Claim Missing Document
Check
Articles

Variasi Penyakit Kulit pada Pasien Diabetes Melitus di RS Royal Prima Medan Tahun 2022-2024 Sitorus, Dwi Novita; Amir, Widya Pasca; Suandy, Suandy
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7189

Abstract

Amputasi dan morbiditas yang signifikan dapat terjadi akibat ulkus diabetikum, salah satu konsekuensi jangka panjang diabetes melitus yang paling umum. Meskipun penelitian telah memperlihatkan hasil yang bertentangan tentang hubungan antara usia dan masalah ini, diyakini bahwa kadar glukosa darah dan usia keduanya memiliki peran. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari kadar glukosa darah pasien di RS Royal Prima Medan antara tahun 2022 dan 2024, riset ini bertujuan untuk menentukan prevalensi ulkus diabetikum sebagai fungsi usia dan berbagai jenis masalah kulit yang mungkin berkembang pada pengidap DM. Tujuan dari riset ini adalah untuk menentukan apakah ada korelasi antara usia dan prevalensi ulkus diabetikum pada penderita diabetes tipe 2 yang diukur dengan kadar glukosa darah. Riset ini menggunakan strategi penelitian analitik potong lintang. Pasien dengan diabetes yang dievaluasi untuk keberadaan ulkus diabetikum dan yang kadar glukosa darahnya diukur berpartisipasi dalam proses pengumpulan data. Kami menggunakan uji Chi-Square, yang membutuhkan ambang batas signifikansi p < 0,05, untuk memeriksa korelasi antara variabel. Dari 58 orang yang mengikuti survei, 36,9% berusia diantara 61 dan 80 tahun dan 46,6% berusia diantara 41 dan 60 tahun. Pasien dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan ulkus diabetik, dan ini terutama berlaku pada kategori usia 41–60 dan 61–80. Uji Chi-Square tidak menemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan prevalensi ulkus diabetik (p > 0,05). Akhirnya, ketika melihat terjadinya ulkus diabetik berdasarkan kadar glukosa darah, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan diabetes. Di sisi lain, mereka yang berada dalam kelompok usia paruh baya dan lebih tua yang kadar glukosa darahnya tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan ulkus. Untuk menghindari ulkus diabetik, sangat penting untuk menjaga kadar glukosa darah tetap terkendali secara optimal.
Pengaruh Perilaku Mahasiswa Terhadap Proses ARDA dengan Hasil Ujian CBT S1 Kedokteran FK UNPRI Tahun 2025 Nadapdap, Marshall Jeremia; Salsabila Purba, Putri Yasmin; Suandy, Suandy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.5124

Abstract

Active Recall Daily Assessment (ARDA) merupakan metode evaluasi formatif yang melatih mahasiswa mengingat kembali materi pembelajaran setiap hari sebagai bentuk penguatan memori jangka panjang. Dalam konteks pendidikan kedokteran berbasis kompetensi, ARDA diharapkan dapat meningkatkan hasil evaluasi sumatif berbasis komputer (Computer-Based Test/CBT). Namun, efektivitas ARDA terhadap hasil CBT masih perlu dibuktikan secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku belajar mahasiswa yang mencakup dimensi kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (tindakan) terhadap proses ARDA dan hasil ujian CBT pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran FK UNPRI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 181 mahasiswa aktif semester 2, 4, dan 6 yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku belajar yang telah divalidasi dan dokumentasi nilai ARDA serta CBT. Analisis dilakukan menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, korelasi Pearson, Chi-Square, dan regresi linier sederhana serta berganda dengan signifikansi p < 0,05. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara nilai ARDA dengan nilai CBT (r = 0,435; p = 0,000). Nilai kognitif ARDA berpengaruh signifikan terhadap nilai CBT (p = 0,031), namun tidak signifikan terhadap nilai ARDA (p = 0,110). Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai CBT berpengaruh signifikan terhadap nilai ARDA (p = 0,000), sedangkan kognitif CBT tidak signifikan (p = 0,644). Secara simultan kedua variabel menjelaskan 19% variasi nilai ARDA (R² = 0,190). Kontribusi penelitian ini terletak pada pembuktian empiris bahwa ARDA dapat berfungsi sebagai prediktor yang efektif untuk hasil CBT dalam konteks pendidikan kedokteran Indonesia, memberikan landasan ilmiah bagi pengembangan strategi asesmen formatif yang lebih terstruktur. ARDA terbukti memiliki hubungan signifikan dengan hasil CBT mahasiswa kedokteran, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen formatif yang efektif untuk meningkatkan kesiapan akademik mahasiswa.
In Vivo Macroscopic Study of Ziziphus jujuba Extract Ointment in Accelerated Burn Wound Healing in Rats Taniago, Davina; Suandy, Suandy; Chandra, Rudi
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52394

Abstract

Burns are type of injury that damage the skin which caused by exposure to heat sources that requiring comprehensive management and potentially leading to high morbidity. Limited resources and costs often encourage the use of herbal ingridients as an alternative. Ziziphus jujuba (Chinese date) has been traditionally used in Chinese medicine (TCM) for its healing property. Ziziphus jujuba contains various bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins that contribute to wound healing through their anti-inflammatory, antioxidant and regenerative mechanisms. This study aims to test the effectiveness of Ziziphus jujuba extract ointment on burn wound healing in Rattus norvegicus. Ointment preparations were made in concentrations of 10 mg/mL and 20 mg/mL, then tested physically (organoleptic, homogeneity, pH, spreadability). This study used a trueexperimental method with a post-test only control group design, involving four treatment groups, each consisting of six rats with back burns: control (K), MEBO as control positive (P1), 10 mg/mL Ziziphus jujuba extract ointment (P2), and 20 mg/mL Ziziphus jujuba extract ointment (P3). The study was conducted 21-day obervation period to evaluate wound diameter, wound healing percentage, macroscopic and microscopic assesment based on the modified Nagaoka criteria. The group treated with Ziziphus jujuba ointment 20 mg/mL (P3) achieved the best healing outcomes, chracterized by faster wound reduction, minimal adverse local and allergic reactions, and shorter healing period than those observed in the control and other treatment groups.
Antibacterial activity of ashitaba leaf extract against Streptococcus pneumoniae Hutabarat, Tommy Daniel Patar P.; Suandy, Suandy; Natali, Oliviti
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i2.7824

Abstract

Infection by Streptococcus pneumoniae represents a significant global health concern, necessitating the exploration of novel antimicrobial agents, particularly in light of escalating antibiotic resistance. This study aimed to identify the phytochemical constituents and to evaluate the antibacterial activity of an ethanol extract of Ashitaba leaves (Angelica keiskei) against S. pneumoniae. This experimental study employed a post-only control group design. Extraction was performed using ethanol via maceration, followed by qualitative phytochemical screening. Antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method at concentrations of 50, 100, and 150 mg/mL, with ciprofloxacin as a positive control. Inhibition zone data were analysed using non-parametric statistical tests. Phytochemical screening indicated the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, glycosides, and steroids/triterpenoids. The extract demonstrated antibacterial activity with mean inhibition zones of 16.57 mm at 50 mg/mL, 26.23 mm at 100 mg/mL, and 29.87 mm at 150 mg/mL. Statistical analysis revealed no significant difference in inhibition zones among the three extract concentrations, whereas all concentrations differed significantly from the positive control, ciprofloxacin (53.67 mm). It is concluded that the ethanol extract of Ashitaba leaves contains diverse bioactive compounds and exhibits significant in vitro antibacterial activity against S. pneumoniae, although its efficacy remains inferior to the synthetic antibiotic ciprofloxacin.
Co-Authors Adek Amansyah Amir, Widya Pasca Ananda, Rayhan Khozin Aulia Andri Hidayat, Andri Aulia, Nathasyia Aurellia, Fransisca Buaya, Adjani Budi, Andre Caroline S, Cecilia Chairul, Muhammad Chiuman, Linda Colin, Vito Cristoffel, Abraham Dewani, Yunita Dhea F. Mendrofa, Dorkas Epafroditus, Nikos Febriyanti Gulo, Putri Gusbakti Rusip Halim, Angel Jonathane Handoko, Erwin Hanna, Jessica Lise Henny Henny, Henny Hura, Risna Pebriani Hutabarat, Tommy Daniel Patar P. Jannah, Ratu Mutiara Raudhatul Joshua Hamonangan Tua Rajagukguk, Samuel kasdir, Kasdir Lubis, Ilham Akbar Lumban Gaol, Nova Elisabeth Lumban Tobing, Andrico Napolin Lumbantobing, Andrico Napolin Luwis, Kevin Mahulae, Aris Josua Manurung, Rachel Gita Berlian Mauli, Cleorisa Adventina Mutia, Maya Sari Nadapdap, Faskanita Maristella Nadapdap, Marshall Jeremia Nasution, Ali Napiah Nasution, M. Andriady Saidy Natali, Oliviti Neswita, Elfia Putri, Indah Juwita Dwi Rajagukguk, Samuel Joshua Hamonangan Tua Rambe, Martina Lailam Rambe, Natasya Septiana Rohen, Rohen Rudi Chandra Salsabila Purba, Putri Yasmin Sanoesi, Vindelin Sinaga, Maretha Ezra Tabitha Sitompul, Fernandes Sitorus, Dwi Novita Susianto Susianto Syahputra, Fahmi Syifa, Talitha Taniago, Davina Tarigan, Aditya Aginta Tarigan, Setia Budi Tobing, Andrico Napolin Lumban Tua Rajagukguk, Samuel Joshua Hamonangan Widhiasi, Lia Kristiani Widya Yanti Sihotang Wienaldi, Wienaldi Yolanda Eliza Putri Lubis Yumardika, Deza Zai, Arni Marlinda Zendrato, Ronauli Muliani Zuhdi, Muhammad Fikri Zuhra, Layla