Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA DAN EKSPEKTASI GURU TERHADAP OVERACHIEVEMENT SISWA SEKOLAH DASAR Dwi Apriliana Zubaidatul Islamiyah; Siti Nurhaliza; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ks06jc33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan ekspektasi guru dalam memengaruhi pencapaian akademik siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga menelaah bagaimana kedua faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk motivasi belajar, keseimbangan emosional, serta kecenderungan siswa untuk menunjukkan perilaku overachievement. Instrumen yang dikembangkan terdiri atas tiga variabel utama, yaitu pola asuh (X₁), ekspektasi guru (X₂), dan overachievement siswa (Y), yang masing-masing diukur melalui sejumlah indikator untuk menggambarkan kondisi psikososial siswa secara komprehensif. Uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh butir pernyataan dinyatakan valid, sementara satu butir memerlukan perbaikan agar lebih akurat. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,892, yang menandakan konsistensi internal yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa instrumen tersebut reliabel dan layak digunakan dalam penelitian lanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian tiga variabel psikososial dalam satu alat ukur. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji instrumen ini pada sampel yang lebih besar dan beragam serta menyempurnakan butir yang memiliki validitas rendah.
MODEL INTEGRASI MINDFULNESS DALAM PENDIDIKAN KARATER UNTUK MENGEMBANGKAN REGULASI EMOSI SISWA SEKOLAH DASAR Levina Galuh; Natiaz Malita Barqi; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5ddrpy35

Abstract

Pengembangan regulasi emosi pada siswa sekolah dasar merupakan aspek krusial dalam membentuk karakter yang kuat dan seimbang. Regulasi emosi yang baik memungkinkan siswa untuk mengelola perasaan mereka secara sehat, meningkatkan hubungan sosial, serta mendukung pencapaian akademik. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan dalam konteks pendidikan adalah mindfulness, yaitu praktik kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa menghakimi. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi mindfulness dalam pendidikan karakter guna memperkuat kemampuan regulasi emosi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi dalam tujuh tahun terakhir yang membahas penerapan mindfulness dalam pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan mindfulness secara terintegrasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka. Selain itu, mindfulness juga berkontribusi pada peningkatan empati, kesadaran diri, dan perilaku prososial. Model integrasi yang dikembangkan dalam artikel ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan pengembang kurikulum dalam merancang strategi pendidikan karakter yang lebih holistik, kontekstual, dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan emosional siswa di tingkat sekolah dasar.
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Hana Rosyida; Zakia Anil Hawa; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ctppen90

Abstract

Pendidikan abad ke-21 mewajibkan perubahan model pembelajaran didalam prosesnya, dimana guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan potensi diri secara aktif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai fasilitator dalam menunjang pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada keterampilan kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi. Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan peran guru di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator memiliki peran yang begitu penting dalam menciptakan suasana belajar  yang aktif, memotivasi siswa untuk berpikir mandiri, serta menggabungkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Guru abad ke-21 dituntut untuk inovatif, adaptif, dan memiliki literasi digital yang kokoh supaya mampu memfasilitasi proses belajar yang bermakna. Dengan begitu, peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru menjadi kunci dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan abad ke-21.
Dampak Negatif Ketergantungan Berlebihan pada Artificial Intelligence (AI) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Menengah Husnul Meliyani Zindi Aulia; Erika Zakiah Sholiha; Agung Setyawan
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jisep.v1i2.40

