Claim Missing Document
Check
Articles

Athletes' Self Efficacy and Competitive Anxiety: A Descriptive Study on Different Sports Erpiyana, Dina; Komarudin, Komarudin; Saputra, Mochamad Yamin; Novian, Geraldi; Salsabila, Nadia Nada
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v6i2.1189

Abstract

Athletes from different sports often lack confidence in their abilities, leading to significant doubts that affect their performance in competition. Thus, it affects athletes' emotional responses to challenges in competition, including competitive anxiety. This study aims to examine the relationship between self-efficacy and competitive anxiety in university athletes. A quantitative descriptive correlational design was used in this study involving 39 university athletes aged 18-22 years from different sports. Data collection in this study used the Self-Efficacy and Competitive Anxiety questionnaires. After the data were obtained, data analysis was carried out using SPSS Version 30, including a correlation test. The study found a significant positive relationship between self-efficacy and competitive anxiety among university athletes. This is indicated by the significance value in each category (p <0.05), so it cannot be ignored. Thus, it can be concluded that self-efficacy is positively related to competitive anxiety among university athletes; therefore, the researcher suggests that coaches pay closer attention to athletes' self-efficacy
KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN ATLET PENCAK SILAT PADA FASE PERSIAPAN Natasya Arifah; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 1 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v8i1.18881

Abstract

Kepercayaan diri dan kecemasan merupakan dua aspek psikologis yang berperan penting dalam performa atlet, terutama dalam cabang olahraga bela diri seperti Pencak Silat. Atlet dengan kepercayaan diri tinggi cenderung lebih siap menghadapi pertandingan, sementara kecemasan yang berlebihan dapat menghambat performa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan pada atlet Pencak Silat pada fase persiapan. Metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 17 atlet Pencak Silat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Athlete Self-Confidence Questionnaire (ASQ) untuk mengukur kepercayaan diri dan Sport Competition Anxiety Test (SCAT) untuk mengukur kecemasan. Setelah data diperoleh, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan pada atlet Pencak Silat pada fase persiapan Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan dan kepercayaan diri atlet Pencak Silat pada fase persiapan memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya, di mana semakin tinggi kepercayaan diri seorang atlet, semakin rendah tingkat kecemasannya sebelum bertanding.Oleh karena itu, pelatih dan atlet disarankan untuk menerapkan strategi psikologis guna meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan atlet Pencak Silat pada fase persiapan.
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN ATLET FUTSAL PUTRI BERDASARKAN SIKLUS MENSTRUASI Salwa Nur Athyra; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 8, No 1 (2025): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v8i1.18884

Abstract

Faktor psikologi seperti kecemasan dan kepercayaan diri dapat mempengaruhi performa atlet, termasuk pada atlet futsal putri. Siklus menstruasi merupakan fakor yang mempengaruhi kondis psikologis atlet. Siklus ini terdiri dari fase folikular, ovulasi, dan luteal, di mana setiap fase ditandai oleh perubahan kadar hormon yang berdampak pada kondisi fisik seperti kelelahan dan nyeri, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis seperti perubahan suasana hati, tingkat stres, serta rasa percaya diri. Tujuan penelitian ini untuk memahami peran kepercayaan diri dan kecemasan atlet futsal putri selama siklus menstruasi. Penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan kuantitatif dengan correlational design. Sampel terdiri dari 22 atlet futsal putri UPI. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepercayaan diri dan kecemasan yang diberikan satu kali kepada seluruh responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antar tingkat kepercayaan diri dan kecemasan  pada fase dalam siklus menstruasi. Perubahan hormon secara fisiologis, serta faktor fisiologis, sera faktor psikologis seperti persepsi diri dan pengalaman sebelumnya, serta memengaruhi kondisi mental atlet. Penelitian ini menyimpulkann bahwa berdasarkan siklus menstruasi, kepercayaan diri dan kecemasan atlet futsal putri memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang lebih dalam pembinaan atlet untuk membantu atlet untuk mengelola keperecayaan diri dan kecemasn dalam mempertahankan performa optimal. Sehingga kami menyarankan untuk lebih memperhatikan siklus menstruasi atlet dalam perencanaan latihan dan strategi pertandingan untuk membantu menjaga performa optimal.
The Relationship Between Coach Leadership Style and Self Confidence of University Martial Arts Athletes Suzane Jawi; Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Selmia Pasang
Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Vol 14 No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/tjsspe.v14i3.6288

