Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peran Self-Directed Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Tingkat Sekolah Dasar Wulandari, Tri; Subhanadri, Subhanadri; Guswita, Reni
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.112

Abstract

Dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Inisiatif (SDL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV IPAS di SD Negeri 29/II Sungai Mancur. Hal ini didasari oleh “hasil ujian semester ganjil tahun ajaran 2024 yang masih di bawah Kriteria Kelulusan Minimum (KKM), serta rendahnya tingkat partisipasi dan hasil belajar siswa”. Dalam penelitian ini, digunakan “dua siklus pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTC). Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi”. Sebanyak 13 siswa kelas IV, terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan, dari SD Negeri 29/II Sungai Mancur menjadi subjek penelitian. Metode pengumpulan data meliputi tes untuk mengukur hasil belajar, dokumentasi, dan lembar pengamatan untuk mengukur proses pembelajaran guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan yang signifikan. Aktivitas pengajaran guru mencapai 75% dengan kategori sangat baik pada akhir Siklus I, dan meningkat menjadi 97,37% dengan kategori sangat baik pada Siklus II”. Proses belajar siswa juga meningkat dari 30,77% pada pertemuan pertama Siklus I menjadi 46,15% pada pertemuan kedua, dan diklasifikasikan sebagai terlibat secara moderat. Pada Siklus II, peningkatan terus berlanjut, naik dari 76,92% menjadi 92,31%, yang dianggap sangat aktif. Hasil belajar siswa secara langsung terkait dengan peningkatan proses belajar tersebut. Pada akhir Siklus II, rata-rata nilai ujian akhir meningkat dari 53,84% (di bawah rata-rata) pada Siklus I menjadi 84,62% (luar biasa). Dengan indikator keberhasilan yang terpenuhi ≥75% siswa mencapai standar kompetensi minimal (KKM) 70 peningkatan ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Mandiri bermanfaat dalam meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Menggunakan Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) di Kelas IV SD Negeri 130/II Pasir Putih Octaviani, Reni; Guswita, Reni; Putra, Randi Eka
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil keterampilan membaca pemahaman siswa dengan mengunakan model RADEC (Reade, Answer, Discuss, Explain, Create) dikelas IV SD Negeri 130/II Pasir Putih. Penelitian ini mengunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data meliputi lembar observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data meliputi lembar observasi guru, dan siswa, tes keterampilan membaca dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan observasi guru dari 76% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa juga meningkat dari 65% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II dengan kategori sangat baik. Selanjutnya hasil tes keterampilan membaca pemahaman siswamengalami peningkatan dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II dengan kategori sangat baik.
Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Menggunakan Metode Scramble Siswa Kelas III Sekolah Dasar Muara Bungo Halijah, Halijah; Guswita, Reni; Hidayat, Puput Wahyu
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.148

Abstract

This study began with the background and initial reading skills, only 16 students were fluent in reading with a score of 68%. This indicates that the reading results have not met the KKTP set bg the school, which is 70. The purpose of this study wes to describe the improvement of initial reading skills using the Scrambel 100/IIMuara Bungo. The research method used is Classroom Action Research. The research subjects were 28 students of class II of SDN 100/II Muara Bungo. Data collection used wa observation and testing. The data collection instrument used an observation sheet instrument and test data using a test sheet instrument. The observation data analysis technique used data reduction analysis techniques, data dispay and conclusion drawing verification. The results of the study showed the using the Scramble ethod can improve early reading skills. 1) The results of teacher observations in cycle I, meeting I, were 85% and meeting II 95%, cycle II increased to meeting I, namely 95% and meeting II, 95%. The results of student observations in cycle I, meeting I were 64% and meeting II, 82%, cycle II increased to meeting I, namely 89% and meeting II 96%. 2) The results of the initial reading test in cycle I were 75% and cycle II increased to 92%. It can beconcluded thet using the Scramble method can improve early reading skills in grede III.
Peningkatan proses dan hasil belajar bahasa indonesia menggunakan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) di kelas II SDN 45/II Teluk Panjang Handriana, Maya; Guswita, Reni; Apdoludin, Apdoludin
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.181

Abstract

Hasil belajar yang buruk di kelas II menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis di kelas II di SDN 45/II Teluk Panjang dapat meningkatkan proses belajar dan hasil belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia”. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus terdiri dari dua sesi dengan fase perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tujuh belas siswa kelas II menjadi subjek penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Soal ujian digunakan untuk mengukur kemajuan siswa, lembar observasi guru berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam mengamati proses pembelajaran, dan lembar observasi siswa berfungsi sebagai panduan bagi siswa dalam mengamati proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “penggunaan model pembelajaran membaca dan menulis kooperatif terpadu dapat meningkatkan pengalaman dan hasil belajar siswa dalam bahasa Indonesia. Pengamatan guru meningkat dari 87% pada siklus I dengan kategori sangat baik menjadi 92% pada siklus II dengan kategori sangat baik, menunjukkan hal ini. Selain itu, lembar pengamatan siswa pada siklus I memiliki kategori baik sebesar 71%, dan lembar pengamatan siswa pada siklus II memiliki kategori sangat baik sebesar 80% . Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I sebesar 72% dalam kategori baik dan pada siklus II sebesar 83% dalam kategori yang sama”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas dua di SDN 45/II Teluk Panjang dapat memperoleh manfaat dari penggunaan model pembelajaran membaca dan menulis terpadu kooperatif baik dalam proses pembelajaran maupun hasil belajar bahasa Indonesia.