Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

CRITICAL PEDAGOGY IN THE ERA OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 TO IMPROVE DIGITAL LITERACY STUDENTS WELCOMING SOCIETY 5.0 IN INDONESIA Setiawardani, Wawan; Robandi, Babang; Djohar, As'ari
PrimaryEdu : Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, Number 1, February 2021
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/pej.v5i1.2073

Abstract

Society 5.0 is a condition of society that is integrated with technology. This is closely related to the 4.0 industrial revolution which is also known as the disruption era. This reality is both a challenge and an opportunity for educators as part of society 5.0 in improving the quality of education as a vehicle for building a critical, cultured, creative, and futuristic generation. Based on these thoughts, the long-term objective of this study is to build futuristic pedagogical competencies. The specific target of this research is to find a pedagogical best practice to increase students' digital literacy in the digital era in welcoming society 5.0 in Indonesia. The research model used in this study is a mixed-methods research model. The sample of this research is students of the University of Pendidikan Indonesia in the semester I with 25 respondents. The research instrument was the test material (pretest-posttest) and semi-structured interview guidelines. From the data analyzed, that the significant value of 0.000 <0.050 (H0 is rejected). This shows that the mean pretest score is significantly smaller than the average posttest score. In line with this, the results of the interviews show that students are more careful with information obtained from the internet after treatment in learning. In other words, the application of a critical pedagogic model has an impact on improving students' digital literacy.
CRITICAL PEDAGOGY: THE ROLE OF STUDENT DIGITAL LITERACY IN UNDERSTANDING CRITICAL PEDAGOGY Apriyanto, Ade; Setiawardani, Wawan; Yusron, Eri
PrimaryEdu : Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Number 2, September 2021
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/pej.v5i2.2752

Abstract

Technological developments encourage students to adapt and must be able to control technology with digital literacy. Critical pedagogy understanding can be the basis for students in developing pedagogy mindsets and skills. The purpose of this study is to explore how digital literacy influences students' critical pedagogy understanding. The method in this research uses an exploration method with a quantitative approach. The sample in this study is a student at one of the universities in West Java. The instrument used is a questionnaire instrument containing students' digital literacy and a test instrument containing students' critical pedagogical abilities. The instruments used have gone through expert validation. The analysis in this study uses SEM (Structural Equation Modeling) which can provide information about the effect of a variable with a complex model. The results of the analysis show that digital literacy has a significant influence on students' critical pedagogical understanding abilities. The influence is represented by the dimensions of access, evaluate and share. Although the results of the study show a positive value, there needs to be an in-depth study of how these dimensions can have an effect.
Pelatihan pengembangan konten edukasi viral bagi pendidik anak usia dini berbasis techno-pedagogy approach untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Provinsi Jawa Barat Setiasih, Ocih; Setiawardani, Wawan; Rusman, Rusman; Djoehaeni, Heny; Apriyanto, Ade
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) mendorong tercapainya Pendidikan yang berkualitas dan merata. Pemerataan Pendidikan sebagai wahana membangun kecakapan hidup bagi masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan. Disisi lain, penduduk Indonesia menjadi pengguna sosial media terbanyak dengan presentase lebih dari 80% dari total jumlah populasi penduduk di Indonesia. Hal ini mejadi peluang nyata dalam pemerataan Pendidikan melalui konten-konten edukasi yang dapat diakses melalui sosial media. Tujuan dari PKM ini adalah untuk menghasilkan para pendidik yang dapat menghasilkan konten-konten edukatif. Melalui konten edukatif yang dipost melalui media sosial akan memberi dampak positif dalam peningkatan kecakapan hidup masyarakat. PKM ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, kegiatan dilaksanakan berbasis Platform Digital Pedagogi.id yang merupakan hasil riset. Khalayak sasaran dari pelatihan ini adalah pendidik dan calon pendidik anak usia dini di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil presentase ketuntasan belajarnya dari total 184 peserta. Hanya 159 peserta yang mengakses kursus hingga final test. Dari 159 peserta tersebut rata rata ketuntasan belajarnya diatas 80%. Dengan presentase peserta yang lulus program kursus sekitar 85%. Selain itu, melalui kegiatan PKM ini kemampuan pendidik dalam mebuat konten edukatif meningkat signifikan dan dapat berdampak pada upaya mencapai tujuan berkelanjutan (SDGs) di Provinsi Jawa Barat.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Media Big Book Kelas III MI Miftahul Ulum II Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Hodijah, Hodijah; Wardani, Wawan Setia; Wilsa, Asrizal Wahdan
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i7.769

