Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Pengaruh Variabel Makroekonomi dan Green Financing terhadap Dana Pihak Ketiga Bank Syariah Mohamad Rifqi fathoni; Rendhika Monesa Putra Wardana; Zainuri; Eka Puspa Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah di Indonesia dengan menambahkan variabel green financing (GF) sebagai faktor baru yang merepresentasikan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu periode 2016–2024, diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah OJK dan Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, variabel GF, IHSG akan memperlemah DPK, sedangkan IPI dan IR akan memperkuatnya. Berbeda dengan jangka pendek, dalam jangka panjang variabel GF, inflasi (INF) berpotensi melemahkan DPK sedangkan tingkat imbal hasil (IR) secara konsisten akan memperkuat DPK. Temuan ini mengindikasikan bahwa penghimpunan DPK tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perbankan, tetapi juga oleh kondisi makroekonomi serta kebijakan keberlanjutan yang diterapkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam memperkuat strategi penghimpunan dana dan memperluas peran perbankan syariah dalam mendukung ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Tradisi Bahasa Dan Budaya Seorang Petugas Jenang “Makna Dan Simbol Kuliner Tradisional Masyrakat Lembak Kota Bengkulu” Rochmansyah, Erwin; Musyaffa; Zainuri; Japarudin; Mahdi, Imam
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.9.2.178-195

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana masyarakat adat di Kota Bengkulu menyambut tamu. Peran bahasa dan budaya pelayan yang dikenal dengan nama jenang merupakan simbolis dalam proses penyajian berbagai hidangan. Menu makanan yang disajikan di hadapan tamu oleh jenang rupanya memiliki arti tersendiri. Penulisnya, terbatas pada kegiatan doa pemakaman masyarakat Lembak di Kota Bengkulu. Sangat mudah untuk memahami apa yang dilihat Nabi Muhammad dan tidak tahu bagaimana melakukannya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi makna simbolis kuliner sekaligus mengeksplorasi genang dan makanan yang disajikan secara komprehensif. Data akan dikirimkan kepada Anda pada waktu yang akan menjadi bagian dari layanan, dan kemudian data akan dikirimkan kepada Anda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada persyaratan khusus bagi seseorang untuk menjabat sebagai jenang; Tidak sembarang orang dapat melakukan tugas dan peran. Kemudian, ada banyak arti dari menu sederhana yang disajikan. Jumlah hidangan harus ganjil, belum termasuk nasi. Tentu saja, ini adalah fitur unik dari tradisi ini. Tradisi yang ditemui penulis selama tinggal di Kota Bengkulu
THE CHEMICAL CHARACTERISTICS OF ARABICA AND ROBUSTA GREEN COFFEE BEANS FROM GEOPARK RINJANI, INDONESIA Zainuri; Paramartha, Dewa Nyoman Adi; Fatinah, Amira; Nofrida, Rini; Rahayu, Novia; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Utama, Qabul Dinanta
BIOTROPIA Vol. 30 No. 3 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 3 December 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.3.1940

Abstract

Green coffee beans are also called unroasted coffee beans. The chemical composition of green coffee beans plays a vital role in determining the final product’s aroma. The main objective of this research was to characterize the chemical properties of Arabica and Robusta green coffee beans grown in different regions of Geopark Rinjani, Lombok Island, Indonesia. The water, ash, protein, carbohydrate, total solids, and caffeine contents, total acidity, and pH were determined. Data were analyzed by analysis of variance. The results revealed significant differences in the moisture contents of Arabica beans from Sembalun, Sajang, and Sapit and Robusta beans from Rempek, Selelos, and Genggelang. Additionally, the ash contents of Arabica Sajang and Arabica Sapit showed notable differences compared to other samples. However, the total fat contents of Arabica Sajang, Arabica Sapit, Robusta Rempek, and Robusta Genggelang did not exhibit significant variations. On the other hand, significant differences were observed in the protein contents of all samples, particularly between Arabica Sembalun and Arabica Sapit, compared to Arabica Sajang, Robusta Rempek, Robusta Genggelang, and Robusta Selelos. Robusta coffee beans appeared to have a slightly lower pH than Arabica beans. The latter exhibited consistent acidity in the range of 0.20–0.21, whereas the former showed higher acidity levels (0.23–0.25). Arabica beans had a lower caffeine content, averaging 1.09%, whereas Robusta beans exhibited an average caffeine content of 2.09%. This research provides valuable insights into the chemical composition of green coffee beans from different species and locations within Geopark Rinjani, contributing to a better understanding of the factors influencing the aroma and quality of coffee.
Perencanaan Bangunan Pengaman Tebing Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Bersama Universitas Lancang Kuning Nurhalida; Zainuri; Muthia Anggraini
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.131

Abstract

Area pembangunan ruang kelas bersama yang direncanakan di Universitas Lancang Kuning khususnya bangunan 3 lantai, pada lahan yang berdekatan dengan lereng atau tebing menimbulkan risiko teknis yang tidak dapat diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah tekanan lateral tanah yang terjadi akibat kondisi topografi miring. Hal ini juga ditemukan pada lokasi pembangunan ruang kelas bersama di Universitas Lancang Kuning, Lereng memiliki ketinggian 5 meter. Tujuannya adalah penanganan teknis untuk menjamin kestabilan lereng. Maka diperlukan perencanaan bangunan dinding penahan tanah tipe gravitasi sebagai solusi pengamanan tebing. Berdasarkan perhitungan teknis dan geoteknik yang mengacu pada SNI 8460-2017, Dengan menggunakan metode Simplified Bishop, hasil analisis terhadap kestabilan lereng menunjukkan faktor keamanan (FS) bidang gelincir lereng dengan jari-jari (R) = 5,16 meter. Selanjutnya direncanakan dimensi dinding penahan tanah tipe gravitasi dengan tinggi 4 meter, ketebalan puncak atas 0,6 meter, lebar tumit belakang 0,75 meter, lebar telapak 3,5 m dan lebar dasar dinding 0,75 m telah dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan terhadap pergeseran (Fgs) sebesar 3,15, terhadap guling (Fgl) sebesar 7,21, dan terhadap daya dukung tanah sebesar 19,22. Seluruh nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan (Fgs dan Fgl > 1,5; daya dukung > 3), sehingga struktur dinyatakan aman dari ketiga aspek stabilitas tersebut.
Nilai Moderasi Beragama dalam Tradisi Pernikahan Suku Linggau Zainuri; Asnaini; Sirajuddin
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.450

Abstract

Discourse on religious moderation in Indonesia remains predominantly shaped by normative policy frameworks and textual analyses, often overlooking customary rituals as lived mechanisms that sustain social harmony. This study identifies and maps the values of religious moderation institutionalized within the marriage traditions of the Linggau tribe. Employing a qualitative ethnographic design, data were gathered through participant observation, in-depth interviews, and document analysis with customary elders, religious figures, and ritual practitioners, and analyzed thematically. Findings demonstrate that the Basindo, Ngulang Rasan, Ngantat Dendan, Akad Nikah, Hari Masak, Mapak Sedekah, and Deker stages systematically embody balance (tawassuth), procedural justice (i’tidal), active tolerance (tasamuh), communal solidarity, and contextual spirituality. These values are transmitted intergenerationally as cultural habitus, adapt to modernity, and culturally counteract puritanical homogenization. The study concludes that religious moderation operates as an organic, culturally grounded practice rather than a top-down policy construct. Theoretically, it advances the lived religion paradigm; practically, it advocates embedding local wisdom into multicultural curricula and dynamic heritage preservation frameworks
A MODEL PEMBERDAYAAN MUSTAHIK DALAM PROGRAM BONDOWOSO MAKMUR PADA BAZNAS BONDOWOSO: PERSPEKTIF BIAYA TRANSAKSI: MUSTAHIK EMPOWERMENT MODEL IN THE BONDOWOSO MAKMUR PROGRAM AT BAZNAS BONDOWOSO: TRANSACTION COST PERSPECTIVE Al-Ghifari, Ghaza; Zainuri; Okyviandi Putra Erlangga
IJABAH Vol. 4 No. 1 (2026): IJABAH Volume 4 Number 1 Year 2026
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ijabah.v4i1.60005

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sebuah fenomena yang terjadi pada program Bondowoso Makmur, khususnya dalam distribusi bantuan alat usaha produktif, program Bondowoso Makmur merupakan bagian dari program zakat produktif yang dikelola oleh BAZNAS Bondowoso. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua hal yaitu, adanya sebuah fenomena yang menyebabkan kegagalan program yaitu tindakan moral hazard dan temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya mengenai adanya permasalahan dalam model pemberdayaan yang diterapkan BAZNAS daerah lainnya pada program yang berkaitan dengan zakat produktif. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyebab terjadinya fenomena tersebut serta menemukan solusi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tindakan moral hazard yang dilakukan oleh mustahik disebabkan oleh adanya adverse selection yang dilakukan oleh pihak BAZNAS Bondowoso, dimana mustahik yang tidak memenuhi kriteria tetap dipilih karena mereka merupakan rekomendasi dari pihak eksternal yang memiliki jabatan di pemerintahan daerah, dan hal ini juga berkaitan dengan moral hazard karena pihak BAZNAS Bondowoso tidak mematuhi SOP (standar operasional prosedur) yang telah mereka tetapkan. Pada model pemberdayaan yang diterapkan oleh pihak BAZNAS sudah cukup baik, akan tetapi pihak BAZNAS masih belum melibatkan tenaga ahli pada tahap mentoring, selain dapat meningkatkan peluang keberhasilan, melibatkan tenaga ahli juga dapat membuat pengeluaran untuk biaya transaksi lebih efisien.