Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengambilan Data Di Lapangan Menggunakan GPS Dan Avenza Maps Anif Farida; Mutiono, Mutiono
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The map is a description of the appearance on the surface of the earth, which is very helpful for the user to conduct an initial study of an area. Map sources can come from satellite-based field measurements, namely GPS and Avenza Maps. The purpose of this activity is to increase knowledge and skills in data collection in the field using GPS and Avenza Maps. The method used in this activity is in the form of lectures and direct practice, which is divided into three stages. These stages are observation to identify problems, provision of material about GPS and Avenza Maps, followed by direct practice in the field, and evaluation to determine the success rate of the training. The results of the activity showed that the level of knowledge and understanding of the participants increased, with the indicator that the participants were able to operate both the GPS and the Avenza Maps application themselves when taking coordinates in the field.
PENINGKATAN KREATIVITAS DALAM PEMBUATAN KUE BERBAHAN BAKU TEPUNG SAGU PADA KAMPUNG BAINGKETE KABUPATEN SORONG murtingrum, Murtiningrum; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Mangallo, Bertha; Darma, Darma; Abu, Nur; Hasa, Muh. Fadli
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1850

Abstract

Sagu memiliki potensi sebagai sumber pangan kaya kalori dan karbohidrat yang setara dengan beras. Distribusi luas tanaman sagu di Indonesia menjadikannya bahan pangan alternatif potensial untuk produk seperti tepung sagu, sirup, kue, mie, dan bio-etanol. Preferensi konsumen terhadap produk sagu menjadi kunci dalam strategi pemasaran. Kampung Baingkete di Kabupaten Sorong memiliki potensi besar dalam sumber daya alam, terutama sagu yang telah menjadi bagian integral kehidupan masyarakat untuk produksi tepung sagu dan produk olahan tradisional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas pembuatan kue berbahan sagu, ekonomi lokal, dan pelestarian budaya. Metode meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan di Kampung Baingkete menghasilkan kue berbahan sagu seperti brownies sagu, kue gabus, chookies sagu coklat, dan chookies sagu keju. Kegiatan ini diharapkan menambah nilai ekonomi masyarakat, membuka pasar baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta melestarikan kearifan lokal dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK sebesar 55%.  Abstract. Sago has the potential as a high-calorie and carbohydrate-rich food source, comparable to rice. The wide distribution of sago plants in Indonesia makes it a viable alternative food source for products like sago flour, syrup, cakes, noodles, and bio-ethanol. Consumer preference for sago products is crucial for marketing strategies. Baingkete Village in Sorong Regency has significant natural resource potential, especially sago, which is integral to local life for sago flour and traditional products. The activity aims to enhance creativity in sago-based cake making, boost the local economy, and preserve local culture. Methods include socialization, training, demonstration, monitoring, and evaluation. Training in Baingkete Village produced sago-based cakes such as sago brownies, kue gabus, chocolate sago cookies, and cheese sago cookies. This activity is expected to add economic value to the community, open new market opportunities, increase local product competitiveness, and preserve local wisdom and sustainable natural resource use. Pre-test and post-test evaluations showed a 55% increase in the knowledge and skills of the PKK group.
Sosialisasi Pemanfaatan Internet Sebagai Media Pemasaran Produk Hasil Olahan Sagu Papua di Kampung Baingkete Hasa, Muh Fadli; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Darma, Darma; Mangallo, Bertha; Murtiningrum, Murtiningrum; Abu, Nur
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12792

Abstract

Pemanfaatan internet dapat mengurangi ketergantungan pada saluran pemasaran konvensional dan membuka peluang kerjasama dengan pelaku usaha di luar daerah. Dalam konteks pemasaran produk lokal, pemanfaatan internet sebagai media pemasaran menawarkan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan bisnis lokal dan memperluas akses pasar. Kampung Baingkete, yang terletak di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memiliki potensi utama yaitu dalam bidang pertanian, terutama dalam pengolahan tanaman sagu.  Potensi pertanian ini memberikan peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat dan mendukung pengembangan produk olahan lokal. Kehadiran internet di kampung Beingkete menjadi hal yang positif bagi penduduk setempat. Namun, kehadiran internet masih terbatas pada penggunaannya sebagai alat komunikasi dan belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran produk lokal. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya pemahaman mengenai cara memanfaatkan internet secara efektif untuk kegiatan pemasaran produk. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan potensi internet dalam mempromosikan produk-produk lokal.
Pemanfaatan Pohon Mangrove sebagai Bahan Baku Perahu Oleh Masyarakat Kampung Usili Distrik Aimas Kabupaten Sorong Sesa, Ficki Samuel; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2063

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumberdaya daya hayati yang mempunyai berbagai keragaman potensi yang dapat memberikan manfaatn bagi kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung, salah satu manfaat langsung bagi masyarakat kampung Usili adalah sebagai bahan baku pembuatan perahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, karakteristik, kreteria dan bagian-bagian pohon mangrove yang dimanfaatkan untuk pembuatan perahu oleh masyarakat Kampung Usili, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan survey dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 (lima) jenis kayu dari 3 (tiga) famili yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan perahu Sonneratia caseolari, Sonneratia alba, Xylocarpus moluccensis, Xylocarpus granatum jenis yang dominan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan perahu karena memiliki kelas kuat dan ringan sehingga banyak digunakan oleh masyarakat, sedangkan untuk jenis Bruguiera gymnorrhiza jarang digunakan karena sangat berat kayunya. Kriteria dan karakteristik pemilihan jenis pohon mangrove dalam pembuatan badan perahu tradisional yaitu jenis kuat, ringan, tidak mudah pecah/patah, tidak memiliki mata hutan (knot), lurus, tahan lama dalam pemakaian, tahan terhadap serangan organisme, mudah kering dan memiliki bebas cabang yang tinggi. Untuk proses pembuatan perahu tradisional oleh masyarakat di Kampung Usili meliputi pemilihan jenis, pembersihan, penebangan, pengukuran bahan baku sesuai yang diinginkan, pembentukan bagian belakang dan depan perahu, pembentukan badan perahu, penggalian badan perahu, penghalusan bagian luar perahu (samping kanan dan kiri), penghalusan bagian dalam perahu, dan pengeringan dengan api atau sinar matahari.
Komposisi Vegetasi Tingkat Tiang dan Pancang pada Area Hutan Produksi KPHP Makbon Kabupaten Sorong Warda, Warda; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Saeni, Fajrianto
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 2 No. 2 (2024): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v2i2.3420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, kerapatan, frekuensi, dominasi dan Index nilai penting untuk tiang dan pancang pada areal KPHP Makbon Kabupaten Sorong.  Dengan menggunakan metode transek atau jalur berpetak dengan luasan 5 ha (50.000 m2 ). Berdasarkan hasil penelitian pada tingkat pancang terdapat 56 jenis vegetasi berjumlah 1136 individu dan tingkat, tiang sebanyak 43 jenis vegetasi berjumlah 692 individu. Komposisi jenis vegetasi yang terdapat pada hutan produksi makbon KPHP Kabupaten Sorong untuk tingkat pancang terdapat 56 jenis tumbuhan terdiri dari 36 family dan untuk tingkat tiang terdapat 43 jenis tumbuhan terdiri dari 38 family dan semua telah teridentifikasi. Jumlah tingkat pancang yaitu 56 jenis dengan nilai kerapatan (K) terbesar terdapat pada jenis jambu (Syzygium, sp) yaitu sebesar 50,8/ha dengan kerapatan relatif (KR) sebesar 22,36%, nilai frekuensi (F) sebesar 2,03, frekuensi relatif (FR) sebesar 22,35%, dominasi (C) sebesar 0,1536, dominasi relatif (CR) sebesar 23,00% dan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 67,72. Jumlah tingkat tiang yaitu 43 jenis dengan nilai kerapatan (K) terbesar terdapat pada jenis jambu (Syzygium, sp) yaitu sebesar 38/ha dengan kerapatan relatif (KR) sebesar 27,46%, frekuensi (F) sebesar 1,52, frekuensi relatif (FR) sebesar 27,44%, dominasi (C) sebesar 0,6262, dominasi relatif (CR) sebesar 25,68% dan Indeksi Nilai Penting (INP) sebesar 80,60.
SOSIALISASI PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KAMPUNG BAINGKETE DISTRIK MAKBON La Falihi; Pattola, Rachmat; Beda , Mustafa Mureno Kasa; Farida, Anif
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limited access to clean water remains a significant challenge in rural and coastal regions, including Baingkete Village, Makbon District. Local communities continue to depend on untreated natural water sources, making water quality and availability highly susceptible to environmental and seasonal variations. The objective of this community service initiative is to enhance public knowledge and awareness regarding the importance of clean water management through targeted outreach and education. The participatory approach employed includes initial observation, outreach and education, participatory discussions, and evaluation of activities. The outcomes indicate a positive response and active engagement from the community, as well as improved understanding of clean water quality and the health risks associated with using untreated water. This initiative is anticipated to promote behavioral change and reinforce sustainable, community-based clean water management.
Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Lahan Pembangunan Fisik Berkelanjutan Di Distrik Mayamuk dan Distrik Salawati Prasetiyo, Agung Rizky; Widodo, Slamet; Farida, Anif; Nurbia, Nurbia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 26 No 02 (2025): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 26 Nom
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/plpb.v26i02.63281

Abstract

This study aims to determine the land carrying capacity for sustainable physical development in Mayamuk District and Salawati District and to determine the land carrying capacity for sustainable physical development in Mayamuk District and Salawati District. The methods used in the study include spatial analysis and quantitative descriptive analysis. The results of the study obtained the carrying capacity of residential land in Mayamuk District and Salawati District with a free class of 6,497.99 ha, a somewhat free class of 35,686.57 ha, and a non-free class of 1,873.18 ha. The area of land that can be developed as a residential area is available at 6,874.45 ha from the total area of Mayamuk District and Salawati District, which is 44,057.74 ha. The land carrying capacity of Mayamuk and Salawati Districts is 6,874.45 hectares, with 4,812.12 hectares of potential land available for housing, capable of accommodating approximately 473,414 housing units and 1,893,656 residents. Therefore, Mayamuk and Salawati Districts are still able to accommodate population growth in 2033
PELATIHAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI STUP DALAM BUDIDAYA LEBAH TRIGONA Ponisri, Ponisri; Riskawati, Riskawati; Farida, Anif; Fajar, Farid; Suma, Aldi; Nauw, Yulia Wimar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36723

Abstract

Abstrak: Lebah Trigona adalah jenis lebah tanpa sengat yang berpotensi besar untuk dibudidayakan sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat. Hasil utama dari lebah ini berupa madu trigona, propolis, dan bee bread yang memiliki nilai jual tinggi serta beragam manfaat bagi kesehatan. Kampung Batu Lubang Pantai memiliki potensi cukup tinggi lebah trigona yang terdapat pada dinding rumah dan pohon dalam hutan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam budidaya lebah trigona dengan penggunaan stupJumlah mitra dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang, Pengukuran tingkat pengetahuan dan ketrampilan peserta dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test Pada kegiatan sosialisasi tentang budidaya lebah trigona tingkat pemahaman dan pengetahuan meningkat yaitu dari 30% menjadi 85%. Sedangkan pelatihan pembuatan dan penerapan teknologi stup lebah trigona berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari 25% menjadi 85%. Proses pelatihan yang meliputi sosialisasi, pembuatan stup dengan bahan ramah lingkungan berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan lebah trigona. Dengan demikian, teknologi stup yang tepat dan pelatihan yang efektif dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan dan ramah lingkunganAbstract: Trigona bees are a type of stingless bee that has great potential to be cultivated as an alternative source of income for the community. The main products of this bee are trigona honey, propolis, and bee bread which have a high selling value and various health benefits. Kampung Batu Lubang Pantai has a fairly high potential for trigona bees found on the walls of houses and trees in the forest. This activity aims to provide knowledge and skills of the community in trigona bee cultivation with the use of stup. The number of partners in this activity is 20 people, The measurement of the level of knowledge and skills of participants is carried out using pre-test and post-test methods In socialization activities about trigona bee cultivation, the level of understanding and knowledge has increased, from 30% to 85%. Meanwhile, training in the manufacture and application of trigona bee stup technology has succeeded in increasing knowledge and skills from 25% to 85%. The training process which includes socialization, making stups with environmentally friendly materials contributes to increasing the productivity and sustainability of the trigona bee farming business. Thus, the right stup technology and effective training can support the development of the local economy in a sustainable and environmentally friendly manner.