Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EVALUASI ARAH KOMPETENSI LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PADA PENDIDIKAN TINGGI FARMASI DI KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA Muhammad Reza Pahlevi; Noval; Febrianti, Dwi Rizki; Difa Intannia; Syahrizal Ramadhani; Melviani; Mustika Muthaharah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v8i1.2431

Abstract

South Kalimantan has four Pharmacy Higher Education Institutions (PTF) offering Pharmacist Professional Education Study Program (PSPPA), namely Lambung Mangkurat University (ULM), Borneo Lestari University (UNBL), Sari Mulia University (UNISM), and Muhammadiyah University of Banjarmasin (UMB). This research aims determine competency direction PSPPA graduates from PTF in South Kalimantan. Using descriptive research design qualitative case study method, the findings reveal that graduate profile PSPPA South Kalimantan does not fully reflect local and national characteristics  pharmacist, such as being religious, having national perspective, adhering professional ethics, and upholding the law. The graduate profile should encompass  institution's vision, academic excellence, moral values, specific characteristics higher education institution. PSPPA designed with min.36 credits over 2 semesters. ULM directs PSPPA competencies towards pharmaceutical practices in wetland environments, integrated into several courses. UNBL focus producing professional pharmacist with foundation Kalimantan's local wisdom, featuring integrated course pharmaceutical services. UNISM emphasizes excellence and collaboration  developing riverine potential, integrated Phytotherapy course, given South Kalimantan's, particularly Banjarmasin's, numerous river systems. Meanwhile, UMB develops PSPPA program characterized progressive Islamic value, with standout course Islamic Professionalism. The results align with graduate competency standards and pharmacist education curriculum standards  APTFI, Law No.17 of 2023, and Minister Education and Culture Regulation no.53 of 2023
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Pada Balita Dengan Kejadian Stunting Anisa Safira Nuzullaika; Nita Hestiyana; Desilestia Dwi Salmarini; Noval
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.402

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi angka stunting di Kota Banjarmasin Tahun 2023 mengalami kenaikan 4,1% dibandingan pada Tahun 2022 lalu. Ibu yang punya pengetahuan rendah tentang nutrisi pada balita, akan berdampak mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, didapatkan balita usia 24-59 bulan ada 1.257 balita diantaranya 74 mengalami stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024 berjumlah 30 orang. Data Analisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita tentang nutrisi tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori kurang sebanyak 23 responden (76%), sedangkan 5 responden masuk kategori cukup (17%), dan 2 responden termasuk dalam kategori baik (7%) dan untuk data kejadian stunting tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori tidak stunting sebanyak 26 responden (86,7%), sedangkan 4 responden masuk kategori stunting (13,3%) dan berdasarkan uji hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita (0,247>0,05) tidak ada hubungannya dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Simpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita dengan kejadian stunting bisa disebabkan adanya keterbatasan penelitian, variabel belum mewakili semua faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Susmita Indah Lestari; Ika Friscila; Noval; Dede Mahdiyah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.406

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa pemulihan organ-organ reproduksi yang mengalami perubahan selama kehamilan dan persalinan, seperti terjadinya robekan perineum. Salah satu penyebab terjadinya penyulit masa nifas sampai dengan pada kematian puerperium adalah terjadinya infeksi pada luka perineum karena kurang tepatnya perawatan luka yang memadai sehingga dapat menimbulkan perdarahan sekunder pada masa nifas. Pengobatan pada luka jahitan dan yang tidak diobati dapat menjadi media masuknya kuman dan dapat menyebabkan infeksi. Pengobatan menggunakan bahan alami yang aman, mudah, cepat dan efektif dalam penyembuhan luka perineum adalah menggunakan bahan yang mudah ditemukan di alam dan sekitar tempat tinggal seperti daun sirih. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Design. Sampel penelitian menggunakan teknik Purposive sampling yaitu ibu nifas dengan luka perineumberjumlah 10 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity. Hasil: Penyembuhan luka perineum sebelum diberikan rebusan daun sirih didapatkan hasil bahwa sebanyak 8 orang (80%) mengalami penyembuhan luka kurang baik dan sebanyak 2 orang (20%) mengalami penyembuhan luka buruk, kemudian penyembuhan luka perineum setelah diberikan rebusan daun sirih didapatkan hasil bahwa sebanyak 8 orang (80%) mengalami penyembuhan luka baik dan sebanyak 2 orang (20%) mengalami penyembuhan luka kurang baik. Rebusan daun sirih dapat memprcepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman (p value = 0,008 < 0,05 ). Simpulan: Air rebusan daun sirih berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman.
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai Hidayati; Handayani, Lisda; Noval; Iswandari, Novita Dewi
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 4 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i4.649