Abstract

Kegiatan membaca memegang peranan penting dalam kehidupan terutama dalam pendidikan. Dunia pendidikan tidak lepas dari kegiatan membaca. Untuk menindentifikasi masalah – masalah yang ada dalam penelitian ini , permasalahan  masih rendahnya kemampuan ,minat dan memahami teks bacaan, guru belum menggunakan media yang menarik, siswa masih kurang lancar dan memahami teks bacaan. Tujuan mengetahui penerapan penggunaan media Big Book untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, mengetahui apakah media Big Book dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum II Karangampel Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode penelian PTK desain kemmis dan mc taggart. Instrument penelitian yang digunakan adalah observasi proses menggunakan media Big Book dan soal tes untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa. Pada siklus I  mendapatkan hasil persentase dari proses pembelajaran menggunakan media Big Book  sebesar 69,37% dan pada siklus II mendapatkan hasil sebesar 84,37%. Pada kemampuan membaca pemahaman  siswa ada siklus I mendapatkan persentase 67% dan pada siklus II mendapatkan persentase sebesar 81%. Pencapaian ini telah melebihi indicator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 75%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rokhman, Nur; Setiawardani, Wawan; Rasilah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24047

Abstract

This research is based on a statement from the Minister of Education, Culture, Research, and Technology, Nadiem Anwar Makarim, who said that Indonesian children are experiencing a crisis of self-confidence. Likewise, students of SDN 3 Dadap showed a lack of self-confidence, especially in grade IV, this impacts their Pancasila Education scores, where 19 out of 21 students scored below the KKM, or around 90% of students are below the KKM score standard. This is because the learning model teachers use still uses conventional learning models and lecture approaches. One of the solution steps taken is to replace the learning model currently used with the Role-Playing learning model. This study aims to determine the application of the Role-Playing learning model, to increase student learning outcomes in the Pancasila Education subject, and to increase the self-confidence of grade IV students of UPTD SDN 3 Dadap by implementing the Role-Playing learning model. The research model used is Classroom Action Research (CAR) with 3 cycles using the Kemmis and McTaggart design models consisting of four steps, namely: planning, implementation, observation, and reflection. This research was applied to 21 fourth-grade students. The learning outcomes of students obtained during the implementation of the action increased, as seen from the results of cycle III, as many as 18 students completed with an average score of 80 and a percentage of 85%. Likewise, the level of student confidence increased in each cycle. Based on the results of the study, shows that the role-playing learning model can improve the learning outcomes and self-confidence of elementary school students.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Kelas IV SD Prihartati, Prihartati; Setiawardani, Wawan; Suhada, Dadang
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1559

Abstract

Proses pembelajaran sering kali menghadapi hambatan yang mengakibatkan kegagalan dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri 2 Karangampel Kidul, Kabupaten Indramayu, dengan total 340 siswa. Teknik Simple Random Sampling digunakan untuk menentukan dua kelas sebagai sampel, yakni kelas IV A (kontrol) dan IV B (eksperimen), masing-masing terdiri dari 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes dan lembar observasi. Hasil analisis data dengan uji t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model PBL terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa, dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < α = 0,05. Nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,49, termasuk kategori “Sedang”, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,28, termasuk kategori “Rendah”. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas yang menggunakan model PBL lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan metode pengajaran yang inovatif.
PELATIHAN DENGAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL GURU DI KABUPATEN SUMEDANG Ahmad Syahid, Aah; Ismail, Ali; Sunaengsih, Cucun; Dwi Kemaliah, Lula; Setiawardani, Wawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.815-821

Abstract

Keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital bagi guru saat ini adalah sebuah kebutuhan penting dalam menciptakan pembelajaran lebih bermakna. Keterampilan ini mencakup pada kemampuan dalam memanfaatkan beragam perangkat digital untuk dimanfaatkan dalam memudahkan kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital melalui pelatihan dengan model experiential learning. Pelatihan diikuti oleh 56 peserta dari guru jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA di Kabupaten Sumedang. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga langkah; (1) Basic experience, pada tahap awal dilakukan melalui kegiatan pemaparan dari narasumber mengenai pemahaman dan pentingnya media pembelajaran, (2) Reflection, pada tahap kedua dilakukan melalui kegiatan refleksi dan diskusi untuk menentukan media pembelajaran apa yang akan dikembangkan oleh setiap peserta, dan (3) Action, sebagai kegiatan akhir dilakukan melalui praktik mengembangkan media pembelajaran. Sebagai bentuk keberhasilan dari pelatihan ini adalah tercapainya; (1) Pemahaman guru mengenai pentingnya memiliki keterampilan pengembangan media pembelajaran berbasis digital, dan (2) Seluruh peserta menghasilkan media pembelajaran berbasis digital berupa; infografis, video explainer dan edugame sederhana.
KOMPETENSI PENDIDIK DALAM MENGHADAPI PENDIDIKAN PADA ERA SOCIETY 5.0: Indonesia Imamudin; Fahmi, Rizal; Tabrani, Mohamad Bayi; Setiawardani, Wawan
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 08, Issue 01, January 2024
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol8.iss1.art2

Abstract

Society 5.0 dipandang sebagai superrsmart, society atau masyarakat super cerdas dengan menerapkan teknologi digital untuk mendukung eksistensi manusia. Metode yang digunakan merupakan studi literature review atau kepustakaan dengan mengumpulkan konsep-konsep literature yang diidentifikasi memiliki kaitan dengan masalah yang akan dikaji dari berbagai jurnal. Artikel ini bertujuan untuk memutuskan kompetensi serta kecakapan pendidik untuk menghadapi pendidikan era society 5.0. Dengan pendorong dalam perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam era global society 5.0 telah mendorong terjadinya perubahan dalam bidang pendidikan. Persoalan pendidik akan semakin tidak dapat diprediksi memasuki masa Revolusi Industri 5.0, yang mana pendidik diharuskan memiliki kemampuan dalam menghadapi perputaran inovasi, teknologi, dan softskill. Kompetensi pendidik memiliki bagian yang tetap sesuai berdasarkan kemajuan peningkatan sains, teknologi, seni dan budaya. Seperti kecakapan dalam skills 4C dan kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial serta kecakapan penunjang lainnya, sehingga pendidik dapat membuat pembelajaran yang imajinatif dan kreatif serta menumbuhkan model pembelajaran yang berkualitas yang dapat diaplikasikan sesuai kebutuhan zaman pada era society. Dalam Penelitian menghasilkan dua bahasan utama yaitu, kompetensi pendidik dalam menyongsong pendidikan era society 5.0 serta kompetensi dan kecakapan yang dimiliki pendidik meliputi tantangan dan upaya dalam peningkatannya.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI KELAS IV SEKOLAH DASAR Asih, Murni; Wawan Setiawardani; Dadang Suhada
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26976

Abstract

Numeracy literacy can be interpreted as the ability to reason or understand mathematical statements, symbols. The purpose of this study is to find out whether the problem-based learning model is able to improve students' numeracy literacy skills, to find out student activities in learning in improving students' numeracy literacy skills. This research is included in the classroom action research carried out in 3 cycles with the focus of the research being 47 grade IV students at UPTD SDN 4 Krangkeng. Data collection by observation, test and interview techniques. Meanwhile, the data analysis technique is by comparing test results and observations. From the results of the study, it can be concluded that using a problem-based learning model can improve students' numeracy literacy skills in mathematics subjects with stacked division materials. This can be seen from the results of the learning completeness test, which was initially only 30%. In the first cycle, there was an increase to 40% with a total of 19 students who completed. Cycle II increased to 66% with a total of 40 students who completed and in the third cycle increased by 85% with a total of 19 students who completed. Meanwhile, in student learning activities, which was originally 65% in cycle I, and increased by 77.5% in cycle II and increased even more in cycle III by 85%. Based on these results, it can be said that classroom action research with the implementation of a problem-based learning model in the subject of mathematics and stacked division materials in grade IV UPTD SDN 4 Krangkeng is able to improve students' numeracy literacy skills.
PENGARUH MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD: penelitian kuantitatif gustari, anggita; Fatkhiyani, Kiki; Setiawardani, Wawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33658

Abstract

Natural Science is one of the subjects that has a close relationship with students' daily lives. In the process of learning science in the classroom, the main focus lies on experiments that link students' prior knowledge with the material to be learned. The purpose of this approach is to motivate students in learning as well as improve their learning outcomes and collaboration skills. This study aims to investigate the effect of the Children Learning In Science (CLIS) model on learning outcomes and collaboration skills of grade 4 students at UPTD SDN 1 Srengseng, Krangkeng District, Indramayu Regency. The method applied in this research is quantitative, with an experimental approach that produces data in the form of numbers. Data were collected through written tests and questionnaires. The results of the analysis showed an influence on student learning outcomes, which is reflected in the variable coefficient of 0.026, which is smaller than 0.05, in science learning using the CLIS model. Meanwhile, for the collaboration skills variable, the result shows 0.160 > 0.05, which indicates that there is no significant influence on collaboration skills. From the results of this study, it can be concluded that the Children Learning in Science (CLIS) model has a positive impact on students' learning outcomes in science, although it has no effect on their collaboration skills.