Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI Susanti, Reni; Krihariyani, Dwi; Endarini, Lully Hanni; Suliati, Suliati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.6391

Abstract

ABSTRACT Iron deficiency anemia is a common nutritional problem among adolescent girls in developing countries such as Indonesia, affecting both health and academic performance. The government has implemented a school-based iron supplementation program to address this issue. This study aims to evaluate the effectiveness of iron tablet supplementation in increasing hemoglobin levels among 10th-grade female students at MAN 3 Magetan. The study used a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. A total of 122 students aged 15–18 years participated based on inclusion criteria and parental consent. The intervention involved weekly iron tablet supplementation for three months. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a HemoCue device, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. The results showed a significant increase in hemoglobin levels after the intervention (p < 0.05). Prior to supplementation, 39% of the students were anemic, which decreased to 8% after the intervention, with 92% having normal hemoglobin levels. These findings indicate that regular iron supplementation effectively improves hemoglobin levels and reduces anemia prevalence. The program should be continued with sustained nutrition education and monitoring of compliance to ensure long-term effectiveness. ABSTRAK Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang umum pada remaja putri di negara berkembang seperti Indonesia, berdampak pada kesehatan dan prestasi belajar. Pemerintah telah menjalankan program pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi kelas X di MAN 3 Magetan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sebanyak 122 siswi usia 15–18 tahun menjadi responden berdasarkan kriteria inklusi dan persetujuan orang tua. Intervensi berupa pemberian TTD dilakukan seminggu sekali selama tiga bulan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat HemoCue, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kadar hemoglobin setelah intervensi (p < 0,05). Sebelum intervensi, 39% siswi mengalami anemia, sementara setelahnya hanya 8%, dengan 92% memiliki kadar hemoglobin normal. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian TTD secara rutin efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan prevalensi anemia. Program ini perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan edukasi gizi dan pemantauan kepatuhan konsumsi untuk hasil jangka panjang.
Detection of mecA Gene in Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Isolated from Diabetic Ulcer Swab Samples Aliyya Noor Izzati; Suliati; Lully Hanni Endarini; Syamsul Arifin
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v6i1.500

Abstract

Diabetic ulcers represent a serious complication of diabetes mellitus, often becoming chronic wounds prone to infection due to impaired immunity, poor vascularization, and persistent hyperglycemia. Among the most frequently identified pathogens in such wounds is Staphylococcus aureus, with methicillin-resistant S. aureus (MRSA) strains posing significant therapeutic challenges due to their resistance to β-lactam antibiotics. This resistance is typically mediated by the mecA gene, which encodes penicillin-binding protein 2a (PBP2a), a protein with reduced affinity for β-lactams. This study aimed to detect the presence of the mecA gene in MRSA strains isolated from diabetic ulcer swabs and to examine the relationship between phenotypic resistance and genotypic confirmation. A total of 30 swab samples were collected from patients with diabetic ulcers at the Diabetes Wound Care Clinic in Surabaya. Bacterial identification was performed using standard microbiological techniques, and cefoxitin disk diffusion was used to screen for MRSA phenotypically. Genomic DNA from cefoxitin-resistant isolates was subjected to conventional PCR using mecA-specific primers, with electrophoresis to detect the expected 304 bp DNA fragment. Of the 30 samples, 19 (63%) were confirmed to be S. aureus, and among them, 6 isolates (31.6%) were resistant to cefoxitin. However, none of these isolates were positive for the mecA gene by PCR, although the positive control showed the expected band. This discrepancy suggests the possibility of other resistance mechanisms beyond mecA, highlighting the importance of molecular methods in confirming MRSA. These findings reinforce the need for integrated phenotypic and genotypic diagnostics to ensure accurate detection and appropriate treatment of MRSA infections
DRUG MANAGEMENT STRATEGIES IN DISASTER SITUATIONS Nuri Handayani; Imat Rochimat; Tovani Sri; Lully Hanni Endarini; Suliati Suliati
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3152

Abstract

Bencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana dapat memberi dampak pada sector kesehatan, infrastruktur dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan obat pada situasi kebencanaan di Indonesia, mengidentifikasi hambatan serta memberikan rekomendasi strategis. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu tenaga farmasi yang terlibat langsung melakukan pekerjaan kefarmasian selama bencana. Data dikumpulkan dari 10 informan yang terdiri atas tenaga farmasi Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan anggota Apoteker Tanggap Bencana (ATB) di daerah terdampak bencana. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat dalam situasi bencana di Indonesia belum berjalan optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan koordinasi lintas sektor dan sistem pencatatan terintegrasi untuk memastikan ketersediaan obat yang efektif dan tepat sasaran. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi penerapan SOP khusus, sistem pengadaan obat satu pintu dan program edukasi untuk pengungsi mengenai cara cerdas menggunakan obat terutama saat situasi bencana. Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan untuk perbaikan manajemen pengelolaan obat di situasi darurat dan mendukung pengembangan kebijakan pengelolaan perbekalan farmasi dalam penanganan bencana.