Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Penggunaan Kemasan Guna Ulang Terhadap Pengurangan Sampah Kemasan Sekali Pakai (Studi Kasus Konsumen Layanan Alner di Jakarta) Ekananda, Bintang; Farida, Anif
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.15-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggali potensi penggunaan kemasan guna ulang dalam mengurangi sampah kemasan di Indonesia, dengan fokus pada solusi yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan bernama Alner. Dua partisipan dipilih sebagai studi kasus, dan pola konsumsi mereka dianalisis sebelum dan setelah menggunakan sistem kemasan guna ulang Alner. Hasilnya menunjukkan pengurangan signifikan dalam pembuangan sampah kemasan, dengan penghematan hampir 480 gram per bulan atau 5,76 kilogram per tahun untuk setiap partisipan. Dalam skala yang lebih luas, jika 1% populasi Indonesia mengadopsi sistem ini, pengurangan total sampah kemasan bisa mencapai 15.552 ton per tahun. Selain itu, penggunaan kemasan guna ulang juga berpotensi mengurangi emisi CO2 hingga 70-80% dibandingkan dengan kemasan sekali pakai. Kesimpulannya, sistem kemasan guna ulang, seperti yang diaplikasikan oleh Alner, memiliki potensi yang signifikan untuk mengurangi generasi sampah kemasan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, industri, dan konsumen, serta penelitian lebih lanjut untuk mengatasi hambatan dan meningkatkan efektivitas sistem ini dalam konteks spesifik Indonesia.Kata kunci: kemasan guna ulang, Alner, emisi karbonABSTRACTThis study delves into the potential of using reusable packaging to mitigate packaging waste in Indonesia, focusing on the solution provided by a startup named Alner. Two participants were selected as case studies, and their consumption patterns were analyzed before and after employing Alner's reusable packaging system. The findings showed a significant reduction in packaging waste disposal, saving nearly 480 grams per month or 5.76 kilograms per year for each participant. On a broader scale, if 1% of the Indonesian population adopted this system, the total reduction in packaging waste could reach 15,552 tons annually. Moreover, the use of reusable packaging has the potential to decrease CO2 emissions by 70-80% compared to single-use packaging. In conclusion, the reusable packaging system, as applied by Alner, holds significant potential for reducing packaging waste generation and contributing to environmental preservation. Further support from the government, industry, and consumers, as well as additional research to overcome barriers and enhance the effectiveness of this system in the specific context of Indonesia, is necessary.Keywords: reusable packaging, Alner, carbon emissions
DIVERSITY OF ECTOMYCORYZAL FUNGI IN THE MAKBON KPHP PRODUCTION FOREST OF SORONG DISTRIC Erni; Ponisri; Saeni, Fajrianto; Farida, Anif
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss2.501

Abstract

Hutan produksi Makbon merupakan salah satu habitat berbagai tumbuhan jamur ektomikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis jamur ektomikoriza, keanekaragaman, dominasi, dan kemerataan jenis jamur ektomikoriza yang tumbuh di area hutan produksi Makbon pada wilayah KPHP Kabupten Sorong. Metode yang digunakan yaitu Metode yang digunakan adalah metode observasi lapangan.  Pengambilan data jamur ektomikoriza dibuat plot secara purposive sampling. Jumlah jenis jamur ektomikoriza pada hutan produksi Makbon sebanyak 33 jenis, dimana sebanyak 31 spesies jamur merupakan kelas Basidiomycota dan 2 spesies jamur merupakan kelas Ascomycota dengan 17 famili dan jumlah keseluruhan individu yaitu 1.993 individu. Jenis jamur ektomikoriza terbanyak yaitu jamur Trametes sp² sebanyak 197 individu (9,885%), dan paling sedikit yaitu jamur Clitocybe discolor berjumlah 17 individu (0,853%). Indeks keanekaragaman jenis jamur ektomikoriza di hutan produksi Makbon dalam kategori sedang yaitu 1,4059. Indeks dominasi jenis dalam kategori rendah yaitu 0,0501 dan indeks kemerataan jenis dalam kategori tinggi yaitu 0,9259, Kondisi ini menunjukkan bahwa jamur ektomikoriza yang terdapat di hutan produksi Makbon menyebar secara merata, kecuali jenis Ramaria strcrita.
Pendampingan Pemantauan Bangunan Penahan Abrasi Pantai Manggar Baru Kampung Nelayan Kota Balikpapan Rian Sumendar; Farida, Anif; Mierta Dwangga; Bintang Ekananda
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v2i1.323

Abstract

Pantai Manggar Baru yang berada di Kampung Nelayan mengalami abrasi sehingga dilakukan pembangunan bangunan pelindung pantai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan kepada warga masyarakat yang tinggal di sekitar pantai agar menjaga keberadaan bangunan pelindung pantai. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat jadi lebih memahami arti penting dari bangunan tersebut dalam melindungi pantai dari abrasi yang pada akhirnya nanti dapat merusak permukiman warga. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yakni survei lokasi kegiatan, ceramah dan diskusi serta peninjauan lapangan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar warga belum memahami arti penting dari bangunan pelindung pantai terhadap abrasi. Setelah adanya pendampingan, pengetahuan warga mengalami peningkatan sebesar 20 %.
Sosialisasi Kualitas Air Kota Sorong Sebagai Upaya Warning Sumber Daya Air Untuk Masa Depan C. Seme, Alan; Nurbia, Nurbia; Rahmatullah, Azwar; Farida, Anif
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 : Agustus (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this service is to analyze the water quality of Sorong City, as well as disseminate information to the younger generation, namely high school students. The service stage is divided into two stages: observation and socialization. In the observation stage, measurements were carried out with the parameters measured being pH, conductivity, turbidity, TSS, TDS, and salinitas which were then compared with the standard criteria for river water quality according to Government Regulation No. 22 of 2021 concerning Implementation of Environmental Protection and Management. The analysis results show that it is still within safe limits, but the TSS and salinity values ​​are quite high, requiring management and control measures to maintain dam water quality. It is hoped that socialization will ensure that high school students can protect, conserve and maintain available water resources for the future.
OPTIMALISASI LIMBAH AMPAS SAGU SEBAGAI PAKAN TERNAK UNGGAS DI KAMPUNG BAINGKETE KABUPATEN SORONG Ponisri Ponisri; Anif Farida; Muhammad Fadli Hasa; Darma Darma; Bertha Mangallo; Murtiningrum Murtiningrum; Nur Abu
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah ampas sagu, melimpah di berbagai wilayah, terutama di daerah produsen utama sagu. Dalam konteks keberlanjutan lingkungan dan meningkatnya kebutuhan pangan, potensi pemanfaatan limbah ampas sagu sebagai pakan ternak unggas menjadi fokus eksplorasi. Berdasarkan kandungan nutrisi ampas sagu, optimalisasi limbah ini sebagai bahan pakan ternak unggas dianggap sebagai solusi berkelanjutan. Pemanfaatan limbah ampas sagu di Kampung Baingkete, Kabupaten Sorong, dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kesejahteraan petani, pemberdayaan ekonomi lokal, keberlanjutan lingkungan, peningkatan produktivitas peternakan, dan peningkatan pengetahuan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, implementasi sistem pengolahan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi limbah ampas sagu, mengembangkan sistem pengolahan lokal, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hasil kegiatan menyatakan bahwa penyuluhan memberikan pemahaman mendalam tentang potensi limbah ampas sagu, termasuk kandungan nutrisinya dan dampak positif penggunaannya. Pelatihan dan demonstrasi bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, pemahaman praktis kepada peserta terkait pembuatan pakan ternak yang berkualitas. Proses pengeringan, sterilisasi, fermentasi, dan pengemasan dilakukan untuk menghasilkan pakan ternak dari limbah ampas sagu. Monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait pembuatan pakan ternak yakni sebesar 55-60 %. Dengan demikian, kegiatan optimalisasi limbah ampas sagu diharapkan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal, lingkungan, dan ekonomi.
BRIKET AMPAS SAGU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR RAMAH LINGKUNGAN Nur Abu; Ponisri Ponisri; Anif Farida; Bertha Mangallo; Muhammad Fadli Hasa; La Ibal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20470

Abstract

Abstrak: Masyarakat kampung Baingkete belum memanfaatkan ampas sagu sebagai bahan bakar briket karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Ampas sagu hanya di biarkan terbuang ke rawa - rawa dan sungai sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Terdapat dua mitra dalam kegiatan ini antara lain Kelompok Tani Kampung Baingkete dan Kelompok Persekutuan Wanita Kampung Baingkete dengan jumlah peserta 20 orang. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pembuatan briket dari ampas sagu adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan briket sehingga di harapkan kontribusi positif dengan memanfaatkan limbah ampas sagu untuk menciptakan produk yang bernilai ekonomi dan sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap yakni sosialisasi, praktek pembuatan briket, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah kegiatan sosialisasi dan pembuatan briket ampas sagu di kampung Baingkete, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong memberikan peningkatan pengetahuan dari 25% menjadi 75 % dan keterampilan dari 20% menjadi 65%.Kegiatan ini dapat berdampak secara ekonomi yaitu masyarakat Kampung Baingkete dapat mengurangi pengeluaran harian untuk membeli minyak tanah untuk keperluan sehari-hari.Abstract: The people of Baingkete village have not yet used sago dregs as fuel for briquettes due to limited community knowledge and skills. Sago dregs are simply allowed to be thrown into swamps and rivers, causing environmental pollution. The aim of community service activities regarding making briquettes from sago dregs is to provide understanding and skills in making briquettes so that positive contributions are expected by utilizing sago dregs waste to create products that have economic value and at the same time reduce negative impacts on the environment. The method for implementing this service activity consists of several stages, namely socialization, practice of making briquettes, and mentoring. The results achieved were socialization activities and making sago dregs briquettes in Baingkete village, Makbon District, Sorong Regency, providing an increase in knowledge and skills to the community by 45%. This activity can have an economic impact, namely that the people of Baingkete Village can reduce their daily expenses for buying kerosene for their daily needs.
Pemetaan Potensi Lahan Pertanian di Distrik Makbon Melalui Sistem Informasi Geografis Farida, Anif; Rosalina, Febrianti; Sangadji, Zulkarnain
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.328

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu peningkatan pengetahuan masyarakat di Distrik Makbon dalam mengelola data terkait dengan potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berbasis sistem SIG. Metode yang digunakan ini terdiri atas: (1) tahap pendahuluan. Pada tahap ini dilakukan survey lokasi mitra untuk identifikasi wilayah; (2) tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, masyarakat diberi pengarahan mengenai pengetahuan dasar peta dan sistem informasi geografis (SIG). Tahap selanjutnya masyarakat diberikan pengarahan mengenai potensi lahan pertanian berdasarkan kondisi fisik wilayah. Berbekal sistem informasi geografis, masyarakat diajak untuk melihat persebaran potensi pertanian masing-masing wilayah dalam peta. Setelah itu dilakukan ground check sehingga dapat dilihat kondisi nyata di lapangan. Pada akhirnya masyarakat akan diberi rekomendasi pengembangan potensi pertanian yang paling sesuai untuk daerahnya. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, diperoleh bahwa masyarakat sangat membantu pelaksanaan kegiatan yang dibuktikan dengan kehadiran serta keaktifannya bertanya selama pemberian materi berlangsung. Hasil evaluasi yang dilakukan berdasarkan data pre-test dan post-test yang diperoleh setelah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan peserta selama kegiatan sosialisasi diberikan dari 5% menjadi 75%. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan dalam mengelola data terkait dengan potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian berbasis sistem SIG
SOSIALISASI KEBERSIHAN AIR SUNGAI PADA MASYARAKAT SEKITAR KANAL VICTORY KOTA SORONG Mujahid Zakir, Andri; Rumparam, Ardianto; Anif Farida; Murni , Murni
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 6 (2023): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i6.190

Abstract

Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan masih rendah terutama kebersihan air sungai. Di daerah sekitar Kanal Victory banyak ditemukan sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke badan sungai. Jika hal ini tidak segera diatasi maka kualitas air sungai akan mengalami penurunan dan mengancam kelestarian ekosistem. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar Kanal Victory pentingnya menjaga kebersihan air sungai. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi dengan warga di sekitar sungai. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masih rendahnya kepedulian warga terhadap pentingnya kebersihan air sungai. Di samping itu kurang kuatnya kesadaran warga terhadap rasa memiliki sungai sehingga hal ini menyebabkan warga tidak segan untuk membuang sampah, limbah maupun kotoran ke dalam badan sungai. Perlu adanya peningkatan peran serta dari warga sekitar dalam merawat dan menjaga sungai serta penegakan peraturan terkait sampah dari pemerintah setempat
ENHANCING HOUSEHOLD SUSTAINABILITY THROUGH REUSABLE PACKAGING: A COMMUNITY-BASED APPROACH TO REDUCING PLASTIC WASTE IN THE GREATER JAKARTA AREA Bintang Ekananda; Anif Farida; Faridz Abdul Chalid Macap
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9482

Abstract

Plastic pollution is a critical global issue, with single-use plastic packaging contributing significantly to environmental degradation. This study examines the impact of Alner’s reusable packaging system in reducing household plastic waste and promoting sustainable consumption behaviors in Greater Jakarta. Using a mixed-methods approach, data was collected through a survey of 99 respondents and Focus Group Discussions (FGDs) with seven homemakers. Findings revealed that Alner’s system reduced household plastic waste by 138 units of single-use packaging per month and provided users with a 15% reduction in grocery expenses. Behavioral drivers, such as peer influence, convenience, and cost savings, played a pivotal role in encouraging the adoption of reusable systems, while deeper psychological motivations reinforced users’ commitment to sustainability. The study also identified opportunities for Alner to scale its impact by expanding product offerings, enhancing logistics, and leveraging community engagement. These findings underscore the potential of reusable packaging systems to address plastic pollution, foster economic and environmental benefits, and inspire a global shift toward circular consumption practices
Analisis Koefisien Aliran Menggunakan Metode Cook di DAS Klagison Kota Sorong Marzuki, Irwanto; Farida, Anif; Rusdi, Achmad
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.11.2.p.74-79

Abstract

The Klagison River Watershed has an area of 1.997,6 ha and is experiencing rapid development in the physical field. The problem that often occurs in the Klagison watershed is that when there is heavy rain, several places close to the river will experience flooding, which is caused by several factors, one of which is the runoff coefficient. The aim of this study was to analyze the runoff coefficient of Klagison watershed. The method used to analyze the runoff coefficient is Cook's method, through the analysis of Geographic Information Systems (GIS) on several maps, such as maps of slope, vegetation cover, flow density, and soil infiltration. The results showed that the distribution of runoff coefficients that occurred in the Klagison watershed was dominated by the high class of 69,919% with an area of 13,967 km², the normal class of 21,500% with an area of 13,967 km², and the extreme class of 8,580% with an area of 1,714 km². Overall, the Klagison watershed is included in the high category with a runoff coefficient value of 62,603 %. This means that from 100% of the rain that falls, 62,603% will flow and 37,397% will infiltrate into the ground.