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada remaja, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya asupan zat besi sering kali menjadi faktor utama penyebab anemia. Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai merupakan salah satu lembaga pendidikan di Hulu Sungai Utara yang menghadapi masalah ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan kejadian anemia pada remaja puteri di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 70 remaja puteri yang bersekolah di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola makan dan pemeriksaan kadar hemoglobin darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank untuk melihat hubungan antara pola makan dan kejadian anemia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pola makan remaja putri mayoritas dalam kategori cukup sebanyak 72,86%, dan sebanyak 52.86% mengalami anemia. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian anemia pada remaja di Madrasah Aliyah Swasta Normal Islam Puteri Rakha Amuntai (p = 0.000 < 0,05). Simpulan: Pola makan yang seimbang sangat penting dalam mencegah anemia pada remaja. Diperlukan upaya edukasi dan intervensi gizi untuk memperbaiki pola makan remaja di MA RAKHA Amuntai guna mengurangi prevalensi anemia.
Pengaruh Komunikasi Internal dalam Membangun Employee Engagment terhadap Kurir SPX Express Gudang Karang Bahagia Hub Noval; Mareta Puri Rahastine
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.754

Abstract

Dalam sebuah perusahaan atau Lembaga, kelancaran komunikasi antara pimpinan dan karyawan sangat diperlukan demi kesuksesan perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya masing-masing. Sebagai perusahaan jasa logistik, komunikasi internal di SPX Express mencakup berbagai cara yang digunakan untuk memastikan informasi dan koordinasi yang efisien antara tim SPX Express dan pihak lain di dalam pengiriman termasuk para kurir. Hal ini penting untuk memastikan proses pengiriman yang lancar dan memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Komunikasi internal yang dibangun secara berkesinambungan baik secara formal maupun informal, secara struktural maupun kekeluargaan tidak menjamin bahwa setiap kurir akan bertahan lama dan berkontribusi secara optimal, tetap saja akan muncul potensi – potensi Turn Over Intention. Karena itulah, efektifitas komunikasi internal di Shopee Express sangat diperlukan agar terbentuk employee engagement yang positif.
Perbandingan Metode Tree Based Classification untuk Masalah Klasifikasi Data Body Mass Index Alifah, Rifdah Nur; Najib, Mohamad Khoirun; Nurdiati, Sri; Sari, Annisa Permata; Herlambang, Karen; Noval; Ginting, Dini Tri Putri Br; Sya’adah, Syifa Noer
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol. 47 No. 1 (2024): Volume 47 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/m2k97436

Abstract

Body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh merupakan salah satu indikator yang dapat mengawasi dan menjelaskan status gizi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan BMI berdasarkan gender, tinggi badan, dan berat badan dengan menggunakan metode Tree Based Classification yang terdiri atas model Decision Tree Classifier, Random Forest Classifier, Gradient Boosting Classifier, dan XGBoost menggunakan bahasa pemrograman python. Model Tree Based classification tersebut akan mengklasifikasikan BMI kedalam 6 kelas indeks. Hasil penelitian menunjukkan model klasifikasi XGBoost memiliki akurasi terbaik setelah dilakukan tuning hyperparameter dengan nilai akurasi data test 83.7%. Performa model terbaik sebelum tuning hyperparameter dihasilkan model Random Forest dengan nilai F1-score (macro) untuk data test sebesar 88%. Sementara itu, performa model terbaik setelah tuning hyperparameter dihasilkan model XGBoost dengan nilai F1-score (macro) untuk data test dan data train masing-masing sebesar 79% dan 85%. Berdasarkan model XGBoost, variabel prediktor yang paling berkontribusi terhadap BMI adalah berat badan dengan nilai permutation importance 68.1%.
Analisis Faktor Penyebab Baby Blues Syndrom Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarpura Erawati, Ria; Friscilla, Ika; Noval; Ningrum, Novalia Widya
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.723

