Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Bisnis Berbasis Komunitas dan Mitigasi Sampah melalui Produk Konversi pada Bank Sampah Sinar Berlian Budiman, Eko Wahyu; Pitaloka, Dyah; Masrunik, Endah; Puspitorini, Palupi; Sunandes, Aris; Endrawati, Tri
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v6i3.1594

Abstract

This community service was carried out in Gedog Village, Blitar City. The purpose of the service was to increase the capacity of household waste management and waste mitigation through conversion products and community-based business management at the "Sinar Berlian" Waste Bank in Blitar City. This activity was motivated by the high volume of inorganic waste at the Sinar Berlian Waste Bank and its surroundings and the low participation of residents in waste management. Therefore, through this service, the PKM program was provided to provide solutions to existing problems. The methods used included program socialization, community-based production and management training, technical assistance, and marketing digitalization. The main activities included training in making pressed plastic, sorting plastic waste, community-based management, and digital-based marketing. The final results of this service activity showed that this activity successfully reached a total of 72 active participants, with a predominance of women (68%). The attendance rate reached 85%, indicating the enthusiasm and commitment of participants in absorbing the training materials. In the production sector, the production volume of pressed plastic increased 300%, 1000kg per month up to 3000 kg per month. Income increased by 84.37% compared to before the intervention. Community-based management has succeeded in coordinating 6 other Waste Banks in increasing their production capacity and income. Collaboration was implemented in the form of logistics sharing, namely the acquisition of used plastic bottles and the aggregation of press plastic sales. Participants' understanding was evaluated through pre- and post-tests, which showed an increase in scores from 46% to 82%. This demonstrates the effectiveness of the PRA training method and approach in delivering material in a practical and applicable manner. This program contributes to community-based sustainable environmental management practices and can be replicated in other areas with similar issues.
UJI PATOGENISITAS CENDAWAN Metharizium anisopliae DAN Beauveria bassiana TERHADAP LARVA Spodoptera litura (Lepidoptera:Noctuidae) DI LABORATORIUM Mendes, Johana Anike; Sembiring, Jefri; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rupang, Maya Sari; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6660

Abstract

Cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati untuk mengendalikan populasi hama. Spodoptera litura merupakan hama utama pada beberapa komoditi pertanian. Pengendalian yang umum dilakukan petani untuk menekan populasi hama ini adalah penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, kematian organisme non target, residu pada produk tanaman serta resistensi hama. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya dengan pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan menguji patogenisitas isolat M. anisopliae dan B. bassiana terhadap larva S. litura di laboratorium. Prosedur penelitian mencakup perbanyakan isolat menggunakan media beras, pemeliharaan serangga S. litura, serta pengujian patogenisitas dengan metode pencelupan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M. anisopliae menyebabkan mortalitas larva tertinggi pada perlakuan M2, M4, dan M5 sebesar 8%. Kegagalan terbentuknya pupa tertinggi tercatat pada perlakuan M5 sebesar 92% dan kegagalan terendah pada perlakuan M1 sebesar 0%. Perlakuan B. bassiana menunjukkan mortalitas larva tertinggi pada perlakuan B3, B4 dan B5 sebesar 4% sedangkan mortalitas terendah pada perlakuan B1 dan B2 sebesar 0%. Kegagalan pupa sebesar 100% pada perlakuan B1 dan B2 sedangkan perlakuan B3, B4 dan B5 mengalami kegagalan pupa sebesar 96%.   Kata kunci: Spodoptera, Metharizium, Beauvaria, patogenitas, laboratorium
KEPADATAN CACING TANAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KAMPUNG SALOR INDAH DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE Wida, Wa Ode Asryanti; Rupang, Maya Sari; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rizal, Abdul; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6685

Abstract

ABSTRAK Cacing tanah merupakan salah satu organisme tanah yang mempunyai peran penting dalam memperbaiki aerasi tanah, mengurai bahan organik dan meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan cacing tanah pada tanaman hortikultura. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian diawali dengan melakukan survei untuk menginventarisir jenis tanaman hortikultura yang ada di Kampung Salor Indah. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah pada lahan tempat budidaya tanaman kangkung, jagung, sawi, tanaman terong dan pada lahan yang tanpa tanaman. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan luasan P x L x T yaitu 25 cm x 25 cm x 20 cm. Selanjutnya dilakukan pengamatan keberadaan cacing tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada budidaya tanaman hortikultura di Kampung Salor Indah Distrik Kurik Kabupaten Merauke kepadatan cacing yang paling banyak ditemukan pada lahan jagung dengan total 34 cacing, setelah itu pada lahan kangkung 21 cacing, pada lahan sawi sebanyak 18 cacing, pada lahan terong 12 cacing dan pada tanah tanpa tanaman 10 cacing.  ABSTRACT Earthworms are one of the soil organisms that have an important role in improving soil aeration, breaking down organic matter and increasing soil fertility. This research aims to determine the density of earthworms on horticultural plants. The method used is descriptive quantitative. The research began by conducting a survey to inventory the types of horticultural plants in Salor Indah Village. Next, soil samples were taken on land where kale, corn, mustard greens, eggplant plants were cultivated and on land without plants. Soil samples were taken with an area of L x W x H, namely 25 cm x 25 cm x 20 cm. Next, observations were made for the presence of earthworms. The results of the research showed that in the cultivation of horticultural crops in Salor Indah Village, Kurik District, Merauke Regency, the highest density of worms was found in corn fields with a total of 34 worms, followed by 21 worms in water spinach fields, 18 worms in mustard fields, and 12 worms in eggplant fields. and on land without plants 10 worms. 
PENINGKATAN CIRCULAR ECONOMI MELALUI INOVASI PRODUK LIMBAH TERKONVERSI DAN EKSTRAKSI MINYAK SEREH MERAH MENUJU KELURAHAN GEDOG BERDAMPAK Puspitorini, Palupi; Endrawati, Tri; Sholihah, Mar’atus; Darmadji
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.491

