Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Inovasi Kurikulum Sekolah Dasar di Era Kurikulum Merdeka: Tinjauan Literatur Terhadap Tantangan dan Peluang Transformasi Pendidikan Raihan, Siti
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v7i1.464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai inovasi kurikulum di Sekolah Dasar dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, serta mengevaluasi tantangan dan peluang yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui analisis terhadap dua puluh sumber ilmiah yang terdiri atas jurnal bereputasi dan buku akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar literatur menekankan pentingnya inovasi berbasis konteks lokal, peran sentral guru sebagai agen perubahan, serta pentingnya komunitas profesional dan kepemimpinan sekolah dalam menunjang keberhasilan inovasi. Ditemukan pula bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang fleksibel bagi guru untuk merancang pembelajaran yang kontekstual, mendorong otonomi profesional, dan meningkatkan kolaborasi melalui komunitas belajar. Meskipun demikian, keterbatasan kapasitas guru, resistensi terhadap perubahan, dan minimnya kajian empiris jangka panjang masih menjadi tantangan signifikan dalam implementasinya. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi kurikulum di Sekolah Dasar sangat ditentukan oleh sinergi antara kebijakan kurikulum nasional, kesiapan sumber daya di tingkat sekolah, serta dukungan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif.
Tren Desain Pembelajaran Abad Ke-21 Sebagai Inovasi Kurikulum Untuk Pengembangan Pembelajaran di Sekolah Dasar Raihan, Siti
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v7i1.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pemahaman guru tentang desain pembelajaran abad ke-21 dengan penerapan inovasi kurikulum dalam pengembangan pembelajaran di sekolah dasar. Desain pembelajaran abad ke-21 menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada 65 guru sekolah dasar di Kota Makassar yang telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Instrumen yang digunakan dikembangkan berdasarkan indikator desain pembelajaran abad ke-21 dan pelaksanaan inovasi kurikulum. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman tinggi terhadap prinsip-prinsip desain pembelajaran abad ke-21, dan secara aktif menerapkannya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang inovatif. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman guru dan penerapan inovasi kurikulum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi pemahaman guru terhadap desain pembelajaran abad ke-21, semakin efektif pula mereka dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kurikulum yang adaptif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik.
Pengintegrasian Literasi Numerasi Lintas Kurikulum pada Pembelajaran di SD Nurhaedah, Nurhaedah; Raihan, Siti
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i1.2515

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Penguatan literasi numerasi tidak dapat hanya dilakukan dalam mata pelajaran Matematika, melainkan perlu diintegrasikan secara lintas kurikulum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan literasi numerasi pada berbagai mata pelajaran di sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop kolaboratif yang melibatkan 15 guru di UPT SPF SD Inpres Gunung Sari Baru, Kota Makassar. Metode kegiatan meliputi pemberian materi, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, dan penyusunan perangkat ajar berbasis numerasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep literasi numerasi dan keterampilannya dalam menyisipkan aktivitas numerasi ke dalam RPP dan LKPD mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. Data pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan sebesar 37% dalam pemahaman konsep dan strategi penerapan numerasi lintas kurikulum. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong inovasi pembelajaran dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta Profil Pelajar Pancasila. Diperlukan pendampingan berkelanjutan dan pengembangan komunitas belajar guru agar praktik baik ini terus berlanjut dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
Penerapan dan Tantangan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Perspektif Alumni PPG Calon Guru Universitas Negeri Makassar di Sekolah Dasar Syawaluddin, Ahmad; Raihan, Siti
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i1.70434

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan inovatif untuk mengakomodasi keberagaman siswa di kelas dan mendukung kebutuhan belajar yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan tantangan yang dihadapi oleh alumni PPG Calon Guru PGSD Universitas Negeri Makassar di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung di kelas, dan analisis dokumen seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Informan penelitian adalah alumni PPG. Pengabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber pada guru pamong, dan kepala sekolah.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dalam tiga bentuk utama: diferensiasi konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten dilakukan dengan menyesuaikan tingkat kesulitan materi sesuai dengan kemampuan siswa. Diferensiasi proses terlihat dari variasi metode pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa (visual, auditori, kinestetik). Sementara itu, diferensiasi produk diwujudkan dalam tugas-tugas dengan format beragam, seperti poster, laporan tertulis, atau video kreatif. Namun, terdapat enam tantangan utama yang menghambat penerapan pembelajaran ini, yakni keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman alat evaluasi diagnostik, keberagaman siswa di kelas, minimnya fasilitas dan sumber daya, kurangnya dukungan institusi, serta resistensi siswa terhadap metode baru. Hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi memerlukan dukungan lebih besar, terutama dalam hal pelatihan tambahan, peningkatan infrastruktur sekolah, dan strategi pengelolaan kelas yang lebih efektif. Dampaknya, pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan mendorong hasil belajar yang optimal, tetapi keberhasilannya bergantung pada kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa yang beragam.
Diseminasi Platform Online Shop berbasis Website dan Situs Belanja Online Melinda, Melinda; Away, Yuwaldi; Yunidar, Yunidar; Raihan, Siti; Nazilla, Izza; Hasan, Vania Pratama
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 3 (2023): September
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i3.242

