Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Dalam Terapi Hemodialisis Nasution, Ali Napiah; Suandy, Suandy; Manurung, Rachel Gita Berlian
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s1v4n576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hemodialisis di RSU Royal Prima Medan. Penelitian ini dapat berkontribusi pada praktik klinis atau kebijakan rumah sakit dalam meningkatkan kepatuhan terapi hemodialisis. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai dukungan keluarga dan kepatuhan pasien, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia di atas 40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA, serta telah menjalani hemodialisis selama satu tahun. Nilai rata-rata dukungan keluarga sebesar 42 menunjukkan kategori baik, sedangkan kepatuhan terapi memiliki nilai rata-rata 3,5 yang juga termasuk kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,309 dengan p < 0,001, menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien hemodialisis, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan keluarga, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam dukungan emosional dan motivasi agar pasien tetap konsisten menjalani pengobatan. Sehingga disarankan untuk meningkatkan dukungan keluarga di lingkungan rumah sakit atau klinis. The Influence of Family Support on Adherence to Hemodialysis Therapy in Kidney Failure Patients Abstract This study aims to determine the relationship between family support and adherence in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis therapy at Royal Prima Medan General Hospital. This study can contribute to clinical practice or hospital policy in improving adherence to hemodialysis therapy. The study used an analytical design with a cross-sectional approach, involving 57 respondents determined using the Slovin formula. Data were collected through a questionnaire regarding family support and patient adherence, then analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that the majority of respondents were over 40 years old, male, had a high school education, and had undergone hemodialysis for one year. The average value of family support was 42, indicating a good category, while adherence to therapy had an average value of 3.5, also in the good category. The results of the statistical test showed a correlation coefficient value of r = 0.309 with p < 0.001, indicating a significant positive relationship between family support and adherence in hemodialysis patients, although the strength of the relationship was relatively weak. This indicates that the better the family support, the higher the level of patient adherence in undergoing therapy. These findings emphasize the importance of the family's role in emotional support and motivation so that patients remain consistent in undergoing treatment. So it is recommended to increase family support in the hospital or clinical environment.
Hubungan Dukungan Keluarga, Kepatuhan Berobat, dan Tingkat Stres Terhadap Keberhasilan Adaptasi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Neuropati Diabetik di RS Royal Prima Medan Nasution, Ali Napiah; Suandy, Suandy; Zuhdi, Muhammad Fikri
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qanhp398

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, di mana neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga, kepatuhan berobat, dan tingkat stres terhadap keberhasilan adaptasi pada pasien diabetes melitus dengan neuropati diabetik di RS Royal Prima Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga berdasarkan model Nursalam yang terdiri dari 12 pertanyaan, kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan berobat, dan instrumen untuk mengukur tingkat stres. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher Exact Test apabila data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi (73,3%) dan menunjukkan adaptasi yang baik (83,3%). Meskipun uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan adaptasi pasien (p = 0,460), secara klinis, dukungan keluarga tetap memegang peranan penting dalam mendukung adaptasi pasien. Faktor-faktor lain seperti usia, tingkat pendidikan, dan durasi penyakit juga berperan dalam proses adaptasi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya dukungan keluarga dalam pengelolaan diabetes melitus dan menyarankan perlunya program dukungan keluarga di rumah sakit. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi adaptasi pasien, seperti tingkat stres, pendidikan, dan tingkat keparahan penyakit. The Relationship between Family Support, Treatment Compliance, and Stress Levels on Adaptation Success in Diabetes Mellitus Patients with Diabetic Neuropathy at Royal Prima Hospital Medan Abstract Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with high global prevalence, and diabetic neuropathy is a common complication. This study aims to analyze the relationship between family support, medication adherence, and stress levels on the adaptation success of diabetes mellitus patients with diabetic neuropathy at Royal Prima Hospital Medan. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected using a family support questionnaire based on the Nursalam model consisting of 12 questions, the MMAS-8 questionnaire to measure medication adherence, and an instrument to measure stress levels. Data obtained were analyzed using Chi-Square test and Fisher Exact Test when data were not normally distributed. The results show that most patients received high family support (73.3%) and demonstrated good adaptation (83.3%). Although statistical tests showed no significant relationship between family support and patient adaptation (p = 0.460), clinically, family support plays an important role in supporting adaptation. Other factors such as age, education level, and disease duration also influence adaptation. These findings indicate the importance of family support in diabetes management and suggest the need for family support programs in hospitals. Further research is recommended to explore other factors affecting patient adaptation, such as stress levels, education, and disease severity.
Perbandingan Lama Menopause terhadap Kadar FSH (Follicle-Stimulating Hormone), Indeks Massa Tubuh dan Keluhan Menopause Mauli, Cleorisa Adventina; Amansyah, Adek; Suandy, Suandy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8795