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bina Desa ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Gedog, Kota Blitar, melalui dua mitra utama yaitu Bank Sampah Gong Lestari dan Kelompok Masyarakat Mandiri Hidrofarm. Masalah utama yang dihadapi adalah pengelolaan limbah plastik yang belum optimal serta rendahnya nilai tambah produk pertanian sereh merah. Solusi yang diusulkan meliputi inovasi teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk pressing dengan nilai ekonomi lebih tinggi dan peningkatan kualitas ekstraksi minyak sereh dengan standar nasional. Selain itu, program juga mencakup peningkatan manajemen bisnis dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk mitra. Pendekatan partisipatif melibatkan mitra secara aktif dalam sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi sehingga tercipta kemandirian berkelanjutan. Targetnya adalah peningkatan kapasitas produksi serta omzet, yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan indikator kinerja perguruan tinggi. Program ini bertujuan mendukung ekonomi sirkular, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan desa berdampak sosial dan ekonomi yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan PRA.   Hasil pelaksanaan PKM meliputi tercapainya tercapainya target produksi plastik press 5000 kg/bulan dan produksi minyak sereh 5000 kg raw material. Program ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan ekonomi circular masyarakat melalui UMKM yangs esuai dengan permasalahan pemerintahan kelurahan Gedog Blitar.
Pengaruh Kombinasi Agens Hayati Dan Media Biomatriconditioning Terhadap Daya Tumbuh Benih Kyuri (Cucumis Sativus L.) Endrawati, Tri; Setya Winurdana, Alfan
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1851

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi agens hayati dan media biomatriconditioning terhadap daya tumbuh benih Kyuri (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu agens hayati (Mikoriza sp., Trichoderma sp., dan Beauveria sp.) serta media biomatriconditioning (abu ketel, arang sekam, serbuk batu bata, dan cocopeat). Hasil pengamatan difokuskan pada daya kecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh relatif. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi Trichoderma sp. arang sekam menghasilkan daya kecambah tertinggi, dengan persentase kecambah lebih cepat dan seragam dibanding perlakuan lain. Indeks vigor juga meningkat signifikan pada kombinasi tersebut, ditandai dengan perkembangan akar dan pertumbuhan awal yang lebih kuat. Selain itu, kecepatan tumbuh relatif tertinggi dicapai pada perlakuan yang sama, yang mengindikasikan efisiensi penyerapan nutrisi dan adaptasi benih lebih baik. Media arang sekam terbukti mendukung aerasi optimal. sehingga mampu bersinergi dengan peran biologis agens hayati. Secara keseluruhan, kombinasi Trichoderma sp. dengan media matrik arang sekam memberikan efek paling nyata terhadap viabilitas dan vigor benih Kyuri, sehingga potensial diterapkan dalam inovasi perbenihan hortikultura untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Gaviota 63 Pada Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Lasiantera (J.J. Smith) Pada Budidaya In Vitro Romadhon, Vidi Candra; Endrawati, Tri; Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.138

Abstract

Pengembangan anggrek di Indonesia terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat, karena masih banyak menggunakan teknik tradisional. Perbanyakan anggrek melalui metode budidaya in vitro merupakan solusi yang bisa dilakukan. Murashige & Skoog (MS) merupakan media utama yang sering digunakan pada budidaya in vitro, namun memiliki harga relatif mahal sehingga perlu upaya media alternatif dengan bahan dasar yang relatif lebih terjangkau, salah satunya adalah pupuk daun. Pupuk daun mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, sehingga diharapkan dapat menjadi bahan media alternatif pengganti MS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Gaviota 63 serta mengetahui konsentrasi terbaik pupuk Gaviota 63. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola sederhana, terdiri dari 6  perlakuan yaitu, A = 1/2 MS (2,21 g), B = 0,20 Gaviota 63, C = 0,40 g Gaviota, D =  0,60 g Gaviota 63, E = 0,80 g Gaviota 63, dan  F = 1 g Gaviota 63. Uji lanjutan menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncan taraf nyata 5%. Parameter yang diamati, tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas, panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot basah keseluruhan planlet. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh konsentrasi nutrisi berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi planlet pada umur (6 MSK, 9 MSK, dan 12 MSK), jumlah tunas pada umur (12 MSK) dan jumlah akar planlet. Diperoleh konsentrasi pupuk daun Gaviota 63 yang terbaik adalah konsentrasi 1 g (F).
Kombinasi Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak Merah (Raphanus sativus L.) Maulana, Andrian; Puspitorini, Palupi; Endrawati, Tri; Serdani, Army Dita
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.141

