Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BODY CONDITION SCORE (BCS), PRODUKSI SUSU, DAN PAKAN PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Akhmad Syahril Kafi; Dedi Suryanto; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara Body Condition Score (BCS), pakan dengan produksi susu pada sapi perah peranakan Friesian Holstein di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah peranakan Friesian Holstein sebanyak 75 ekor dengan umur sapi 4 – 5 tahun. BCS yang diamati dari BCS 1 sampai 5 dengan masa laktasi bulan ke 3 – 4. Data recording peternak berupa pakan dari hasil konumsi Bahan Kering (BK) dan produksi susu. Metode penelitian yang digunakan dengan pengamatan langsung di lokasi penelitian, data diperoleh dengan observasi dan wawancara kepada peternak. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi korelasi antara BCS dengan produksi susu harian dan pakan sapi perah PFH. Hasil penelitian koefisien korelasi (r) antara BCS dengan produksi susu sebesar 0,87 dengan koefisen dterminasi (R) sebesar 76% dan persamaan regresi Y = 6,27 + 2,97x. Koefisien korelasi (r) antara Pakan dengan produksi susu sebesar 0,86 dengan koefisen dterminasi (R) 74% dan persamaan regresi Y = 33,77 + 0,79x. Dengan korelasi (r) antara BCS dengan produksi susu sebesar 0,87 dan pakan dengan produksi susu sebesar 0,86 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat. Koefisien determinasi (R) antara BCS dengan produksi susu sebesar 76% menunjukkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh BCS sebesar 76% sedangkan sisanya 24% dipengaruhi oleh faktor lain. Koefisien determinasi (R) antara pakan dengan produksi susu sebesar 74% menunjukkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh faktor pakan sebesar 74% sedangkan sisanya 26% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji koefisien regresi antara BCS dengan produksi susu dan pakan dengan produksi susu keduanya menunjukkan adanya hubungan yang sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan penelitian ini bahwa terhadap hubungan yang positif antara BCS dan pakan dengan produksi susu pada umur 4-5 tahun. Disarankan utuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan BCS dengan faktor produksi lainnya.
PERBANDINGAN LEUKOSIT DAN LAJU ENDAP DARAH KAMBING PE DENGAN F1 BoerPE Ayu Rahmanda; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ternak dapat dicapai dengan perbaikan mutu genetik ternak melalui persilangan (cossbreeding). Profil darah dapat digunakan untuk melihat kinerja fisiologis tubuh, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan profil leukosit dan laju endap darah Kambing PE dan F1 BoerPE. Materi yang digunakan yaitu sampel darah Kambing PE dan F1 BoerPE. Metode penelitian adalah survey. Pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu sampel darah berasal dari Induk Kambing dan anak seketurunan keturunan langsung. Variabel yang diamati adalah leukositdan laju endap darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji t tidak berpasangan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai leukosit dan Laju Endapa Darah Indukan PE tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan F1 BoerPE. Nilai Lekosit (ribu sel/mm3) adalah 14,697 ± 16, sedangkan F1 BoerPE 14,617± 16. Nilai Laju endap darah (mm/jam) Indukan PE 0,49 ± 0,33, sedangkan F1 BoerPE 0,57 ± 0,33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai leukosit dan laju endap darah antara Indukan PE dengan F1 BoerPE relatif sama walaupun umur berbeda.
PEGARUH PANAMBAHAN KONSENTRASI SUSU SKIM BUBUK TERHADAP KADAR PROTEIN DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) PADA KEFIR Amelia Anggraini; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir merupakan produk fermentasi yang memilikii rasa, warna dan konsistensi seperti yogurt juga mempunyaii aroma khas yeast (seperti tape). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuippengaruh seperti penambahan konsentrasi susu skim terhadap kadar protein dan total bakteri asam laktatt(BAL) pada kefir. Metode yang digunakan adalah eksperimen atau percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A0 = Tanpa ada penambahan susu skim (kontrol), A1 = Penambahan susu skim 3%, A2 = Penambahan susu skim 6%, dan A3 = Penambahan susu skim 9%. Materi yang digunakan yaitu susu sapi segar 4 L, susu skim bubuk 360 g, dan grain kefir 120 ml. Variabel yang diukur adalah kadar protein dan total bakteri asam laktat (BAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian susu skim pada kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan total bakteri asam laktat (BAL). Nilai rata-rata kadar protein pada setiap perlakuan yaitu A0: 2,56%a, A1: 4,27%ab, A2: 5,39%b dan A3: 5,66%b sedangkan nilai rata-rata total bakteri asam laktat (BAL) yang dihasilkan yaitu A0: 1,9 x 107 CFU/mla, A1: 8,2 x 107 CFU/mlb, A2: 2,2 x 108 CFU/mlc, dan A3: 1,7 x 108 Cful/mlc. kesimpulan penelitian ini adalah penambahan susu skim berpengaruh terhadap kadar protein dan total bakteri asam laktat pada kefir. Penambahan susu skim 6% yang difermentasi pada suhu 30oC selama 24 jam menghasilkan kadar protein 5,39% dan total bakteri asam laktat 2,2 x 108 CFU/ml.  Kata kunci : Kefir, Susu Skim Bubuk, Kadar Protein, Total Bakteri Asam Laktat
PENGARUH SUBSTITUSI SARI BUAH RAMBUTAN BINJAI (Nephilium lappaceum) TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Rizal Ilmi Rahmatulloh; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh substitusi sari buah rambutan Binjai pada yoghurt susu kambing terhadap pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu kambing segar, rambutan Binjai (Nephilium lappaceum), starter komersial, aquadest, MRS (Man Rogosa and Sharpe) agar, alumunium foil dan tissue. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu penambahan gula 4% (P0), subsitusi sari buah rambutan 4% (P1), 8% (P2), 12% (P3). Data dianalisa menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil berpengaruh sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil analisis ragam bahwa substitusi sari buah rambutan Binjai dengan konsentrasi yang berbeda pada yoghurt susu kambing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH dan total BAL. Rataan pH P0 = 4,5 c, P1 = 4,4 c, P2 = 4,2b, P3 = 4,0 a. Rataan total BAL (CFU/ml)  P0 = 2,3 × 107 a, P1 = 2,6 × 107 a, P2 = 1,4 ×109 b, P3 = 3,3 ×109 b. Kesimpulan penelitian ini bahwa subsitusi sari buah rambutan Binjai (Nephilium lappaceum) dengan konsentrasi semakin tinggi pada yoghurt susu kambing dapat menurunkan nilai pH dan meningkatkan total BAL. Subsitusi sari buah rambutan Binjai yoghurt susu kambing dengan konsentrasi 12% memperoleh nilai pH 4,0 dan total BAL 3,3 × 109  CFU/ml yang merupakan pH dan total BAL yang terbaik. Disarankan pembuatan yoghurt susu kambing subsitusi sari buah rambutan Binjai menggunakan konsentrasi 12%.Kata kunci : yoghurt susu kambing, rambutan Binjai, nilai pH, total BAL.
PENGARUH PENAMBAHAN BAKING POWDER TERHADAP OVERRUN DAN DAYA LELEH ES KRIM Iva Siska Anggraeni Devitasari; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penambahan baking powder terhadap overrun dan daya leleh es krim. Materi yang digunakan adalah susu segar, gula, santan, perasa, kuning telur, dan baking powder (Natrium bikarbonat), gelas takar, panci, kompor, timbangan digital, blender, timer, mixer, refrigerator dan  freezer. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah penambahan baking powder dalam adonan es krim. Adapun perlakuannya P0 = tanpa penambahan baking powder (0%), P1 = penambahan baking powder 0,625%, P2 = penambahan baking powder 1,25%, P3 = penambahan baking powder 2,5%. Variabel yang diamati overrun dan daya leleh es krim. Analisa data yang digunakan adalah analisis ragam dan dilanjut uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penambahan baking powder dalam pembuatan es krim berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai overrun dan daya leleh es krim. Nilai rata-rata overrun (%) P0 = 21,62a P1 = 25.46b, P2 = 33,86d, P3 = 32,68c. Nilai rata-rata daya lelehnya (menit) P0 = 22.28a, P1 = 23.24b, P2 = 24.12b, P3 = 24.10b. Kesimpulannya penambahan baking powder meningkatkan overrun dan daya leleh es krim. Penambahan baking powder terbaik sebanyak 14,85 gr (1,25%) mampu menghasilkan overrun sebesar 33,86% dan daya leleh 24.12 menit. Disarankan untuk menggunakan baking powder dengan konsentrasi 1,25% dari total adonan es krim dan melakukan pemixeran lebih dari 1x dalam proses pembuatan es krim. Perlu penelitian lanjutan mengenai  kandungan protein dan lemak serta uji organoleptik.Kata Kunci: Overrun, daya leleh , baking powder. 
PENGARUH INTERVAL PEMERAHAN SAPI PERAH PFH TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU Muhammad Havizh Al-Azhar; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh interval pemerahan terhadap produksi dan kualitas susu PFH. Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi 9 ekor sapi perah PFH (umur 2-3 tahun, bulan laktasi ke 3, dan nilai BCS 3-4 dengan pakan yang sama). Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah A1 = 13 jam, A2 = 11 jam, dan A3 = 9 jam. Variabel yang diamati yaitu jumlah produksi susu, kadar lemak, SNF, dan Resazurin. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian pada interval pemerahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi susu (liter) pemerahan pagi yaitu A1=16,11b; A2=14,13a; dan A3=14,11a dan pemerahan sore yaitu A1=8,14b; A2=7,19a; dan A3=7,29a. Interval pemerahan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap lemak, SNF, dan resazurin susu pada pemerahan pagi dan sore. Rata-rata kadar lemak (%) pemerahan pagi yaitu A1=3,24, A2=3,46, dan A3=3,51 dan kadar lemak pemerahan sore yaitu A1=4,33, A2=4,36, dan A3= 4,56. Rata-rata SNF (%) pemerahan pagi yaitu A1=7,82, A2=7,83, dan A3=7,8 dan SNF pemerahan sore yaitu A1=8,04, A2=8,01, dan A3=7,93. Rata-rata nilai resazurin (score) pada pemerahan pagi yaitu A1=7,67, A2=8, dan A3=8 dan nilai resazurin pada pemerahan sore yaitu A1=8,04, A2=8,01, dan A3=7,93. Kesimpulan penelitian ini yaitu interval pemerahan berpengaruh terhadap produksi susu pagi dan sore, namun tidak berpengaruh terhadap lemak, SNF, dan Resazurin. Interval pemerahan panjang (13 jam) menghasilkan produksi susu yang optimal dengan rata-rata 16,12 liter dan 8,14 liter.Kata Kunci: Interval Pemerahan, Produksi Susu, Kualitas Susu, Sapi PFH. 
ANALISIS PROFIL PETERNAK, MANAJEMEN BETERNAK DAN KINERJA PRODUKSI SAPI PERAH DI DUKUH TORONGREJO PUJON Waliyyul Ahdi Alhikami; Sri Susilowati; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 November 2021 – 23 Januari 2022  di Dukuh Torongrejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis profil peternak, manajemen beternak dan kinerja produksi sapi perah di Dukuh Torongrejo Pujon. Penelitian ini menggunakan 30 responden yang memiliki ternak sapi perah. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kualitatif. Variabel yang diamati adalah profil peternak, pengelolaan sapi perah laktasi, kandang, reproduksi, pemerahan, kesehatan, dan produksi kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar peternak di Torongrejo Pujon berpendidikan SD, memiliki rata-rata 4 ekor sapi, berumur 5,1-6 tahun, memelihara ternak >8 tahun, memberi pakan 2 kali sehari, menyediakan air minum 2-3 kali lipat produksi susu sekitar 30 liter, bentuk kandang memanjang, berjajar, cara kawin menggunakan IB, pemerahan dilakukan 2 kali sehari, pasca pemerahan dengan pemeriksaan kesehatan sapi, kebersihan dan kesehatan pemerah, kebersihan sapi, kebersihan tempat dan peralatan yang digunakan dan menggunakan minyak untuk pelicin pemerahan. Untuk produksi susu menghasilkan > 11 liter/ekor/hari, masa laktasi selama 10 bulan. Dapat disimpulkan bahwa profil peternak yang ada di Dukuh Torongrejo sudah melaksanakan manajemen dengan baik, sehingga menghasilkan kinerja produksi yang baik pula dimana masa laktasi selama 10 bulan dan produksi susu sebesar > 11 liter/ekor/hari. Saran dari penelitian ini adalah para peternak dikenalkan dengan ilmu beternak modern, bisa melalui pengabdian perguruan tinggi dan bekerjasama dengan pemerintah setempat.Kata kunci : Profil peternak, manajemen beternak, produksi sapi perah
EVALUASI PERFORMA PRODUKSI KAMBING SAPERA PADA PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DENGAN PROTEIN YANG BERBEDA Achsan Sabilan Al Falah; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa performa produksi kambing Sapera pada pemberian pakan fermentasi dengan protein berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 9 ekor kambing Sapera betina umur 8-10 bulan dengan  bobot badan berkisar antara 11,4-17,8 kg. bahan pakan meliputi kangkung kering, konsentrat, rendeng kedelai, dedak padi, pollard, EM4, molasses. Metode penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 3 kelompok dan 3 perlakuan. Perlakuannya adalah pakan fermentasi dengan tingkat protein yang berbeda P1= 12%, P2= 14%, P3= 16%. Variabel dalam penelitian meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Analisis data menggunakan perhitungan ANOVA, dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan fermentasi dengan protein berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi, konversi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan. Pada kelompok bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, serta konversi pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05).  Rata-rata konsumsi pakan (ekor/hari) pada P1= 530,66agr, P2= 553,59bgr, P3= 583,36cgr, K1= 533,02agr, K2= 551,08bgr dan K3= 583,50cgr. Rata-rata pertambahan bobot badan (ekor/hari) P1= 22,57agr, P2= 28,63bgr, P3= 34,53cgr, K1= 24,30agr, K2= 29,13bgr dan K3= 32,30bgr. Nilai konversi pakan P1= 23,53a, P2= 19,63ab, P3= 17,16b, K3= 18,79, K2= 19,37 dan K1= 22,16. Disimpulkan bahwa tingkat protein kasar (PK) berpengaruh terhadap konsumsi pakan, berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan. Hasil terbaik penelitian didapat pada pakan fermentasi level PK 16% kelompok bobot badan besar 16,5 Kg. Kata Kunci : Tingkat protein, performa, kambing Sapera.
