Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pendekatan Kolaboratif melalui Model Project-Based Learning (PjBL) dalam Menanamkan Karakter Sosial Siswa SD Agung Setyawan; Devi Amalia Fajri; Fatihatur Rahmaniyah; Badruddin
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 11 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i11.1233

Abstract

This classroom action research investigates the implementation of a collaborative Project-Based Learning (PjBL) model to enhance the social character of fourth-grade students at SDN Banyuajuh 5, Bangkalan. The study involved 25 students and employed a project titled "Composing Seblak Topping Based on Fractional Sequences," which integrated mathematics with a local culinary context to create authentic learning experiences. The primary objective was to analyze how a structured collaborative PjBL approach fosters social character development, including cooperation, empathy, responsibility, and conflict-resolution skills. Results demonstrated a significant improvement in students' collaborative activities and social character indicators. Observations revealed that while initial stages exhibited interpersonal conflicts and uneven participation, structured heterogeneous grouping and targeted teacher facilitation successfully guided students toward more constructive interactions and shared responsibility. The project's contextual and student-centered design proved crucial in maintaining high engagement and providing a meaningful platform for practicing social values. The study concludes that the integration of a collaboratively structured PjBL model, characterized by intentional grouping, contextual projects, and the teacher's role as a socio-emotional facilitator, is highly effective in holistically developing elementary students' social character alongside academic competencies. This approach offers a practical operational model for integrating character education into core academic subjects. For future application, it is recommended to develop more structured observational rubrics for social skills and to allocate sufficient time for in-depth project work to maximize collaborative depth.
TREN PENELITIAN TENTANG PERAN LINGKUNGAN BELAJAR DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR Nabilatus Sholihah; Agnienda Prajakirana Ramadhani; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/c3djmt75

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mensintesis tren penelitian terkini mengenai peran penting lingkungan belajar dalam menumbuhkan minat baca di kalangan siswa Sekolah Dasar, sebagai upaya mengatasi tantangan yang terus-menerus terjadi yaitu rendahnya keterlibatan literasi. Temuan mengungkapkan bahwa lingkungan membaca yang efektif adalah ekosistem holistik yang didukung oleh tiga pilar utama: lingkungan fisik (memastikan akses ke materi yang menarik dan berkualitas tinggi seperti buku bergambar), lingkungan psiko-sosial (guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator untuk menumbuhkan kesenangan emosional dalam membaca), dan lingkungan programatik (menerapkan strategi terstruktur seperti Gerakan Literasi Sekolah/GLS). Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa optimalisasi lingkungan ini tidak hanya secara langsung meningkatkan minat baca tetapi juga berkorelasi positif dengan prestasi akademik siswa dan perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi mereka. Namun, keberhasilan upaya berbasis sekolah ini terhambat secara signifikan oleh faktor eksternal, terutama kurangnya keterlibatan orang tua dan gangguan yang semakin besar dari perangkat digital. Oleh karena itu, studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang sinergis dan berkelanjutan antara sekolah, guru, dan orang tua sangat penting untuk mengubah lingkungan belajar menjadi sumber motivasi membaca intrinsik yang berkelanjutan dan membangun budaya literasi yang kuat sejak usia dini.
DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA DAN EKSPEKTASI GURU TERHADAP OVERACHIEVEMENT SISWA SEKOLAH DASAR Dwi Apriliana Zubaidatul Islamiyah; Siti Nurhaliza; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ks06jc33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan ekspektasi guru dalam memengaruhi pencapaian akademik siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga menelaah bagaimana kedua faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk motivasi belajar, keseimbangan emosional, serta kecenderungan siswa untuk menunjukkan perilaku overachievement. Instrumen yang dikembangkan terdiri atas tiga variabel utama, yaitu pola asuh (X₁), ekspektasi guru (X₂), dan overachievement siswa (Y), yang masing-masing diukur melalui sejumlah indikator untuk menggambarkan kondisi psikososial siswa secara komprehensif. Uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh butir pernyataan dinyatakan valid, sementara satu butir memerlukan perbaikan agar lebih akurat. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,892, yang menandakan konsistensi internal yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa instrumen tersebut reliabel dan layak digunakan dalam penelitian lanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian tiga variabel psikososial dalam satu alat ukur. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji instrumen ini pada sampel yang lebih besar dan beragam serta menyempurnakan butir yang memiliki validitas rendah.
MODEL INTEGRASI MINDFULNESS DALAM PENDIDIKAN KARATER UNTUK MENGEMBANGKAN REGULASI EMOSI SISWA SEKOLAH DASAR Levina Galuh; Natiaz Malita Barqi; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5ddrpy35

Abstract

Pengembangan regulasi emosi pada siswa sekolah dasar merupakan aspek krusial dalam membentuk karakter yang kuat dan seimbang. Regulasi emosi yang baik memungkinkan siswa untuk mengelola perasaan mereka secara sehat, meningkatkan hubungan sosial, serta mendukung pencapaian akademik. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan dalam konteks pendidikan adalah mindfulness, yaitu praktik kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa menghakimi. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi mindfulness dalam pendidikan karakter guna memperkuat kemampuan regulasi emosi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi dalam tujuh tahun terakhir yang membahas penerapan mindfulness dalam pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan mindfulness secara terintegrasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka. Selain itu, mindfulness juga berkontribusi pada peningkatan empati, kesadaran diri, dan perilaku prososial. Model integrasi yang dikembangkan dalam artikel ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan pengembang kurikulum dalam merancang strategi pendidikan karakter yang lebih holistik, kontekstual, dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan emosional siswa di tingkat sekolah dasar.
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 Hana Rosyida; Zakia Anil Hawa; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ctppen90

Abstract

Pendidikan abad ke-21 mewajibkan perubahan model pembelajaran didalam prosesnya, dimana guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan potensi diri secara aktif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai fasilitator dalam menunjang pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada keterampilan kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, dan kolaborasi. Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan peran guru di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru sebagai fasilitator memiliki peran yang begitu penting dalam menciptakan suasana belajar  yang aktif, memotivasi siswa untuk berpikir mandiri, serta menggabungkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Guru abad ke-21 dituntut untuk inovatif, adaptif, dan memiliki literasi digital yang kokoh supaya mampu memfasilitasi proses belajar yang bermakna. Dengan begitu, peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru menjadi kunci dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan abad ke-21.
Dampak Negatif Ketergantungan Berlebihan pada Artificial Intelligence (AI) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Menengah Husnul Meliyani Zindi Aulia; Erika Zakiah Sholiha; Agung Setyawan
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advances in digital technology have introduced Artificial Intelligence (AI) as a significant innovation in education. Its presence offers numerous benefits, from personalized learning toease of accessing information and completing academic assignments. However, despite this positive potential, concerns arise about the negative impacts of excessive AI use by secondary school students, particularly on critical thinking and problem-solving skills. This study aims to examine the negative impact of excessive reliance on AI on secondary school students' critical thinking and problem-solving skills using a literature review approach. Data was obtained from various national and international scientific journals, academic books, and relevant research  reports published between 2018 and 2024. The study's results indicate that passive and uncontrolled use of AI weakens students' cognitive engagement in the learning process. Students tend to bypass critical thinking processes such as analysis, synthesis, and evaluation, and miss crucial problem-solving stages such as problem identification, alternative exploration, and independent decision-making. Reliance on instant answers from AI also hinders the  development of intuitive thinking and reflective reasoning. Furthermore, a lack of digital  literacy among teachers leads to minimal oversight of students' use of AI, further exacerbating the situation. This research recommends the need for education on the wise use of AI, restrictions on its use in certain tasks, and digital literacy training for teachers. With a balanced approach, AI can be used as a learning partner that supports students' cognitive development, not replaces it. Appropriate use of AI will create a balance between technological advancement  and strengthening students' intellectual character in the digital age
ANALISIS TINGKAT STRES PADA SISWA AKIBAT TEKANAN AKADEMIK DAN ORANG TUA Yolanda Andria Veronica; Mutia Salabillannur; Raysa Eka Delvira; Agung Setyawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t1jk6367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak tekanan akademik dan tekanan dari orang tua terhadap tingkat stres serta kondisi kesehatan mental siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan dokumentasi. Metode analisis data yang diterapkan adalah deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tekanan yang bersumber dari lingkungan pendidikan maupun keluarga memberikan dampak negatif terhadap siswa. Tekanan akademik dapat menimbulkan kecemasan berlebih, gangguan tidur, serta penurunan fokus belajar. Di sisi lain, tekanan dari orang tua berupa tuntutan prestasi yang tidak realistis dapat membuat siswa merasa tertekan, takut gagal, dan mengalami penurunan kepercayaan diri. Jika dibiarkan, stres yang berkepanjangan ini dapat mengganggu keseimbangan mental siswa dan menghambat kemampuan mereka dalam belajar serta bersosialisasi secara sehat. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung secara emosional, serta menerapkan pendekatan yang menekankan proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pihak sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), dan orang tua dalam menciptakan suasana belajar yang responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa.
Implementasi Model Project Based Learning (PJBL) dalam Mengembangkan Kreativitas dan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Nor Arefa Suro; Muaweroh; Safira Nur Aulia; Agung Setyawan
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze various scientific findings regarding the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in the context of developing creativity and creative thinking in elementary school students. This study uses a literature review method, where data is collected and analyzed from various primary and secondary sources, such as national and international scientific journals, books, and other relevant research results published within the last five years. The focus of the study is to identify the key steps of PjBL that most effectively facilitate the dimensions of creativity (fluency, flexibility, originality, and detail) and to analyze the empirical impact of implementing this model at the elementary education level. The results of the literature synthesis indicate a consensus that PjBL is a highly effective pedagogical approach for enhancing elementary school students' creativity. This model provides an authentic framework, enabling students to address challenges, design innovative solutions, and manage projects independently, which directly stimulates their creative thinking processes. The findings indicate that the driving question and product evaluation aspects of PjBL are crucial factors in encouraging students to generate original ideas.
Eksplorasi Kendala Guru Pemula Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka  Belajar Rosita Ovi Adelia; Catur Febhian Sukma Indrawati; Agung Setyawan
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the various challenges faced by novice teachers in implementing the Merdeka Curriculum at the elementary school level. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, data were collected through literature studies. The findings indicate that novice teachers encounter multidimensional challenges, including conceptual-pedagogical limitations, technical difficulties in designing differentiated instruction, structural barriers such as limited resources, and psychological pressures such as stress and fatigue. Despite their strong enthusiasm, teachers often struggle to translate curriculum concepts into classroom practice and to effectively manage heterogeneous classes. The study concludes that systemic support through structured mentoring programs, collaborative learning communities, and the provision of adequate facilities is essential to enhance the professionalism of novice teachers and ensure the successful implementation of the curriculum.
Implementasi Model Project Based Learning (PJBL) dalam Mengembangkan Kreativitas dan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Nor Arefa Suro; Muaweroh; Safira Nur Aulia; Agung Setyawan
Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze various scientific findings regarding the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in the context of developing creativity and creative thinking in elementary school students. This study uses a literature review method, where data is collected and analyzed from various primary and secondary sources, such as national and international scientific journals, books, and other relevant research results published within the last five years. The focus of the study is to identify the key steps of PjBL that most effectively facilitate the dimensions of creativity (fluency, flexibility, originality, and detail) and to analyze the empirical impact of implementing this model at the elementary education level. The results of the literature synthesis indicate a consensus that PjBL is a highly effective pedagogical approach for enhancing elementary school students' creativity. This model provides an authentic framework, enabling students to address challenges, design innovative solutions, and manage projects independently, which directly stimulates their creative thinking processes. The findings indicate that the driving question and product evaluation aspects of PjBL are crucial factors in encouraging students to generate original ideas.
Co-Authors A. Yahya Surya Winata Achmad Fajar Mulyana Adhiba Anis Safitri Adhie Tri Wahyudi Agnienda Prajakirana Ramadhani Ahmaddah Nur Alfiatuz Zakiyah Alfiani Damayanti Alifia Roudhotul Jannah Ananda, Rizky Asrul Andrik Purwasito Angelina Dea Miranda Anggoro Setyomukti arinal haq Atik Aryani Badruddin Bagus Ismail Adhi Wicaksana Baroh Anisa, Hikmah Bayu Sabilha Naufal Catur Febhian Sukma Indrawati Choirul Umam Depi Ratnasari Deva Riana Ramadhani Devi Amalia Fajri Devi Sulistiawati Devina Oviana Dwi Agustin Dewi Mutia Safitri Dewi Rohmah Dian Natalia Dita Rahmania Widiastya Dwi Apriliana Zubaidatul Islamiyah Dwi Rifqi Suryawiyanto Dwi Safitri Erika Zakiah Sholiha Ervinda Olivia Privana Fajar Alam Putra, Fajar Alam Fani Nur Anggita Fariza Putri Nabila Fatihatur Rahmaniyah Febri Dwiyanto florecyta Gilang Achmad Marzuki Hana Rosyida Hariyati, Annisa Hesty Widyaning Tyastuti Husnul Meliyani Zindi Aulia Ifma Hijriyani ilmiyah ilmiyah Iqbal Sauqi Isro Riskiyanto Julia Ayu Puspita Krismonarofah, Krismonarofah Lailin Nisfah, Noor Levina Galuh Lia Hadini Mamluatur Rohmah Meida Larasati Mir’ah Zahra Rifadni Mohd Rushidi Mohd Amin Muaweroh Mufidatul Inas Mutia Salabillannur Nabilatus Sholihah Nanda Amelia Natiaz Malita Barqi Nilamsari Damayanti Fajrin Nor Arefa Suro Novianti Romadani Nur Imamah Nurhalima Ofem, Usani Joseph Ordóñez, Javier Tubío Pawito Prissy Aura Aisyah Putri Nihayatut Thoyibah Rahmat Dhani Rahmawati Solikin Rahmawati, Lenita Rahmawati Ramadhani Oktavia Rahma Raysa Eka Delvira Richa Alfina Maulidiyah Rita Indah Mustikowati Rizky Asrul Ananda Rosita Ovi Adelia Safira Nur Aulia Shofatul Isnainy Sih Widayati Silvyulla Puspita Ambarsari Siti Fatimah Az Zahro Siti Nurhaliza Sri Wahyuning Tiyas Syahada Amrilia Umma Tehseen Mazhar Tika Tri Yuni Absari Tyasmiarni Citrawati Ustwatur Rosyidah Kusnindah vikram moh vikram dwi putra Vita Rahmawati Wasilah Thohirotul Komariyah Widiastya, Dita Widiastya Widiyono Widiyono Wijayanti, Charoline Ariefia Yolanda Andria Veronica Zahwa Sahara Zakia Anil Hawa Ziyanatul Fitriyah