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK secara sinergis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lobak merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2025 di Desa Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 meliputi perlakuan pupuk kandang kambing yang terdiri dari tiga taraf: K1: 15 ton/ha atau setara dengan 75 g/polybag; K2: 30 ton/ha atau setara dengan 150 g/polybag; dan K3: 45 ton/ha atau setara dengan 225 g/polybag. Faktor ke dua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga taraf: P1: 400 kg/ha atau setara dengan 2,0 g/polybag; P2: 600 kg/ha atau setara dengan 3,0 g/polybag; dan P3: 800 kg/ha, setara dengan 4,0 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat umbi, dan panjang umbi lobak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap semua variabel yang diteliti. Kombinasi perlakuan optimal terdiri dari pupuk kandang kambing dengan dosis 45 ton per hektar (setara dengan 225 g per polybag) dan pupuk NPK dengan dosis 600 kilogram per hektar (setara dengan 3 gram per polybag).
Keanekaragaman Arthropoda Pada Area Pertanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Di Merauke Sembiring, Jefri; Ekowati, N. Yuni; Sulle, V. Yanti; J Panga, Nurhaya; Mendes, J. Anike; Yusuf, Mani; Anwar, A; Endrawati, Tri
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1868

Abstract

Kestabilan ekosistem, terutama pada lahan pertanian yang dikelola petani, sangat dipengaruhi oleh tingkat keanekaragaman artropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman artropoda pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui tiga jenis perangkap-perangkap kuning, perangkap tanah, dan perangkap jaring-serta melalui pengamatan langsung pada tanaman. Data keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, indeks dominansi, serta pengukuran intensitas serangan dan populasi hama Spodoptera exigua. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 11 ordo dan 22 famili artropoda dengan total 4.682 individu. Ordo yang paling dominan ialah Diptera, khususnya lalat buah. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,0431), indeks kemerataan tinggi (E = 0,9243), dan indeks dominansi sedang (D = 0,5561). Intensitas serangan larva S. exigua pada umur 14 hari tergolong rendah (21%), meningkat pada umur satu bulan (33%), dan menurun kembali pada umur 1,5 bulan (24%). Interaksi antara artropoda dan tanaman bawang daun bersifat timbal balik, meskipun beberapa jenis serangga berpotensi menimbulkan kerugian bagi tanaman
Keanekaragaman Cendawan Pada Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis MULL. ARG.) Berdasarkan Pola Tanam Di Kabupaten Bulukumba Musdalifah, Nurul; Mukrimin, Mukrimin; Rupang, Maya Sari; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Barus, Rizki Al Khairi; Endrawati, Tri; Yusuf, Mani
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1909

Abstract

Pohon karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) adalah tanaman yang telah berhasil dikembangkan, terutama di dunia industri. Kebun karet tersebar luas di berbagai provinsi di Indonesia, misalnya di Kabupaten Bulukumba, dengan pola tanam monokultur dan agroforestri. Pertumbuhan karet dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti air, iklim, tanah, hama, dan penyakit. Penyakit pada tanaman karet meliputi bintik-bintik hitam kecokelatan pada batang, jamur akar putih, dan gugur daun akibat jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genus jamur yang terkait dengan tanaman karet berdasarkan pola penanaman dan status pemanenan. Tahap isolasi pada jaringan tanaman menggunakan metode langsung (sterilisasi permukaan), sedangkan sampel tanah menggunakan pengenceran berlapis. Hasil isolasi menunjukkan perbedaan signifikan antara jumlah isolat berdasarkan pola penanaman, sementara berdasarkan status penyadapan, tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Keanekaragaman vegetasi dapat mempengaruhi jumlah isolat yang diisolasi. Indeks Keanekaragaman Jamur (H') pada tanaman karet menunjukkan nilai 1.97 dengan kriteria sedang. Jumlah koloni yang diisolasi sebanyak 101 isolat yang termasuk dalam 10 genus, yaitu Penicillium sp., Trichoderma sp., Aspergillus sp., Cunninghamella sp., Gliocladium sp., Gongronella sp., Paecilomyces sp., Cylindrocladiella sp., Rhizoctonia sp., dan Mucor sp.