Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Biosense

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIAR YANG BERPOTENSI SEBAGAI TANAMAN OBAT PADA SUKU TAMIANG DI DESA TANGSI LAMA KECAMATAN SERUWAY Muhammad; Cut Hadisti Arhafna; Dwi Adrisa Zuhra; Ekariana S Pandia
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2010

Abstract

Desa Tangsi Lama Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang merupakan desa yang masih memiliki budaya yang kuat sehingga tumbuhan liar yang dijadikan tanaman obat secara turun temurun masih digunakan sampai sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis, cara pengolahan dan pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Tangsi Lama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2022. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif melalui wawancara dan observasi langsung pada saat survei dilakukan. Teknik wawancara semi struktural sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah dibuat antara lain: identitas nara sumber, nama lokal tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan, kegunaannya, cara pemanfaatannya, dalam penelitian ini 20 jenis tumbuhan didapatkan. tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat bagi masyarakat setempat. Pemanfaatan bagian tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat adalah pada daun (85%), buah (10%), dan juga pada pucuk (5%). Kata kunci : Tumbuhan liar, tanaman obat, turun-temurun
KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT DI KECAMATAN RANTOE PEUREULAK DALAM KONSERVASI GAJAH SUMATRA (Elephas maximus sumatranus) Junaidi, Muhammad; Zuhra, Dwi Adrisa; Setyoko; Pandia, Ekariana S.
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3740

Abstract

Konservasi satwa liar adalah tindakan melindungi spesies yang terancam punah dan hampir punah dengan melestarikan habitat aslinya. Konservasi ini dapat berhubungan langsung dengan etnozoologi. Etnozoloogi merupakan bagian dari bidang etnobiologi yang mempelajari tentang pengetahuan, pemanfaatan satwa berkaitan dengan budaya masyarakat. Etnozoologi juga dapat ditemukan pada tipe masyarakat tertentu akan menggambarkan persepsi, pengetahuan, perlindungan, dan partisipasi masyarakat dalam konservasi satwa. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa yang termasu dalam spesies mamalia darat terbesar di Pulau Sumatra, yang saat ini telah berstatus terancam punah. Hal ini disebabkan oleh faktor masyarakat yang belum paham akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai tempat tinggal dari Gajah Sumatra yang mengakibatkan gajah datang kedalam permukiman masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Etnozoologi masyarakat dan upaya masyarakat dalam pelestarian Gajah Sumatra yang berada di Desa Seumanah Jaya Kecamatan Rantoe Peureulak. Hasil penelitian didasarkan dari survei di 6 dusun di kabupaten Aceh Timur kecamatan Rantoe Peureulak tepatnya di desa Seumanah Jaya dengan sampel 90 responden yang diberikan kuesioner dan wawancara dengan teknik purposive sampling. Data etnis masyarakat terdiri dari; Aceh, Gayo, Jawa, dan Batak. Etnozoologi masyarakat diambil dari tingkat kesadaran masyarakat akan perlindungan satwa antara lain; pengetahuan, konflik, pelestarian dan partisipasi dengan persentase pengetahuan berada pada pesersentase 52,83%, Konflik 58,88%, Pelestarian 61,66%, Partisipasi 58,02%. Dari hasil tersebut diharapkan masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang bersinggungan dengan Gajah Sumatra agar populasi Gajah terjaga dan masyarakat mendapatkan hasil yang baik pula.