Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Tenga Tahun 2025: Analysis of Outpatient Satisfaction Levels Regarding the Quality of Pharmaceutical Services at the TengaTahun Community Health Center in 2025 Miranda G Wurangian; Prycilia Pingkan Mamuaja; Lucyana Leonita Pongoh
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9703

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tenga tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Insrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengacu pada lima dimensi kualitas pelayanan menurut teori Servqual yaitu (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (75%) pasien merasa puas, (21%) sangat puas dan (4%) cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan di Puskesmas Tenga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan kefarmasian berada pada kategori baik dan memberikan tingkat kepuasan yang tinggi kepada pasien rawat jalan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kecamatan Motoling Timur: Factors Associated with Stunting in Toddlers in East Motoling District Nathasya E. Paat; Lucyana Pongoh; Ilham Salam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9721

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi yang berulang, dan juga stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak didefinisikan sebagai stunting apabila tinggi badan berdasarkan usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di kecamatan Motoling Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden dengan 16 sampe case dan 80 sampel control. Data diambil menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pemberian asi ekslusif dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting sedangkan untuk riwayat berat badan lahir rendah, riwayat penyakit infeksi ispa dan/atau diare dan status imunisasi tidak menunjukan hubungan dengan kejadian stunting secara statistik.
Analisis Faktor Risiko Keluhan Low Back Pain pada Porter di Pelabuhan Manado Chalista Tambunan; Lucyana Leonita Pongoh; Bukroanah Amir Makkau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1025

Abstract

Latar Belakang: Low Back Pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang banyak dialami pekerja yang melakukan aktivitas manual material handling, termasuk porter di Pelabuhan Manado. Aktivitas mengangkat dan memindahkan barang dengan beban berat, postur kerja yang tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya keluhan Low Back Pain. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan Low Back Pain pada porter di Pelabuhan Manado. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, Indeks Massa Tubuh (IMT), masa kerja, durasi kerja, beban kerja fisik, dan postur kerja dengan keluhan Low Back Pain pada porter di Pelabuhan Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 porter yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi usia, IMT, masa kerja, durasi kerja, beban kerja fisik, dan postur kerja, sedangkan variabel dependen adalah keluhan Low Back Pain. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami keluhan Low Back Pain kategori berat (62,9%). Analisis bivariat menunjukkan Terdapat Hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,007; r = 0,321), durasi kerja (p = 0,000; r = 0,474), beban kerja fisik (p = 0,001; r = 0,395), dan postur kerja (p = 0,044; r = 0,242) dengan keluhan Low Back Pain. Sementara itu, usia (p = 0,848; r =-0,023) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) (p = 0,153; r = 0,173) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan Low Back Pain. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan keluhan Low Back Pain pada porter di Pelabuhan Manado adalah masa kerja, durasi kerja, beban kerja fisik, dan postur kerja. Sebaliknya, usia dan Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak berhubungan secara signifikan dengan keluhan Low Back Pain.
Analisis Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kristiani Wuri; Vera Diane Tombokan; Lucyana Leonita Pongoh; Sudirham; Jilly Toar; Christian Bertom Pajung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1416

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program pelayanan kesehatan yangbertujuan membantu peserta dengan penyakit kronis mencapai kondisi kesehatan yang terkontrol dankualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratas telah berjalan, namun masihditemukan keterbatasan dalam beberapa aspek pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas KecamatanLangowan Barat berdasarkan komponen input, proses, dan output yang mengacu pada teori Azwar(2010). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus evaluasiprogram. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 7 informan. Data diperoleh melalui wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan pelaksana dan peserta Prolanis.Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwaomponen input telah didukung oleh tenaga pelaksana, pendanaan, serta sarana dan prasarana yang cukupmemadai, tetapi belum optimal karena belum tersedianya SOP khusus Prolanis, pelatihan khusus tenagapelaksana masih terbatas, dan terdapat keterbatasan sarana pendukung. Komponen proses meliputikonsultasi medis, edukasi klub, pemantauan status kesehatan, aktivitas klub, home visit, dan reminder.Seluruh aktivitas telah dilaksanakan, namun home visit belum menjangkau seluruh peserta yangmembutuhkan, partisipasi peserta dalam kegiatan senam masih rendah, dan reminder masih dilakukansecara manual dan belum menggunakan reminder digital seperti SMS/WhatsApp. Komponen outputmenunjukkan bahwa tujuan Prolanis telah mulai tercapai, ditandai dengan meningkatnya keteraturanpeserta dalam melakukan kontrol kesehatan dan mengonsumsi obat serta kondisi kesehatan yang lebihterpantau dan terkontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratastelah memberikan manfaat positif dalam pengelolaan kondisi kesehatan peserta, tetapi belum optimal.Penguatan SOP, sistem reminder, cakupan home visit, dan partisipasi peserta diperlukan untukmeningkatkan pencapaian tujuan Prolanis secara optimal dan berkelanjutan.  
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Praktik Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat Tara-Tara 2 Kota Tomohon Tahun 2026 Thiery Siloam Samuel Keynds Hamisi; Vera Diane Tombokan; Syafriani Syafriani; Lucyana Leonita Pongoh; Theo Welly Everd Mautang; Doortje Fransye Tamunu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1865