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan di wilayah Puskesmas Mekarpura, didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu postpartum mengalami Baby Blues Syndrome. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan depresi pada ibu postpartum. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor pendidikan, paritas, pekerjaan, dan dukungan suami yang berkontribusi terhadap risiko tinggi terjadinya baby blues pada ibu postpartum. Tujuannya adalah untuk menganalisis faktor penyebab Baby Blues Syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Mekarpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 ibu postpartum. Ibu berpendidikan dasar sebanyak 23,5%, menengah 52,9%, dan tinggi 23,5%. Responden yang bekerja sebanyak 35,3% dan yang tidak bekerja sebanyak 64,7%. Untuk paritas, ibu primipara sebanyak 50%, multipara 44,1%, dan grande multipara 5,9%. Sedangkan responden yang mendapatkan dukungan suami sebanyak 44,1% dan yang tidak mendapatkan dukungan suami sebanyak 55,9%. Dari total 34 responden, diperoleh hasil bahwa sebanyak 20 (58,8%) ibu mengalami Baby Blues Syndrome dan 14 (41,2%) tidak berisiko mengalami Baby Blues Syndrome. Faktor yang berhubungan dengan kejadian Baby Blues Syndrome adalah faktor pendidikan dan dukungan suami, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan dan paritas dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Mekarpura.
Pengaruh Na.CMC Terhadap Uji Stabilitas Sediaan Gel Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Sebagai Anti Aging Sri Pitaloka; Mia Audina; Saftia Aryzki; Noval
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 2 (2024): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i2.267

Abstract

Ekstrak etanol bunga rosella (hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antioksidan sebagai radikal bebas yang dapat meredam dengan penuaan dini sebagai anti aging maka perlu dibuat sediaan farmasi salah satunya topikal yang berupa gel. Sediaan gel dibuat dengan variasi konsentrasi Na.CMC untuk mengatahui pengaruh Na.CMC terhadap uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol bunga rosella. Stabilitas gel akan rusak jika sistem campurannya terganggu oleh perubahan suhu, komposisi yang berlebihan atau adanya penambahan salah satu fase secara berlebihan. Tujuan penelitian untuk mengatahui pengaruh variasi konsentrasi Na.CMC terhadap hasil evaluasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak bunga rosella (hibiscus sabdariffa L) sebagai anti aging. Metode penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental design yakni dengan one shot case study. Gel diformulasikan dengan variasi konsentrasi Na.CMC yaitu 2,5%, 5%, 7,5%. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan sineresis. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi Na.CMC pada formulasi I 2,5%, formulasi II 5% dan formulasi III 7,5% sesuai dengan spesifikasi terhadap evaluasi yang dilakukan pada formulasi I, II dan III uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis dan viskositas formulasi III. Hasil statistik menunjukkan nilai kurang dari 0,05 yang berati terdapat perbedaan signifikan terhadap pH, viskositas, daya sebar, daya lekat terhadap variasi konsentrasi Na.CMC.Kesimpulan tidak terdapat pengaruh evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis dan viskositas pada formulasi III sesuai dengan spesifikasi sedangkan pada statitisik stabilitas tidak stabil sebelum dan sesudah.
MOM IS HERO: PRENATAL-POSTNATAL CALENDAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Noval; Safitri, Bella; Oktavia, Regina; Khairunnisa, Khairunnisa; Sarah, Devi; Noval, Noval; Melviani, Melviani
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v8i2.2816

Abstract

Stunting is a problem that has become a national concern in Indonesia. stunting can not only reduce the quality of human resource (HR) in Indonesia but also can threaten the nation’s competitiveness (Simamora, 2021). Based on Basic ealth Research Data the national stunting prevalence rate in 2021 is 244% (Kemenkes, 2022). The aim of tis research is to describe the behavior of pregnant women and breastfeeding mothers towards “Mom is Hero” calendar. The research method uses a pre-experimental method with a One Group pretest-posttest design. Then the data was analyzed using the Pair t-test. In this study the t significance result for the variables of attitude, subjective norms and preceived behavioral control were 0.000.
Stock Investment Decision On Generation Z In Makassar City: The Role Of Fear Of Missing Out, Loss Aversion And Financial Literacy Rika Dwi Ayu Parmitasari; Eka Indriyani MS; Noval
Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Vol 3 No 1 June 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/sahri.v3i1.1459

Abstract

Stock investments have shown an increasing trend in recent years, primarily driven by Generation Z, who grow up in the digital era with easy access to investment information through social media. This study aims to examine the influence of fear of missing out and loss aversion on stock investment decisions, as well as the moderating role of financial literacy among Generation Z in Makassar City. The research employs a quantitative associative approach, involving 150 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the SmartPLS 3.0 software. The results of the study show that FOMO and loss aversion have a positive and significant influence on stock investment decisions. But the role of FOMO and loss aversion on stock investment decision cannot be moderated by financial literacy. This finding highlights that psychological biases such as FOMO and loss aversion greatly influence Generation Z's stock investment decisions regardless of their financial literacy levels, emphasizing the importance of enhancing financial education by considering psychological factors.