Abstract

Menopause ditandai dengan berhentinya fungsi ovarium, penurunan estrogen, dan peningkatan FSH. Perubahan ini diduga berkaitan dengan lama menopause, memengaruhi metabolisme tubuh (seperti IMT) dan menimbulkan keluhan klinis, meski bukti penelitian sebelumnya masih belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan lama menopause terhadap kadar FSH, IMT, dan keluhan menopause pada wanita pascamenopause. Mengetahui perbandingan lama menopause terhadap kadar FSH, IMT, dan keluhan menopause pada wanita menopause. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain quasi-experimental. Sampel sebanyak 40 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Populasi terdiri atas wanita menopause yang dikelompokkan berdasarkan lama menopause <5 tahun dan ≥5 tahun. Pengukuran dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium FSH, pengukuran IMT, serta kuesioner Menopause Rating Scale (MRS). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (menggunakan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis), serta multivariat (dengan uji regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama menopause dengan kadar FSH (p = 0,032), IMT (p = 0,001), dan keluhan menopause (p = 0,003). Pada  fase awal menopause (<5 tahun), perubahan paling nyata terjadi pada IMT dan keluhan menopause, sedangkan pada fase lanjut (≥5 tahun) kadar FSH meningkat dan menjadi faktor yang paling berpengaruh (p = 0,016). Berdasarkan uji regresi logistik, kadar FSH terbukti sebagai variabel paling dominan terhadap lama menopause dengan nilai p = 0,013 dan Exp(B) = 6,533. Kesimpulnya pada masa awal menopause, penurunan kadar estrogen lebih berpengaruh terhadap peningkatan berat badan dan munculnya keluhan, sedangkan pada masa menopause lanjut, kadar FSH meningkat secara signifikan sebagai bentuk adaptasi tubuh terhadap berhentinya fungsi ovarium.
Hubungan Perubahan Nilai Hematokrit dengan Tingkat Keparahan Demam Berdarah Dengue pada di RSUD Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2024 Rambe, Martina Lailam; Rajagukguk, Samuel Joshua Hamonangan Tua; Suandy, Suandy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8845

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus from the genus Flavivirus, which has four serotypes: DENV-1, DENV-2, DENV-3, and DENV-4. This virus can enter the human body through the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. The hematocrit value is a laboratory parameter needed to monitor the development of DHF. In DHF cases, there is an increase in hematocrit or hemoconcentration due to plasma leakage. Objective: To determine whether there is a relationship between changes in hematocrit values and the severity of dengue fever in children. Method: This study used an observational analytical study with a cross-sectional design. Result: The chi-square test yielded a p-value of 0.000, indicating a relationship between hematocrit and dengue fever severity in patients at Pandan Tapanuli Tengah Regional Hospital. Conclusion: This study found a significant relationship between hematocrit levels and dengue fever severity.
Uji Aktivitas Anti-Bakteri Ekstrak Etanol Daun Ashitaba (Angelica Keiskei) Terhadap Bakteri Acinetobacter Baumannii dan Klebsiella Pneumoniae Sinaga, Maretha Ezra Tabitha; Rajagukguk, Samuel Joshua Hamonangan Tua; Suandy, Suandy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8915

Abstract

Masalah resistensi antibiotik yang semakin meningkat, terutama pada infeksi nosokomial, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae termasuk di antara patogen paling berbahaya yang berkontribusi pada resistensi ini, sehingga infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini sulit diobati. Penelitian ini menyelidiki ekstrak etanol Ashitaba (Angelica keiskei), tanaman obat yang dikenal memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri, sebagai agen antibakteri alternatif potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak etanol Ashitaba terhadap patogen resisten seperti Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae. Potensi antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby–Bauer) untuk mengukur diameter zona hambat pertumbuhan Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae pada berbagai konsentrasi ekstrak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga tentang potensi Ashitaba sebagai sumber alami agen antibakteri, menawarkan alternatif bagi antibiotik konvensional dalam mengobati infeksi bakteri resisten.
Variasi Penyakit Kulit pada Pasien Diabetes Melitus di RS Royal Prima Medan Tahun 2022-2024 Sitorus, Dwi Novita; Amir, Widya Pasca; Suandy, Suandy
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7189

Abstract

Amputasi dan morbiditas yang signifikan dapat terjadi akibat ulkus diabetikum, salah satu konsekuensi jangka panjang diabetes melitus yang paling umum. Meskipun penelitian telah memperlihatkan hasil yang bertentangan tentang hubungan antara usia dan masalah ini, diyakini bahwa kadar glukosa darah dan usia keduanya memiliki peran. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari kadar glukosa darah pasien di RS Royal Prima Medan antara tahun 2022 dan 2024, riset ini bertujuan untuk menentukan prevalensi ulkus diabetikum sebagai fungsi usia dan berbagai jenis masalah kulit yang mungkin berkembang pada pengidap DM. Tujuan dari riset ini adalah untuk menentukan apakah ada korelasi antara usia dan prevalensi ulkus diabetikum pada penderita diabetes tipe 2 yang diukur dengan kadar glukosa darah. Riset ini menggunakan strategi penelitian analitik potong lintang. Pasien dengan diabetes yang dievaluasi untuk keberadaan ulkus diabetikum dan yang kadar glukosa darahnya diukur berpartisipasi dalam proses pengumpulan data. Kami menggunakan uji Chi-Square, yang membutuhkan ambang batas signifikansi p < 0,05, untuk memeriksa korelasi antara variabel. Dari 58 orang yang mengikuti survei, 36,9% berusia diantara 61 dan 80 tahun dan 46,6% berusia diantara 41 dan 60 tahun. Pasien dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan ulkus diabetik, dan ini terutama berlaku pada kategori usia 41–60 dan 61–80. Uji Chi-Square tidak menemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan prevalensi ulkus diabetik (p > 0,05). Akhirnya, ketika melihat terjadinya ulkus diabetik berdasarkan kadar glukosa darah, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan diabetes. Di sisi lain, mereka yang berada dalam kelompok usia paruh baya dan lebih tua yang kadar glukosa darahnya tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan ulkus. Untuk menghindari ulkus diabetik, sangat penting untuk menjaga kadar glukosa darah tetap terkendali secara optimal.
Pengaruh Perilaku Mahasiswa Terhadap Proses ARDA dengan Hasil Ujian CBT S1 Kedokteran FK UNPRI Tahun 2025 Nadapdap, Marshall Jeremia; Salsabila Purba, Putri Yasmin; Suandy, Suandy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.5124

Abstract

Active Recall Daily Assessment (ARDA) merupakan metode evaluasi formatif yang melatih mahasiswa mengingat kembali materi pembelajaran setiap hari sebagai bentuk penguatan memori jangka panjang. Dalam konteks pendidikan kedokteran berbasis kompetensi, ARDA diharapkan dapat meningkatkan hasil evaluasi sumatif berbasis komputer (Computer-Based Test/CBT). Namun, efektivitas ARDA terhadap hasil CBT masih perlu dibuktikan secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku belajar mahasiswa yang mencakup dimensi kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (tindakan) terhadap proses ARDA dan hasil ujian CBT pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran FK UNPRI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 181 mahasiswa aktif semester 2, 4, dan 6 yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku belajar yang telah divalidasi dan dokumentasi nilai ARDA serta CBT. Analisis dilakukan menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, korelasi Pearson, Chi-Square, dan regresi linier sederhana serta berganda dengan signifikansi p < 0,05. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara nilai ARDA dengan nilai CBT (r = 0,435; p = 0,000). Nilai kognitif ARDA berpengaruh signifikan terhadap nilai CBT (p = 0,031), namun tidak signifikan terhadap nilai ARDA (p = 0,110). Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai CBT berpengaruh signifikan terhadap nilai ARDA (p = 0,000), sedangkan kognitif CBT tidak signifikan (p = 0,644). Secara simultan kedua variabel menjelaskan 19% variasi nilai ARDA (R² = 0,190). Kontribusi penelitian ini terletak pada pembuktian empiris bahwa ARDA dapat berfungsi sebagai prediktor yang efektif untuk hasil CBT dalam konteks pendidikan kedokteran Indonesia, memberikan landasan ilmiah bagi pengembangan strategi asesmen formatif yang lebih terstruktur. ARDA terbukti memiliki hubungan signifikan dengan hasil CBT mahasiswa kedokteran, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen formatif yang efektif untuk meningkatkan kesiapan akademik mahasiswa.
In Vivo Macroscopic Study of Ziziphus jujuba Extract Ointment in Accelerated Burn Wound Healing in Rats Taniago, Davina; Suandy, Suandy; Chandra, Rudi
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52394

Abstract

Burns are type of injury that damage the skin which caused by exposure to heat sources that requiring comprehensive management and potentially leading to high morbidity. Limited resources and costs often encourage the use of herbal ingridients as an alternative. Ziziphus jujuba (Chinese date) has been traditionally used in Chinese medicine (TCM) for its healing property. Ziziphus jujuba contains various bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins that contribute to wound healing through their anti-inflammatory, antioxidant and regenerative mechanisms. This study aims to test the effectiveness of Ziziphus jujuba extract ointment on burn wound healing in Rattus norvegicus. Ointment preparations were made in concentrations of 10 mg/mL and 20 mg/mL, then tested physically (organoleptic, homogeneity, pH, spreadability). This study used a trueexperimental method with a post-test only control group design, involving four treatment groups, each consisting of six rats with back burns: control (K), MEBO as control positive (P1), 10 mg/mL Ziziphus jujuba extract ointment (P2), and 20 mg/mL Ziziphus jujuba extract ointment (P3). The study was conducted 21-day obervation period to evaluate wound diameter, wound healing percentage, macroscopic and microscopic assesment based on the modified Nagaoka criteria. The group treated with Ziziphus jujuba ointment 20 mg/mL (P3) achieved the best healing outcomes, chracterized by faster wound reduction, minimal adverse local and allergic reactions, and shorter healing period than those observed in the control and other treatment groups.
Antibacterial activity of ashitaba leaf extract against Streptococcus pneumoniae Hutabarat, Tommy Daniel Patar P.; Suandy, Suandy; Natali, Oliviti; Djuang, Michelle Hendriani; Akbar, Khainir; Oentari, Widyaningsih; Putri, Riri Rizan; Dalimunthe, Siti Aisyah
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i2.7824

Abstract

Infection by Streptococcus pneumoniae represents a significant global health concern, necessitating the exploration of novel antimicrobial agents, particularly in light of escalating antibiotic resistance. This study aimed to identify the phytochemical constituents and to evaluate the antibacterial activity of an ethanol extract of Ashitaba leaves (Angelica keiskei) against S. pneumoniae. This experimental study employed a post-only control group design. Extraction was performed using ethanol via maceration, followed by qualitative phytochemical screening. Antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method at concentrations of 50, 100, and 150 mg/mL, with ciprofloxacin as a positive control. Inhibition zone data were analysed using non-parametric statistical tests. Phytochemical screening indicated the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, glycosides, and steroids/triterpenoids. The extract demonstrated antibacterial activity with mean inhibition zones of 16.57 mm at 50 mg/mL, 26.23 mm at 100 mg/mL, and 29.87 mm at 150 mg/mL. Statistical analysis revealed no significant difference in inhibition zones among the three extract concentrations, whereas all concentrations differed significantly from the positive control, ciprofloxacin (53.67 mm). It is concluded that the ethanol extract of Ashitaba leaves contains diverse bioactive compounds and exhibits significant in vitro antibacterial activity against S. pneumoniae, although its efficacy remains inferior to the synthetic antibiotic ciprofloxacin.
Prevalence of ulcer disease among patients with diabetes mellitus at Royal Prima Hospital Medan Tua, Grace Angelina Tarigan; Amir, Widya Pasca; Suandy, Suandy; Sopacua, Erwin; Handayani, Putri; Tambunan, Adrian Nurrachman; Putra, Ananda Rahmat; Rahimi, Armon
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v5i1.7888

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder with a rapidly increasing prevalence, often leading to serious complications such as diabetic ulcers, which significantly affect quality of life and increase healthcare costs. This study aimed to determine the prevalence of ulcers in patients with diabetes mellitus treated at Royal Prima Medan Hospital and to analyze the associated factors. Methods: This quantitative observational study employed a retrospective design and analyzed medical record data collected between 2021 and 2025. A total of 58 patients were selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Chi-Square test and ANOVA with a 95% confidence level. Results: The majority of the respondents were male (63.8%) and within the 56–65-year age group (34.5%). The most common skin condition was diabetic ulcers (82.8%), followed by diabetic bullae (12.1%) and viral infections (5.2%). The mean blood glucose level was 246.33 mg/dL, indicating hyperglycemia. Statistical analysis revealed no significant association between gender and skin disease type (p = 0.895) and no significant difference in blood glucose levels across types of skin disease (p = 0.135). Conclusion: There was no significant correlation between skin disease type and blood glucose levels, suggesting that clinical management should also address other behavioral and metabolic factors.
Co-Authors Adek Amansyah Amir, Widya Pasca Ananda, Rayhan Khozin Aulia Andri Hidayat, Andri Aulia, Nathasyia Aurellia, Fransisca Budi, Andre Caroline S, Cecilia Chairul, Muhammad Chiuman, Linda Colin, Vito Cristoffel, Abraham Dalimunthe, Siti Aisyah Dewani, Yunita Djuang, Michelle Hendriani Epafroditus, Nikos Febriyanti Gulo, Putri Gusbakti Rusip Halim, Angel Jonathane Handoko, Erwin Hanna, Jessica Lise Henny Henny, Henny Hura, Risna Pebriani Hutabarat, Tommy Daniel Patar P. kasdir, Kasdir Khainir Akbar, Khainir Lubis, Ilham Akbar Lumban Gaol, Nova Elisabeth Lumban Tobing, Andrico Napolin Lumbantobing, Andrico Napolin Luwis, Kevin Mahulae, Aris Josua Manurung, Rachel Gita Berlian Mauli, Cleorisa Adventina Miranda Winda Sari Sitorus Mutia, Maya Sari Nadapdap, Marshall Jeremia Nasution, Ali Napiah Nasution, M. Andriady Saidy Natali, Oliviti Neswita, Elfia Oentari, Widyaningsih Putra, Ananda Rahmat Putri Handayani Putri, Indah Juwita Dwi Putri, Riri Rizan Rahimi, Armon Rajagukguk, Samuel Joshua Hamonangan Tua Rambe, Martina Lailam Rambe, Natasya Septiana Rohen, Rohen Rudi Chandra Salsabila Purba, Putri Yasmin Sanoesi, Vindelin Sinaga, Maretha Ezra Tabitha Sitompul, Fernandes Sitorus, Dwi Novita Sopacua, Erwin Susianto Susianto Tambunan, Adrian Nurrachman Taniago, Davina Tarigan, Aditya Aginta Tarigan, Setia Budi Tobing, Andrico Napolin Lumban Tua Rajagukguk, Samuel Joshua Hamonangan Tua, Grace Angelina Tarigan Widhiasi, Lia Kristiani Widya Yanti Sihotang Wienaldi, Wienaldi Yolanda Eliza Putri Lubis Yumardika, Deza Zai, Arni Marlinda Zendrato, Ronauli Muliani Zuhdi, Muhammad Fikri Zuhra, Layla