Abstract

Pengendalian kasus Dengue di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sangat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap masyarakat. Studi observasional analitikal dengan desain cross-sectional ini meneliti bagaimana pemahaman serta pandangan warga Kelurahan Tara-Tara II memengaruhi tindakan preventif mereka terhadap DBD. Melalui simple random sampling, sebanyak 85 responden dilibatkan dan dievaluasi menggunakan kuesioner terstruktur. Data hasil survei diolah melalui uji statistik univariat dan bivariat (Chi-Square, CI = 95%). Temuan lapangan menunjukkan nilai p = 0,672 untuk variabel pengetahuan dan p = 0,464 untuk variabel sikap, yang berarti kedua faktor tersebut tidak berhubungan secara signifikan dengan tindakan pencegahan DBD. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman yang baik belum tentu terwujud dalam aksi nyata. Oleh karena itu, intervensi edukasi kesehatan ke depan harus difokuskan pada strategi pembentukan kebiasaan dan perubahan perilaku nyata di masyarakat.
Differences in physical activity based on individual characteristics in south minahasa society I Wayan Gede Suarjana Suarjana; Sudirham Sudirham; Jonesius Eden Manopo; Lucyana Leonita Pongoh; Alva Sahiri Alaexander Supit
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v12i2.23

Abstract

Physical activity is one of the determinants of health that can improve quality of life and prevent many chronic diseases. Lack of physical activity can lead to negative impacts on individual and public health, such as increased disease burden and health costs. The purpose of this study was to determine the relationship between age and gender with the level of physical activity of the community during the pandemic. This research used a cross-sectional study design. The research was conducted in February - April 2021. The population in this study were residents in Southeast Minahasa Regency, North Sulawesi. The sampling technique used was incidental sampling, the sample was obtained as many as 178 respondents. The instrument used in this study was the Baecke Questionnaire to measure the level of physical activity. Physical activity scores were interpreted into 3 categorys, including light physical activity (score <5.6), moderate physical activity (5.6 7.9), and heavy physical activity (>7.9). Univariate statistical analysis to analyse the frequency distribution of age and gender variables. While Bivariate analysis to analyse the relationship between variables of age, gender and physical activity level. The results of chi-square analysis showed that there was a significant relationship between gender and physical activity level (p-value = 0.000). The relationship between age and physical activity level, p-value (0.516) indicates that there is no significant relationship between age and physical activity level. There was a significant relationship between gender and physical activity levels. However, when looking at the relationship between age and physical activity levels, it shows that there is no significant relationship between age and physical activity levels. The results of this study can provide theoretical and empirical contributions in the field of public health science, especially regarding factors that affect community physical activity.
Co-Authors . Fredrik Alfrets Makadada Achmad Paturusi Agusteivie Albert Jefta Telew Agusteivie Tellew Agustevie Telew Agustievie J Telew Alva Sahiri Alexander Supit Angel Sharon Margaretha Sinulingga Anita Costanci Christine Tengker Anuardin Mokoagow Ava Vera Gosal Bertom Pajung Buarnirum, Agnes Lusiana Bukroanah Amir Makkau Chalista Tambunan Christian Bertom Pajung Damopolii, Fitri Dicky Indirwan Doortje Fransye Tamunu Enjelika Putrisari Febriani Larenggam Henrico N. Rumopa I Wayan Gede Suarjana Suarjana Idayanti Pindan Ilham Salam Intan Simatupang Jelita Mita Soputan Jilly Toar Jonesius Eden Manopo Jonesius Eden Manopo Karel Pandelaki Kolintama, Tahsya V. S. Kristiani Wuri Liogu, Tamariska Lukas, Glerenza Luter, Elna Mantiri, Febry Lincianna Maria Jaslina Suoth Marnex Berhimpong Marshanda Timbulus Maxi Moleong Meity Martina Pungus Melany Kumayas Miranda G Wurangian Moleong, Maxie M. L. Murjo, Yulianti A. Nancy Sylvia Bawiling Nathasya E. Paat Ningsih, Andi Pramesti Palilingan, Richard Andreas Patiung, Raya Pendong, Prisilia E. Pippa, Omega Olga Posumah, Kezia Natasha Prycilia Pingkan Mamuaja Refalia Clara Payow Restianti Silvia Pelealu Songut, Adriana Lea Sudirham Sudirham Sudirham Sudirham, Sudirham Supit, Gerry Syafriani Teressa G Rumbay Theo Muatang Theo W. E Mautang Theresia Desy Sumarna Thiery Siloam Samuel Keynds Hamisi Tiara Christin Kayadoe Tony Pandaleke Venolia Vinesa Andries Vera Diane Tombokan Waraney Dirk Siahaan Wariki, Windy M. V. Wenda, Neto Winny Frisca Gloria Pandeiroot