laki 88%, kepemilikan ternak 64% memiliki 1-3 sapi, pengalaman beternak lebih dari 10 tahun 64%. Peternak yang tidak mengetahui mastitis subklinis 68%. Performa sapi yaitu mastitis subklinis 57% terjadi pada bulan laktasi 4-5, 30% pada periode laktasi ke lima dan 37% pada sapi dengan produksi 16-21 liter/hari. Aspek pencegahan mastitis hanya 28% peternak yang memandikan sapi dan 8% yang melakukan teat dipping. Dalam hal Pembuangan feses 32% membuang feses di sungai. Pada kesehatan ambing sapi 100% peternak tidak melakukan Uji CMT setiap bulannya. Dalam penanganan mastitis 100% peternak memeriksakan ternaknya kepada petugas kesehatan. Pada aspek kesembuhan mastitis, 76% mastitis menyebabkan penurunan produksi. Hasil uji CMT 64% positif mastitis subklinis dan 36% yang sehat. Kesimpulan penelitian adalah prevalensi mastitis subklinis Sapi PFH sebanyak 64%. Prevalensi tinggi disebabkan faktor tingkat pendidikan rendah, ketidaktahuan akibat mastitis subklinis, pembuangan feses ke sungai, sapi dalam bulan puncak laktasi dan tidak melakukan pemeriksan rutin mastitis subklinis.Kata Kunci : prevalensi, mastitis, subklinis, peternak
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Cicik Sulistyo Winarni Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin