Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Hasil Belajar IPAS SD Menggunakan Model Pembelajaran CIRC Berbantuan Media Komik Digital Interaktif Putu Dicky Wahyudi; I Gede Margunayasa; Putu Nanci Riastini
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5440

Abstract

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku peserta didik yang terjadi berdasarkan pengalaman belajar, untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan maka guru sangat perlu menggunakan model pembelajaran serta media pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif. Peneltian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya banyak permasalahan terkait hasil belajar siswa sekolah dasar masih menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Hal ini disebabkan karena belum maksimalnya hasil belajar IPAS pada aspek pemahaman konsep IPAS siswa, sehingga menyebabkan sebagian besar siswa belum mencapai KKTP. Model pembelajaran yang inovatif dan kreatif bisa diterapkan untuk mendukung dan mempermudah proses belajar IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan media komik digital interaktif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Seririt. Jenis  penelitian  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  penelitian  kuantitatif  yaitu  penelitian  eksperimen dengan desain eksperimen   semu (Quasy Experimental Design). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari pemberian pretest dan posttest berupa tes objektif pilihan ganda. Hasil penelitian ini meujukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran CIRC yang didukung oleh media komik digital interaktif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Seririt. Dengan  demikian,  terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif tipe CIRC berbantuan media komik digital interaktif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Seririt.
Early Elementary School Teachers' Knowledge of Deep Learning in Terms of Certified and Non-Certified Teacher Status I Wayan Agus Ariasa; Putu Nanci Riastini; Rendy Setyowahyudi
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.111651

Abstract

Twenty-first-century learning demands that teachers have a strong conceptual understanding of deep learning. However, empirical mapping of early elementary school teachers' knowledge levels and differences by teacher status remains very limited. This study aims to analyse and evaluate early elementary school teachers' knowledge of deep learning and compare it across teacher status. The study used a quantitative descriptive design. The study subjects were 32 early elementary school teachers, including 16 certified and 16 non-certified teachers. Data were collected using a 15-item multiple-choice objective test and analysed using descriptive statistics. The results showed an average score of 14.59, with 90.625% of teachers in the very high category and 9.375% in the high category. The average score for certified teachers was 14.19, while for non-certified teachers it was 15. In conclusion, early elementary school teachers' knowledge of deep learning falls in the very high category and shows no significant differences by teacher status. The implication is that professional development programs need to focus on strengthening the implementation of deep learning in the classroom, not just on conceptual aspects.
Manajemen Strategik Pendidikan Sains Inklusif: Kajian Literatur Sistematis terhadap Praktik dan Tantangan Implementasi Agustinasari Agustinasari; Putu Kerti Nitiasih; Ni Nyoman Trisna Herawati; Putu Nanci Riastini
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5113

Abstract

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap pendidikan sains inklusif, proses manajemen strategik yang memungkinkan penerapannya masih dibahas secara terpisah-pisah dalam literatur dan jarang dikaji sebagai satu fungsi organisasi yang utuh. Kajian ini bertujuan memetakan praktik, tantangan, strategi, dan dinamika kepemimpinan yang membentuk manajemen strategik dalam pendidikan sains inklusif di berbagai jenjang pendidikan. Kajian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada kerangka PRISMA 2020, menelaah 21 artikel jurnal terindeks yang terbit antara tahun 2022 hingga 2026 dalam basis data ERIC. Hasil kajian menunjukkan lima tingkatan manajemen strategik implementasi pendidikan sains inklusif yang disesuaikan dengan kompleksitas kelembagaan dan keragaman peserta didik yaitu: Kemitraan Konumita, Pengembangan Profesional,  Fleksibelitas Kurikulum, Budaya Ekuitas dan Manajemen Perubahan. Institusi pendidikan formal cenderung menerapkan penyesuaian bertahap (inkremental) dibanding perubahan struktural yang lebih mendasar, sehingga hambatan sistemik yang tertanam dalam norma kelembagaan sebagian besar belum tertangani. Kepemimpinan sekolah muncul sebagai faktor yang berpengaruh namun masih kurang dikaji, terutama dalam menentukan bagaimana kebijakan inklusi dievaluasi dan diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Temuan ini memperluas teori kontingensi manajemen dengan menunjukkan bagaimana pendekatan strategik berkembang seiring kompleksitas organisasi. Secara praktis, pemimpin sekolah dan pembuat kebijakan dapat memanfaatkan tipologi yang ditemukan untuk merancang strategi yang kontekstual pembelajaran sains inklusif lebih transformatif. Penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian longitudinal tentang integrasi model Change Management dengan pedagogi sains inklusif untuk menangkap dinamika strategi manajemen inklusif dan memperluas cakupan penelitian pada jenjang SMK dan pendidikan Vokasi.
The Relationship Between Asta Brata Leadership, School Culture, and The Character of Elementary School Students in Pupuan Tabanan Komang Yolanda Rahmadani; Basilius Redan Werang; Putu Nanci Riastini
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1010

Abstract

Character education constitutes a fundamental component of the educational system, as it plays a vital role in fostering students’ moral, ethical, and human values. The persistence of behavioral issues among elementary school students, including low levels of discipline, dishonesty, and bullying, indicates that efforts to strengthen character education continue to face challenges. The development of students’ character is shaped by multiple factors, particularly school culture and principals’ leadership practices. Asta Brata leadership, rooted in Balinese local wisdom, embodies noble values that are considered relevant for cultivating a positive school culture and promoting students’ character development. This study seeks to investigate the relationships among Asta Brata leadership, school culture, and the character of elementary school students in Pupuan, Tabanan. A quantitative approach was adopted, employing an ex post facto research design with a survey method. Data were gathered through questionnaires and analyzed using correlation analysis. The findings reveal significant relationships between Asta Brata leadership and school culture, Asta Brata leadership and students’ character, as well as school culture and students’ character, with correlation levels ranging from strong to very strong. These results demonstrate that stronger implementation of Asta Brata leadership values, accompanied by a more positive school culture, contributes to improved character development among elementary school students. The findings of this study are expected to provide valuable insights for school principals and educational policymakers in enhancing character education at the elementary school level.
Hubungan Media Sosial dengan Budaya Sekolah dan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan Ni Made Yuke Amandani; Basilius Redan Werang; Putu Nanci Riastini
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1060

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan karakter siswa, seperti kurangnya sopan santun, maraknya perundungan, dan rendahnya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dengan budaya sekolah, penggunaan media sosial dengan karakter siswa, serta budaya sekolah dengan karakter siswa sekolah dasar di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa sekolah dasar di Kecamatan Tabanan dengan sampel yang ditentukan melalui teknik sampling tertentu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan karakter siswa maupun budaya sekolah, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,100 dan 0,820 serta koefisien korelasi yang tergolong sangat lemah. Sebaliknya, budaya sekolah memiliki hubungan yang signifikan dan kuat dengan karakter siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,689. Temuan ini menegaskan pentingnya peran sekolah, guru, dan orang tua dalam mengelola penggunaan media sosial secara bijak serta memperkuat budaya sekolah yang positif guna mendukung pembentukan karakter siswa di era digital.
Media Pembelajaran Flipbook Interaktif Berbasis PBL Bermuatan Kearifan Lokal Bali Materi Mengubah Bentuk Energi Ni Komang Ayu Sudiasih; I Gede Margunayasa; Putu Nanci Riastini
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan flipbook interaktif berbasis Problem Based Learning bermuatan kearifan lokal Bali pada materi mengubah bentuk energi serta menganalisis kevalidan, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian R&D dengan model ADDIE. Subjek penelitian pada tahap uji rancang bangun melibatkan dua dosen dan satu guru, tahap uji validitas melibatkan enam dosen sebagai ahli, tahap uji kepraktisan melibatkan dua guru dan 24 peserta didik kelas IV SD, serta tahap uji efektivitas melibatkan 24 peserta didik. Metode pengumpulan data menggunakan checklist, skala relevansi, kuesioner, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji rancang bangun memperoleh persentase 100% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji validitas isi memperoleh koefisien 1,00 dengan kualifikasi validitas sangat tinggi. Uji kepraktisan guru memperoleh rata-rata 93% dengan kualifikasi sangat praktis, uji kepraktisan peserta didik memperoleh rata-rata 95% dengan kualifikasi sangat praktis. Hasil uji efektivitas menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai t = 23,945 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05) rata-rata peningkatan sebesar 26,45833, yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah penggunaan media. Kesimpulannya, flipbook interaktif berbasis Problem Based Learning bermuatan kearifan lokal Bali dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara optimal.  
Efektivitas Quizizz Tipe Game Slide Terhadap Student Engagement IPAS Kelas V SD Ni Kadek Devi Purnamawati; Desak Putu Parmiti; Putu Nanci Riastini
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1163

Abstract

Tingkat student engagement siswa dalam pembelajaran di sekolah dasar masih tergolong belum optimal, yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, baik dari aspek perilaku, emosional, maupun kognitif. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghadirkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Quizizz tipe game slide terhadap student engagement siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experiment) dan desain post-test only control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas V SD Negeri 2 Ngis sebagai kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan media Quizizz tipe game slide dan kelas V SD Negeri 2 Sengkidu sebagai kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa kuesioner student engagement yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji-t dua sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata student engagement pada kelompok eksperimen sebesar 87,43, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 65,61, dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Quizizz tipe game slide berpengaruh signifikan terhadap student engagement siswa sekolah dasar serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa.
Implementation of deep learning-based instruction integrating pertuturen sulang silima local wisdom to enhance elementary students' social attitudes and mathematical creativity Putu Kerti Nitiasih; Agus Junsion Naibaho; Putu Nanci Riastini; Ni Nyoman Trisna Herawati
Indonesian Journal Education Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal Education (IJE)
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ije.v5i2.1656

Abstract

This study aims to systematically analyze the implementation of the deep learning approach in elementary mathematics education, particularly its integration with local wisdom and its impact on students' mathematical creative thinking skills and social attitudes. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method to analyze 15 scientific articles published between 2017 and 2025 that were relevant to the research topic. The article selection process followed the PRISMA framework, which consists of the identification, screening, eligibility, and inclusion stages. The findings indicate that integrating deep learning with ethnomathematics and local wisdom significantly enhances students' conceptual understanding, mathematical creativity, and social character development. Furthermore, the incorporation of local cultural contexts, such as traditional games and community traditions, has been shown to increase students' engagement in learning activities. This study recommends the development of contextual and transformative deep learning-based instructional models that integrate local wisdom into elementary school curricula to support meaningful and sustainable mathematics learning.
Instrumen Penilaian Sikap Ilmiah Berlandaskan Filosofi Tat Twam Asi (KITA): Scientific Attitude Assessment Instrument Based on the Tat Twam Asi Philosophy (KITA) Putu Ardy Surustiawan Putra; I Wayan Widiana; Putu Nanci Riastini
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1433

Abstract

Pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya sikap ilmiah peserta didik, seperti kurangnya toleransi, keterbukaan terhadap pendapat teman, dan kecenderungan membentuk kelompok berdasarkan kemampuan akademik. Selain itu, penilaian sikap ilmiah yang digunakan guru masih bersifat subjektif dan belum mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam pembentukan karakter inklusif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi validitas isi, menganalisis validitas butir, dan menginterpretasikan reliabilitas instrumen penilaian sikap ilmiah berlandaskan filosofi Tat Twam Asi (KITA) pada pembelajaran inklusif sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan 4D meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas dua validator ahli, 30 peserta didik pada uji coba terbatas, dan 100 peserta didik pada uji coba luas di sekolah dasar inklusif Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, skala relevansi, dan kuesioner rating scale. Analisis data dilakukan menggunakan rumus Gregory, korelasi Product Moment, dan Alpha Cronbach berbantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan koefisien validitas isi sebesar 1,00 dengan kategori sangat tinggi, seluruh 20 butir instrumen memperoleh nilai rhitung lebih besar dibandingkan rtabel 0,361 pada uji terbatas dan 0,197 pada uji luas dengan signifikansi <0,05, serta reliabilitas sebesar 0,970 pada uji terbatas dan 0,718 pada uji luas. Kesimpulannya, instrumen KITA valid, reliabel, dan layak digunakan. Implikasinya, instrumen mendukung penilaian sikap ilmiah yang objektif, kontekstual, inklusif, dan berbasis budaya lokal di sekolah dasar. Instrumen juga mampu mengukur aspek toleransi, kerja sama, berpikir terbuka, dan kepedulian sosial peserta didik secara sistematis sehingga memudahkan guru memantau perkembangan karakter peserta didik secara berkelanjutan. 
PERSEPSI GURU SD MENGENAI PERAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK SD Ni Putu Silva Juniar; Putu Nanci Riastini; Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52379

Abstract

Children’s social-emotional development is an essential aspect of their ability to interact, regulate emotions, and adapt to their environment. However, successful social-emotional development is influenced not only by schools but also by parental involvement, which is perceived differently by teachers as partners. This study aimed to analyze and evaluate elementary school teachers’ perceptions of the role of parents in children’s social-emotional development and to interpret these perceptions based on teachers’ years of service and gender. This research employed a quantitative descriptive design. The participants consisted of 36 teachers. Data were collected using a questionnaire covering teachers’ understanding, feelings, and actions regarding the role of parents. Data were analyzed using descriptive statistics through mean and percentage calculations. The findings revealed that teachers’ perceptions of parents’ role in children’s social-emotional development were classified as high, with a mean score of 2.72 and a percentage of 68%. Based on years of service, teachers with less than 5 years of experience obtained 69%, those with 5–10 years obtained 66%, those with 11–20 years obtained 69%, and those with more than 20 years obtained 69%, all categorized as high. Based on gender, male teachers obtained 72% and female teachers 68%, both within the high category. In conclusion, teachers demonstrated positive perceptions of parental involvement in children’s social-emotional development regardless of differences in years of service and gender. The study implies the need to strengthen school–family partnerships through communication and collaboration to strongly support students’ social-emotional development.
Co-Authors A.A Istri Dewi Adhi Utami Agus Junsion Naibaho Agustinasari Agustinasari Agustini, Luh Tia Alexander Hamonangan Simamora Arsita Novelia Basilius Redan Werang Bestari Laia Desak Putu Parmiti Dewa Dewa Gede Firstia Wirabrata Dewa Nyoman Sudana Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri Dhea Puri Amanda Gede Nugraha Sudarsana I Gede Adi Suteja Utama I Gede Astawan I Gede Dharma Putra I Gede Marguna Yasa I Gede Margunayasa I Gede Suprawata I Gede Suprawata I Gusti Ngurah Japa I Kadek Rai Suwena I Ketut Gading I Ketut Resika Arthana I Komang Wahyu Aditya Putra I Made Ardika Yasa I Made Citra Wibawa I Made Hendra Sukmayasa I PUTU PASEK SURYAWAN I Wayan Agus Ariasa I Wayan Widiana I. A. G. Sri Udayanti Imam Subayil Kadek Yudiana Ketut Cindy Pratini Komang Putri Saharani Komang Yolanda Rahmadani Krisna, I Made Krisna Dwi Payana Luh Gede Ria Andika Putri Luh Lista Santi Widiani Made Vina Arie Paramita Muzakkir Walad Ni Kadek Devi Purnamawati Ni Komang Ayu Sudiasih Ni Komang Ayu Wulan Maharani Ni Komang Sarini Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Made Mita Oktaviani Ni Luh Merta Juniasih Ni Luh Putu Libriana Lisna Dewara Ni Luh Santikawati Ni Made Dainivitri Sinta Sari Ni Made Mili Dwi Cahyani Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Wedhani Yulia Putri Ni Made Winda Lestari Ni Made Yuke Amandani Ni Nyoman Trisna Herawati Ni Putu Kusuma Widiastuti Ni Putu Kusuma Widiastuti Ni Putu Sillvia Sari Dewi Ni Putu Silva Juniar Ni Wayan Ari Wahyuni Ni Wayan Astri Antari Ni Wayan Ayu Utari Sri Maharani Ni Wayan Rati Ni Wayan Risna Dewi Nice Maylani Asril Oktaviana Nirmala Purba Puspita Sari, Ni Kadek Gina Putu Ardy Surustiawan Putra Putu Bayu Wartama Putra Putu Dicky Wahyudi Putu Kerti Nitiasih Putu Kerti Nitiasih Putu Puji Kanti Laksani Rauldatul Husni Rendy Setyowahyudi Richa Patrisia Arista Putri S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. Siki.A. Novinda Putri Suparmi, Made Triana Putri, Ni Nyoman Wirabrata, Dewa Gede Firstia