Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Kurikulum Cinta serta relevansinya dalam desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan Kurikulum Cinta, pendidikan Islam, dan desain pembelajaran PAI, lalu dianalisis dengan metode analisis isi melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Cinta menekankan internalisasi nilai kasih sayang, empati, kepedulian, toleransi, sikap saling menghargai, dan jiwa kebangsaan dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai tersebut relevan diintegrasikan ke dalam pembelajaran PAI melalui perencanaan, pemilihan strategi, pemanfaatan media inovatif, serta evaluasi yang humanis. Implementasinya berkontribusi dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif, interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus mendorong pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Kurikulum Cinta menjadi pendekatan efektif untuk memperkuat akhlak mulia, toleransi sosial, dan harmoni kehidupan masyarakat multikultural. Pendekatan ini juga relevan sebagai respons terhadap tantangan globalisasi dan era digital yang berpotensi memengaruhi orientasi berpikir peserta didik melalui paparan nilai dan ideologi ekstrem secara luas.