PENGARUH PERENDAMAN DAN PENYIMPANAN TELUR ITIK DALAM LARUTAN DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) TERHADAP HAUGH UNIT DAN pH Arrum Novita Sari; Inggit Kentjonowaty; Sri Sulistyowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh perendaman dan penyimpanan telur itik dalam larutan daun rambutan (Nephelium lappaceum L) terhadap Haugh Unit dan pH. Penelitian dilaksanakan pada 12 Februari – 28 Maret 2022 di Laboratorium Pangan II, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang. Materi menggunakan telur itik sebanyak 96 butir bobot 65-75 gram umur 0 hari serta larutan daun rambutan konsentrasi 30%. Metode menggunakan eksperimental dengan menggunakan RALF dengan 12 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor yang diamati yaitu 1. Faktor lama perendaman (P0 = tanpa perendaman, P1 = 24 jam, P2 = 29 jam, P3 = 34 jam) dan 2. Faktor lama simpan (S1 = 15 hari, S2 = 30 hari, S3 = 45 hari). Variabel yang diamati ialah Haugh Unit (HU) dan nilai pH. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) bila ada perbedaan dilanjut uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara perendaman dan penyimpanan(P>0,05)terhadap HU dan pH. Perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap HU, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH putih telur, dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH kuning telur.Penyimpanan telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap HU dan pH putih dan kuning telur. Perendaman 34 jam dapat mempertahankan HU pada mutu II dengan nilai 64,636b. Penyimpanan 15 hari dapat mempertahankan HU pada mutu III dengan nilai 61,275. Perendaman 24 jam dapat mempertahankan pH putih telur dengan nilai 8,050a, sedangkan pH kuning telur perendaman 34 jam memperoleh nilai 6,067. Pada lama simpan pH putih telur dengan penyimpanan 30 hari menunjukkan rataan 8,009, untuk pH kuning telur 15 hari menunjukkan rataan 6,059.Perendaman 34 jam dapat mempertahankan HU dan pH sehingga dapat digunakan selama 45 hari.Kata kunci : Pengawetan, daun rambutan, telur itik, Haugh Unit, nilai pH. 
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAGING DOMBA (Ovis aries) DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Muhammad David Bachtiar; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada”penelitian”ini bermaksut untuk”memberi informasi pada masyarakat dan menganalisa pengaruh pada penyimpanan daging domba (Ovis aries) dengan beberapa bahan pengemas dengan suhu suhu refrigerator pada total bakteri dan nilai kadar pH. Materi dalam penelitian ini ialah daging domba bagian dada dengan beberapa”bahan pengemas.”Penelitian ini”memakai”analisis statistik Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola tersarang (nested) 4 faktor dan 3 ulangan, Faktor pertama (jenis kemasan) : TK(tanpa kemasan), PP (plastik polypropylene), PE (polyethylene) dan PA (alumunium foil), faktor kedua (lama”simpan) : L3 (3 hari), L4 (4 hari), dan L5 (5 hari). Variabel pada penelitian ini adalah nilai Ph dan total bakteri. Data yang didapat dalam analisa ragam dan uji (BNT). Hasil jumlah analisa menunjukkan perlakuan dengan lama penyimpanan daging domba pada suhu dingin (refrigerator) dan beberapa bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total jumlah”bakteri dan nilai”pH. Rataan perlakuan lama penyimpanan dalam beberapa kemasan terhadap Total jumlah Bakteri yaitu PA.L3= 4,1 x 105  cfu/g (a) hingga TP.L5= 19,9 x 106 cfu/g (g) sedangkan rataan pada perlakuan lama penyimpanan pada kemasan terhadap jumlah Nilai pH yaitu TP.L5= 5,40 (a)  sampai PP.L3= 5,80 (g). Kesimpulan penelitian ini ketiga bahan-bahan”pengemas (alumunium”foil, polypropylene, dan polyethylene) dapat dimanfaatkan menjadi pengemas pada suhu dingin dengan lama simpan sampai 5 hari. Untuk mempertahankan mutu daging domba dari perkembangan bakteri, perlu di teliti lagi dengan jenis pengemas berbeda yaitu bahan ramah lingkungan dan variable yang sama yaitu total bakteri dan pH.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Cicik Sulistyo Winarni Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rahayu Puspitarini, Oktavia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin