p-Index From 2021 - 2026
5.283
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pengaruh Perceived Quality, Brand Image Terhadap Brand Loyalty Dimediasi Oleh Brand Trust Pada Produk Tas Lokal Putri Ilma Nurannida; Elistia Elistia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3625

Abstract

Produk tas di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan di tengah tingkat persaingan tas merek lokal. Oleh karena itu upaya dalam mempertahankan loyalitas merek tas lokal, maka diperlukan studi lebih lanjut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceived quality, brand image, dan brand trust terhadap brand loyalty baik secara langsung maupun tidak langsung yang di mediasi oleh brand trust, terhadap produk tas lokal di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas melalui teknik purposive sampling, dan memperoleh 190 orang responden yang telah membeli produk tas merek Jims Honey. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Temuan penelitian ini menunjukan bahwa perceived quality dan brand image berpengaruh untuk meningkatkan brand trust. Selanjutnya, brand loyalty dapat ditingkatkan oleh perceived quality dan brand trust, akan tetapi brand image belum mampu berdampak terhadap brand loyalty. Namun demikian brand trust mampu menjadi mediasi pengaruh antara brand image dan brand loyalty, akan tetapi tidak dengan mediasi brand trust terhadap hubungan perceived quality dan brand loyalty. Hasil penelitian ini menyarankan untuk pemasar produk tas lokal pentingnya meningkatkan nilai kualitas dari produk, citra merek, sehingga memperkuat kepercayaan dan kesetiaan terhadap tas merek Jims Honey.
Peran Destination Image Terhadap Visit Intention Melalui Perceived Value Pada Pariwisata Pantai Ajeng Sekar Pratiwi; Elistia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3667

Abstract

Pariwisata di Indonesia, seperti Kepulauan Seribu memberikan potensi pengembangan objek wisata bahari yang menjadi salah satu keunggulan wisata di DKI Jakarta. Visit intention menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur perilaku wisatawan karena dapat memprediksi potensi kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh destination image terhadap visit intention melalui peran perceived value sebagai variabel mediasi. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang sudah pernah mengunjungi Kepulauan Seribu, berdomisili di wilayah Jakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Diperoleh sebanyak 200 sampel sebagai responden yang sudah pernah mengunjungi wisata pantai Kepulauan Seribu. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner online kemudian diolah dengan menggunakan Structural Equation Model - Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destination image mampu meningkatkan perceived value, namun destination image belum berdampak terhadap visit intention. Namun demikian, destination image dapat meningkatkan visit intention melalui perceived value sebagai mediasi. Temuan ini menjelaskan bahwa membangun citra destinasi guna meningkatkan nilai yang dirasakan oleh wisatawan, sehingga mendorong niat berkunjung kembali. Berdasarkan hasil temuan tersebut, pengelola pariwisata Kepulauan Seribu disarankan untuk tidak hanya fokus membentuk citra destinasi yang menarik, tetapi juga secara aktif meningkatkan nilai yang dirasakan oleh wisatawan melalui pengalaman yang menyeluruh, seperti kualitas pelayanan, fasilitas, dan kemudahan akses. Penelitian ini diharapkan mampu memperluas pemahaman serta literatur di ranah manajemen pemasaran serta memberikan kontribusi praktis bagi industri pariwisata.
Pengaruh Perceived Price dan Product Quality terhadap Repurchase Intention dimediasi oleh Customer Satisfaction Produk Kosmetik Lokal Annisa Azzahra; Elistia Elistia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4799

Abstract

Persaingan industri kosmetik lokal saat ini memiliki peningkatan yang sangat pesat, hal ini ditunjukkan dengan tingginya permintaan pasar yang besar. Repurchase intention merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pada industri kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived price dan product quality terhadap repurchase intention, baik secara langsung serta dimediasi oleh customer satisfaction terhadap produk kosmetik lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 190 responden pengguna kosmetik lokal di Jakarta. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perceived price dan product quality berpengaruh positif terhadap repurchase intention dan customer satisfaction. Lebih lanjut, customer satisfaction juga terbukti dapat menjadi mediator yang berpengaruh positif antara hubungan perceived price dan product quality terhadap repurchase intention. Penelitian ini menyarankan untuk pelaku industri kosmetik lokal untuk memperhatikan strategi penetapan harga dan menjaga kualitas secara konsisten untuk meningkatkan kepuasan dan minat pembelian ulang pada konsumen. Kontribusi dari penelitian ini terletak pada pemahaman menyeluruh mengenai bagaimana persepsi harga, kualitas produk dan kepuasan konsumen memengaruhi niat pembelian ulang, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri kosmetik lokal dalam merumuskan strategi pemasaran yang tepat sasaran.