Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JUS DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) SEBAGAI TEAT DIPPING TERHADAP PENURUNAN SKOR MASTITIS SUBKLINIS DAN PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN (PFH) Zainur Udin; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan melihat pengaruh jus daun kemangi sebagai teat dipping terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan produksi susu pada perankan sapi perah Frisian Holstein. Materi yaitu 16 ekor sap perahi Peranakan Frisian Holstein dengan Laktasi periode 3-6 dan periode bulan Laktasi 3-5, daun kemangi, reagen California Mastitis Test, antiseptik kimia povidone Iodine, susu. Metode yang digunakan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok. Pengelompokan Sapi berdasarkan skore/nilai Mastitis subklinis yaitu skore 2 dan 3. Masing-masing kelompok ada 2 ekor sapi. selanjutnya dibagi 4 perlakuan. Perlakuan P0=Kontrol (Teat dipping dengan Povidone Iodine) kosentrasi 10%, Perlakuan P1=Teat Dipping dengan jus daun kemangi kosentrasi 5%, PerlakuanP2= kosentrasi 10 %, Perlakuan P3= kosentrasi 15%. Hasil penelitian menunjukan bahwa teat dipping mengunakan jus daun kemangi tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan jumlah produksi susu. Rata rata penurunan skor mastitis subklinis P0=0.75, P1=1, P2=1.25, P3=1.25 dan rata-rata produksi susu P0=8.40 liter/ekor/hari, P1=8.25 liter/ekor/hari, P2=8.62 liter/ekor/hari, P3=8.81 liter/ekor/hari.Kata kunci : daun, kemangi, Mastitis, subklinis, Teat dipping
PENGARUH PERBEDAAN JENIS. LANTAI .KAND.ANG SAPI PERAH TERHA.DAP JUMLAH B.AKTERI SUSU DAN KA.SUS MA.STITIS Pramudya Eka Hadi Saputra; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakP.enelitian ini dilakukan untuk menga.nalisis pengaruh p.erbe.daan jenis lantai kan.dang sapi perah ter.hadap jumlah bakteri dal.am susu dan kasus mastitis. Adapu m.ateri digun.akan dal.am .penelitian yaitu 20 .ek.or sa.pi PFH aumur 5 s/d 6 tahun yang kandangnya menggunakan lantai papan dan lantai cor. .Me.to.de ya.ng dig.u.nakan d.al.am pelaksanaan apen.elitiana it.ni aper.cob.aan den.gan menggunakan 2 perl.akuan, 10 ulangan. Data dianalisis dengan uji t tidakberpasangan. Variabel yang diamati jumlah bakteri susu dalam 1ml dengan satuan CFU/ml dan angka mastitis. Perlakuan penelitian, P1 : Kandang mengg.unakan lantai papan, P2 : Kandang menggunakan lantai cor. AnalisisUji t tidak berpasangan tentang jumlah bakteri menuanjukkan bahwa teradapat perab.edaan yaang wsangat anyata (aP<0,01). Rata-rata jumlah bakteri masing-masing p.erlakuan yaitu P1 : 2,27 X 106 CFU/ml, dan P2 : 1,06 Xa 1a06 CFU/ml dan rata-rata kasus mastitis yaitu : P1 : 2,8 nilai ini termasuk dalammastitis grade 2 yang artinya kasus mastitis positif lemah dan P2 : 1,25 nilai ini termasuk. dalam mastitis grade 1 yang arti.nya Trace. Berdas.arkan hasil pen.elitian dan hasil analisis statistik bahwa jenis lantai kandang yang berbeda jumlah bakteri susu dan kasus mastitis berbeda sangat nyata. Jenislantai k.an.dang cor hasilnya lebih baik dari pada lantai kandang papan dilihat dari jumlah bakteri susu dan kasus mastitis. Be.rdasarkan h.asil CMT mastitis grade n.ilai yang di dapat masuk da.lam kasus m.astitis subklinis.Kata kunci : Lantai Ka.ndang, Jum.lah Bak.teri, Kasus M.astitis.
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN JAMU HERBAL DAN MULTI PROBIOTIK TERHADAP PROTEIN, SOLID NON FAT DAN TOTAL SOLID SUSU SAPI PERAH PFH Wenny Nur Azizahi; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik terhadap protein, solid non fat (SNF) dan total solid (TS) susu sapi perah PFH dan mengetahui dosis terbaik pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik pada sapi perah PFH. Ini dilakukan di Desa Sukomulyo Pujon Malang. Materi yang digunakan yaitu sapi perah PFH periode dan bulan laktasi ke 4-5, BB 300-350 kg dan produksi susu 10-12 liter/hari sebanyak 12 ekor, sampel susu, lactoscan milk analyzer, jamu herbal dan multi probiotik. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 = tanpa pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik, P1 = pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik 100 ml/ekor/hari, P2 = pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik 150 ml/ekor/hari dan P3 = pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik 200 ml/ekor/hari. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan ANOVA dan jika ada perbedaan pengaruh dilakukan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap protein dan SNF serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap TS. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada kualitas susu sapi perah PFH disarankan pemberian dengan dosis 150 ml/ekor/hari dengan rata-rata protein = 3,22%, SNF = 8,52%  dan TS = 13,43%. Kesimpulan adalah pemberian campuran jamu herbal dan multi probiotik mempengaruhi dan meningkatkan nilai protein susu, solid non fat dan total solid. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap Income Over Feed Cost pada sapi perah PFH.kata kunci: jamu herbal, multi probiotik, protein, solid non fat, total solid
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SMPAN SUSU KAMBING PASTEURISASI PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN KADAR PROTEIN Firda Uswatun Khotimah; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis adanya pengaruh jenis kemasan dan lama simpan susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator terhadap total mikroba dan kadar protein. Materi yang digunakan yaitu susu kambing segar, aquades, nutrient agar (NA), botol polyethylene terephthalate (PET) dan kantong plastik polypropylene (PP). Metode penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nested dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan (K1 = botol plastik PET, K2 = kantong plastik PP). Faktor B = lama simpan (L6 = 6 hari dan L12 = 12 hari). Variabelnya adalah total mikroba dan kadar protein. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan dan lama simpan susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein. Rataan total mikroba (CFU/ml) pada K1 = 4,1x102a dan K2 = 3,1 x103b, K1L6 = 3,3x102 a, K1L12 = 5x102 a, K2L6 = 6,2 x103 ab, K2L12 = 7,7x103 b. Rataan kadar protein (%) pada K1 = 3,74, K2 = 3,6, K1L6 = 3,61, K1L12 = 3,59, K2L6 = 3,6, K2L12 = 3,86. Kesimpulannya adalah kemasan botol plastik PET lebih baik dibandingkan kantong plastik PP sebagai bahan pengemas susu kambing pasteurisasi dalam suhu refrigerator 9 °C dilihat dari total mikroba dan kadar protein. Kata Kunci : Susu kambing, pasteurisasi, total mikroba, kadar protein, kemasan
PENGARUH LAMA SIMPAN YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN SARI JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN UJI ORGANOLEPTIK Radika Putri Lailia; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari R
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini adalah menganalisis dan mengetahui pengaruh lama simpan yoghurt susu kambing dengan ekstra saripati jambu biji merah terhadap total mikroba dan uji organoleptik. Materi yang dipakai susu kambing PE sejumlah 2 liter, jambu biji merah, stater yoghurt 3%, aquades, 12 g Nutrient Agar (NA). Metode riset memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan diulang 3 kali, L1 = dianalisa sebagai kontrol, L2 = lama simpan 8 hari, L3 = lama simpan 12 hari, L4 = lama simpan 16 hari dengan penambahan saripati jambu biji merah sejumlah 15%. Variabel yang diobservasi total mikroba dan uji organoleptik. Data yang didapat dianalisis ragam ANOVA. Hasil analisis ragam memperlihatkan durasi simpan yoghurt susu kambing dengan ekstra sari jambu biji merah berdampak amat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba. Durasi simpan yoghurt berdampak amat nyata (P<0,01) terhadap uji organoleptik (uji aroma, rasa, tekstur dan uji tingkat kesukaan). Tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap uji organoleptik (uji warna). Rata-rata total mikroba pada L1 = 1,6 x 105a  CFU/ml,  L2 = 6,3 x 105a CFU/ml, L3 = 7,5 x 106b CFU/ml, dan rata-rata total mikroba pada L4 = 1,6 x 108c  CFU/ml. Rerata uji organoleptik terhadap aroma pada L1 = 3a (agak beraroma asam), L2 = 4ab (beraroma asam), L3 = 4b (beraroma asam) dan L4 = 5c  (sangat beraroma asam). Rerata uji organoleptik terhadap rasa pada L1 = 4a (asam), L2 = 4ab (asam), L3 = 4b (asam) dan L4 = 5c (sangat asam). Rerata uji organoleptik terhadap tekstur pada L1 = 4a (kental), L2 = 4ab (kental), L3 = 5b (sangat kental) dan L4c = 5 (sangat kental). Rerata uji organoleptik terhadap warna pada L1 = 4 (berwarna merah jambu), L2 = 4 (berwarna merah jambu), L3 = 4 (berwarna merah jambu) dan L4 = 4 (berwarna merah jambu). Rerata uji organoleptik terhadap tingkat kesukaan pada L1= 4a (suka), L2 = 4ab (suka), L3 = 3b (agak suka) dan L3 = 5c (agak suka). Kesimpulan penelitian bahwa yoghurt susu kambing dengan ekstra sari jambu biji merah 15% bisa tahan disimpan selama 8 hari dalam refrigerator pada suhu 9°C memiliki kualitas dan mutu organoleptik yang terbaik. Perlakuan terbaik tersebut meningkatkan jumlah mikroba dan nilai organoleptik.Kata kunci : susu kambing, jambu biji merah, total mikroba, uji organoleptik.
PERBEDAAN JENIS LANTAI KADANG SAPI PERAH TERHADAP UJI REDUKTASE DAN PRODUKSI SUSU (STUDI KASUS DI WILAYAH KUD KRUCIL PROBOLINGGO) Nur Haili; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis lantai kandang sapi perahterhadap uji reduktase dan produksi susu di wilayah KUD Argopuro Krucil Probolinggo. Materiyang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 ekor sapi perah (lantai kayu 5 ekor dan lantai semen5 ekor). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel secaraPurposive sampling dengan kriteria umur 5-6 tahun, bulan laktasi 5-6. Teknik pengumpulan datauntuk uji reduktase di laboratorium di KUD Argopuro Krucil Probolinggo, sedangkan produksisusu di Peternak anggota KUD Argopuro. Analisis data. menggunakan Uji-t. Percobaan ada 2perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Perlakuannya adalah P1= Lantai kandangsemen, P2 = Lantai kandang papan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji reduktase rata-ratalantai semen lebih tinggi (3,5733/J) dibandingkan perlakuan lantai papan (3,3067/J). Hasil uji tmenunjukkan tidak ada perbedaan (P>0,05) antara lantai papan dan lantai semen. Hasil rata- rataproduksi susu pada lantai semen 9,577 liter/ekor/hari, sedangkan pada lantai papan 9,404liter/ekor/hari. Berdasarkan uji t menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulanpenelitian ini adalah antara kandang lantai semen dengan lantai papan hasil uji reduktase danjumlah produksi susu yang dihasilkan tidak berpengaruh di wilayah KUD Argopuro KrucilProbolinggo, namun ada kecenderungan kandang yang menggunakan lantai semen ( cor) lebih baikdari pada kandang yang menggunakan lantai papan.Kata Kunci : Lantai, Uji Reduktase Dan Produksi Susu.
PENGARUH PEMBERIAN SARI JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L) TERHADAP NILAI PH DAN KADAR ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Lailatul Hikmah; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tekhnologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Pelaksanaan penelitian mulai tanggal 7 Mei sampai 7 Juli 2020. Penelitian”ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian sari jambu biji merah terhadap nilai pH yoghurt dan kadar asam laktat yoghurtsusu kambing. Materi yang digunakan adalah susu murni kambing Peranakan Ettawa sebanyak 2,5 liter dan sari jambu biji merah (Psidium guajava L) sebanyak 300 ml, starter yang digunakan adalah starter komersial bubuk dengan kandungan bakteri Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophillus. Metode yang digunakan adalah Eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. P0 = Yoghurt tanpa penambahan esktrak buah jambu biji merah, P1 =10%, P2 = 15%, P3 = 20 %..Hasil analisa ragam menunjukan bahwa pemberian sari jambu biji merah dengan berbagai konsentrasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01), terhadap nilai pH yoghurt susukambing. Rata-rata nilai pH yogurt susu kambing dengan penambahan sari jambu biji merah adalah P0=4,46, P1= 4,22, P2= 4,20 dan P3= 4,16. Dan hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian sari jambu biji merah dengan berbagai konsentrasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01), terhadap kadar asam laktat yoghurtsusu kambing.  Rata-rata kadar asam laktat yogurt susu kambing dengan pemberian sari jambu biji merah adalah P0= 1,21%, P1= 1,78%, dan P2= 1,65% dan P3= 2,06% Kesimpulan bahwa pemberian sari jambu biji merah berpengaruh terhadap nilai pH dan kadar asam laktat yoghurt susu kambing, semakin tinggi konsentrasi penambahan sari jambu biji merah relatif menurunkan nilai pH dan meningkatkan kadar asam laktat. Konsentrasi penambahan sari jambu biji merah terbaik dengan konsentrasi pemberian 10-15%, Perlu adanya penelitian lanjutan  pengaruh pemberian sari jambu biji merah terhadap jumlah mikroba, uji orgonoleptik, uji antioksidan dan uji kandungan nutrisi yoghurt susu kambing.