Abstract

This service was created with the aim of training partners who have businesses to develop their businesses by creating websites. Where the Website is one of the promotional media which is quite influential in this increasingly sophisticated technological era compared to other promotional media which still use paper such as brochures, posters and others. Websites are the cheapest, most effective and efficient promotional media if they can be managed properly. From any point of view, promotional media using websites still has more advantages, both from the point of view of distributing information, speed of information delivery, and even the price. The idea is to use pantheon.io as a hosting creation page and use several plugins to support website creation, both design and uploading product photos. The partners involved in this activity are online entrepreneurs engaged in selling fragrance products (perfume). The method we use in creating websites is the RAD (Rapid Application Development) method. As a result of this training and mentoring, partners will be able to take advantage of the use of websites and online shopping sites, so that the websites created can be useful for partners who have businesses to increase the target market for their products even wider.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MULTILITERASI TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Raihan, Siti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.14264

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of multiliteracy learning on elementary school students' literacy. This research is experimental research, including a type of quasi-experimental design using quantitative methods. The independent variable of this research is multiliteracy learning, while the dependent variable is student literacy. The population used in the research was class III students at UPT SPF SD Inpres Perumnas II, totaling 33 people. The results obtained in this research are that there is effectiveness of multiliteracy learning on elementary school students' literacy as shown by the pre-test and post-test results which show a significant increase from less interested to very interested. The results obtained are also guided by each indicator that has been assessed, namely there is an indicator of awareness of the benefits of reading with a high increase, the indicator of attention and interest in reading obtained the same value as the indicator of frequency of time for reading, while the indicator of enjoyment of reading is also in second place. get the highest score. Therefore, it can be concluded that multiliteracy learning has very good effectiveness in helping to increase the literacy of elementary school students.
Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusi Berbasis Universal Design for Learning (UDL) Raihan, Siti; Wizerti Ariastuti; Awayundu Said; Nurul Mutahara B; Amir Pada
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1981

Abstract

Inclusive education requires teachers to design and implement learning experiences that are responsive to student diversity; however, studies consistently show that many elementary school teachers still face challenges in applying inclusive approaches effectively. This community engagement program aimed to strengthen the capacity of elementary school teachers in implementing an Inclusive Education Curriculum based on Universal Design for Learning (UDL) through comprehensive training and mentoring. The program was conducted over four months in six inclusive elementary schools in Makassar City, involving 15 teachers, and employed interactive workshops, on-site mentoring, and online consultation and discussion. The results indicate significant improvements in three key areas of teacher competence: understanding of UDL principles, ability to differentiate instruction, and skills in designing inclusive learning materials. Teachers also demonstrated more adaptive, collaborative, and student-centered instructional practices after participating in the program. These findings imply that professional development combining theoretical understanding, practical application, and continuous mentoring effectively enhances teachers’ readiness to consistently implement inclusive curriculum practices. In conclusion, this capacity-building model proved effective in improving teacher professionalism and supporting the creation of inclusive learning environments that are more welcoming, flexible, and accessible for all students.
Inovasi Kurikulum dengan Pendekatan Pembelajaran Edutainment Interaktif untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Raihan, Siti; Monoarfa, Merrisa; Sinaga, Andromeda Valentino; Ibrahim, Nur Wahyuningsih
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i2.2859

Abstract

Character education in elementary schools faces problems of low student engagement (65%) and limited interactive learning media that is enjoyable, making the internalization of the eight dimensions of Profil Pelajar Pancasila less optimal. This community service applies curriculum innovation with interactive edutainment learning approach based on student character card media using Participatory Action Research (PAR) method involving schools, teachers, and students actively. Stages include needs analysis, media design, teacher training, implementation with assistance, field observation monitoring, and evaluation using observation sheets, student engagement questionnaires, and field notes on 30 fourth-grade students at partner elementary school. Results show edutainment interactive curriculum innovation increased student engagement by 35% (to 88%) and average character score rose 36.7% (from 2.59 to 3.54). Significant increases occurred in creativity (61%), communicative (46%), mutual cooperation (41%), and collaborative (39%). This innovation effectively creates enjoyable and meaningful learning, enhances learning motivation, and strengthens student character holistically, with replication potential in other elementary schools
Analisis Kemampuan Literasi Membaca Siswa Kelas IV UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar: Literasi Membaca Rahmat, Radiah; Raihan, Siti; Utami, Unga
ETEDU : Elementary of Teacher Education Vol 2 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi membaca siswa kelas IV di UPT SPF SD Negeri Tidung Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian literasi membaca siswa sekolah dasar di Indonesia, serta hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kesulitan memahami isi bacaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes membaca naratif, wawancara siswa dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu menemukan informasi eksplisit dari teks dan mengembangkan interpretasi sederhana terhadap isi bacaan. Namun, mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami makna tersirat, merefleksikan isi bacaan, dan mengevaluasi struktur teks. Hasil wawancara siswa mengungkapkan bahwa mereka menyukai kegiatan membaca, terutama bacaan bergambar dan cerita fiksi, namun belum memahami konsep literasi membaca secara menyeluruh. Sebagian besar siswa juga belum terbiasa menjawab pertanyaan reflektif atau mengaitkan isi bacaan dengan pengalaman pribadi. Hasil wawancara dengan guru mengonfirmasi bahwa kemampuan membaca teknis siswa sudah cukup baik, tetapi pemahaman mendalam dan refleksi terhadap bacaan masih rendah. Guru telah menerapkan strategi seperti membaca bersama dan diskusi, namun menghadapi kendala berupa keterbatasan bahan bacaan dan kurangnya dukungan dari orang tua di rumah. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah memiliki dasar kemampuan literasi membaca yang cukup, tetapi pengembangan aspek berpikir kritis, reflektif, dan evaluatif masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua, serta penerapan strategi pembelajaran literasi yang lebih variatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Implementasi Program Asistensi Mengajar Berbasis Praktik Reflektif sebagai Inovasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk Penguatan Konektivitas Karir Lulusan PGSD Raihan, Siti; Sinta Nurul Oktaviana Kasim; Freddi Sarman; Affan Yusra; Yulianti
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1938

Abstract

The transformation of higher education in Indonesia requires teacher education institutions (LPTKs) to ensure that graduates’ learning outcomes are aligned with professional demands and career readiness. The Department of Primary School Teacher Education (PGSD) must therefore design a curriculum that not only emphasizes theoretical mastery but also strengthens students’ career connectivity as prospective professional teachers. This community service program aimed to implement Teaching Assistance in Elementary Schools (AMSD) based on reflective practice as a curriculum innovation within the Outcome-Based Education (OBE) framework to enhance the career connectivity of PGSD graduates. The specific objectives were: (1) to improve students’ ability to design, implement, and reflect on reflective teaching practices in elementary schools, and (2) to strengthen the integration between departmental learning outcomes and professional teacher career profiles based on John Holland’s career theory (RIASEC). The program was conducted during the odd semester of the 2025/2026 academic year at SD Islam Terpadu Al Fatih, Makassar City, involving 10 fifth-semester PGSD students. The implementation used participatory, reflective, and collaborative approaches through four stages: needs analysis, reflective training and workshop, school-based AMSD implementation, and final reflective evaluation. Data were collected through Reflective Teaching Journals, reflective assessment rubrics, and the RIASEC career orientation instrument. The results indicated a 26.7% increase in students’ reflective ability, a 23% improvement in their understanding of OBE principles, and strengthened career orientation predominantly in the Social and Artistic types, consistent with the professional characteristics of elementary school teachers. The collaboration between lecturers, mentor teachers, and students fostered a reflective learning ecosystem that enhanced pedagogical competence, career awareness, and teacher professionalism. This program demonstrates that reflective-based AMSD serves as an effective OBE curriculum innovation to reinforce PGSD graduates’ career connectivity. The model is recommended for replication in other partner schools as a strategic approach to cultivating a reflective professional culture in teacher education.