Abstract

How well a martial artist performs under pressure depends heavily on their self-confidence. For university students, building this confidence is even harder. They have to balance heavy academic workloads with intense athletic goals constantly. Because of this “dual-career” stress, a coach’s leadership style becomes very important for the athlete’s mental state. Therefore, this study examines how a coach’s leadership relates to the self-confidence of college-level martial artists. We used a quantitative correlational method and gathered data from 21 university martial arts athletes. To measure the variables, we used a coaching leadership questionnaire and an adapted self-confidence scale. Both tools showed good reliability for our specific group. The data were then processed using the Pearson correlation test in SPSS 30. Based on the analysis, there is a very strong and positive link between how a coach leads and how confident the athletes feel (r = 0.957, p < 0.001). Even though this correlation is high, we must interpret it carefully because of the small sample size and similar backgrounds of the participants. Theoretically, these results contribute to sports psychology by showing that coaches serve as a mental shield for student-athletes. It also shows that standard leadership models apply well to university combat sports a group often ignored in many studies. In practice, we suggest that coaches focus more on giving support and clear, positive feedback. Doing so will directly help keep the athletes’ confidence strong and steady.
IMPLEMENTASI MULTIMODAL COGNITIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA ATLET DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGIS Komarudin Komarudin; Geraldi Novian; Alen Rismayadi; Mochamad Yamin Saputra; Mona Fiametta Febrianty
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.38132

Abstract

Performa atlet tidak hanya dipengaruhi oleh aspek fisik, teknik, dan taktik, tetapi juga aspek psikologis seperti konsentrasi, kepercayaan diri, motivasi, dan kontrol emosi. Namun, dalam praktiknya, aspek psikologis seringkali belum menjadi fokus utama dalam program latihan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Multimodel Cognitive Training terhadap peningkatan performa psikologis atlet. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group Pretest-Posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 40 atlet berbagai cabang olahraga di UKM Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket aspek psikologis atlet. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 61,03 pada Pretest menjadi 74,53 pada Posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan demikian, Multimodel Cognitive Training berpengaruh signifikan dalam meningkatkan performa psikologis atlet.
STUDI KORELASI ANTARA POSISI BERMAIN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ATLET KRIKET JAWA BARAT Santi Aprilia; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Nada Nadia Salsabila
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 9 No 1 (2026): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v9i1.23767

Abstract

Posisi bermain dalam cabang olahraga cricket memiliki tuntutan yang berbeda-beda, yang mana setiap posisi menuntut untuk dapat menampilkan performa terbaik agar bisa memperoleh kemenangan. Namun, seringkali performa terbaik itu sulit dicapai karena atlet mengalami kecemasan yang tinggi akibat tuntutan pada posisi bermainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara posisi bermain dengan tingkat kecemasan atlet cricket Jawa Barat. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif desain korelasional digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan 32 atlet cricket Jawa Barat 16 putra dan  16 putri. Instrumen yang digunakan skala kecemasan olahraga 22 butir, setiap atlet akan diberikan kuesioner yang memuat posisi bermain dalam kompetisi dan tingkat kecemasan atlet sebanyak satu kali. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan SPSS Versi 29. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara posisi bermain dengan tingkat kecemasan atlet cricket Jawa Barat. Hal ini ditunjukkan dengan besar korelasi antar variabel sebesar 12%, yang berarti posisi bermain dan tingkat kecemasan atlet memiliki hubungan satu sama lain, sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penentuan posisi bermain atlet cricket harus diiringi dengan analisis tingkat kecemasan setiap atlet karena penelitian membuktikan bahwa kedua variabel tersebut saling berkaitan. Sehingga kami menyarankan kepada pelatih cricket untuk lebih memperhatikan tingkat kecemasan atlet pada setiap posisi bermain dan tidak memperlakukannya sama rata
Analysis of Emotional Intelligence and Emotional Regulation Levels in Futsal Athletes Nuzulfa Maisya Hasna; Pipit Pitriani; Mochamad Yamin Saputra
Journal of Physical Education Health and Sport Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpehs.v12i2.40175

Abstract

Futsal athletes frequently experience decreased concentration and increased technical errors when they are unable to regulate their emotions effectively under high competitive pressure. The fast-paced nature of futsal, combined with limited space, intense physical contact, and rapid decision-making demands, places significant psychological stress on athletes. Emotional intelligence is considered a key psychological factor that may support athletes in managing their emotional responses and maintaining optimal performance. This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and emotional regulation in futsal athletes. The research employed a descriptive correlational quantitative design. The sample consisted of 17 male futsal athletes from the Indonesia University of Education, selected using purposive sampling based on their status as experienced core players actively participating in competitions. Emotional intelligence was measured using the Trait Emotional Intelligence Questionnaire–Short Form (TEIQue-SF), consisting of 30 items rated on a 7-point Likert scale, while emotional regulation was assessed using the Emotion Regulation Questionnaire for Athletes (ERQ-A) 12 items.  Data analysis utilized SPSS 29, including descriptive statistics, normality testing (Shapiro-Wilk), and Pearson correlation. Results showed emotional intelligence mean=3.37±0.53 (range: 2.33-4.33) and emotion regulation mean=47.20±5.10 (range: 38-55). Pearson correlation revealed significant positive relationship (r=0.722, p=0.018<0.05), rejecting H₀ and confirming strong correlation. Higher emotional intelligence predicted better emotion regulation, supporting adaptive strategies under futsal pressure. These findings confirm the need to integrate emotional intelligence training into futsal coaching programs to optimize performance, focus, and team dynamics in competitive settings.
Analysis of Competitive Anxiety Levels of Junior Hockey Athletes During the Pre-Competition Training Phase Prasetia, Deslita Ayu; Komarudin, Komarudin; Saputra, Mochamad Yamin; Novian, Geraldi; Sopandi, Salma Maharani
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v10i1.3294

Abstract

Competitive anxiety is a psychological factor that plays a significant role in influencing athlete performance, including in hockey. During the training phase, athletes’ anxiety needs to be considered because it can impact their mental preparedness for matches. This study aims to analyze the competitive anxiety levels of hockey athletes aged 17-20 years during the training phase. This study used a descriptive, quantitative, cross-sectional design. The subjects were 24 hockey athletes from Bandung City. The instrument used in this study was the Competitive State Anxiety Inventory-2 (CSAI-2R) questionnaire, which was administered once during the training phase. Data were analyzed using descriptive techniques, with means ± 1 standard deviation alongside an exploratory comparative analysis using an independent t-test to examine potential gender differences. The results showed that the athletes’ competitive anxiety levels were in the moderate category (mean = 40.88; SD = 6.265), with variations in scores on cognitive anxiety (mean = 11.88) and somatic anxiety (mean = 12.96) in the moderate category. In contrast, self-confidence showed the highest value (16.04). These findings indicate that athletes continue to experience psychological stress even during training. Hockey athletes’ competitive anxiety during the training phase is at a relatively manageable level but still requires attention in training programs. The results of this study recommend that coaches integrate mental training into their training programs, including stress management, self-confidence enhancement, and emotion regulation strategies, to help athletes manage anxiety and optimize their competitive readiness.
Hubungan antara Social Support dengan Life Stress Atlet Mahasiswa Universitas Muhammad Redha Nabiha; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian
JSH: Journal of Sport and Health Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jsh.v6i2.4652

Abstract

Dalam kehidupan atlet mahasiswa, tidak sedikit yang mengalami life stress, ini dapat muncul akibat tekanan akademik dan tuntutan dalam berlatih atapun kompetisi. Jika stress ini tidak dapat dikelola dengan baik, dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis pada atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana social support dapat mempengaruhi tingkat stress yang dialami oleh atlet mahasiswa. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan 30 atlet mahasiswa dari berbagai cabor. Instrumen yang digunakan adalah Athletes Received Support Questionnaire (ARSQ) dan College Student Athlete Life Stress Scale (CSALSS) yang diberikan satu kali kepada sampel. Setelah data diperoleh, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi SPSS Versi 29. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara social support dan life stress atlet mahasiswa universitas. Hasil juga menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat social support atlet, semakin rendah tingkat stress yang dialami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa social support memiliki peranan penting dalam mengurangi tingkat stress.
Self-Confidence Against Competitive Anxiety of Diving Athletes in the Training Phase Wildhan Rahmadian Sofyan; Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian
Journal of Physical Education Health and Sport Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpehs.v11i1.7596

Abstract

Psychologically, there are several factors that can reduce competitive anxiety in diving athletes, one of which is self-confidence. Unfortunately, there is still little discussion about self-confidence in diving athletes when experiencing competitive anxiety. This study aims to examine the significant relationship between self-confidence and competitive anxiety in diving athletes during the training phase. The method used in this research is descriptive with a quantitative approach using correlational. The instruments used were the State Sport-Confidence Inventory (SSCI) questionnaire and the Sport Competitive Anxiety Test (SCAT) questionnaire. The research sample consisted of 10 diving athletes from Bandung City. Data was collected via Google form in the form of a questionnaire and data analysis techniques using SPSS version 26.0. The results of data analysis show that there is a significant relationship between self-confidence and competitive anxiety in diving athletes. This research concludes that self-confidence is closely related to competitive anxiety in the training phase so that there is a relationship between self-confidence and competitive anxiety of diving athletes in the training phase.
Co-Authors Agustina, Dwi Nita Aidil Akbar Alfian Faris Zulfiqar Alfian Faris Zulfiqar Alia Nur Pathonah Aliya, Rusyda Nur Almaqdisy, Augie Dhia Alodia Syahda Nadindra Angga Pramudia Anjani, Shavilla Adera Nazza Anne, Rere Awwaludin, Patriana Nurmansyah Ayuningrum, Eka Azzahra Julia Putri Anjani Bakti, Salma Putri Bayani, Syifa Nur Dea Destian Dewi, Berliana Mutiara Dina Mariana Dina Oktafiana Erpiyana, Dina Fadluoh, Firmansyah Mujahid Faisal, Muhammad Ivan Falah Tri Nur Afifah Faris Rizqullah Fathurochman, Rendy Fauzan, Shalman Ahmad Febriani, Nawang Wulan Febrianty, Mona Fiametta Geraldi Novian Geraldi Novian Geraldi Novian Geraldi Novian Gina Denisa Maharani Hadian, Auttarky Manaf Hasna, Nuzulfa Maisya Herman Subarjah Irwanto, Satrio Francesci Ivan Rivan Firdaus Kahiji, Ikina Rizki Kardjono Kardjono Karina Aditya Khaizul Adrevi Karim Komarudin Komarudin Komarudin , Komarudin Komarudin Komarudin Komarudin Komarudin Komarudin Komarudin Komarudin, Komarudin Kusdinar , Yopi Laksana, Tegar Pramudia Makhroja, Ersa Mayangsari, Salamah Megawati Agustiandho mochamad renaldi Mochammad Ramadhan Hadiansah Mohammad Hafiz Alfariz Muhammad Gilang Ramadha Muhammad Redha Nabiha Muhammad Rizal Muzaqir Mulyana Mulyana Mulyana Mulyana Mulyana Musyarofah, Amelia Nabiha, Muhammad Redha Nada Nadia Salsabila Nada Nadia Salsabila Natasya Arifah Nauroh, Qitarah Nida’ul Hidayah Nina Sutresna Novian , Geraldi Novian, Geraldi Nuraziz, Yuga Nurcahya, Yudi Nursaba, Siti Nuzulfa Maisya Hasna Pago, Wahyu Ramadhan Paramitha, Sandey Tantra Pitriani, Pipit Prasetia, Deslita Ayu Prayoga, Arief Anugrah Sendhika Putri Meidiana Putri Mulidina Maharani Qori Nur Hijah Raden Muhammad Naufal Fairuzzaman Ramadhani, Raisya Nurkhalida Rere Anne Marisa Nuraini Rismayadi, Alen Rival Caesar Soemantri Sadira Susilawati Salsabila, Nadia Nada Salwa Nur Athyra Santi Aprilia Selmia Pasang Simbolon, Martogi Yehezkiel Siti Nursaba Sopandi, Salma Maharani Suzane Jawi Tsurayya Nabillah Zahra Widi Kusumah Wildhan Rahmadian Sofyan Yadi Sunaryadi Yusuf Hidayat Zahra, Tsurayya Nabillah