Abstract

Advances in digital technology have introduced Artificial Intelligence (AI) as a significant innovation in education. Its presence offers numerous benefits, from personalized learning toease of accessing information and completing academic assignments. However, despite this positive potential, concerns arise about the negative impacts of excessive AI use by secondary school students, particularly on critical thinking and problem-solving skills. This study aims to examine the negative impact of excessive reliance on AI on secondary school students' critical thinking and problem-solving skills using a literature review approach. Data was obtained from various national and international scientific journals, academic books, and relevant research  reports published between 2018 and 2024. The study's results indicate that passive and uncontrolled use of AI weakens students' cognitive engagement in the learning process. Students tend to bypass critical thinking processes such as analysis, synthesis, and evaluation, and miss crucial problem-solving stages such as problem identification, alternative exploration, and independent decision-making. Reliance on instant answers from AI also hinders the  development of intuitive thinking and reflective reasoning. Furthermore, a lack of digital  literacy among teachers leads to minimal oversight of students' use of AI, further exacerbating the situation. This research recommends the need for education on the wise use of AI, restrictions on its use in certain tasks, and digital literacy training for teachers. With a balanced approach, AI can be used as a learning partner that supports students' cognitive development, not replaces it. Appropriate use of AI will create a balance between technological advancement  and strengthening students' intellectual character in the digital age
ANALISIS TINGKAT STRES PADA SISWA AKIBAT TEKANAN AKADEMIK DAN ORANG TUA Yolanda Andria Veronica; Mutia Salabillannur; Raysa Eka Delvira; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t1jk6367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak tekanan akademik dan tekanan dari orang tua terhadap tingkat stres serta kondisi kesehatan mental siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan dokumentasi. Metode analisis data yang diterapkan adalah deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tekanan yang bersumber dari lingkungan pendidikan maupun keluarga memberikan dampak negatif terhadap siswa. Tekanan akademik dapat menimbulkan kecemasan berlebih, gangguan tidur, serta penurunan fokus belajar. Di sisi lain, tekanan dari orang tua berupa tuntutan prestasi yang tidak realistis dapat membuat siswa merasa tertekan, takut gagal, dan mengalami penurunan kepercayaan diri. Jika dibiarkan, stres yang berkepanjangan ini dapat mengganggu keseimbangan mental siswa dan menghambat kemampuan mereka dalam belajar serta bersosialisasi secara sehat. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung secara emosional, serta menerapkan pendekatan yang menekankan proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pihak sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), dan orang tua dalam menciptakan suasana belajar yang responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa.
Kontribusi Perilaku Organisasi dan Manajemen Strategik terhadap Produktivitas Karyawan dan Optimalisasi Output Perusahaan Agung Setyawan; Syahada Amrilia Umma; Achmad Fajar Mulyana; Anggoro Setyomukti; Meida Larasati
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v2i1.221

Abstract

Produktivitas karyawan merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan output yang optimal dan berdaya saing. Dalam konteks persaingan bisnis yang semakin dinamis, perilaku organisasi dan manajemen strategik menjadi dua elemen penting yang saling berkaitan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perilaku organisasi dan manajemen strategik terhadap produktivitas karyawan serta implikasinya terhadap optimalisasi output perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan menelaah keterkaitan antara variabel perilaku organisasi, manajemen strategik, dan produktivitas karyawan berdasarkan kajian literatur dan data empiris yang relevan. Data diperoleh melalui studi pustaka dan analisis dokumen perusahaan yang berkaitan dengan kebijakan manajerial dan kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku organisasi yang kondusif, ditandai dengan budaya kerja yang positif, kepemimpinan yang efektif, dan komunikasi organisasi yang terbuka, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas karyawan. Selain itu, penerapan manajemen strategik yang terintegrasi mampu mengarahkan sumber daya manusia secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan dan meningkatkan output organisasi.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Berbagai Kelompok Sosial Masyarakat Melalui Media Gambar Siswa Kelas V SDN Banyuajuh 5 Bayu Sabilha Naufal; Agung Setyawan
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 2 No. 2 (2023): Juni: Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v2i2.307

Abstract

If the learning media used is not in accordance with the concepts and activities required, then learning activities and student achievement can decrease. Therefore, one solution is to use appropriate learning media. This study aims to: (1) improve the learning outcomes of social group material through the use of media images in fifth grade students at SDN Banyuajuh 5, and (2) assess the effectiveness of media images on student learning outcomes. The subjects of this study were fifth grade students at SDN Banyuajuh 5, Bangkalan Regency, with a total of 12 students consisting of 7 male students and 5 female students. This study uses a type of classroom action research with data collection techniques through interviews, observation, and test evaluation. The results showed that there was an increase in the percentage of successful learning outcomes in cycle I by 50% and increased to 87% in cycle II. From these results it can be concluded that the use of media images can improve learning outcomes of social group material effectively.
Dampak Negatif Ketergantungan Berlebihan pada Artificial Intelligence (AI) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Menengah Husnul Meliyani Zindi Aulia; Erika Zakiah Sholiha; Agung Setyawan
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jisep.v1i2.40