STATUS FISIOLOGIS DAN PROFIL ERITROSIT KAMBING INDUK PE DAN F1 BoerPE STUDI KASUS UNTUK PERBAIKAN POLA MANAJEMEN KAMBING CROSS BREEDING Ananda Octa Lutfia; Inggit Kentjonowaty; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa perbandingan dan perbedaan nilai eritrosit, denyut jantung dan pernapasan induk Kambing PE dangenerasi F1 crossbreeding Kambing Boer jantan. Materi yang digunakan adalah Kambing induk PE dan Kambing F1 BoerPE. Studi Kasus untuk Perbaikan  Pola Manajemen Kambing Cross Breeding, kambing PE yang berumur 4 tahun  bisa dikatakan sebagai induk dan Kambing berumur 14 bulan dari bangsa F1 BoerPE. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan data deskriptif. Sampel yang  memiliki kerteria yaitu kambing yang memiliki hubungan kekerabatan langsung antara lain  induk Kambing PE dengan generasi F1 BoerPE yang. Nilai eritrosit merupakan variabell yang di amati dalam penelitia, denyut jantung dan frekuensi pernapasan. Tabel Uji t merupakan analisis data yang  tidak berpasangan. Hasil dari Uji t diperoleh bahwa nilai Eritrosit Induk PE adalah 1,286 106/Mm3 dan generasi F1 Boer PE nya adalah 1,188 106/Mm3 menyatakan Induk PE (P>0,05) tidak berbeda nyata terhadapp generasi F1 BoerPE, nilai denyut jantung induk PE 70,96 kali/menit dan nilai pada generasi F1 BoerPE 60,32 kali/menit (P<0,05) menyatakan bahwa berbeda nyata dan frekuensi pernapasan memiliki nilai pada induk PE yaitu 51,46 kali/menit dan pada generasi F1 BoerPE adalah 55,96 kali/menit ini (P>0,05) menunjukkan tidak berbeda nyata. Kesimpulan penelitian ini berkesimpulan bahwa Nilai Eritrosit dan frekuensi pernapasan pada kambing induk dan anak menunjukkan nilai yang relatif sama sedangkan  nilai denyut jantung keduanya menunjukkan nilai yaitu berbeda nyata.
PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) PADA PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER Azwar Bahi; Nurul Humaidah; Inggit kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian feed addative tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) terhadap produksi karkas broiler meliputi bobot karkas serta presentase lemak abdominal. Materi adalah pakan komersil, tepung Bawang Dayak dan ayam pedaging (broiler) 48 ekor umur 15 – 35 hari (fase finisher). Metode digunakan kali ini adalah,  eksperimen dan menggunakan, Rancangan Acak Lengkap ada empat perlakuan dan tiga ulangan; masing – masing perlakuan, ada empat ekor. Perlakuan adalah P0: pakan basal, tanpa tambahan Bawang Dayak. P1 dengan tambahan Bawang Dayak 1,5% , P2: 2,0% dan P3: 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang dayak pada pakan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap karkas dan persentase lemak abdominal. Persentase karkas   P0 = 63,96; P1 = 64,23; P2 = 65,24 dan P3 = 66,97%. Persentase lemak abdominal, P0 = 0,98; P1 = 0,96; P2 = 0,84 dan P3 = 0,76%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan campuran tepung bawang dayak 2,5%  dalam pakan Broiler umur 15 – 35 hari  mampu meningkatkan  persentase karkas 66,97% dan menurunkan lemak abdominal 0,76%.Kata kunci : Bawang, Dayak, Feed, Additive , Broiler.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH MIKROBA, WHC, DAN SUSUT MASAK PADA DAGING BROILER Nika Dona Junia Arjes; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis terhadap jumlah mikroba, WHC, dan susut masak pada daging broiler. Materi yang digunakan adalah daging broiler umur 35 hari, buah jeruk nipis berdiameter 4-6 cm. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial, faktor pertama yaitu lama perendaman (10 menit, 20 menit, dan 30 menit). Faktor kedua konsentrasi larutan jeruk nipis (10%, 15%, dan 20%). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba, nilai WHC, dan susut masak, dilanjutkan dengan uji BNT. Interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah mikroba. Interaksi lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai WHC. Sedangkan pada susut masak diketahui adanya interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu lama perendaman 30 menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 20% menyebabkan penurunan jumlah mikroba terbaik, sedangkan nilai WHC dan susut masak terbaik pada perlakuan lama perendaman 10menit dan 10% konsentrasi larutan jeruk nipis. Disarankan menggunakan lama perendaman 10menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 10%.Kata Kunci : Perendaman, Konsentrasi, Larutan jeruk nipis, daging ayam broiler
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Cicik Sulistyo Winarni Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rahayu Puspitarini, Oktavia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin