Pendidikan keagamaan pada jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menghadapi tantangan dalam menyelaraskan metode pembelajaran konvensional dengan karakteristik santri yang lekat dengan teknologi digital. MDT At-Taqwa Sukamenak Bandung, yang berdiri sejak 2008 dan membina 178 santri dengan 10 tenaga pengajar, masih mengandalkan metode ceramah searah sehingga belum mengakomodasi kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan aplikasi pembelajaran interaktif berbasis web-mobile untuk materi Fiqih, Aqidah Akhlak, dan Al-Qur’an Hadits, termasuk modul pengenalan huruf hijaiyah. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara, perancangan serta pengembangan aplikasi, dan sosialisasi disertai pelatihan bagi dewan guru. Sosialisasi dilaksanakan pada 10 Juni 2026 dan diikuti 30 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, dewan guru, dan santri. Ketercapaian kegiatan diukur secara deskriptif-kualitatif melalui observasi partisipasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi berita acara. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi peserta terhadap fitur visual aplikasi, khususnya modul pengenalan huruf hijaiyah, serta kesediaan madrasah menerapkan aplikasi dalam pembelajaran harian. Sarana penunjang operasional turut diserahkan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan. Aplikasi pembelajaran interaktif terbukti mampu menjadi jembatan antara tradisi keilmuan diniyah dengan kebutuhan transformasi digital pendidikan keagamaan, sekaligus berpotensi direplikasi pada madrasah diniyah lain.