Abstract

Advances in digital technology have introduced Artificial Intelligence (AI) as a significant innovation in education. Its presence offers numerous benefits, from personalized learning toease of accessing information and completing academic assignments. However, despite this positive potential, concerns arise about the negative impacts of excessive AI use by secondary school students, particularly on critical thinking and problem-solving skills. This study aims to examine the negative impact of excessive reliance on AI on secondary school students' critical thinking and problem-solving skills using a literature review approach. Data was obtained from various national and international scientific journals, academic books, and relevant research  reports published between 2018 and 2024. The study's results indicate that passive and uncontrolled use of AI weakens students' cognitive engagement in the learning process. Students tend to bypass critical thinking processes such as analysis, synthesis, and evaluation, and miss crucial problem-solving stages such as problem identification, alternative exploration, and independent decision-making. Reliance on instant answers from AI also hinders the  development of intuitive thinking and reflective reasoning. Furthermore, a lack of digital  literacy among teachers leads to minimal oversight of students' use of AI, further exacerbating the situation. This research recommends the need for education on the wise use of AI, restrictions on its use in certain tasks, and digital literacy training for teachers. With a balanced approach, AI can be used as a learning partner that supports students' cognitive development, not replaces it. Appropriate use of AI will create a balance between technological advancement  and strengthening students' intellectual character in the digital age
Penggunaan Media Tata Surya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Anisa Sinnatul Ula; Agung Setyawan
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 9 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v9i2.1229

Abstract

Abstract: This study aims to improve student learning outcomes using Solar System media on Solar System material grade VI SDN Larangan Badung 2. The subjects of this study were grade VI students of SDN Larangan Badung 2, as many as ten people. This research is a Classroom Action Research (PTK) with the object of research in the form of cognitive abilities in Solar System material. The research was conducted as a cycle and divided into two cycles. Each cycle consists of two meetings. Solar System material is one of the materials that is quite difficult for students to understand. This material is complex and challenging to understand because the science is abstract. Learning activities in the classroom also tend to be monotonous and passive. Passive students usually indicate that these students lack understanding of the material provided. This is what causes the number of student learning outcomes to be low or can be said to be incomplete. Based on the study results, using Solar System media on Solar System material can improve student learning outcomes, and students become interested in participating in learning.Keywords: learning media; multimedia; Solar System  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan media Tata Surya pada materi Tata Surya kelas VI SDN Larangan Badung 2. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SDN Larangan Badung 2 sebanyak 10 orang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan objek penelitian berupa kemampuan kognitif dalam materi Tata Surya. Penelitian dilakukan dalam bentuk siklus dan dibagi menjadi dua siklus. Dalam tiap siklusnya terdiri atas dua kali pertemuan. Materi Tata Surya merupakan salah satu materi yang cukup sulit dipahami oleh siswa. Materi ini dianggap susah dan sulit untuk dipahami, dikarenakan ilmunya yang bersifat abstrak. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas juga cenderung monoton dan menjadi pasif. Siswa yang pasif biasanya menandakan bahwa siswa tersebut kurang memahami terhadap materi yang diberikan. Hal ini yang menyebabkan banyaknya hasil belajar siswa cenderung rendah atau dapat dikatakan tidak tuntas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media media Tata Surya pada materi Tata Surya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan baik, siswa menjadi tertarik dalam mengikuti pembelajaran.Kata kunci: media pembelajaran; multimedia; Tata Surya
Analyzing the Impact of Artificial Intelligence (AI) Integration on the Transformation of Teachers’ Instructional Methods and Students’ Learning Experiences in Elementary Schools: Agung Setyawan; Keisha Najwa Aqilah; Selvia Dwiyanti
DIDAKTIKA Vol. 3 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Lombok Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63757/jptk.v3i2.139

Abstract

This study analyzes the impact of integrating Artificial Intelligence (AI) on the transformation of teachers’ instructional methods and students’ learning experiences in elementary schools, highlighting both the benefits and the challenges of implementation. The study employed a qualitative approach, using structured interviews with three elementary school teachers and three elementary school students, selected through purposive sampling. Data collection was conducted on 30 September (08:40–12:00) and analyzed descriptively through data reduction, categorization, and interpretation of the meaning of participants’ statements. The interview results indicate that the use of AI in elementary schools remains limited; some teachers have not directly utilized AI and instead rely more on digital media or platforms, such as YouTube, TikTok, Canva, or search engines, to enrich learning materials. In terms of impact, the use of technology was perceived to accelerate the search for learning materials, facilitate the preparation of teaching resources, and increase students’ motivation and ease in completing assignments. However, implementation also faces obstacles, including teachers’ limited digital literacy, limited facilities and internet connectivity, and unequal access to devices among students, which may widen the digital divide. These findings underscore the need to strengthen teacher capacity, enhance infrastructure support, and effectively monitor technology use so that AI can be utilized wisely in elementary education.
Co-Authors A. Yahya Surya Winata Achmad Fajar Mulyana Adhiba Anis Safitri Adhie Tri Wahyudi Agnienda Prajakirana Ramadhani Ahmaddah Nur Alfiatuz Zakiyah Alfiani Damayanti Alifia Roudhotul Jannah Ananda, Rizky Asrul Andrik Purwasito Angelina Dea Miranda Anggoro Setyomukti Anisa Sinnatul Ula Atik Aryani Badruddin Bagus Ismail Adhi Wicaksana Bayu Sabilha Naufal Choirul Umam Deva Riana Ramadhani Devi Amalia Fajri Devi Kurniawati Devi Sulistiawati Devina Oviana Dwi Agustin Dewi Mutia Safitri Dian Natalia Dita Rahmania Widiastya Dwi Apriliana Zubaidatul Islamiyah Dwi Rifqi Suryawiyanto Erika Zakiah Sholiha Ervinda Olivia Privana Faizah, Aprilia Fajar Alam Putra, Fajar Alam Faradiba Rohadatul Aisy Fatihatur Rahmaniyah Febri Dwiyanto Firdausi Nur Fauzyyah Atiqah Hana Rosyida Husnul Meliyani Zindi Aulia Ifma Hijriyani ilmiyah ilmiyah Iqbal Sauqi Isro Riskiyanto Julia Ayu Puspita Keisha Najwa Aqilah Krismonarofah, Krismonarofah Kusmiyati Kusmiyati Levina Galuh Meida Larasati Mir’ah Zahra Rifadni Mufidatul Inas Mutia Salabillannur Nabilatus Sholihah Nanda Amelia Natiaz Malita Barqi Nilamsari Damayanti Fajrin Ninin Indira Rossydah Nur Imamah Nurhalima Nurhalima Nurhalima Pawito Prissy Aura Aisyah Rahmat Dhani Rahmawati Solikin Ramadhani Oktavia Rahma Raysa Eka Delvira Rendy Ardiyansyah Richa Alfina Maulidiyah Rita Indah Mustikowati Selvia Dwiyanti Setia Hasanah Zuhdi Shofatul Isnainy Sih Widayati Silvyulla Puspita Ambarsari Siti Aisyah Siti Fatimah Az Zahro Siti Nurhaliza Syahada Amrilia Umma Tehseen Mazhar Tika Tri Yuni Absari Tyasmiarni Citrawati Ustwatur Rosyidah Kusnindah vikram moh vikram dwi putra Vita Rahmawati Wasilah Thohirotul Komariyah Widiastya, Dita Widiastya Widiyono Widiyono Wijayanti, Charoline Ariefia Yolanda Andria Veronica yuli astutik Zahwa Sahara Zakia Anil Hawa